
Pagi ini Jeni pulang ke rumah karena ia harus pergi ke sekolah setelah satu Minggu mengambil libur, sebelum pergi ke sekolah jeni juga menyiapkan sarapan dan juga pakaian untuk Kevin karena Kevin juga akan pergi ke kantor sebentar " kak pakaian nya udah aku siapin di atas tempat tidur " ucap jeni yang sedang memeriksa bukunya
" Iyan Terimakasih " jawab Kevin. lalu Kevin memaki pakaian nya " bisa tolong kakak buat pasangin Dasi .?"
Jeni langsung membantu Kevin untuk memakaikan dasinya " Bisa kakak berjongkok sedikit, kakak terlalu tinggi " keluh jeni
Kevin mengangkat jeni agar mereka sejajar " Ahh.. kakak turunin nanti aku jatuh "
" Tidak akan, kamu pasangin saja dasinya, bukan nya tadi kamu bilang aku terlalu tinggi " Ucap Kevin. jeni pun memasangkan dasi milik Kevin
" Sudah. ayo turunkan aku " punya jeni, namun bukan nya di turunin Kevin malah menc_m bi_r Jeni " kakak " tegur Jeni
" Kenapa, apa kamu tidak suka.?" tanya Kevin
" Aku sudah pakai pelembab bibir, nanti nempel di kakak " ucap Jeni menghapus bekas ciuman nya di bibir Kevin
" Tidak apa-apa. lagian tidak berwarna " kata Kevin menurunkan Jeni di pangkuan nya " Ayo kita pergi nanti keburu siang " ajak kevin.kevin dan jeni turun ke bawah, di meja makan sudah ada Kenzo dan Riana, pagi ini mereka akan pergi ke RS untuk mengantarkan makanan untuk ayah dan juga Keysa
Keysa tidak pernah meninggalkan bunda, kecuali Keysa ada keperluan di tempat kerja nya baru ia akan meninggalkan rumah sakit itu pun Keysa tidak berani berlama-lama.
Setelah sarapan Kenzo langusung mengantarkan Jeni ke sekolah. Di dalam mobil Kenzo terus saja memberi nasehat dan juga embel-embel yang lain nya juga " Ingat jangan dekat dengan laki-laki, kamu sekarang sudah bukan gadis lagi melainkan istriku " ucap kevin
" Iyah kak. aku inget ko " jawab Jeni. jeni langsung pamit kepada Kevin ketika mobil sudah terparkir di parkiran mobil.
Di sekolah jeni sudah di tunggu oleh sahabat nya mira di gerbang sekolah " jeniii.." teriak Mira sambil melembabkan tangan nya
Jeni yang baru turun dari mobil langsung membalas lambaian tangan Mira lalu lari ke arah Mira " Aku merindukanmu " ucap Mira memeluk jeni
" aku juga merindukan mu " balas jeni " ayo kita masuk " Ajak jeni kepada sahabat nya itu
Mereka berjalan untuk masuk ke kelas beberapa guru langsung menunduk Hormat ketika melihat jeni bahkan Kepala sekolah pun tidak berani menatap kearah jeni " Ada apa dengan para guru.?" Tanya Mira. Sedangkan Jeni mengangkat kedua bahunya karena jeni juga tidak tau kenapa
__ADS_1
Di kelas jeni duduk di bangku dengan Mira. Jeni menyimpan tas dan mengeluarkan buku yang mau ia pelajari " Jen "
" Hm.. " jawab Jeni tanpa menoleh
" bagai mana rasanya malam pertama " Bisik Mira sambil mencubit dagu jeni " Opa Korea ganas gk.? "
Jeni menutup wajahnya dengan buku, Wajah Jeni sudah berubah merah seperti tomat karena ucapan Mira " Diam Mira " kesal jeni untuk menutupi malunya
" hehehh.. ayo dong cerita mumpung guru belum masuk ke kelas "
" lama_lama aku sumpel mulut mu mir " kesal jeni dalam hati
Dewi keberuntungan sedang berpihak kepada Jeni. Ibu guru masuk dan membuat Mira diam seribu bahasa " Sukur lah bu guru sudah datang, kalo tidak bisa_bisa Mira gak akan diam "
~ Di rumah sakit
Keysa dan Rania baru sampai di rumah sakit Keysa membawakan baju ganti dan juga sarapan untuk ayah " Ayah " panggil Keysa
Ayah langsung menoleh " Iyah nak " jawab ayah
" Masih sama " jawab ayah " Ayah ganti pakaian dulu ya " Keysa dan Rania mengangguk
Keysa berjalan ke arah bunda " Bunda kapan bangun, Keysa dah kangen banget sama bunda hiks.."
Rania memeluk Keysa dari samping ia juga ikut bersedih bahkan sangat bersalah karena dirinya menitipkan putri bunda sampai jatuh dari tangga " Kita do'akan bunda ya kak " ucap Rania
" Bunda. tangan bunda bergerak " Keysa kaget karena dirinya merasakan gerakan tangan bunda " Dek panggil Dokter " Kata Keysa kepada Rania
Para dokter pun langsung masuk dan memeriksa keadaan bunda. Ayah yang baru keluar dari kamar mandi merasa kaget karena banyak dokter di ruangan Bunda " Ada apa ini.?" Keysa berjalan ke arah ayah
" Bunda yah.. "
__ADS_1
" Bunda kenapa.?" tanya ayah kaget
" Keysa merasakan gerakan tangan bunda " Seru Keysa
" Benarkah, bunda mu bergerak ? " Keysa mengangguk
Ayah segera mendekati dokter ketika dokter sudah memeriksa Bunda " Bagai mana istri saya.?" tanya ayah
Dokter itu tersenyum " Selamat ya tuan, nyonya sudah sadar dan sudah melewati masa kritis nya " tanpa menjawab Ayah langsung ke arah bunda dan melihat keadaan nya
Rania memeluk Keysa mereka sangat bahagia mendengar bunda sudah sadar " bunda " Ucap ayah mengelus kepala sang istri dengan lembut
" Mi..num" Lirih bunda kepada ayah. ayah Langsung mengambil kam minum dan memberikannya kepada bunda
Dengan pelan bunda meminum air yang di berikan oleh ayah karena tubuhnya menang masih lemas " Kenapa bunda ada di sini " tanya bunda Bingung. bunda melihat Keysa dan Rania sedang menangis haru " Kenapa anak_anak bunda menangis.?"
" Apa bunda tidak ingat dengan kejadian waktu itu.? " Bunda menggelengkan kepalanya
" Bunda " Keysa langsung memeluk bunda dan menghapus air mata nya " Keysa kangen bunda, jangan pergi lagi "
" siaapa yang pergi, bunda tidak pernah pergi " jawab bunda
" Bunda sudah membuat kami khawatir, bunda tidur terlalu lama " rengek Keysa. Tidak akan ada yang menyangka dengan sikap Keysa yang manja karena Keysa terlihat sangat dewasa dan mandiri
Bunda mencoba mengingat tapi kepala nya masih sakit " Jangan di ingat dulu jika masih sakit, yang penting bunda saat ini sudah sehat dan kembali kepada kami " ucap Ayah. bunda pun menganggukkan kepalanya
" Karena bunda sudah sadar, kalian pergi lah biarkan bunda istirahat dan ayah yang akan menjaga nya " usir ayah kepada anak dan menantunya
" Ayah.." Rengek Keysa
" Nanti jika bunda sudah lebih baik baru kalian bisa kemari lagi " ucap ayah. Keysa dan Rania pun dengan pasrah membiarkan ayah yang menajaga bunda padahal dirinya jiga ingin menjaga bunda.
__ADS_1
Setelah kepegain anak dan menantu, ayah mendekat ke arah bunda " Jangan pergi lagi, jangan membuat aku jantungan kembali yang melihatmu bebaring tidak berdaya sepeti kemarin, Bunda tau jika ayah. sangat_sangat takut " lirih ayah sambil mencium tangan bunda
Bunda tersenyum " Bunda tidak akan meninggalkan ayah karena bunda sangat menyayangi ayah. "