Bos And Me

Bos And Me
Mencari


__ADS_3

Di dalam rumah bunda dan ayah sudah duduk di sopa, ayah sudah memerintah sekuriti dan seluruh orang yang berada di rumah untuk tidak membuka pintu atau gerbang untuk Kevin, jika ada yang melanggar maka harus siap Seperti Kevin yang tidak di terima di rumah ini


" ayah bunda ada apa ini.?" tanya Keysa bingung


" kakak mu keterlaluan " Ucap ayah


" apa yang sudah kakak lakukan .?"


" Kakak mu telah menyuruh Jia pergi dari kita bahkan kakak mu malah menuliskan cek sebesar 10M, Tapi apa yang wanita malang itu lakukan, Jia tidak mengambil cek itu, Jia malah menaruh nya di atas kasur " ucap bunda sedih " ini salah bunda, andai saja bunda dan ayah tidak merencanakan Kevin untuk menikahi Jia, mungkin saat ini Jia masih bersama kita " lirih Bunda, bunda menceritakan maksud dan tujuan bunda menyuruh Kevin untuk menikah dengan Jia


" Ini bukan salah bunda, Kakak yang salah, kenapa kakak begitu tega kepada Jia yang sudah mengorbankan nyawanya untuk keluarga kita, andai saja Jia tidak ada di sekeliling kita mungkin entah apa yang akan terjadi kepada ku dan juga bunda " kesal Keysa


Kenzo dan Raina tidak ikut bicara karena takut salah berucap " Jia sekarang pergi keman Bun .?"


" entah lah, Bunda khawatir dengan keadaan Jia, Jia tidak memiliki uang bahkan Jia jiga tidak membawa apa-apa, barang_barang nya masih ada di dalam kamar nya " Ucap bunda khawatir


~ Di kampung Jia


Jia pulang ke rumah Orang tua nya yang di tempati oleh sang adik " Kakak " Teriak sang adik di dalam rumah


Jia tersenyum ketika melihat sang adik yang berlari kearahnya " Neng "


" kakak kenapa pulang tidak ngomong sama neng .?"


" Iyah maaf kakak sangat merindukan neng " Jawab Jia


" Neng juga rindu sama kakak "


Jia bisa pulang ke kampung nya karena ia menjual kalung yang ia pakai, Kalung hasil dari sisa gajian yang sengaja Jia simpan untuk membeli kalung, Walaupun cuman di beli dengan harga setengah karena tidak ada surat_surat tapi bagi Jia tidak masalah yang penting dirinya bisa sampai di kampung halaman


Jia dan adiknya masuk kedalam rumah. Sang adik sangat senang karena Jia pulang setelah lima bulan tidak pulang " Apa adik kakak sudah makan.? "


" Belum kak."

__ADS_1


" Loh kenapa ini kan sudah siang " ucap Jia kepada adik nya


" Neng khawatir sama kakak. kakak dari kemarin tidak bisa di hubungi " lirih neng


Jia menatap sang adik " Maafkan kakak ya, sudah membuat neng khawatir sama kakak "


" Kepada kakak kenapa.?" Neng memegangi kepala Jia


" Hanya sedikit musibah, ini juga alasan kakak kenapa pulang, kakak tidak mungkin kerja dengan kondisi seperti ini. makanya bos kakak memberikan cuti kerja "


" Oh begitu ya. yaudah kakak istirahat biar neng buatkan makan siang untuk kita " Jia mengangguk, lalu masuk kedalam kamar nya untuk istirahat, jujur saja jika saat ini badan nya masih sangat sakit_sakit.


Adik Jia berusia 16thn sekarang masih kelas 2 sekolah menengah atas, Jia dan sang adik hidu berdua karena kedua orang tua nya tertimbun longsor ketika sedang berada di persawahan yang dekat bukit.


Satu jam telah berlalu, kini Jia pun sudah bangun dari tidurnya. Jia mencari keberadaan sang adik " Neng " panggil Jia. namun tidak ada jawaban


Jia mendengar ada yang ribut_ribut di luar, Jia pun langsung keluar rumah, Jia melihat sang adik dengan dua pria yang bertubuh besar


Jia langsung berlari kearah sang adik" Ada apa ini.? " Tanya Jia sambil memeluk sang adik


" Wah cantik juga " ucap laki_laki itu sambil melihat Jia dari atas sampai bawah


" Walaupun cantik percumah kalo banyak utang "


Jia melotot " Dek apa maksud nya ini.?" Tanya Jia kepada adiknya


" I..itu " adik Jia tidak bisa menjawab


" Lama. pokonya jika sampai besok hutang mu tidak di lunasi maka kalian pergi dari rumah ini " ucap pria itu langsung pergi


Adik Jia Langsung merosot ke atas tanah " Neng jelasin kepada kakak "


Adik Jia menunduk " Satu bulan yang lalu, bibi memaksa meminta sertifikasi rumah. bibi bilang mau pinjam uang kepada jurgan selama dua Minggu, tapi setelah meminjam uang bibi gak tau pergi kemana sama paman "

__ADS_1


Jia menutup matanya, ingin sekali rasanya Jia berteriak " Apa mereka kabur.?" Tanya Jia


Adik Jia mengangguk " dari kemarin neng mencari paman dan bibi tapi gak ketemu. Jia takut kak, apa lagi merema galak_galak "


" Jalan satu-satunya adalah kita harus pergi dari rumah ini agar kita tidak bertemu dengan mereka lagi, dan kita harus cari paman dan bibi adar mah bertanggung jawab atas semua perbutan nya


" tapi kan ini rumah ibu dan bapak kak "


" Lalu kita harus apa.? Membayar hutang nya.? kakak tidak punya uang untuk membayar hutang dek "


" maafka aku kak, aku tidak bisa menjaga rumah ibu dan bapak dengan baik "


" Sudah, lah tidak Perlu menyalahkan diri sendiri, sekarang kita bawa barang yang bisa kita bawa, untuk sementara kita cari rumah kontrakan yang murah untuk kita tinggali " Ucap Jia pusing, Masalah demi masalah yang harus ia hadapi, hilang nya pekerjaan sekarang rumah pun Telah di gadai kan oleh bibi dan paman nya


Jia mencari kontrakan yang murah untuk mereka tempati sedangkan adik Jia ia mengemas barang_barang yang akan di bawa pindah.


Setelah menemukan kontrakan, Jia pun segera pulang untuk membawa barang-barang nya. ya walaupun kontrakan nya tidak terlalu besar namun nyaman jika di pakai untuk dua orang


" Neng sudah beres.?"


" sudah kak " jawab Adik Jia


" Yasudah ayo kita bawa, ke kontrakan yang akan kita tinggali " Ucap Jia membawa tiga tas baju dan juga yang lain nya.


Setelah sampai Jia langsung menata barang_barang nya agar malam ini nyaman untuk di pakai tidur " Kak neng lapaer "


" Kalo begitu kita bikin mie rebus aja ya " Ucap jia


Untung jia membawa kompor gas dan juga gas nya untuk mereka masak " Iyah kak tidak apa-apa " Kata Adik Jia


Mereka pun menikamti mie rebus yang di buat oleh Jia, Walupun sederhana yang penting kenyang


Sedangkan di kota lain. Kevin masih bingung harus mencari jia kemana, anak buah nya masih belum menemukan Jia. " Ah sial kenapa wanita ibu bisa mengambil bunda dari ku, gara_gara dia aku tidak bisa pulang sebelum membawa nya kerumah " kesal Kevin. ia benar-benar tidak habis pikir dengan kedua orang tua nya

__ADS_1


__ADS_2