
indah yang melihat Fian membuka pintu depan, langsung mendorong Fira ke depan, Fira tak banyak bicara, dia langsung masuk kedalam mobil
indah pun langsung membuka pintu belakang saat melihat Fira telah masuk ke dalam mobil,
Fian pun melajukan mobilnya menuju apartemen Fira,
"belanjaan kalian banyak banget seperti orang yang ingin pindah rumah" tanya Fian tanpa menoleh ke arah Fira
"hehehe iya kak, aku sekarang udah pindah ke apartemen aku, aku kan udah lulus dan mau magang, jadi harus mandiri" jawab Fira sedikit terkekeh menutupi rahasianya
"kalian tinggal berdua?" tanya Fian lagi masih fokus menyetir
"ngga kak, kalau aku masih tinggal di rumah orang tuaku" jawab Fira tiba-tiba
Fian pun hanya Manggut-manggut tanda mengerti. setelah percakapan itu mobil pun langsung sunyi, tak ada yang membuka suara lagi, sampai Fira melihat foto yang terpajang di mobil Fian, Fira pun langsung bertanya
"kak ini foto siapa? kok kayanya aku baru lihat?" Fira menunjuk foto itu lalu menatap Fian
"owh itu foto pacar kakak, gimana cantik ngga?" tanya Fian bercanda setelah menjawab pertanyaan Fira
Fian memang bercanda, tapi tidak dengan Fira, Fira yang mendengar itu bagaikan di sambar petir disiang bolong
duarrr!!!
hati Fira langsung sakit saat mendengar ucapan Fian barusan, Fira langsung merubah raut wajah bahagianya. "kak Fian orang yang selama ini Fira tunggu kedatangannya, orang yang selama ini Fira cintai, dan sekarang sudah milik orang lain" pikir fira
Fira diam sejenak lalu dia langsung menormalkan raut wajahnya dan berkata
"iya kak sangat cantik" Fira tersenyum ke arah Fian
"masih cantikan kamu kok" ucap Fian lagi dibalas dengan senyum Fira
indah yang melihat Fira begitu, dia langsung tau bahwa Fira pasti sakit hati.
__ADS_1
Fian adalah cinta pertama Fira, dan sekarang cinta yang ditunggu-tunggunya selama ini ternyata bertepuk sebelah tangan, Fira pasti sakit hati.
selama ini indah berpikir bahwa Fian juga mencintai Fira makanya itu indah selalu mensupport Fira dan Fian. namun sekarang sepertinya pikirannya salah.
seisi mobil pun kembali sunyi, Fian yang melihat Fira tidak berbicara lagi,. langsung ingin menjelaskan bahwa tadi dia hanya bercanda, foto itu adalah adiknya yang selama ini tinggal di Jerman, Fira memang pernah bertemu dengan orang tuanya, namun dia belum pernah bertemu dengan Stevy adiknya
"sebenarnya...."
drtt drtt... ucapan Fian langsung terpotong oleh bunyi teleponnya, Fian pun langsung menjawab teleponnya
"halo" ucap Fian
"(......)"
"oh oke, aku akan segera ke sana, kalian tunggu aku" ucap Fian lagi lalu mematikan sambungan teleponnya
tak lama kemudian mereka pun sampai di depan apartemen Fira, mereka pun langsung keluar dari mobil dan Fian langsung mengeluarkan belanjaan Fira dan indah tadi lalu memberikan kepada mereka
"iya kak, ngga apa-apa, kakak hati-hati di jalan, makasih udah antarin kita" ujar Fira sambil tersenyum
lalu Fian pun langsung pergi meninggalkan apartemen Fira,
Fira dan indah pun langsung masuk ke dalam apartemen.
setiba di dalam apartemen, Fira langsung menyusun barang belanjaannya tadi, dengan muka yang murung, indah yang melihat itu langsung tidak tega, dia pun mendekati Fira lalu memeluknya dan berkata
"kamu harus sabar ya, aku yakin jodoh itu tak akan kemana, bukankah dulu kamu yang mengatakan bahwa Allah menciptakan hambanya berpasang-pasangan?" indah mencoba menghibur Fira
"aku sekarang udah ngga punya siapa-siapa lagi ndah, ayah yang aku banggakan dan aku cintai telah mengusirku dan sekarang orang yang aku cintai selama bertahun-tahun, sudah milik orang lain" ucap Fira meneteskan air matanya, lalu Fira langsung menceritakan tentang dirinya di usir dari rumah kepada indah
"udah-udah, kamu ngga usah sedih lagi, kan masih ada aku, mending sekarang kamu pergi mandi terus kamu cari perusahaan buat kamu magang" ucap indah lalu pergi mengambil laptop Fira dan menghidupkannya
sedangkan Fira langsung pergi mandi sesuai perkataan indah
__ADS_1
saat indah ingin melihat-lihat perusahaan, dia langsung melihat ada pesan email masuk di laptop Fira, indah pun langsung membuka pesan itu, dia sangat kaget bercampur senang ternyata pesan emailnya adalah penawaran magang di perusahaan Andara group tempanya magang saat ini, indah langsung menerimanya dengan girang
"fir, aku udah dapatkan tempat magang buat kamu" ucap indah saat melihat Fira telah selesai mandi
"hah? maksud kamu?" tanya Fira bingung melihat sahabatnya ini
"jadi, pas tadi aku buka laptop kamu, aku lihat ada penawaran magang di perusahaan Andara group, jadi aku langsung menerimanya. agar kita bisa satu perusahaan dan besok kamu udah bisa masuk" ucap indah lalu berlari memeluk Fira
"Andara group? tapi aku itu inginnya langsung magang di perusahaan khusus desainer ndah" ucap Fira tiba-tiba membuat indah murung
"tapi aku udah menerima tawarannya, jadi mau tidak mau kamu harus magang sama-sama aku" balas indah membuat Fira memasang wajah pasrahnya
di tempat lain....
"bos fira telah menerima tawaran magangnya, dan aku juga sudah mendapatkan semua data-data tentang keluarga abraham" ucap Kelvin sambil memberikan file kepada Devan
"oke bagus, pastikan agar Fira besok langsung masuk magang" ujar Devan sambil mengambil file data-data tentang keluarga abraham dari tangan Kelvin
"iya bos, aku sudah menyuruhnya untuk masuk besok" balas Kelvin sambil duduk di sofa
"tapi di data itu ada yang membuat aku sangat bingung bos, jelas-jelas disitu tertulis alsyafira adalah anak Alfandi Abraham, tapi kenapa di data Fira namanya tidak ada marga Abraham? dan kenapa nama alsyafira tidak ada di kartu keluarga mereka?" ucap Kelvin bingung dengan data yang di dapatnya
mendengar perkataan Kelvin barusan, Devan langsung teringat pembicaraan Fira dan Yuna di depan kamar mandi siang tadi. Devan berpikir bahwa Fira ada konflik dengan keluarganya,
Devan langsung teringat saat pertama kali dia bertemu dengan Fira, saat mobilnya kehabisan bensin, "apakah karna gara-gara itu dia keluar malam-malam dan matanya bengkak seperti habis menangis?" pikir Devan bertanya-tanya pada dirinya
"Vin ayo pulang" ucap Devan lalu mengambil jasnya dan keluar dari ruangan itu, di ikuti Oleh Kelvin dibelakangnya
mereka berdua pun langsung kembali ke rumah Devan. saat tiba di rumah, Devan sang kelvin langsung di sambut oleh para satpam dan para pelayan yang ada di rumah itu.
Devan tinggal sendiri, karna keluarganya sekarang sedang berada di Turki, menemani adiknya Devi yang kuliah di sana.
terkadang Kelvin akan bermalam bersamanya sesekali jika Devan butuh teman..
__ADS_1