Bos And Me

Bos And Me
JULI DAN SISI


__ADS_3

Entah berapa kali sepasang sejoli itu sang mencangkul karena jam empat pagi merek baru tidur dengan badan yang sudah lelah, devan benar-benar memanfaatkan waktunya agar puas mencangkul tanpa ada gangguan dari anak-anak nya


Sedangkan di tempat lalin Juli sedang berbicara dengan seorang wanita, wanita yang beberapa hari ini ia cari " Kenapa kamu meninggalkan ku begtu saja. ? " tanya Juli dengan sorot mata yang mematikan


"Tidak ada yang harus kita bahas, itu semua hanya hanya angin lalu " balas wanita itu


"Apa!!! angin lalu kata mu " Juli sangat tidak percaya dengan wanita yang ada di hadapan nya ini dengan enteng nya dia bilang angin lalu setelah mereka melewati malam bersama


"Kenapa.? memang ia angin lalu, jadi baut apa kamu mencari ku sampai se jauh ini.? " tanya nya

__ADS_1


"Sisi, apa kamu tidak menyesal dengan apa yang sudah kita perbuat apa lagi malam itu malam pertama bagi mu " Ya wanita itu adalah sisi, Juli berhasil menemui sisi di sebuah kota


Sisi merasa malu pada Juli karena hanya sedang patah hati ia harus memberikan hal berharga milik nya kepada Juli, jika waktu bisa di ulang ia tidak akan datang ke pernikahan evan agar tidak terjadi, tapi nasi sudah menjadi bubur


" Kenapa kamu marah.? aku saja yang sudah kehilangan yang berharga saja bersikap biasa " ucap enteng sisi padahal hatinya sekarang sedang kalut, takut, dan menyesal


"Aku tidak tau kamu wanita macam apa.? kamu pikir ini hal sepele.? " tanya Juli sambil menatap sisi " Bagai mana jika benih yang aku tanam berkali-kali itu tumbuh di rahim mu? "


"Tidak akan aku biarkan anak aku kau bunuh " ucap tegas juli dengan tatapan tajam nya " jika sampai kau melakukan nya jangan harap kau akan hidup tenang karena sudah membunuh darah daging ku "

__ADS_1


Sisi sangat takut melihat ke marahan Juli saat ini, ia tidak berfikir kalo Juli akan se marah itu padanya, tapi sisi tetap dengan ego nga ka tidak ingin terlihat lemah di depan Juli, walupun ia hamil mana mungkin ia akan setega itu membuang anak nya," Jangan pernah kamu mengancam ku karena ini rahim ku "


Juli langsung mengakut sisi seperti memanggul karung beras " Lepaskan aku brengsek " teriak sisi sambil memukul_mukul tubuh Juli, namun Juli tidak menghiraukan nya ia membawa sisi kedalam mobil lalu


"Turunkan aku " teriak sisi dengan tatapan tajam ke arah Juli


Juli tetap tidak menjawab ocehan sisi, pintu mobil sudah ia kunci


"Kenapa aku harus berurusan dengan lelaki seperti mu " cerocos sisi

__ADS_1


"Diam, atau kau ingin melihat ku benar-benar marah hah " bentak Juli membuat sisi terdiam karena ia sedikit tau tentang Juli yang anggota mafia dari bintang " Kau tidak akan aku lepaskan sampai kapan pun, kau hanya milikku dan anak itu harus lahir ke dunia ini, walaupun kau tidak menginginkan nya biar aku sendiri yang merawat nya, setidak nya lahir kan dulu anak ku "


"Kau gila Juli " bentak sisi


__ADS_2