
Juli masih setia menunggu sisi di dekat sisi, ia masih memandang wajah sisi yang masih setia tidur " Eum.. " sisi terbangun
"Kamu sudah bangun " tanya juli, ia segera mengambil air putih dan di berikan kepada sisi " Minum dulu, tadi kamu pingsan " ucap Juli tanpa menunggu sisi bertanya
sisi pun langsung meminum air putih itu karena ia sudah kehausan sedari tadi " Aku kenapa.? " tanya pura_pura sisi
"Tadi kamu pingsan, kamu ingin tau sekarang di perutmu ini ada anak kita " ucap Juli sambil mengusap perut rata sisi
sisi terdiam, karena ia sudah tau jika dia hamil " lalu "
__ADS_1
"Tidak ada kata lalu, mulai sekarang kamu jadi pusat perhatian ku, kamu harus jaga calon anak kita, ke adaan anak kita lemah Jadi aku mohon kerja sama lah untuk menjaga calon anak kita " ucap Juli memohon
sisi melihat Juli yang sangat serius dengan ucapan nya " jika anak ini sudah lahir apa aku bisa pergi.? " tanya sisi tanpa menoleh
"Tidak akan aku biarkan kamu meninggalkan aku dan calon anak kita, dua hari lagi kita akan menikah, biar status anak kita jelas, aku tidka ingin anak kita jadi cemoohan orang lain " ucap tegas Juli " Dan jangan membantah " Juli pun meninggalkan sisi di kamar, kali ini ia tidak mengunci kamar itu, Juli senagaja meninggalkan sisi karena ia tidak ingin bertengkar dengan sisi, apa lagi membuat sisi setres
"Dasar laki-laki menyebalkan aku belum ngomong apa_apa sudah pergi saja " keluh sisi sambil melihat pintu tertutup, sisi melihat ke perut rata nya " Mamah janji akan menjaga mu nak, walaupun kamu hadir di saat tidak tepat tapi mamah tidak akan menolak mu untuk hadir di kehidupan mamah " ucap sisi sambil meneteskan air mata nya
"Gak mau, aku ingin bersamamu Honey " devan masih memeluk bintang dari belakang
__ADS_1
"Ya ampun bagai mana aku bisa menyelesaikan masakan ku "
"Tinggalkan lah, biar bibi yang lanjutkan " ucap devan enteng
Dengan pasrah bintang pun memberikan masakan nya ke bibi, karena devan pagi ini sangat menyebalkan, mereka pun duduk di sopa ruang tv karen hari ini hari sabtu devan libur kerja " Oh iya honey, sekarang tanggal berapa.? " tanya devan sambil menyenderkan kepala nya ke bintang
"Kalo gak salah tanggal.... " ucapan bintang terhenti ia langsung melihat ke arah sang suami
Devan merasa aneh "kenapa gak di lanjut honey.? " jadi tanggal berapa.? "
__ADS_1
Bintang langsung meninggalkan devan di sopa ia langsung masuk kedalam kamar, bintang langsung kalender dan ia ia juga melihat pembalut masih utuh belum tersentuh, Bintang membiasakan menaruh satu bungkus pembalut di kamar mandi, dan ini sudah dua bungkus yang masih tersusun rapih " Aaaaaaahhhhhhhhhhh...... " teriak bintang tidak percaya " Apa sikap devan seperti itu adalah pertanda " batin bintang, bukan tidak mah tapi kesya masih kecil
Devan yang mendengar teriakan bintang ia langsung berlari mencari keberadaan bintang, devan langsung masuk kedalam kamar mandi ia melihat sang istri sudah duduk di lantai " ada apa honey.? apa kamu terpeleset.? " tanya devan sambil duduk di depan bintang