
Sisi yang sedang bekerja di sebuah rumah sakit ia merasa risih setiap hari ia akan menerima bunga dari Juli " Orang ini kenapa sih " kesal sisi langsung membuang bunga itu kedalam tong sampah, lalu ia melanjutkan aktivitas nya
Jam sudah menunjukan jam dua belas siang, sisi dan teman-temannya nya mereka masuk ke sebuah rumah makan yang dekat dengan rumah sakit " dok mau pesan apa. ? " tanya teman sisi
"Aku bakso saja, sama es jeruk " jawab sisi lalu ia melihat handphone nya, ia melihat isi chat nya yang di kirim oleh bintang, sisi sangat senang karena sekarang kedua sahabat nya sudah mempunyai keluarga kecil apa lagi ketika mendengar kalo dela sedang hamil
Setelah selesai mengirim pesan kepada kedua sahabat nya sisi pun memasukan handphone nya kedalam tas lalu ia memakan pesanan yang tadi ia pesan " eh dok tau tidak kalo dokter evan akan menikah.? " tanya teman sisi
Deg...
"Evan menikah.? jadi selama ini,ah mungkin saja bukan evan yang sama kan nama evan banyak di dunia ini" batin sisi, ia masih menepis pikiran buruk tentang evan
"Evan yang mana.? " tanya sisi ingin memastikan, apa evan yang sama atau bukan
"Itu dokter evan ahli jantung " jawab teman sisi
sisi merasa jantung nya berhenti saat ini juga, selama ini dirinya telah berhubungan dengan evan bahkan mereka sempat merencanakan untuk menikah, rasanya sisi ingin menangis saat ini juga tapi ia tahan, Sisi pindah ke kota ini karena ingin dekat dengan evan yang di pindah tugaskan di kota ini
__ADS_1
"Dok.. " panggil teman sisi
Lamun sisi buyar ketika teman nya memanggil dirinya " Ah iya " jawab sisi
"Kenapa ko melamun.? "
"Ah tidak apa_apa " jawab sisi " aku duluan ya, aku lupa kalo aku ada janji " pamit sisi, ia pun langsung meninggalkan teman_teman nya
Sisi segera menghubungi no evan namun tidak di angkat juga, beberapa kali sisi menelpon nya tapi tapi nihil tidak ada jawaban "Kemana kau evan " kesal sisi, ia pun masuk ke ruangan nya dengan hati kesal dongkol dan kecewa
Teman-teman nya sudah mendapatkan undangan dari evan, sedangkan sisi tidak menerima nya bahkan no evan pun masih belum bisa di hubungi " oke kelo ini mau mu evan "
Sisi mencari gaun yang paling indah, ia ingin menghadiri pernikahan evan, ia ingin lihat bagai mana reaksi evan ketika melihat dirinya datang padahal tidak di undang, setelah selesai dandan dengan di bantu MUA, sisi berubah menjadi sangat cantik " Kita lihat evan, apa kamu akan tetap diam ketika melihatku datang " batin sisi
Sisi sekuat tenaga menahan rasa sakit hati nya karena sudah di permainan oleh evan, ia benar-benar sangat kecewa " Kamu pasti bisa sisi " ucap sisi di depan cermin
Setelah menaiki kendaraan roda empat sisi pun telah sampai di sebuah gedung, pernikahan yang mewah dengan dekorasi berwarna biru dan putih, sisi tersenyum sinis ketika melihat foto prewedding devan dan istrinya itu, ketika mau masuk tiba-tiba tangan nya di tarik oleh seorang laki-laki
__ADS_1
"Jika ingin balas dendam ajak lah aku, aku akan dengan senang hati membantu mu "
Sisi melirik ke arah orang itu " Juli " sisi mengerutkan kedua alis nya
Juli merangkul mesra sisi, sisi tidak bisa menolak jujur saja ia juga butuh orang untuk menguatkan hati nya " Jangan menunduk, tegakkan kepala mu " ucap Juli
Sisi pun menurut saja, sisi dan Juli berjalan ke arah evan yang sedang merangkul istrinya itu, terkejut tentu saja, evan hampir tidak bisa menelan ludah nya sendiri " Si.. sisi " ucap evan gugup
"Halo dokter evan selamat atas pernikahan nya " ucap sisi sambil melirik ke arah perempuan yang ada di samping evan
"Ak,_ aku bisa jelasin si " ucap evan
Sisi berjalan ke arah pengantin perempuan, ia tidak menghiraukan ucapan evan " selamat ya atas pernikahan kalian, dan Terimakasih sudah mengambil sampah " ucap sisi sinis
Wanita itu langsung melirik sinis sisi, dan melirik ke arah devan " Terimakasih anda sudah membuang berlian untuk saja " ucap Juli kepada evan
Evan wajah evan merah padam ketika mendengar ucapan laki-laki yang merangkul kekasih nya itu " Lihat gara_gara lo gue kehilangan pacar yang gue cintai " bentak evan
__ADS_1