BROKEN MARRIED

BROKEN MARRIED
PERNIKAHAN(01)


__ADS_3

Aku pernah mendengar seseorang bilang padaku.


"menikahlah dengan orang yang kau inginkan,orang yang kau cinta.karena kau akan mengikat dirimu selamanya dengannya".


 


Aku befikir aku harus melakukanya,mencari orang yang kuinginkan dan ku cinta.lalu hidup bahagia bersama dengannya.


"kau terlihat sangat cantik nona"puji seorang wanita yang berdiri di depan jesica,tanganya sibuk memoles wajah gadis itu dengan kuasnya,dia tersenyum tipis.


pantulan wajah seorang wanita cantik terpantul di depan kaca.gaun panjang penuh pernak pernik dan terkesan mewah membalut tubuhnya,sangat indah dan sempurna.



Tapi tidak untuk kenyataanya.kini harapan gadis itu hancur,pupus begitu saja dalam sekejap mata.beberapa menit lagi dia akan menuju altar,mengikat janji dengan cinta sejatinya.tidak,mengikat janji dengan pria yang sama sekali tidak pernah dicintainya.


"kalau begini tuan joshua pasti akan tambah mencintaimu".puji perias itu lagi.


Mencintai?.mungkin tidak akan pernah terjadi.


"jesica"Seorang wanita tua berdiri di samping perias.wanita kurus tinggi dengan balutan kebaya putih anggun.itu nyonya irma,majikan jesica.


"bisa tinggalkan kita sebentar".pintanya pada perias.


Perias itu mengangguk,lalu meninggalkan jesica dengan nyonya irma.wanita itu menatap jesica dari cermin"sudah ku bilang kau mirip dengan anakku"ujarnya.


nyonya irma sedikit menunduk,menempelkan kedua tanganya di bahu jesica"aku sudah membayar biaya rumah sakit ibumu.jadi lakukan yang terbaik untuk ku,kau mengerti?"bisiknya tepat di samping telinga jesica.


Jesica mengangguk kecil.rasanya sesak,


seperti ada sesuatu yang tengah menghujam dadanya.


"bagus"Wanita itu meneggakan tubuhnya,


menatap jesica lagi dari cermin.


"tersenyumlah,pengantin wanita tidak boleh bersedih".katanya sambil menepuk-nepuk bahu jesica,lalu dia berbalik dan pergi meninggalkan jesica di ruangan ini sendirian.


Tangan jesica bergetar,dia menatap dirinya di kaca.seorang wanita cantik namun terlihat menyedihkan terpantul disana.bibir merahnya bergetar,setetes air mata membasahi pipinya.


 


Kenapa harus jadi seperti ini,kenapa harus dia yang harus menanggungnya.kenapa semua ini terjadi pada hidupnya.


Pintu ruangan terbuka"nona jes".jesica buru-buru menyeka air matanya,memaksaan seulas senyum.


"kau menangis?"tanya perias itu, mengambilkan beberapa tisu dan memberikanya pada jesica.


Jesica mengambil tisunya.dia menggeleng sambil menyekat air matanya.


***


Jesica berdiri di belakang pintu gedung,


ada dua anak kecil di sisi kanan kirinya.anak kecil bergaun putih lucu,membawa ranjang bunga di tangan mereka.tinggal beberapa detik lagi,beberapa detik mengucap janji pernikahan.


Pintu besar di depanya terbuka perlahan,


suara tepuk tangan dari para tamu undangan menghiasi gedung besar ini,ramai. orang-


orang itu tersenyum padanya saat kaki jesica mulai melangkah dengan sangat anggun diatas karpet merah panjang,anak-anak kecil disamping kiri dan kananya mulai menaburi lantai di depanya dengan bunga-bunga dari ranjang.


"ellen ku akhirnya menikah!"seseorang berteriak.


"ellen gadis kecilku"

__ADS_1


jesica tidak tau suara siapa itu,dia hanya tersenyum menggubrisnya.


Ya,tidak ada seorang pun yang tau,kalau pengantin yang mereka lihat bukan pengantin wanita sebenarnya.wajah jesica sengaja di tutupi kain putih berenda,yang hanya memperlihatkan bibirnya.jadi tidak ada yang akan mencurigainya.


Harusnya bukan jesica yang ada disini tapi ellen,dia yang harusnya disini.anak majikan jesica,tapi sejam sebelumnya gadis itu kabur entah kemana.meninggalkan hari paling penting di kehidupanya.


'ellen kembalilah'ujar jesica dalam hati.


Tapi untuk apa dia kembali,semuanya sudah terlambat.


Jesica bisa melihat seorang pria berdiri di atas altar pernikahan.pria tampan,putih dan tinggi.menggunakan jas biru rapih.dia tersenyum pada jesica-----dia memberikan senyumnya pada ellen.



"tuan joshua".gumam jesica,menaiki satu persatu altar dengan di bantu dua anak kecil disampingnya.


joshua tersenyum padanya.


"kau telihat cantik ellen"ujarnya pelan.


"apa kita bisa memulainya?".tanya penghulu di tengah-tengah mereka.


Joshua dan jesica mengangguk.


***


Pernikahan sudah selesai.jesica di bawa kerumah joshua,dengan mobil pengantin yang dihiasi bunga-bunga.


 Jesica menatap keluar jendela,menatap deretan gedung tinggi menjulang.beberapa mobil terlihat berlalu lalang,toko toko di jalanan mulai menyalakan lampu mereka.kota


 sangat indah setiap menjelang malam,


banyak lampu-lampu jalan yang mulai dinyalakan,jesica suka pemandangan ini.


jesica sedikit tersentak saat sebuah tangan tiba-tiba menyentuh tanganya.jesica mengalihkan pandanganya.joshua tersenyum padanya,tanganya meremas lembut jari jemari jesica lembut.dia sampai lupa kalau dia baru saja menikah dengan joshua.iya,


Mobil joshua berhenti di sebuah rumah besar bertingkat.dengan halaman yang sangat luas,bahkan lebih luas dari gang rumah jesica di kampung,jesica serius,halamanya mungkin bisa di jadikan lapangan sepak bola.atau lapangan bola dan voli sekaligus.


 joshua membuka pintu mobil,dia terlihat lari kebelakang mobil,lalu membukakan pintu jesica.


 


"silahkan keluar nona cantik"ujarnya sudah seperti menyambut pejabat penting.


 jesica keluar dari mobil,dia sedikit kesulitan karena gaun pengantinya yang cukup besar dan panjang.


 


"siapa sih ya pilih gaunya merepotkan saja".misuh joshua.


mata jesica terbelalak lebar,mulutnya secara tidak sengaja membentuk huruf'O'.dia tidak bisa menahan ketakjubanya.


ini rumah?


ini bukan istana kan?


pantas saja dia terkejut,rumah di depanya sangat besar,rumah tingkat yang sangat besar,lebih besar dari rumah nyonya irma.mungkin ada beberapa hektar,atau lebih.ada dua pot bunga besar mengapit pintu.jesica sedikit mendongak.diatasnya ada dua balkon besar mungkin salah satunya akan menjadi kamar jesica.


Joshua berdiri di samping jesica,menatap rumahnya dengan bangga.


"bagaimana pendapatmu,apa kau menyukai rumah ini?"tanyanya.


"aku membelinya khusus untuk kita".


tambahnya menjelaskan.

__ADS_1


Dia menatap jesica.mereka saling menatap


"akan ku pastikan kau bahagia disini".dia tersenyum lebar"ayo masuk"


Jesica sedikit tersentak saat tangan joshua menggenggam tanganya.


"kau akan hidup menderita setelah ini tuan"ujar jesica dalam hati.


"buka"perintah joshua.


lalu beberapa detik kemudian pintu di depan mereka terbuka lebar.lagi-lagi jesica hanya melotot,berdecak kagum.dia baru saja membuka pintu dengan suara?.sungguh menakjubkan.


 hampir sama seperti yang di luar,dari dalam rumah ini juga terlihat sangat mewah.


 


lantai-lantainya yang mengkilat,lampu gantung besar begitu megah diatas sana,bahkan tangga diujung sana,seperti semua yang ada di rumah ini di buat oleh arsitek ternama.desainya sangat luar biasa.


tiga orang wanita berpakaian selaras baju pink dan rok putih berdiri di depan joshau dan jesica.dan jangan lupakan satu pria tampan dan tinggi berdiri di samping ketiga wanita itu.


"orang-orang ini yang akan siap membantumu bila kau merasa kesulitan di rumah ini".jelas joshua.


"dia arimbi"dia menunjuk wanita dengan rambut ikal berwarna sedikit agak kecoklatan dengan mata bulat lebar"dia koki dirumah ini,kau bisa menyuruhnya memasak apapun yang kau mau".


jesica hanya mengangguk-angguk mengerti.


"ini arum dan sarah".joshua menunjuk wanita berambut hitam legam panjang dan satunya wanita berambut pirang pendek"mereka akan mengurus semua keperluanmu dan membersihkan rumah ini".


perkenalan joshua berlanjut pada pria tampan itu"ini zidan,dia akan menjadi bodyguard khusu untukmu,dia akan mengantarmu kemana saja dan kapan saja,zidan juga yang akan bertanggung jawab kalau kau kenapa-


napa di luar sana"


orang kaya memang beda,apa satu pembantu saja tidak cukup untuk joshua,sampai dia harus menyewa bodyguard segala,bagi jesica itu hanya membuang-buang uangnya saja,tapi tidak apa-apa joshua kan kaya,uang segitu mah bukan apa-apa untuk dia.


joshua mengalihkan pandanganya pada jesica"kau mau lihat kamar kita?".


lagi-lagi jesica hanya mengangguk.sudah hampir sepuluh jam jesica tidak bicara dengan joshua,dia hanya bicara pada tamu.karena joshua pasti akan mencurigainya karena mendengar suara elenn yang berubah,walau dia pasti akan mengetahui yang sebenarnya.


***


Jesica sonya lidya



Gadis lugu yang hanya ingin ibunya sembuh,


kehidupanya hancur setelah menikah dengan joshua.


Joshua dominika mahendra



Joshua adalah ceo jeol grup.pria dingin,


angkuh dan keras kepala,si profeksionis dan pekerja keras.pria dengan hati sekeras batu.


.


.


.


tokoh yang lainya akan ku perkenalkan seiring berjalanya cerita"HAPPY READING".


JANGAN LUPA FAV,LIKE AND COMMENT YA

__ADS_1


biar kita bisa saling dukung


__ADS_2