
Bintang yang masih setia dengan makanan yang ada di piring nya membaut devan menggeleng kepala " istri mu rakus brow " kata Juli
Devan langsung menatap Juli dengan tajam " Bukan rakus tapi itu karena sedang hamil, dia makan untuk berdua " balas devan tidak suka dengan ucapan Juli
"He he heh... maaf " ucap juli yang melihat devan tidak suka dengan ucapan nya
Sisi mendekat ke meja bintang, ia tidak peduli jika di sana ada Juli juga " bintang, aku duduk di sini ya" ucap sisi
"duduk lah " balas bintang
"Kamu sendiri kesini evan kemana.? " tanya bintang tiba-tiba
"Dia sedang ada jadwal operasi jadi tidak bisa datang " balas sisi
"Oh " bintang hanya ber oh ria saja " Sayang apa kamu mau brownies ini.? " tanya bintang kepada kevin
"mau bun " jawab kevin, bintang pun memberikan brownies kepada kevin
"Makasih bunda "
__ADS_1
"Sama_sama syang " balas bintang lembut
"Honey kita bentar lagi pulang ya, ini sudah jam sembilan " ajak devan
"Baik lah sayang, perut ku juga sudah kenyang " jawab bintang
"Ha ha ha... bagai mana tidak kenyang kamu dari tadi makan terus, tuh lihat piring sudah kosong semua, padahal isi nya somay, sate, rendang, baso, eskrim dan ini kue " ledek sisi menggeleng kan kepala
Wajah bintang memerah emang benar saja di meja itu bekas bintang semua " Itu kan keinginan anak aku " elak bintang
"Honey jangan di dengar ucapan teman mu itu, Biarkan saja dia bilang begitu karena belum merasakan menjadi ibu hamil " balas devan yang sambil menatap sisi dengan tajam
Sisi yang awal nya tersenyum jadi menciut karena di tatap oleh devan
"Iyan maaf " balas sisi merasa tidak enak hati
Setelah berbincang_bintang devan dan bintang pun pamit karena sudah malam kevin juga sudah tidur di gendongan sang ayah mungkin kekenyangan, Sesampai nya di rumah devan langsung menidurkan kevin di kamar nya sedang kan bintang ia langsung mengganti baju nya dengan gaun tidur yang tipis, semenjak hamil besar bintang sering sekali keringetan dan ke gerakan
Melihat setiap malam bintang selalu menggunakan gaun tipis membuat devan harus tahan iman karena bintang akhir_akhir ini hanya ingin melakukan nya di pagi hari saja " Honey sudah tidur.? " tanya devan yang sudah memeluk sang istri dari belakang
__ADS_1
"Eum belum sayang" jawab bintang
"Kenapa ini sudah malam loh "
"Rasanya panas sekali malam ini " balas bintang jujur padahal AC sudah dingin banget sampai devan menutup tubuh nya dengan selimut
" AC nya mau di dinginkan lagi.? "
" Gak usah sayang, kasian kamu kalo terlalu dingin " balas bintang yang gak tega melihat sang suami yang sudah berada di bawah selimut
"Ya sudah ayo tidur " ajak devan
Pagi ini bintang bangun jam empat pagi karena ia ingin buang air kecil, setelah dari kamar mandi ia berniat merebahkan lagi tubuh nya namun ia urungkan ketika melihat pisang devan yang sudah berdiri tegak di dalam bokser " Apa itu tidak sesak " gumam bintang, ia pun mencoba membuka bokser devan dengan pelan benar saja ketika bokser nya di buka pisang devan langsung muncul keluar " Ternyata dia sesak " Devan yang terlentang memudahkan bintang membuka bokser milik devan
Bintang dengan jail nya ia mengelus pisang yang sudah berdiri tegak itu, lalu ia menj** pisang, Awal nya itu pelan karena takut devan bangun namun hormon berkata lain ia ingin meminta lebih dari itu, bintang langsung membuka celana dal** nya lalu ia naik ke atas tubuh devan lalu memasukan nya
"Aaaaahhhh.... " desa** devan, ia pun membuka kedua mata nya, devan terkejut melihat sang istri sudah di atas dan bergoyang "Honey "
"Aku... aaahhh... " bintang tidak bisa berkata-kata lagi ia sangat menikmati " jangan tanya aku dulu, aku aaahhh...." bintang tidak bisa berkata-kata
__ADS_1
sedangkan devan menikmati goyangan bintang di atas membuat ia tidak tahan akhirnya memuntahkan nya bersama dengan bintang, Bintang langsung turun dan berbaring di samping devan " Kamu nakal honey " ucap devan sambil mencubit pipi bintang
"Aku belajar dari mu " balas bintang, lalu mereka pun melanjutkan tidur ny karena hari masih pagi