Bos And Me

Bos And Me
Pulang


__ADS_3

Pagi ini Jia akan mencari pekerjaan untuk menyambung hidup nya dan juga sang adik " Kak. kakak mau keman.?"


" Mau cari kerjaan dek, kita kan harus menyambung hidup kita " Jawab Jia


" kakak kan lagi sakit masa mau cari kerja. mending kakak sembuh dulu baru cari kerja, lagian Aku punya ide kak, bagai mana jika kita jualan saja "


" Jualan apa.?"


" Kita jualan seblak Ama cilok " Ucap adik Jia " Sekarangkan lagi musim seblak, modal nya juga tidak terlalu besar, kan kak Jia pintar masak pasti nanti seblak buatan kita lalu keras "


"Nanti kita pikirkan ya, sekarang kamu berangkat sekolah dulu " ucap Jia sambil menahan sakit di kepala nya. Jia menutupi rasa sakit di kepala nya karena tidak ingin sang adik khawatir


Adik Jia pun langsung berangkat ke sekolah,sedangkan Jia ia membaringkan tubuhnya sejenak karena kepalanya yang masih sakit dan perih


Hari sudah siang Jia bangun dari tidur nya namun kepalanya sangat sakit, Jia mencoba berdiri namun karena tangan nya yang tidak kuat untuk menahan akhir nya Jia pun terjatuh dan kepala nya mengeluarkan darah yang sangat banyak Jia kehilangan ke sasaran nya


Adik Jia yang baru pulang sekolah melihat kakak nya yang sudah terbaring di lantai " Kakakk" panggil nya namun tidak ada pergerakan, adik Jia pun langsung meminta bantuan kepada tetangga untuk di bawa rumah sakit


Sesampai nya di rumah sakit, Jia langsung di tangani oleh dokter


Ceklek


" dokter bagai mana keadaan kakak saya "


" Apa kamu adik nya.?"


" Iyah dok "


" Masuk lah, kakak anda ingin bertemu "


Adik Jia langsung masuk ia melihat kakak nya yang sudah lemas " neng " lirih Jia


" Kakak jangan banyak ngomong dulu hiks. "


" Kaka minta tolong, tolong neng telpon ke no ini " Ucap Jia sambil menyebutkan no telpon nya, adik Jia langsung menelpon orang yang di maksud kakak nya


" kakak harus sehat dan kuat " Ucap Adik Jia. ia tidak bisa membayangkan jika Harus kehilangan Kakak satu_satu nya


Empat jam kemudian keluarga ayah Devan Samapi di rumah sakit dan langsung keruangan Jia


Ceklek


" Jia " Lirih bunda tidak tahan melihat keadaan jia yang sangat lemah

__ADS_1


" Nyo..nya " Ayah dan bunda segera menghampiri Jia


" Iyah syang. saya di sini "


" nyonya maafkan Jia yang sudah pergi tanpa sepengetahuan nyonya "


" Bunda yang harus nya meminta maaf bukan kamu, bunda yang salah nak maafkan bunda hiks" Ayah mengelus punggung sang istri


" nyonya. usia Jia sudah tidak lama lagi "


" Kakak..."


" Jangan ngomong begitu, kamu pasti akan sehat dan kembali kepada kami "


Jia menggeleng kepala dengan pelan " Nyonya jika saya sudah tidak ada, saya titip adik saya, dia tidak memiliki siapa_siapa selain saya " Jia meneteskan air mata nya


" Bunda akan selalu menjaga adik kamu dan juga Jia, jadi Jia harus sehat ya " air mata bunda juga ikut menetes mendengarkan ucapan Jia


" dek. harus nurut ya sama Nyonya, jangan bandel, raihlah cita_cita Adek, dan kakak titip nyonya dan tuan kepadamu jangan membuat mereka kecewa " Ucap Jia dengan pelan


" Jia. kamu harus sehat Saya akan membawa mu ke rumah sakit yang lebih hebat lagi agar kamu cepat sembuh " Ucap ayah Devan yang tidak tahan menahan air mata nya


" teri..ma..kasih "


" kakak hiks.." Adik Jia menangis histeris di dekat sang kakak namun tangisan itu tidak membuat Jia kembali


Kevin segera memanggil dokter agar segera memeriksa Jia. Tadi Kevin mendengarkan semua perkataan Jia di balik pintu ruangan, bahkan ia Samapi menangis mendengar ucapan Jia


Dokter Langsung datang keruangan Jia " maaf tuan nyonya nona Jia sudah tidak ada "


" hhuuaaaa Kakakk" Adik Jia menangis histeris


" sabar sayang hisk" bunda memeluk adik Jia


" dan nona Jia mendaftarkan diri untuk menjadi pendonor organ dari usai nona 15thn " ucap dokter


Deg .


Jantung Kevin langsung berhenti berdetak, ia telah menyesali dengan perbuatan nya


Bugh..


Ayah Devan sudah tidak tahan lagi untuk meluapkan emosinya " puas kamu hah!"

__ADS_1


Bugh..


" ini tidak seberapa dengan apa yang kamu lakukan dengan Jia. penolong keluarga kita dan sekarang Jia wanita baik dan wanita yang mempunyai hati seperti malaikat tapi kau !!"


Adik Jia menangkap semua ucapan ayah Devan " apa maksud semua ini " Ucap jeni


ayah bunda dan Kevin tidak mampu untuk menjawab pertanyaan jeni " apa kepergian kakak saya ada sangkut pautnya dengan dia" tunjuk jeni kepada Kevin


" maafkan aku " Lirih Kevin


Jia langsung memukul_mukul dada Kevin " kembalikan kakak ku hiks.. kembalikan hikss " jeni menangis


" Hukum aku, pukul aku, aku bersalah maafkan aku "


" Kam..." Jeni hilang kesadaran ia jatuh pingsan di pelukan Kevin


Jeni di bawa ke ruangan yang sebelah agar dokter memeriksa nya


~ Di rumah Devan


Semua orang menunggu kedatangan jenazah Jia. Ayah sudah menelpon orang rumah agar di siapkan pemakaman untuk Jia, Jia akan di makan kan di pemakaman keluarga Devan


Keysa langsung lari ketika melihat ada ambulan yang masuk kerumahnya " Jia hiks.." Keysa menangis melihat Jia yang sudah terbaring kaku, kaki nya sangat lemas seketika Keysa jatuh namun Kenzo segera membawa sang kakak


" kakak sadarlah. kasian Jia kalo melihat kakak seperti ini "


" Jia sudah seperti adik bagi ku tapi kenapa dia malah meninggalkan aku hisk"


" Sabar kak "


Jeni berjalan melewati Keysa dan Kenzo. jeni tidak mengenal orang-orang yang berada di rumah ini. jeni mengikuti keman Jia akan di bawa lalu ia duduk di samping sang kakak dengan menahan air mata walaupun air mata itu sesekali tumpah namun jeni langsung menghapus nya


Keysa melihat jeni yang sedih ia yakin jika itu adik Jia, Keysa langsung menghampiri jeni " Apa kamu adik nya Jia .?" Tanya keysa menahan air mata nya


Jeni mengangguk, Keysa langsung memeluk jeni, jeni langsung menumpahkan air mata nya " hisk.. "


" Sabar ya dek, ada kakak di sini " Ucap Keysa. Keysa sangat tau betul jika jia sangat mencintai adik nya, saking sayang kepada jeni baju pemberian dari Keysa Jia simpan untuk sang adik


" kakak mu sangat menyayangi mu "


" tapi kenapa kakak meninggalkan aku sendirian hiks.. aku tidak punya siapa-siapa lagi selain kakak hiks " jeni masih menangis " Bangun lah kak, Jeni tidak ingin sendirian hisk "


Keysa bunda dan yang lain tidak tahan melihat jeni yang sangat terpukul kehilangan Sang kakak " bunda tidak tahan yah melihat jeni, andai saja waktu itu Jia tidak menolong bunda pasti tidak akan seperti ini kejadian nya "

__ADS_1


" sudah sekarang bukan saat nya saling menyalahkan, kita urus dulu peristirahatan Jia "


__ADS_2