
Setelah menangis bintang mengajak kevin untuk turun ke bawah karena kevin ingin makan di temani bunda nya " Bi sudah di hangatkan yang tadi saya bawa? " tanya bintang
"Sudah non " jawab bibi " Bahkan bibi dan yang lain sudah memakan nya "
"Baik kalo gitu, terimakasih ya bi" balas bintang
"Ayo sayang kita makan" ajak bintang ke meja makan " Bunda yang suapi ya "
Bintang pun menyuapi kevin dengan telaten " Gimana enak gak. ? " tanya bintang
"Enak bunda apa lagi bunda yang suapi " balas kevin
Bintang tersenyum "Kakak harus makan banyak biar nanti bisa jagain ade nya"
"Baik bunda, aku ingin jagain bunda dan ade " balas kevin sambil mengunyah makan
Devan berjalan ke arah anak istri nya "Wah ayah gak di ajak ni" ucap devan cemberut
"Ayah jelek jika kaya gitu " Ejek kevin
__ADS_1
Bintang tersenyum mendengar ledekan kevin kepada ayah nya " Kakak tidak boleh kaya gitu ya " ucap bintang
"Maaf bunda, ayah " ucap kevin tulus
Semenjak menikah dengan bintang, devan jadi sering menghabiskan waktu nya untuk anak dan istrinya bahkan sekarang sudah jarang bawa kerjaan ke rumah
Waktu sudah malam, bintang pun sudah menidurkan kevin di kamar nya, Bintang berjalan ke arah tempat tidur menyusul sang suami " Kevin sudah tidur.? " tanya devan
"Sudah " balas bintang tidak semangat
"Ada apa. ? " tanya devan yang seolah ia tau kalo bintang sedang memikirkan sesuatu
"Jangan menangis Honey, biar aku atasi wanita itu, yang ia butuhkan saat ini adalah uang karena karir dia sudah hancur, dia mendekati kevin karena dia membutuhkan uang bukan membutuhkan kevin " balas devan.. devan selalu menyelidiki melin " Kevin anak yang cerdas dia tau mana yang harus dia cerna mana yang tidak boleh di cerna "
"Aku harap begitu" balas bintang
Devan mengelus perut buncit bintang " Hai anak ayah, bagai mana hari ini apa kamu menjadi anak yang baik.? lihat lah bunda, bunda cengeng ya " bisik devan di perut bintang
plak..
__ADS_1
"Au honey " bintang memukul lengan devan
"Aku tidak cengeng " bala bintang, Devan sangat gemas sama bintang ia men** bibi* bintang dengan lembut, tangan yang satu nya sudah membuka gaun yang di pakai bintang
"Aaahhh.... sa.. yang" des** bintang, Tangan devan yang sudah bermain di ceri dan segera melahap gunung kembar yang semakin hari semakin besar
Bintang menikmati permainan devan yang semakin hari semakin liar membuat bintang menggila..
Devan bermain dengan pelan ia tidak bisa bermain dengan cepat karena takut anaknya kenapa_kebapa " Yang cepat sayang "
"Tidak honey, kita main pelan saja kasian anak kita " Devan bermain pelan namun bintang merasa tidak puas akhirnya bintang yang mengambil kendali, ia bermain dia tas sana dengan gaya nya sendiri
Jika bintang sudah di atas pasti devan tidak akan bisa tahan dengan goyangan bumil yang lincah di atas sana
"Oh.. sayang, aku mau.. mau keluar.... " racau bintang yang sudah tidak tahan
"Bareng honey " mereka pun melepaskan bersama
"Kamu semakin liar Honey "
__ADS_1
" Aku tidak suka jika gerakan nya pelan, aku lebih suka dengan cepat, lebih wah gitu" ucap bintang tanpa filter