
Bintang masih setia di dalam kamar sampai menjelang sore, keysa pun ke kamar jika haus saja, entah ini karena pengaruh hormon atau apa, rasa nya bintang masih merasakan sakit di dada nya
Devan masuk kedalam rumah dengan membawa tas kerja nya, di depan sudah ada meli dan kevin yang menyambut kedatangan devan " Selamat sore tuan " sapa meli ramah
Devan pun mengangguk " dimana istriku? " tanya devan langsung
"Nyonya, ada di kamar nya sadari tadi siang tidak keluar kamar bahkan ketika den kevin makan siang pun nyonya tidak keluar sama sekali " adu meli
Devan mengerutkan kedua alis nya, ia merasa heran kenapa ada apa dengan istri nya " Kakak ayah ke bunda dulu ya " ucap devan sambil mengelus rambut kevin
"Iyah ayah " ucap pelan kevin sambil menunduk
Devan berjalan ke arah kamar nya, ia melihat sang istri yang sedang memberikan sumber asi nya kepada keysa " Honey " ucap pelan devan sambil menghampiri sang istri
Bintang menoleh kepada sang suami " Sudah pulang maaf aku tidak Menyambut mu " ucap bintang merasa tidak enak
__ADS_1
"Tidak apa_apa honey " devan melihat mata bintang yang sembab, " pasti sudah terjadi apa_apa " batin devan
Devan mengelus pucuk rambut bintang " Honey aku mandi dulu ya " devan pun langsung ke kamar mandi untuk membersihkan diri, setelah selesai devan keluar mencari putra pertama nya itu
Ia melihat kevin sedang di kamar di temani meli " Keluar lah aku ingin bicara sama anak ku " pinta devan tanpa basa_basi karena ia sudah tau bagai mana belang nya meli
"Ta_tapi tuan " ucap meli seolah enggan untuk pergi
"Saya bilang keluar, ya keluar " bentak devan
"Kenapa tuan marah kepada saya, apa nyonya mengadu tentang saya yang tidak_tidak , Apa tuan percaya dengan ucapan nya.? "
Meli menunduk ia sangat takut dengan devan yang seperti ini " Asal kau tau, istriku bahkan tidak ngomong apa_apa tentang mu "
"aku hanya ingin membela diri tuan, karena aku tau nyonya tidak menyukai aku hiks.. "
__ADS_1
"Saya bilang pergi ya pergi " bentak devan, untung ada pelayan yang lewat dan menarik tangan meli untuk keluar kamar kevin
"Apa_apan sih kamu " bentak meli tidak Terima karena di tarim oleh pelayan
"Apa kamu tidak lihat kalo tuan sudah murka hah "
"Jangan ikut campur urusan gue sama tuan, kalian tidak akan mengerti " bentak meli, lalu meninggalkan pelayan itu dengan angkuh
"Meli meli, ada apa dengan nya, kenapa dia jadi seperti itu " Pelayan itu hanya mengusap dada
Sedangkan devan ia masih berada di kamar kevin " Apa ayah boleh bicara. ? " tanya devan, dan di balas dengan anggukan oleh kevin
"Ada apa hem.. sepertinya sekarang anak ayah jadi pendiam " tanya devan
Kevin melihat ke arah sang Ayah " Ayah apa bunda sekarang sudah tidak sayang lagi sama kakak? "
__ADS_1
"Kata siapa tidak sayang? Bahkan bunda sangat menyayangi kakak, kakak ingat ketika kakak ingin mencoba asi yang di minum ade keysa? " Kevin mengangguk " bunda dengan suka rela memberikan nya kepada kakak, karen bunda menganggap kakak itu seperti anak bunda sendiri, kasih sayang bunda kepada kakak lebih dari segala nya"
Kevin mencerna ucapan sang ayah nya dengan sendu " Jika kakak ingin meminta maaf kepada bunda, minta maaflah " ucap devan dan di balas dengan anggukan