
Setelah di larang untuk pergi ke sekolah oleh Kevin, Jeni akhirnya nurut saja dari pada nanti malah jadi masalah. Jeni duduk di taman sambil melihat bunda dan kak Keysa yang sedang merawat bunga " Bunda apa aku bisa membantu.? aku jenuh sekali sedari tadi hanya duduk dan ngemil " Keluh jeni dengan wajah yang di tekuk
" Minta ijin lah sama calon suamimu. jika kak Kevin mengijinkan baru kita juga akan mengijinkan. kalo kita membiarkan mu turun tanpa sepengetahuan kakak aku tidak akan berani dan tidak akan menjamin jika dirimu akan bisa masuk sekolah besok " jawab Keysa
" Iyah bunda juga tidak berani. kamu tau sendiri bagai mana Kevin " Lanjut bunda ikut menakuti jeni
Jeni langsung menunduk mana mungkin dirinya meminta ijin sama Kevin, jeni sangat takut dengan Kevin " Baik lah aku memilih duduk dan melihat bunda dan kak Keysa saja dari pada aku harus meminta ijin kepada kak Kevin " ucap jeni mengambil cemilannya kembali
Bunda dan Keysa malah saling pandang dan tersenyum melihat jeni " Bunda. soal pernikahan kakak biar aku aja yang membuat gaun pengantin untuk jeni "
" Memang nya bisa.? " Tanya bunda
" Bisa dong apa yang tidak bisa Keysa lakukan " jawab Keysa bangga
Bunda tersenyum " apa sudah diskusi dengan jeni.?"
Keysa mengangguk " Sudah. semalam aku dan kakak Kevin sudah membicarakan nya "
" Yasudah kalo begitu. bunda sih ikut saja kan yang mau pakai jeni " Ucap bunda. lalu beralih kepada Jeni " jeni apa tidak apa-apa jika kak Keysa yang buat.? "
" Kalo aku sih tidak jadi Maslaah bunda. yang penting tidak menyusahkan kak Keysa saja " jawab Jeni
Keysa menaruh Gunting lalu berjalan ke arah jeni " Buatmu mana mungkin merepotkan, kamu itu adik kakak " Keysa menaruh tangan nya di pundak Jeni lalu duduk di samping Jeni " Jangan merasa tidak enak atau canggung dengan ku, karena aku sudah menganggap mu sebagi adikku sendiri "
Bunda mendekat kearah dua gadis itu " Bunda sangat bangga dan sayang sama kalian "
~ Di kantor
__ADS_1
Kevin dan juga Kenzo sedang berbincang-bincang santai di ruangan Kevin " Kak selamat ya sebentar lagi kakak menikah "
" Iya sama-sama " jawab Kevin
" Kakak jangan sakiti jeni. jangan kakak ulangi lagi kesalahan Kakak tempo hari " ucap Kenzo " Jika semua itu terjadi lagi, siap_siap saja kakak diasingkan oleh Ayah bunda dan juga kami yang sudah menganggap Jeni sebagi adik Kami "
Kevin menunduk " Kakak tidak akan melakukannya lagi dek, kakak tidak ingin itu semua terulang kembali, Kakak tidak ingin terus di hantu'i dengan rasa bersalah kakak kepada mendiang Jia " lirih kevin " Dengan kakak menikah dengan Jeni, kakak berharap rasa bersalah kakak kepada mendiang Jia terbalaskan dengan cara kakak akan selalu melindungi adik kesayangan nya "
" Kakak juga harus membuka hati untuk jeni. jangan Samapi nanti kakak menyakiti jeni karena kakak tidak membuka hati kakak. Dalam rumah tangga bukan hanya tanggung jawab dan materi saja yang di pikirkan tapi perasaan dan kasih sayang juga sangat penting agar rumah tangga kakak harmonis "
Kevin melihat kearah adiknya. kata_kata Kenzo ada benarnya jika dirinya harus membuka hati, tapi bukan nya saat ini Kevin juga sudah bimbang dengan perasaan nya sendiri. Kevin ingin selalu dekat dengan Jia dan kevin akan marah jika jeni dekat dengan laki-laki, apa ini bisa di namakan sudah membuka hati.? ah.. Kevin sangat bodoh dalam masalah hati, dia akan pintar jika mengurus perusahaan " Kakak akan usahakan membuka hati kakak. karena kakak tidak ingin menghancurkan pernikahan kakak sendiri apa lagi pernikahan itu hanya di lakukan sekali seumur hidup " kata Kevin
" aku akan selalu mendoakan kebahagian kakak dan juga jeni. aku juga ingin melihat kakak_kakakku ini menikah dan memberikan ponakan yang lucu-lucu untukku "
Kevin malah memalingkan wajah nya kearah lain " Apa aku bisa memiliki anak dengan jeni.? dan apa rumah tangga kita akan harmonis dan bahagia seperti pasangan yang lain nya.?" batin Kevin
" Kakak mau makan siang di rumah saja sekalian Kakak melihat kondisi Jeni" Ucap Kenzo menolak halus Kenzo
" Memang nya jeni kenapa.?"
" Dia sakit. kemarin jeni pingsan di sekolah " Kenzo memang belum mengetahui kabar tentang jeni yang pingsan di sekolah
" Kalo begitu aku ikut, sekalian aku menengok nya " Ucap Kenzo yang sudah berdiri. Kenzo dan Kevin pun langsung berangkat ke rumah bunda.
~ Di rumah ayah Devan
Di meja makan sudah ada ayah,bunda , Keysa dan juga Jeni yang siap untuk makan siang namun pandangan mereka beralih kepada suara Kenzo yang nyaring " Selamat siang semua nya" sapa Kenzo sambil duduk di kursi kosong
__ADS_1
" Siang kak " Jawan jeni
Kevin langsung ke arah jeni dan menaruh telapak tangan di kening Jeni " Aku sudah baik_baik saja kak " Ucap jeni agar Kevin tidak terlalu khawatir dengan keadaan nya
Kevin pun duduk di samping Kenzo, Kevin menghiraukan tatapan keluarga nya yang merasa aneh kepada Kevin. laki_laki dingin dan super cuek bisa tiba-tiba perhatian begitu saja " Kakak mau makan apa.? biar jeni ambilkan " tawar Jeni yang sudah berdiri
" Tidak perlu. aku bisa ambil sendiri, kamu lanjut makan saja " Tolak Kevin. jeni pun mengangguk dan duduk kembali di kursinya
" kakak gak di tawarin dek.?" Goda Kenzo
jeni langsung berdiri kembali " Kakak mau apa.? biar jeni ambilkan" Tatapan Kevin langsung menyorot ke arah kenzo
Kenzo yang di tatap ngeri oleh kakak nya langsung menyuruh jeni duduk kembali " Tidak perlu kakak hanya becanda. kamu duduk lagi saja " Kenzo tersenyum dan mengisi piring nya sendiri
Sedangkan ayah dan bunda saling lempar pandang dan mengulum senyum nya. mereka yakin jika anak sulung nya sudah ada rasa kepada Jeni walaupun baru sedikit
" Kenzo sangat tidak peka " sindir Keysa sambil memasukan nasi kedalam mulut nya.
" Sudah kalian ini ribut saja. ayo makan " Ucap bunda
Akhirnya mereka pun menikmati makan siang nya. setelah selesai Kenzo dan Kevin langsung pamit kembali ke kantor dengan mengendarai mobil nya masing-masing karena kantor mereka berbeda
Keysa juga ikut pamit karena ia harus mengerjakan Pakaian yang akan di gunakan di Acra nanti " Bun ayah, Keysa pergi ke butik ya, soal nya banyak kerjaan di butik yang tidak bisa Keysa tunda_tunda " Pamit Keysa
" Jangan terlalu capek key. jaga kesehatan mu" Ucap bunda mengelus rambut sang anak
" siap bunda. key pergi dulu ya " setelah pamitan Keysa pun langsung mengendarai mobil nya ke butik.
__ADS_1