
Fira melihat feren dan Leni bergantian lalu bertanya degan mengerutkan keningnya
"kenapa?"
"kopinya terlalu dingin," jawab mereka berdua
"sana kamu buat lagi" sambung mereka feren serentak dengan leni
Fira sebenarnya kesal, namun mau tidak mau dia harus melakukannya, karna ini adalah hari pertama dia magang jadi dia tidak mau mencari masalah,
Fira pun kembali kedapur, lalu membuat 2 cangkir kopi lagi buat mereka, namun setelah dia membuatnya, feren dan Leni tetap sama, mereka kembali menghamburkan kopi itu ke lantai dengan alasan terlalu panas lah, terlalu manis lah, apalah.
Fira yang melihat itu sangat kesal, mereka bukan hanya membuat Fira susah tapi mereka juga membuat para ob kesusahan karena harus mengepel lantai yang mereka kotori, namun tanpa Fira dan teman-temannya sadari, sedari tadi Kelvin ada di situ memperhatikan mereka,
dia sebenarnya hanya ingin mengecek keadaan Fira agar dia bisa membuat laporan kepada bosnya, jika dia menanyakan tentang Fira.
kelvin sekarang telah samoai di ruangan Devan, saat Kelvin masuk ruangan Devan, dia langsung ditanya oleh bosnya itu
"Vin, gimana Fira? apakah hari ini dia sudah masuk magang?" tanya Devan penasaran
"iya bos tadi pagi saya melihatnya, tapi....." jawab Kelvin lalu menggantung ucapannya
"tapi apa?" tanya Devan buru-buru
"tadi waktu saya cek Fira di ruang devisinya, sepertinya dia sedang di tindas, karna raut wajahnya seperti kesal dan dia selalu bolak-balik ke dapur lantai 23 itu" lanjut Kelvin menjelaskan apa yang dilihatnya tadi
Devan yang mendengar itu langsung sedikit kesal, bisa-bisanya mereka memperlakukan Fira seperti itu di kantornya, Devan langsung berdiri dan mengambil jasnya dengan wajah datarnya
Kelvin yang melihat itu langsung bertanya kepada Devan
__ADS_1
"mau kemana bos?" tanya Kelvin heran
"ayo kita turun ke lantai 23, saya ingin melihat siapa yang berani menyusahkan Fira di kantorku ini" jawab Devan langsung berlalu pergi...
Fira masih berada di dapur, dia sedang memikirkan cara agar feren dan Leni tidak lagi menyusahkannya, saat masih berpikir Fira melihat ada tempat kecil yang bertuliskan garam makan, Fira langsung mendapatkan ide,
Fira mengambil 2 cangkir gelas lalu memasukkan 3 sendok garam di masing-masing cangkir itu, lalu dia mencairnya dengan kopi, setelah itu dia pun menyiram kopi itu dengan air panas bercampur air dingin
Fira pun kembali ke mejanya dengan membawa nampan yang berisi 2 cangkir kopi, saat Fira ingin masuk ke dalam devisinya, dia melihat ada 1 orang laki-laki memakai jas dan di ikuti oleh 1 lagi laki-laki di belakangnya hendak masuk di ruangan Fira dan teman-temannya yang lain, Fira tidak berpikir banyak, dia langsung memanggil laki-laki itu
"pak, pak!" ucapnya memberhentikan langkah kedua orang itu
Devan lalu berbalik dan melihat siapa yang memanggilnya, namun saat dia melihat Fira Devan langsung menyengirtkan dahinya
Fira lalu mendekati Devan, sedangkan Devan masih diam di tempatnya
"pak, saya boleh minta tolong ngga?" tanya Fira dengan sopan di jawab dengan anggukan oleh Devan
"pokoknya bapak harus pastikan agar mereka meminum kopi ini, oke pak!" sambungnya lagi lalu memberikan nampan ditangannya kepada Devan
setelah itu Fira langsung pergi lalu bersembunyi di balik tembok lalu berkata dalam hati "untung aja ada mereka yang masuk kedalam ruangan itu, jadi aku bisa nitip ke mereka, kalau aku yang bawa bisa-bisa tuh kopi di semburin di wajah aku saat mereka berdua meminum kopi itu"
Devan pun masuk di ruangan itu dengan membawa nampan yang berisi 2 cangkir kopi, lalu membawa nampan yang dipegangnya ke meja feren dan Leni
"lama banget sih, emang kamu buat kopi dimana ha!" bentak feren
feren mengira yang datang itu adalah Fira, jadi dia langsung membentaknya
"silahkan di minum" ucapnya sangat datar dan dingin
__ADS_1
saat mereka semua mendengar suara itu, mereka langsung kaget dan refleks berdiri dari tempat duduk mereka, sedangkan feren dan Leni langsung lemas saat melihat bos di depannya, mereka langsung diam membisu
Fira yang melihat itu di balik tembok langsung bertanya-tanya kepada dirinya sendiri, kenapa mereka bersikap seperti itu, emang tuh laki-laki siapa?, tanyanya pada dirinya sendiri
"kenapa tidak di minum? bukankah kamu yang memintanya tadi?" ucap Devan masih sangat dingin hingga menusuk sampai ke tulang-tulang feren dan Leni
"maaf pak, ka, ka, kami tadi Sudah meminum kopi dari mahasiswi yang baru magang, ja, jadi kami sudah tidak membutuhkan kopi lagi" ucap feren sangat gugup dan takut
"minum!!!" bentak Devan
feren dan Leni langsung reflek dan meminum kopi itu, namun saat mereka meminum kopi itu, mereka langsung merubah raut wajah mereka menjadi sangat jelek, namun mereka tetap menelannya,
Kelvin hanya bisa tersenyum saat melihat mereka berdua mengubah raut wajah mereka, dia berpikir pasti ada sesuatu yang di simpan Fira ke dalam kopi itu
sesaat kemudian Fira pun datang lagi berkata
"maaf ya kak, tadi aku ada kelupaan sesuatu di dapur makanya aku balik ke dapur lagi dan menyuruh bapak ini yang membawa minuman kalian" Fira berkata sambil menunjuk ke arah Devan, membuat teman-temannya yang melihat itu langsung takut bercampur heran
berani dia menyuruh bos!! pikir mereka semua
sedangkan Devan hanya tersenyum saja dengan pelantunan Fira barusan,
"kamu kenapa mau di suruh bikin kopi sama mereka?" tanya Devan lembut dan menatap Fira sambil menunjuk ke arah feren dan Leni bergantian
para karyawan dan karyawati yang ada di ruangan itu langsung menebak-nebak bahwa Fira ada hubungan spesial dengan bosnya ini, makanya dia berani menyuruh pak Devan untuk membawa nampan yang berisi kopi, bahkan pak Devan pun sangat lembut saat berbicara dengan fira
"oh itu tadi dia katanya sekalian mau lihat-lihat lantai 23 ini biar nanti ngga kesasar" jawab Leni takut Fira membocorkan perlakuannya dan feren kepada Fira
"benarkah begitu?" tanya Devan lagi kepada Fira
__ADS_1
Fira sebenarnya tidak ingin memberitahu perlakuan mereka, namun jika tidak diberi tahu bisa-bisa mereka terus semena-mena kepada yang lain, lagi pula sepertinya 2 orang laki-laki ini orang yang berpengaruh di perusahaan ini, pikir Fira
"sebenarnya tadi aku sangat sibuk dan ingin menggambar desainku tapi karna mereka datang ke mejaku dan menyuruhku untuk membuat kopi, jadi aku membuatnya buat mereka, tapi saat aku selesai buat kopinya mereka bilang kopinya panas lah, dingin lah, dan masih banyak lagi, sampai-sampai aku bolak-balik dan para ob juga ikutan sibuk membersihkan kopi yang mereka hamburkan di lantai" ucap Fira melaporkan semua perbuatan feren dan leni kepada Devan, membuat feren dan Leni langsung melototkan matanya ke arah Fira...