
~ Pagi hari
Pagi ini jeni sudah siap untuk berangkat sekolah, Mulai hari ini Jeni akan dia antar oleh Kevin. Tidak ada yang heran dengan Perubahan itu karena Mereka sudah mengetahui rencana Bunda.
" Ayo masuk " Ajak Kevin
" Kak Jeni pamit ya " Ucap jeni kepada riana dan juga Keysa
" Iyah hati_hati" Jeni masuk kedalam mobil dan duduk di samping Kevin
Di anatar kedua nya masih canggung mungkin karena masih belum terbiasa. Sesampai nya di depan sekolah Kevin menyuruh Gea untuk tidak langsung keluar " Mulai sekarang, pakai kartu ini jika kamu butuh sesuatu " Ucap Kevin memberikan kartu kredit Tanpa batas kepada Jeni
" Tidak perlu kak " Tolak halus jeni " Aku sudah dapat uang saku bulanan dari bunda, itu sudah lebih cukup. jika kakak mau memberikan uang saku untuk jeni, kakak bisa mulai bulan depan, itu pun kakak harus memberikan nya dengan uang kes bukan kartu " Ucap jeni menjelaskan
Kevin terdiam. Awalnya Kevin ingin mengetes Jeni tapi jeni malah sudah menolaknya lebih dulu " Baik lah kalo gitu. bulan depan aku yang akan memberikan uang saku kepadamu " Ucap Kevin tidak ingin memaksa
Jeni tersenyum " Kalo begitu, apa jeni sudah boleh keluar.?"
Kevin menganggukkan kepalanya. setelah kepergian Jeni, kevin masih enggan untuk menjalankan mobil nya ia melihat jeni yang sudah di tunggu oleh teman-temannya " Kenapa dia harus berteman dengan pria " kesal Kevin
~ Di rumah sakit
Bunda dan ayah sudah bersiap untuk pulang, karena rencana mereka sudah berhasil mempersatukan Kevin dan juga jeni " Bunda bagus sekali akting nya " Puji ayah
" Iya dong, istri siapa dulu " Ucap bangga bunda
" Istri tuan Devan yang kaya raya dan tidak ada tandingannya " balas ayah Devan terkekeh
Bunda dan ayah pun pulang dengan di jemput oleh supir. di perjalanan Ayah dan bunda bercengkrama seperti biasa sehingga perjalanan pun tidak terasa sudah Samapi di depan rumah " Cepat sekali " Keluh ayah
Bunda geleng-geleng " Ayo masuk yah " Ajak bunda karena di luar lumayan panas
" Selamat datang kembali ayah bunda " Sapa Riana yang sedang menggendong Putri
" Terimakasih Tuan rumah " Jawab bunda Sambil membawa Putri dari gendongan sang menatu
" Is bunda ini. suka sekali menyindir ku " Gerutu Riana namun itu semua hany sebuah candaan saja tidak lebih
__ADS_1
Bunda ayah dan Riana duduk di ruang tv. Bunda menceritakan rencana nya yang berjalan dengan lancar, itu semua di sambung senang oleh Riana " Uh pantesan tadi pagi Kak Kevin sudah terlihat dekat dengan Jeni " Ucap Riana
" Benar kah.?"
Riana menggukkan kepalanya " Bagus dong jadi ada kemajuan " ucap ayah
" Benar yah, Bun " balas Riana
" Bunda hanya ingin anak_anak bunda mendapatkan pasangan yang baik"
" Iyah bunda aku juga mengerti degan maksud bunda. aku harap mereka bisa saling mencintai dan bisa saling menerima satu sama lain "
" Amin. mudah_mudahan saja mereka bisa saling membuka hati nya satu sama lain "
~Di sekolah
Byur...
Jeni di guyur oleh teman perempuan nya " Apa_apan kamu ini " kesel teman Jeni yang melihat jeni sudah basah kuyup
" Dia wanita ganj_n yang bisa nya merayu cowok gue!" bentak Siska nunjuk kearah jeni
" mir.." Jeni memegangi tangah mira agar Mira tidak terpancing emosi
" Miko. Lo sudah menganggu Miko, Miko itu milik gue dan hanya gue " Ucap Siska dengan nada yang tinggi
" Tapi maaf. Tuduhan kamu itu tidak beralasan karena aku dan Miko tidak ada hubungan apa-apa, Jika kamu tidak percaya kamu boleh tanyakan kepada Miko " Ucap jeni tenang walupun baju dan rambut nya sudah basah kuyup
" Alah, mana ada maling ngaku " tuduh Siska
" Terserah yang penting aku tidak melakukan itu semua " Ucap jeni menarik tangan Mira untuk ke Toilet " Bantu aku buat keringkan rambut ku " Ucap Jeni kepada Mira
Mira Dan jeni sudah bersahabat karena mereka merasa nasib nya sama, sama_sama di tinggalkan oleh orang tua, cuman beda nya Mira anak orang kaya jadi dia tidak hidup susah
Mira Mengeringkan rambut Jeni dengan Tisu agar tidak terlalu basah " kenapa sih kamu ini malah menahan ku tadi " kesal Mira
" sudah lah. buat apa di permasalahkan toh aku memang tidak merasa " Jawab Jeni " Malahan aku sebentar lagi akan menikah " lirih Jeni
__ADS_1
" that's right you, when you will get married .?" Kaget Mira
" ngomongnya pakai bahasa indo aja, Aku masih kurang paham jika pakai bahasa Inggris " Keluh Jeni
" Tadi kata mu, kamu akan menikah.? sama siapa .? " tanya Mira terkejut
" Sut diam jangan berisik nanti orang lain tau, cukup kamu yang tau karena aku percaya sama kamu " Ucap Jeni
" Iyah iya maaf. jadi siapa laki-laki itu ?Bukan si Miko kan.?"
" Hus kamu semabrangan kalo ngomong " Kesal Juni " nanti jika sudah waktunya kamu akan tau "
" is kamu ini, aku kan penasaran " keluh Mira
" Yang jelas aku tidak menikah dengan si Miko, lagian pernikahan ini adalah perjodohan bukan ril kita saling mencintai "
Mira merasa kasian kepada Jeni " Yang sabar ya, Aku berdoa jika ini adalah awal mula kebahagiaan kamu "
" Iyan amin, terimakasih ya " Balas Jeni
" Sudah yuk, sebentar lagi jam Istirahat habis " Ajak Mira. jeni pun menganggukkan kepala nya
~ Di kantor
Kevin sedang Makan siang di kantin kantor ia melihat handphone, namun tidak ada pesan satu pun yang masuk " Kemana gadis itu, apa gadis itu sudah makan siang " Gumam kevin
Kevin pun memberanikan diri mengirim pesan kepada Jeni
Kevin :. Hai gadis apa kamu sedang istirahat.?
Namun tidak ada jawaban dari jeni " Apa jam istirahat sudah habis.? " Gumam Kevin " Kenapa aku tiba-tiba memikirkan nya, biasanya juga biasa saja dan apa ini ? sejak kapan aku memulai mengirim pesan " keluh Kevin kepada dirinya sendiri
Kevin pun mengabiskan Makan siang nya lalu kembali ke kantornya karena berkas sangat menumpuk, apa lagi Kevin akan mengambil cuti dua Minggu karena ia akan menahan dengan jeni
~ Di rumah
Jeni baru pulang sekolah dengan menggunakan Ojeg online " Bunda sudah pulang ?" Tanya jeni yang melihat bunda sedang duduk di sopa
__ADS_1
" Eh sayang sudah pulang " Ucap bunda. Jeni mencium punggung tangan bunda lalu duduk di samping bunda " Iyah sayang, bunda sudah di perbolehkan untuk pulang " Jawab bunda
" sukur deh kalo begitu, tadi nya jeni habis pulang sekolah mau langsung ke rumah sakit mau jengukin bunda tapi bunda nya malah sudah pulang " ucap jeni