Bos And Me

Bos And Me
Sama saja


__ADS_3

Malam telah tiba di rumah sedang makan malam bersama, Sedangkan Jia ia sedang menidurka Putri " tidur ya sayang, hari sudah mulai malam, besok kita bermain lagi " Jia mengelus kening putri dengan lembut


Kevin yang baru beres makan malam ia tidak sengaja melihat Jia yang sedang menidurkan Putri, tak lama kemudian Kevin pun langsung berjalan kearah kamar nya


Sedangkan di ruang Tv ayah bunda, Kenzo dan juga Rania sedang menikmati makanan pencuci mulut " Bun, di luar ujan "


" Lalu ?"


" Ngamar yuk " Ajak ayah sambil mengedipkan mata nya


" Astaga naga, Ayah di sini itu bukan hanya ada Ayah dan bunda di sini ada Kenzo dan juga Riana " Tegur Kenzo " Lagian udah tua bahkan sudah memiliki cucu masih saja begitu "


" Apa urusan nya dengan mu, mending kamu pergi urus putri " usir ayah


" Sudah_sudah ko malah berantem sih " Tegur bunda " Yaudah ayo kalo ayah mau ke kamar, sekalian cicipin bunda yang ganti lulur tadi di salon "


Kenzo dan Rania bengeng tanpa berkedip " Ayah sama bunda sama saja " Sindir Kenzo


" Kaya yang kamu enggak aja " Balas Rania


" sayang, apa kamu juga tadi ganti lulur.?"


" Iyah, kenapa.?" Tanpa aba-aba Kenzo langsung membawa Rania ke kamar nya


Sedangkan Kevin, Kevin sedang menyusun rencana dengan anak buah nya untuk membasmi Ulat bulu " Pokonya kalian atur saja, saya tidak ingin gagal dan berikan dia kejutan yang setimpal "


...


" ok "


Tut


Kevin yang sedang berdiri di balkon kamar nya ia membakar rokonya lalu menghisapnya " Kena kau ulat bulu "


Jia keluar dari kamar Putri, Jia berjalan ke arah dapur " Laper sekali " Gumam Jia, Jia pun memasukan air kedalam panci, Jia akan merebus mie instan seperti biasa


Lima belas menit kemudian Mie instan sudah jadi " Eum Harum nya " Jia berkalan kearah meja makan ia akan memakan nya di meja makan yang khusu Untuk para pelayan


" uuhh..... "


" yes..bbay "


Plak..plak..


Uhuk..uhuk...

__ADS_1


Jia keselek Mie instan gara_gara mendengar jeritan Rania " Ya ampun cobaan apa ini.? ko bisa ya samapi terdengar keluar kaya gitu " Jia menggelengkan kepala nya, lalu ia cepat_cepat makan


Di kamar Kenzo, Rania sedang kelelahan karena ulah sang suami yang menggempurnya habis_habisan " Sayang kamu keterlaluan "


" Apa salah ku.?" Tanya kenzo merasa tidak bersalah


" Lihat nih pepaya milikku sampai merah gara_gara sama kamu di Tabuk kaya tadi " Keluh Rania


" Itu replesk sayang, Habis tubuhmu ini sanagt candu " puji Kenzo yang menc_m bi_ r Rania


" Stop di situ, aku tau akal bulus mu, kamu pasti akan menggempur ku kemabli " Rania langsung beranjak dari tempat tidur kareana ia tau jika sang suami pasti akan meminta ronde ke dua


~Kamar ayah bunda


" Bun "


" Apa yah "


" jangan tidur dulu, lihat nih pisang ayah mulai naik lagi " Ucap ayah


" ayah gak ada puasnya ya, inget ayah sudah mulai tua kita tidak boleh sering_sering nanti encok " Ucap bunda lembut


" Tapi pisang ayah berdiri "


Bunda menarik napas nya " Kalo berdiri, maka suruh duduk yah "


~ Pagi hari


Seperti biasa Bunda akan memasak sarapan pagi, Kevin sudah pergi joging Rania masih di bawah selimut tebalnya dengan Kenzo " Jia "


" iya nyonya "


" Apa putri belum bangun.?"


" Belum nyonya mungkin karena semalam Nona kecil bangun dan tidur lagi jam empat subuh "


" oh kalo begitu baurkan lah putri tidur dulu, kamu memang tidak lelah sudah menjaga putri semalaman, mending kamu sekarang istirahat "


" tidak apa_apa nyonya, lagian tadi saya sudah tidur cukup ko"


" kalo di suruh itu ya nurut, kalo sakit kita juga yang repot " ucap Kevin yang baru saja beres joging, Tadi nya kevin ingin mengambil minuman dingin di kulkas tapi malah mendengar pembicaraan bunda sama Jia


" Maaf tuan, kalo begitu saya permisi " Ucap Jia, Jia langsung pergi kemar nya, jujur saja jika Jia sangat takut dengan Kevin


" Kamu itu kak, bikin jia ketakutan tau " Tegur bunda

__ADS_1


" Lagian suka maksain, dah tau mata nya sudah terlihat capek gitu " ucap Kevin meminum minuman nya " Kakak mandi dulu Bun "


" Iyah "


Kevin pergi kekamar nya untuk mandi keringat yang sudah bercucuran di tubuh Kevin sanagtlan tidak enak, Kevin masuk kedalam kamar mandi lalu memasukan tubuhnya ke bak mandi yang sudah ia isi air hangat, Kevin Membasuh wajah nya lalu ia memejamkan matanya agar rileks


" Pagi bunda, maaf Rania telat bangun " Ucap rania yang berjalan kearah Meja makan


" kemana suami mu ?"


"Kenzo masih tidur ayah, mungkin karena lelah jadi belum bangun " Jawab Rania


" Lelah dari mana Dia, apa dia semalam ikutan berolahraga .?"


Uhuk.. uhuk..


Bunda memberikn gelas berisi air minum kepada Rania " Ayah, kalo ngomong itu di saring " tegur Bunda


" Ya buat apa di saring,kalo memang benar, toh mereka sudah menikah " Ayah melahap makanan nya kedalam mulut


" putri belum bangun Bun.?" tanya Rania " Terus jua juga kemana.?"


" Putri masih tidur, Jia semalaman begadang menemani putri main jadi biarkan Jia beristirahat dulu "


" Iyah bunda " Jawab Rania, Rania merasa bersalah sama Jia karena dirinya yang asik dengan sang suami Samapi membiarkan Jia begadang


bunda melihat kevin yang baru saja turun dari tangga " Kak sarapan dulu "


" gak Bun, kakak ada pertemuan pagi ini " Ucap Kevin " Kevin berangkat dulu ya semua nya "


" hati_hati nak "


Setelah kepergian Kevin ayah langsung buka suara " Lihat lah anak sulung mu terlalu keras bekerja samapi_samapi melupakan kita sebagai keluarga nya "


" Jangan memarahi anak sulung bunda, Dulu juga ayank suka meninggalkan Kevin sendirian di rumah karena ayah sibuk kerja " Sindir bunda


" Itu kan dulu Bun" jawab ayah


" Makanya sebelum mengomentari orang lain, lihat lah dirikita sendiri, apa sudha benar atau tidak " Ucap bunda lagi


Rania yang sedang menikmati makanan nya pun merasa serba salah jika karena berada di tengah-tengah Ayah dan bunda " Ayah bunda Rania permisi dulu, mau membangunkan Kenzo " pamit Rania


" Iyah " Jawab bunda


Rania segera kekamar Sang suami, ia mencoba membangunkan sang suami tapi nihil Kenzo malah semakin masuk kedalam selimutnya * Ia dasar gebluk " kesal Rania

__ADS_1


Karena kesal Rania keluar dari kamar, lalu masuk kedala kamar sang putri " Wah putri mamah nyenyak sekali tidur nya, pasti semalam begadang nya Samapi pagi ya nak, samap_smapai jam segini belum bangun " Ucap Rania mengelus sang putri


__ADS_2