
Pagi hari nya ketika pelayan membawakan sarapan untuk sisi, ia sengat terkejut ketika melihat nona nya terbaring di atas lantai, sontak ia langsung berlari ke arah kamar Juli
Dor.. dor.. dor...
"Tuan... " teriak pelayan itu
Juli yang baru saja beres mandi langsung membukakan pintu " Ada apa teriak_teriak " tanya Juli ketus
. " Maafkan saya tuan, Non.. Non.. sisi tuan.. " ucap pelayan itu terbata_bata
Tanpa menjawab Juli langsung berlari ke arah kamar sisi, ia melihat sisi yang terbaring di lantai " Sisi " teriak Juli, ia langsung membawa Juli ke atas tempat tidur " cepat telpon dokter suruh datang kesini sekarang juga" teriak Juli panik
"Sisi bangun heii... " Juli menepuk-nepuk pipi sisi namun tidak ada jawaban
__ADS_1
.
Tak lama kemudian dokter pun datang dan memeriksa keadaan sisi yang masih pingsan " Bagai mana keadaan nya dok.? " tanya Juli
Dokter itu menghembuskan napas nya " Nona sisi baik_baik saja ia hanya kekurangan cairan, Dan tolong di perhatikan kembali asupan nutrisi nya karena bayi yang ada di kandungan nona sisi sangat lemah " Ucapan dokter terasa menghantam diri Juli, ia tidak mengetahui kalo sisi sekarang sedang hamil
"Ha..hamil dok.." tanya Juli, membuat dokter itu mengerutkan alus nya "Maaf dokter saya tidak mengetahui kalo istri saya sedang hamil, kalo boleh tau berapa usia kandungan istri saya "
"Oh iya tidak apa_apa.. sepertinya nona sedang hamil muda, saya tidak tau persis berapa usia kandung nya, biar tambah jelas mending tuan membawa nona untuk memeriksakan nya ke ahli kandungan " ucap dokter itu, dokter itu pun langsung pamit ketika tugas nya sudah selesai
Sebenarnya sisi sudah sadar sedari tadi bahkan ia juga mendengarkan ucapan doker yang katanya ia sedang mengandung " Ha_hamil apa benar aku hamil, lalu aku harus bagai mana? " batin sisi " Apa se cinta itu lah kamu dengan calon anak mu sendiri sehingga kamu benar-benar ingin melindungi nya, apa kamu bersikap lembut sepeti ini karena ada calon anakmu.? " sisi terus membatin, ia bingung harus bagai mana, ia takut, takut jika ia membuka hatinya ia akan terluka lagi, ia juga takut kalo Juli bersikap lembut itu karena ada calon anaknya
"Aku mohon cepat bangun, aku tidak kuat melihat mu sepeti ini hiks.. " Juli mencium punggung tangan sisi sambil terisak, Juli benar-benar tidak tahan melihat sisi yang terbaring lemah
__ADS_1
"Apa.? benarkah dia menangis melihat ku sepeti ini.? " sisi masih pura-pura pingsan
Tut.. tut.. tut...
Juli mengangkat telpon nya karena ada panggilan masuk, ia berjalan ke arah balkon
"Maaf seperti nya aku tidak bisa datang ke kantor hari ini, sisi pingsan tadi pagi "
.....
" Iyah baik lah, tolong bilangin kepada devan kalo aku tidak bisa masuk ke kantor, aku ingin menjaga sisi dan juga calon anak ku "
.....
__ADS_1
" Iyah terimakasih " Juli pun menutup sambungan telpon nya, ia meminta pelayan untuk membuatkan bubur dengan nutrisi yang cukup untuk sisi makan setelah nanti sisi bangun