
Meli yang di sambut ramah oleh bintang merasa senang "ternyata nyonya nya ini masih belum berubah masih sama saja polos seperti waktu itu, padahal dia sudah menjadi nyonya devan tapi penampilan nya juga masih kampungan, Awas saja jika nanti tuan devan melirik ku jangan salahkan aku " Meli sangat percaya diri sekali dengan penampilan nya saat ini akan membuat tuan nya berpaling kepadanya
"Encus... " teriak kevin kepada meli
"Aden " meli pun berjongkok agar bisa menangkap tubuh kevin "Encus kangen sama Aden kevin "
"Kevin juga jangan sama encus " jawab anak itu
Bintang senang kalo ternyata kevin merindukan encus meli " Sudah lepasin encus nya, biarkan encus nya istirahat dulu " ucap bintang kepada kevin
"Siap bunda " kevin pun melepaskan pelukan nya
"Kamar kamu masih sama " ucap bintang sebelum meli bertanya
"Baik nyah " meli pun pergi ke kamar yang dulu ia tempati "Aku harus balik lagi ke kamar kecil ini, malang sekali nasib ku, tapi tunggu saja jika tuan devan sudah berpaling kepadaku" meli pun merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur
__ADS_1
RUMAH JULI
Juli masuk kedalam rumah dengan wajah yang kesal, setelah pertemuan nya dengan meli mood dia jadi ancur bahkan juli tidak balik lagi ke kantor melainkan ke rumah nya " Bi nona kalian dimana. ? " tanya Juli
"Nona sedang makan yang tuan kirim tadi di meja makan " jawab bibi itu
Juli langsung mencari keberadaan sisi, ia melihat sisi sedang menikmati makanan yang di kirim oleh Juli " Apa seenak itu.? " tanya juli
"Hm... " jawab sisi singkat
"Kenapa sudah pulang.? " tanya sisi heran
"Tidak apa_apa hanya ingin pulang saja " jawab Juli
Tapi sisi melihat kalo wajah juli sedang kesal dan juga menahan amarah " Baik lah jika tidak ingin bercerita " ucap sisi " kamu tau, suatu hubungan yang harmonis itu di dasari dengan ke jujuran, tapi bagai mana mau harmonis jika baru mau mulai saja sudah saling menutupi " kata_kata sisi merasa menyendiri Juli, juli menunduk
__ADS_1
"Maafkan aku, aku hanya sedang lelah " jawab juli
Sisi tidak ingin memaksa juli untuk berkata jujur " kalo gitu mandi lah dengan air dingin agar hati dan kepala mu ikutan dingin "
Juli pun menganggukkan kepala nya " Baik lah aku akan coba saran mu untuk mandi air dingin " kata Juli ia pun pergi ke kamar nya untuk mandi
"Benarkah dia mandi.? aku kan hanya becanda " ucap sisi pelan
Benar saja Juli mandi di bawah guyuran air shower yang dingin, entah berapa lama, karena sudah kedinginan Juli pun menyudahk acara mandinya " terimakasih karena sudah menyiapkan pakaian ku" kata Juli yang melihat ada pakaian santai di atas tempat tidur
"Itu sudah menjadi tugas ku " balas sisi, ia langsung duduk di sopa sedangkan Juli setelah mengeringkan rambut nya ia malah masuk kedalam selimut yang tebal, Juli merasa kedinginan
"Kamu kenapa.? " tanya sisi
"Tidak apa_apa aku hanya merasa meriang saja" jawab Juli yang sudah membalut tubuh nya dengan selimut
__ADS_1
Karena merasa aneh sisi pun berjalan ke arah Juli ia meletakkan tangan nya di jidat Juli " kamu demam " ucap sisi, ketika sisi ingin pergi mengambil obat tiba-tiba tangan sisi di pegang sehingga sisi terjatuh di tempat tidur