BROKEN MARRIED

BROKEN MARRIED
PERHATIAN(11)


__ADS_3

Ponsel joshua lagi-lagi kembali berdering.


jhony menatap layar ponselnya,nomor yang sama dengan nomor yang menelfonya lima puluh kali tadi.jhony mengangkat telfonya,siapa tau nomor pembantunya.


"ya halo"ucap jhony.


"halo"terdengar suara wanita dari dalam telfon.


Jhony melirik joshua sekilas.


"ini siapa?"tanya jhony.


"ini siapa?,ini bukan joshua?".tanyanya balik


"dimana joshua,tolong berikan ponselnya padanya,aku ingin bicara padanya".


"ini siapa?".ulang jhony.


Tidak ada jawaban dari wanita diseberang sana.jhony mencoba berfikir.apa mungkin ini nomor ellen.


tapi rasanya tidak mungkin kalau joshua sampai tidak menamai kontaknya,ya,walau sebenarnya wajar kalau joshua tidak menamai kontak ellen,dia mungkin kecewa karena sikap ellen,tapi jhony hafal suara ellen,suaranya tidak sehalus ini.


"ah maaf tuan aku tidak bisa menjelaskan padamu,berikan saja ponsenya pada joshua".ujar wanita itu akhirnya.


Jhony melirik joshua,pria itu menyelendehkan kepalanya di kursi mobil sambil menatap langit-langit mobil dan bergumam tidak jelas.


"joshua sedang tidak bisa dihubungi".


"kenapa?".


"dia mabuk".


"apa!!".


Jhony menjauhkan ponselnya dari telinga saat wanita di seberang sana berteriak.besok dia akan pergi ke dokter tht untuk memeriksakan telinganya.


"bagaimana bisa,sekarang dia ada dimana,tuan saya mohon tolong antarkan dia kerumah,nanti.....".


"aku sedang menuju kerumahnya".potong jhony sebelum wanita itu terus mencecarinya


"tapi aku tidak tau rumahnya,kau bisa sherlook lokasinya?".


"tunggu sebentar".


Tidak lama kemudian sebuah notifikasi sms masuk.dari nomor tadi,mengirimkan alamat rumah joshua lengkap.


"jalan aryo brigja".gumamnya membaca alamatnya.


Setelah menuruti google maap di ponsel joshua akhirnya jhony sampai di depan rumah putih besar kompleks aryo brigja,komplek kalangan elit tinggal,komplek yang hampir seluruh rumahnya di pasang ac dan mobil di bagasi mereka.tapi mudah buat jhony untuk menebak mana rumah joshua.pasti rumahnya yang paling besar,lebih besar dari otaknya yang cuma sebiji kuaci.


Jhony menatap keluar jendela.gerbang rumahnya masih di tutup.wanita itu bilang dia harus menunggu di depan rumah,nanti wanita itu akan membukakan gerbangnya,apa dia seorang pembantu?.fikir jhony.


Beberapa menit kemudian gerbang rumah terbuka,jhony meliriknya dari kaca spion.setelah membuka gerbangnya dia berjalan kearah mobil joshua,dia mengetuk-


etuk kaca mobil.jhony membuka kaca disamping joshua.


"masuk saja"katanya,melirik joshua sekilas.


Jhony hanya mengangguk,dia menuruti kata-kata wanita itu,dia masuk kedalam rumah bak istana milik joshua.

__ADS_1


Tanpa basa-basi jhony langsung keluar dari dalam mobil,dia berjalan ke pintu sebelahnya.wanita tadi sudah berdiri di samping jhony.wanita kecil,berambut panjang sebahu,dengan pipi sedikit mengembang.


"kenapa dia bisa semabuk itu?".tanyanya sedikit khawatir saat jhony mencoba mengeluarkan joshua dalam mobil.jhony mencoba memapah joshua.


"dia tadi minum sangat banyak,tapi tidak usah khawatir,besok dia akan kembali seperti biasanya".


Wanita itu tidak mendengarkan jhony,dia terus memandang joshua khawatir.


"apa kau bisa bawa masuk dia ke kamar?".pintanya lagi.


Jhony mengangguk.


Wanita itu membuka pintunya dengan suara.jhony sempat mengantupkan mulutnya,ternyata selain besar rumah joshua juga canggih.Wanita itu berjalan di depan jhony seperti pemandu wisata.


jhony mendarkan pandanganya,


rumah joshua ternyata sangat besar dari dalam.dia melirik temanya,kalau dari dulu dia ikut dengan joshua mungkin dia juga bisa membangun rumah sebesar ini dan bisa menjadi manager di kantor joshua.pasti dia tidak akan cerai dengan elis dan tentu saja hidupnya akan bahagia.


Jhony menurunkan tubuh joshua di kasur king sizenya.


"terimakasih tuan".ucap wanita itu sedikit membungkukkan badanya.wanita yang sopan.


"tidak perlu berterima kasih"jhony melirik arlojinya"baiklah nona sepertinya saya harus pergi,ini sudah sangat malam".


"akan saya antar".kata jesica,mempersilahkan jhony berjalan terlebih dahulu.


Dia mengantarkan jhony sampai pintu masuk.


jhony tersenyum ramah pada jesica sebelum berbalik lalu berjalan keluar dari rumah joshua.


Jhony berdiri di depan pagar rumah joshua.jhony merogoh saku celananya,


"halo"katanya setelah menempelkan ponsel di telinganya"besok kau ada waktu?,aku ingin bertemu dengan mu".


Seulas senyum terpapang jelas di bibirnya


"kau tidak akan membayangkan apa yang aku dapatkan".


"kau akan tau sendiri".


Dia menatap langit malam,tanganya dimasukkan kedalam saku jas.dia tertawa kecil mendengar jawaban orang di dalam telfonya.


"iya,iya,aku janji yang ini tidak akan mengecewakan".


***


Jesica menutup pintu,tidak lupa menguncinya.dia langsung masuk kedalam dapur.mengeluarkan gelas,dan madu dari dalam rak.


Pria tadi bilang kalau rasa mabuknya bisa sedikit mereda kalau sudah minum air madu hangat,itu akan memulihkanya besok pagi.jesica tidak tau apa itu benar atau tidak,dia sebelumnya tidak pernah menangani orang mabuk,walau ayahnya pemabuk dan devan juga,dia selalu tidak peduli,besoknya mereka akan kembali seperti biasanya,dan besoknya lagi mereka melakukan hal yang sama.


Jesica menuangkan madunya beberapa sendok kedalam gelas,kemudian mengisi gelasnya dengan air hangat dari dispenser,


Jesica melirik jam sekilas,sudah jam setengah dua,tapi dia masih berkutit di dalam dapur.bahkan dia sampai lupa kalau dia belum makan dari tadi.


jesica berjalan ke kamar atas.


Joshua masih terus bergumam sambil meihat langit-langit kamarnya.salah satu kakinya mengatung-atung di lantai,bajunya lusuh dan rambutnya terlihat berantakan.tidak seperti biasanya.


Jesica menaruh air madunya diatas nakas.

__ADS_1


"hey anak opembantu jelek".gumam joshua tidak jelas sambil menunjuk-nunjuk jesica.


Jesica tidak peduli,dia mulai membuka sepatu joshua.sepatunya bahkan terlihat sangat kotor.dia menaruh sepatunya di ranjang kecil yang dia bawa tadi.dia menaikan kaki joshua yang mengatung-antung,


jesica juga mencoba melepas jas joshua yang sudah kotor.apa ini muntahan,sepertinya joshua muntah di perjalanan.


tidak ada perlawan dari pria itu,dia terus saja bergumam,bahkan kalau caca pukul wajahnya yang menyebalkan ini,dia tidak akan marah.Tidak lupa pula jesica juga menyelimuti tubuh joshua sampai keatas dada.jesica mengangkat ranjang berisi sepatu dan jas joshua.dia berbalik,baru juga ingin melangkahkan kakinya tapi langkah jesica terhenti saat sebuah tangan menyentuh tanganya erat.ternyata joshua yang memegangi tanganya.


"jangan pergi".ucapnya dengan mata terpejam erat.Jesica sedikit bernafas lega karena ternyata joshua hanya menginggau.


Jesica menahan nafasnya,dia mencoba melepaskan jari jari tangan joshua dari tanganya perlahan-lahan,sangat hati-hati,takut membangunkan pria itu.tapi joshua lagi-lagi menggam tanganya erat.


Wajah joshua terlihat begitu ketakutan,


genggaman tanganya sangat erat.


"dingin,dingin".gumamnya memeluk dirinya erat.


Jesica benci joshua,sangat membencinya malah,tapi melihat joshua yang seperti ini rasanya dia juga tidak tega.sosoknya yang selalu kasar kini terlihat menyedihkan.jesica menaikan selimutnya sampai leher joshua,dia mengeratkanya agar joshua tidak kedinginan.


***


Joshua membuka matanya perlahan,matanya yang kini terasa sangat berat.pemandangan pertama yang dia lihat hanya langit-langit kamarnya yang hampa.dia mengerjap-


erjapkan matanya.pria itu mencoba untuk duduk.


"aww"racaunya memegangi kepalanya yang masih terus berputar-putar pelan.kepalanya terasa begitu berat dan pusing.entah apa yang dia laukan semalam,badanya terasa begitu lemas.


"grrookk".


Joshua sedikit berjengit.rasa keterkejutanya bertambah saat melihat seorang gadis tidur di sampingnya sambil memegangi tanganya erat----dia yang memegang tangan gadis itu erat.


Joshua langsung melepaskan tanganya dari tangan gadis itu.


"jesica!!!"teriak joshua sangat keras.untuk saja ruangannya kedap suara,jadi telinga orang di luar sana bisa aman.


Jesica mengangkat kepalanya.


"iya,siap!"jawabnya refleks,masih belum sadar.


Rambut gadis itu menutupi seluruh wajahnya,


rambutnya sangat berantakan.sekarang jesica jadi telihat seperti seekor singa betini.


Joshua mendengus"kenapa kau ada dikamarku hah,siapa yang mengizinkan mu masuk?!".


Tidak ada jawaban dari jesica.dia membisu.lalu terdengar suara"grrookk".gadis itu ternyata masih tidur.bisa-bisanya dia mengacuhkan ucapan joshua.


"jesica!!!"


Jescia langsung tersentak,dia langsung menyibak rambut yang menghalangi wajahnya.dia bisa melihat wajah joshua yang sudah merah padam,kesal.


"se..semalam tuan mabuk,dan aku terpaksa masuk kedalam kamar tuan untuk memberikan jus madu ini"dia menunjuk jus madu diatas nakas.


"mabuk?".


Kapan?,bukanya semalam joshua hanya minum satu sampai dua tenggak saja,mana mungkin minum sebanyak itu membuatnya mabuk,ini pasti hanya akal-akalan jesica saja.


Joshua menarik tangan jesica paksa,dia mendorong tubuh jesica hingga jatuh di depan kamarnya.

__ADS_1


"jangan pernah masuk ke kamarku tanpa seizin ku,mengerti?!".tukas joshua lalu membanting pintu kamarnya sangat keras.sampai orang-orang di bawah menatap ke kamar joshua.


__ADS_2