
Mata jesica mengerjap-erjap,samar-samar dia bisa melihat dirinya ada didalam sebuah kamar,tentu saja itu kamarnya.
Sebuah benda dingin terasa melekat diatas keningnya,jesica mengambil benda itu,sebuah plaster penurun panas,siapa yang memasangnya di keningnya.dia mencoba berfikir,lalu dia ingat sesuatu.semalam samar-samar dia melihat joshua duduk di depanya,dia menyuruh jesica minum obat penurun panas katanya.apa itu nyata?,jesica fikir itu hanya mimpi,tidak mungkin seorang joshua bisa bersikap sebaik itu pada jesica,tidak mungkin itu hanya mempi.
Jesica bangkit duduk,dia memegangi kepalanya yang pening,dia mengedarkan pandanganya,dan kedua matanya berhenti tepat di depanya.ada segelas air putih setengah habis disana dan kantong kresek putih,jadi semalam itu bukan mimpi?.jesica mengambil kantong itu.sontak saja dia terkejut melihatnya.ada kompres penurun panas,obat penurun panas,dan....lolipop?.
Joshua turun dari tangga,hanya memakai baju oblong putih berlengan pendek dan celana kolor pendek yang memperlihatkan paha mulusnya.heran padahal dia pria tapi hampir tidak ada bulu di kakinya,sangat mulus,lebih mulus dari kaki jesica malah.
Joshua berjalan kedapur.dia melihat jesica sedang asik mengobrol dengan bi uut,tidak tau apa yang mereka obrolkan joshua hanya mengedkikkan bahunya lalu duduk di meja makan.
Dia membalikkan piringnya,mengambil roti dan selai cokelat,tanganya baru saja ingin mengoleskan selai pada rotinya,tapi obrolan jesica dan arimbi membuat penasaran ingin menguping.
"awalnya aku juga tidak percaya,tapi setelah aku buka mata dan lihat kantong itu aku merasa ini bukan mimpi".ujar jesica antusias.
Apa jesica sedang membicarakannya?,apa dia sedang menceritakan tentang joshua yang masuk ke kamarnya dan memberikanya obat?.joshua memekakan telinganya,agar bisa mendengarkan pembicaraan mereka.
"mungkin itu memang bukan mimpi nona,
mungkin saja kan tuan joshua masuk ke kamar nona dan menaruh kantong itu"jelas arimbi membenarkan.
Karna sebenarnya arimbi tau kalau joshua memang masuk kedalam kamar jesica tadi malam.
"aku rasa tuan joshua memang orang yang baik,hanya saja mungkin dia masih belum bisa menerimaku.....".
"siapa yang tidak bisa menerimamu?"
Suara berat dari belakang mengagetkan jesica dan arimbi,mereka membalikan badanya bersamaan.
__ADS_1
Joshua sudah duduk di meja makan,sudah berapa lama pria itu ada disana,kenapa mereka tidak ada yang menyadarinya.apa dia menguping pembicaraan jesica dengan arimbi?.
"oh tuan joshua,ini katanya nona jesica mimpiin tuan joshua masuk ke kamarnya,dia bilang tuan joshua beliin dia lolipop juga untuknya".jelas arimbi
Jesica segera menutup mulut arimbi dengan tanganya,katanya arimbi sudah berjanji tidak akan membocorkan ini pada joshua,tapi dia malah membocorkannya.
"ma...maaf tuan,aku juga tidak tau kenapa aku memimpikan tuan".ucap jesica tergagap-gagap.
"berarti itu tandanya nona sudah mulai suka sama tuan joshua,begitu saja tidak mengerti".
ledek arimbi.membuat jesica jadi salah tingkah.
"arimbi"geram jesica.
"heh bodoh berhenti memimpikanku,pantas saja tidur ku semalam tidak nyenyak kau toh biang keladinya".desis joshua.
Air di dalam mulut joshua menyembur ke depan,untung saja saja airnya tidak nyangkut di tenggorokanya.joshua mengusap air di atas bibirnya.
"memangnya yang punya kantong plastik putih hanya aku,pak yanto juga.kebetulan saja aku mendapatkan kantong plastik putih pas beli susu di supermarket depan".kelekar joshua mencari alasan.
"tapi kan tuan shua tidak suka susu".jawab arimbi.
Wajah joshua berubah jadi panik,benar juga,
bodoh,kenapa dia harus bilang kalau dia membeli susu,kenapa tidak membeli pembalut atau apa.sial,kenapa harus pembalut juga.
"heh jesica ambilkan hp ku di kamar!"suruh joshua mengalihkan pembicaraan.
__ADS_1
"tapi hp tuan ada diatas meja".
Jesica menunjuk hp yang daritadi sudah ada di atas meja.itu membuat joshua semakin kikuk tidak kepalang.
"m....maksudku laptopku,cepat ambilkan laptopku!".panik joshua.
"baik tuan".
Jesica buru-buru berlari untuk mengambilkan laptop joshua.
Joshua bernafas lega,hampir saja.arimbi yang ada di dalam dapur hanya tertawa kecil melihat joshua hampir mati karena panik.dia lalu berbalik dan kembali memasak.Joshua berdiri dari kursinya,masuk kedalam dapur, berdiri di samping arimbi yang sibuk menggoreng ikan.
"apa dia suka lolipopnya?".tanya joshua penasaran.
arimbi tersenyum kecil,dia mengangguk membenarkan.rasanya senang saja melihat joshua jadi sedikit perhatian pada jesica.
mereka pasangan yang menggemaskan.
"emang apa enaknya sih lolipop,bikin sakit gigi doang".
"orang lembut kaya nona jesica memang suka yang manis-manis tuan,kalau tuan ingin mendapatkan hatinya beri saja dia banyak hal manis".
Setelah itu arimbi pergi kedalam untuk mengambil cucianya yang masih ada di dalam mesin cuci.meninggalkan joshua dengan alis berkerut.
Joshua berdecih,tersenyum miring"cih,siapa juga yang ingin mendapatkan hatinya".
Dia berbalik lalu berjalan kedalam naik keatas.
__ADS_1