
Joshua menyuruh jesica duduk di sofa,
sedangkan dia sibuk mencari-cari kaset film horor di dalam rak tv.hampir semua kaset disana berbau horor dan pembunuhan,dia suka genre-genre film yang mengandung suspense.dan hanya satu film romantis.
kalau dia menonton film romantis sekarang rencana menjahili jesica akan gagal.jadi joshua memilih film horor luar negri yang sudah dia tonton berkali-kali,film dengan banyak jumpscare yang pasti akan menakuti jesica.
Joshua memasukkan kaset itu kedalam dvd player,mengambil remot,lalu mematikkan lampu ruang tv,agar fimnya terkesan lebih horor saja.'ini akan menyenangkan'batin joshua tersenyum kecil.dia berjalan kearah jesica dan duduk di sampingnya.
Berbeda dengan joshua,wajah jesica malah memucat.
"kau takut?".tanya joshua menyenggol lengan jesica.
Jesica menggeleng cepat"tidak,mana mungkin aku takut dengan sebuah film horor,kekanakan sekali".ujarnya bohong.
Sebenarnya dalam hatinya sudah menjerit ingin segera menghabiskan film ini,atau bilang pada sejujurnya pada joshua kalau dia takut hantu.tapi pasti joshua akan meledeknya seharian.
"oh baguslah,cuma anak-anak yang tidak bisa nonton film horor".
Joshua menekan tombol power,lalu filmnya di mulai.selama film joshua hanya sibuk melirik jesica sampai dia tidak fokus pada alurnya.
sedangkan wanita itu sudah mencengkeram bantal kecil di depanya snagat erat,sesekali menutupi wajahnya dengan bantal takut setanya tiba-tiba muncul.
Joshua tersenyum jail,mungkin inilah saatnya.dia merentangkan tangan ke belakang.
"dorr!!"teriaknya menyentuh bahu jesica.
Jelas saja wanita itu terlonjak kaget.
"aakhhhh!!"jesica menjerit sekuat tenaga.
Suaranya membuat joshua ikut terlonjak kaget.
Dia merengkuh tubuh joshua erat,
menyembunyikan kepalanya di bawah ketiak joshua.
Jesica menggeleng-geleng panik,tanganya mendingin,jantungnya berdetak begitu kencang,dan deru nafasnya memburu,dia juga mengeratkan pelukanya.
"ibu aku ingin pulang,aku ingin pulang"
gumamnya sedikit terisak,itu sangat menggemaskan dimata joshua.
"tadi ada yang bilang sangat kekanakan sekali kalau takut dengan film horor,siapa ya?".
godanya.
"aku ga takut film horor kok,aku hanya kaget,
bedakan takut dengan kaget"kata jesica membela diri,masih memeluk joshua erat.
"benarkah,kalau tidak takut kenapa kau terus memelukku seperti ini?".
Jesica bergeming.iya ya,karena saking takutnya dia tidak sengaja memeluk joshua,dan dia lupa kalau daritadi dia terus memeluk pria itu.jesica langsung melepaskan pelukanya.
Jesica mendorong tubuh joshua dari pelukanya,memalingkan wajahnya yang sudah semerah tomat dari hadapan joshua.
"mending kita nonton drama korea saja,aku sedang tidak minat nonton film horor".
"tidak minat atau kau memang takut?"
godanya.
Sarasanya asik saja menggoda jesica sampai dia benar-benar marah.jesica tampak lucu kalau sedang marah.
"aku sudah bilang aku tidka takut setan.ah sudahlah aku sudah tidak minat lagi nonton film".
Jesica berdiri dari sofa,hendak melangkah kakinya ke kamar untuk tidur.
"akkhhhh!!".suara jeritan dari tv menganggetkannya.
Wanita itu langsung lompat keatas sofa dan memeluk joshua erat,dia tidak peduli kalau joshua meledekanya sangat kekanakan.kali ini dia benar-benar takut.
Lima menit mereka dalam posisi itu,bukanya marah joshua malah ke enakan di peluk jesica terus-terusan.
"apa setanya masih ada?"tanya jesica mencoba mengintip dari balik baju joshua yang menutupi wajahnya.
"masih,wajahnya sangat menyeramkan".ucap joshua bohong.dia mencoba menahan tawanya mati-matian.semudah ini toh membuat jesica ketakutan.
"kau tidak sedang membohongi ku kan?".
"kalau tidak percaya nonton saja sendiri!".
Jesica tidak menjawab.dia semakin mengeratkan pelukanya.
Tangan joshua melingkar di pinggul jesica,dia. mendekatkan duduknya kearah jesica sampai tidak ada jarak tersisa antara keduanya,dan pria itu bahkan kalau dia harus disuruh menonton 22 film horor dalam sehari dia tidak akan menolak,selama dia menonton dengan jesica semuanya terasa menyenangkan.
"apa setanya masih ada?".tanya jesica lagi.
Joshua mengangguk-angguk"hhmm".
Padahal daritadi tidak ada muncul setan-setanya.dia terus berbohong agar jesica tidak melepaskan pelukanya.
Film horonya tinggal 10 menit lagi selesai.
__ADS_1
joshua melirik jesica yang masih sangat ketakitan di bawahnya.kalau filmnya sudha selesai pasti jesica akan berhenti memeluknya,lalu apa yang harus dia lakukan.
tiba-tiba ide lain muncul.
"jesica"joshua melepaskan pelukan jesica.
"ya,kenapa?".jawab jesica menutupi wajah sebelah kirinya dengan tangan,tidak mau melihat tv.
"aku haus".
Joshua bangkit berdiri,hendak melangkah kearah dapur,tapi tangan jesica buru-buru menghentikanya.
"tapi tuan shua,lalu aku bagaimana?".
"ya kau disini saja".
"tapi bagaimana kalau setanya mucul,aku tidak bernai menonton filmnya sendirian".
rengek jesica seperti bayi.
Membuat joshua gemas dan ingin sekali menyerangnya,tapi dia sadar kalau dia menyerangnya jesica pasti akan menjerit seperti orang di perkosa,padahal dia suaminya bukan orang lain,dasar wanita aneh.
"sebentar saja,tidak sampai sejam,duduk diam disini dan aku akan kembali".
Jesica mengangguk berat"b..baik".dia melepaskan tangan joshua dan membiarkan pria itu pergi meninggalkanya.
"tuan joshua jangan lama ya!".
"iya bawel!"balas joshua.
Jesica langsung meraih bantal di sampingnya,lalu menutupi wajahnya dengan bantal.sedikitpun jesica tidak akan berani nonton film horor sendirian,nonton berdua sudah membuatnya takut setengah mati,
apalagi sendirian bisa mati dia.
Jesica berdecih"kenapa lama sekali ambil minumnya,dia ambil minum di arab ya".
gumam jesica kesal.
Dia membalikkan badanya untuk memanggil joshua,tapi tiba-tiba.
Seluruh rumah menjadi gelap,tidak ada satupun lampu yang menyala,membuat jesica tidak bisa melihat apapun.
"aakhhhh!!"Jesica berteriak sekuat tenaga.
Apa-apaan ini,kenapa mati lampunya disaat tidak pas begini.tiba-tiba bayang-bayang hantu yang tadi ada di tv terngiang di kepalanya.bulu kudug jesica langsung meremang,dia menelan ludahnya kasar,kedua kakinya sudah lemas.
"tuan joshua,bi uut,pak yanto dimana kalian!!".
apa rumah ini tidak berpenghuni.
Sesuatu seperti lewat di belakang jesica,
jesica langsung berbalik,tidak ada apa-apa disana hanya ada kegelapan yang sangat menakutkan.siapapun jesica hanya ingin mati sekarang.
Wanita itu mulai terisak"t....thuaan...joshua
...hikssss".
Seseorang dari belakang menyentuh bahu jesica,jesica langsung berbalik cepat.dua mata bulat,rambut berantakan kebawah dan mulut yang terbuka lebar dengan cahaya terang entah darimana terlihat di depan mata jesica.
"aakhhh".
Jesica langsung meninju wajah menyeramkan itu sangat kencang.
"pergi kau,pergi kau,pergi kau setan jelek!!".
Dia memukul-mukul orang di depanya tanpa ampi dan membabi buta.
"aww,aww,aww,jesica hentikan ini aku".ujar orang itu meringis kesakitan.
"tidak akan ku hentikan setan jelek,kau harus mati,mati!!".
"jesica hentikan ini aku joshua!!".
"joshua?".
Jesica langsung menghentikan adegan pukul memukulnya.joshua mengarahkan senter ke wajahnya,tapi tidak seseram yang tadi.
sekarang jesica bisa melihat wajah orang di depanya dengan jelas,dia langsung bernafas lega.
Joshua megagangi pipinya"sialan,pukulan cukup mematikan juga ya".
Jesica menunduk penuh"maafkan aku tuan".
Karena takut dia sampai menyakiti joshua seperti itu,kalau joshua kenapa-napa karena ulahnya tadi bagaimana.
"aku tidak apa-apa,aku tau kau melakukan itu karena takut".
Dia meraih tangan jesica dan membawanya ke pelukanya.dia mengelus lembut rambut jesica.
"hikssss,jangan tinggalkan aku tuan,jangan tinggalkan aku,hikssss".
"aku tidak akan meninggalkanmu".
__ADS_1
Jesica menggenggam tangan joshua erat saat mereka menaiki anak tangga satu persatu.wajahnya terlihat pucat pasi.apa joshua selesaikan saja permainan ini,dia tidak tega melihat wajah jesica pucat pasi seperti itu.
"jangan takut,tidak ada hantu disini".kata joshua mencoba menenangkan.
Jesica mengangguk-angguk.
Mereka berdua sampai di kamar.
"aku mau tidur"ujar joshua.
Jesica mengangguk"iya".
Namun joshua masih terus bergeming di tempatnya."tuan katanya mau tidur".
"bagaimana aku bisa tidur kalau kau terus memegangi tanganku"Dia menyoroti tanganya yang di pegang erat oleh jesica dengan senter.
astaga,kenapa jesica baru menyadarinya,dia langsung melepaskan tangannya dari tangan joshua,dia sangat malu.
"maaf tuan aku lupa".
Joshua memutar bola matanya malas,dia merangkak naik keatas kasur.menaruh senter di atas lacinya.sedangkan jesica masih bergeming di tempatnya.
"hey kau tidak mau tidur?".
Sebenarnya jesica mana tidur,tapi dengan keadaan mati lampu seperti ini mana mungkin dia bisa tidur sendirian.
"iya aku akan tidur,selamat ma....".jesica baru saja ingin membalikan badanya.
"hey jesica,kau tau,kemarin aku melihat ada bayangan hitam di dalam kamar mu".
"benarkah?".
Joshua mengangguk-angguk"aku fikir itu adalah kau,tapi ternyata....".joshua menjeda kalimatnya.
Jesica mendekatkan dirinya kearah joshua,
wajahnya sudah setegah parno,bulu kuduknya meremang.
Joshua tersenyum jahil."pria tanpa kepala!!".
Jesica terperanjat,dia melompat naik keatas kasur joshua"akkkhhh aku mau pulang,aku kau pulang!!"jeritnya histeris".
Joshua mencuatkan tawanya.semudah mudah itu menipu jesica,bahkan anak kecil saja harus berfikir dua kali untuk mempercayai cerita itu.
"kenapa tuan tertawa apanya yang lucu?".
"kau yang lucu,apa setakut itu kau dengan hantu,padahal tadi aku hanya mengarang ceritanya".
joshua tertawa geli samping memegangi perutnya yang hampir keram karena banyak tertawa.
"becadaanya tidak lucu".ngambek jesica turun dari ranjang joshua.
"kau mau kemana?".
"tidur".
"di kamar bawah,kau yakin bisa tidur?".
Joshua menepuk-nepuk kasurnya"kau boleh tidur disini malam ini,itupun kalau kau mau,itu juga kalau kau mau,kalau tidak yasudah".
butuh beberapa detik untuk jesica berfikir.
"kalau kau tidak mau tidur disini ya sudah,
jangan salahkan aku kalau nanti malam kau akan melihat orang tanpa kepala berdiri di depan pintu mu".
Joshua membalikkan badanya memunggu jesica,dia menarik selimutnya sampai ke batas dada dan mematikan senternya.
membuat seluruh ruangan gelap gulita.
Jesica menghela nafas berat,dia akhirnya memutuskan untuk tiudr di kamar joshua.
jesica merangkak naik keatas kasur joshua.joshua tersenyum.
"hmm tuan shua"panggil jesica.
"hmm".jawab joshua sekenanya.
"apa tuan bisa tidur menghadap kearahku,aku tidak bisa tidur".
'dengan senang hati'batin joshua dalam hati.
Joshua membalikkan badanya kearah jesica.
berdecih"duh merepotokan sekali sih,tidur tinggal tidur aja".cibirnya pedas.
Tidak apa-apa jesica di cibir,asal dia bisa tidur nyenyak malam ini tanpa ada rasa ketakutan.
"aku begini karena aku tidak mau kau mati ketakutan,bukan berarti aku menyukaimu".
joshua mengingatkan,sebelum dia menutup matanya rapat-rapat.
Jesica mengangguk.setakut-takutnya jesica,dia tetap memberi batasan antara dia dengan joshua dengan guling.agar tidak ada sentuhan fisik diantara mereka.
__ADS_1