
"kita sudah sampai tuan".ucap sang supir.
Jesica melirik keluar jendela,pemandangan pantai menyambutnya.
Tidak lama kemudian mobil mereka berhenti di sebuah lahan tandus tidak jauh dari pantai.rey menggeser pintu mobilnya,turun dari mobil,di susul dengan seorang wanita teman joshua,lalu jesica dan seorang pria lagi yang tidak dia kenal.
Pasir di bawahnya terasa menggelitik kaki jesica yang hanya memakai sendal sat,deru angin yang kencang memainkan rambut panjangnya.dia mengedarkan pandanganya,
dia fikir pantainya akan sangat ramai,akan ada banyak orang yang berjemur dan bermain voli,tapi nyatanya pantai ini begitu sepi,jesica hanya mendengar deburan ombak yang menabrak batu.
Seseorang turun dari mobil di belakang jesica.mobil rombongan joshua.
Seharusnya liburan ulang tahun di pantai ini hanya untuk joshua dan jesica untuk bulan madu mereka dari ayah dan ibu joshua.tapi tadi pagi joshua bilang kalau dia akan mengajak teman-temanya juga,dia tidak mau ada penolakan,dia juga mengancam jesica agar tidak memberitahu ayah dan ibunya kalau dia membawa teman-temanya di bulan madu mereka,atau joshua akan menghukumnya sampai dia tidak bisa berjalan.
ya,itu tidak jadi masalah untuk jesica,mau mengajak teman atau sampai orang se angensinya pun jesica tidak masalah,
sekarang yang jadi masalah baginya kenapa han juga ikut ke acara ini.jescia jadi kikuk bicara padanya karena hal semalam.
Joshua berdiri di depan rey,tanganya merangkul nina,wanita simpananya.dan wanita itu melilitkan kedua tanganya di lengan joshua.
"bagaimana apa kalian suka tempatnya?tanya joshua pada semua orang yang sudah berkumpul.
"tentu saja".
Kalau di itung-itung ada delapan orang yang ikut.nina,pria yang membawa joshua waktu itu,jesica tidak mengenalnya.rey,dua orang pria yang tidak dia kenal juga,dan dua orang wanita asing yang memakai baju minim.
"kau memang hebat memilih tempat sayang".nina memainkan kancing kemeja joshua.
Jesica menjauhkan pandanganya kearah lain,
bukan cemburu,hanya jijik melihat kelakuan wanita murahan di depanya.
Joshua mengacak-acak rambut rambut haejin"aku sudah tau kau akan mengatakan hal itu.
Roby mengedarkan pandanganya"tapi sepertinya tidak ada yang mengunjungi pantai ini kecuali kita,apa kau tidak salah pantai?".
"joshua sudah bayar tempat ini hanya untuk kita tau,bisanya cuma komplen saja".dengus nina sebal.
"apa kau membayar tempat ini hanya untuk kita?,kau ini anak presiden ya?".mina terbelalak.
Mina adalah pacar roby,terpatnya pacar kedua roby.wanita dengan tubuh mungil dengan dada besar dan rambut seperti mie berwarna ungu panjang.
"jadi dimana kita tidur?".kini giliran jhony yang bertanya,daditadi dia terus mencari tempat mereka tinggali,masa iya mereka harus tidur di pantai.
Seseorang memakai jas rapih berjalan kelara mereka"selamat siang tuan-tuan dan nyonya-nyonya"
dia menunduk penuh"selamat datang di beach heaven,kami harap anda semua menyukai tempat".Katanya sangat sopan menundukkan tubuhnya penuh.
Dia menegakkan tubuhnya"nama saya ari,saya akan jadi pemandu selama liburan kalian,semoga saya bisa membantu".
"baiklah ari"roby merangkul bahu ari"apa di pantai ini banyak gadis-gadis manis?"bisiknya tapi dengan suara keras.
Mina memukul dada roby keras.
__ADS_1
"kenapa mukul sih,aku kan cuma tanya".
"ya tidak dengan pertanyaan yang itu juga"mina memberungatkan mulutnya sebal.
Teman-temanya hanya tertawa melihat pertikaian roby dan selingkuhanya.kecuali jesica dan rey diam.
"sudah,sudah,ini sudah sore,lanjutkan pertengkarangnya nanti malam saja".joshua tekikih."rio,tolong tunjukan tempat tinggal kami".
"baik.saya akan tunjukan,mari".ari kemudian berjalan duluan,diikuti joshua dan nina,lalu jesica dan jhony di belakangnya.tatapan jesica tidak lepas pada tangan nina yang memeluk joshua dari belakang.dia tidak tau harus berbuat apa,harusnya jesica yang sekarang ada di posisi nina.
Setelah beberapa menit mereka berjalan,
akhirnya mereka sampai di sebuah vila tidak jauh dari pantai,sebenarnya jaraknya sangat dekat sekali.rentetan rumah-rumah kecil yang terbuat dari kayu,rumah yang berdiri diatas air.
Jhony membulatkan mulutnya kagum.
"kalian bisa tinggal disini,kita sudah menyiapman fasilitas komplit di dalamnya.ada kasur,ac,lalu untuk menyimpan pakaian,dan juga kamar mandi di dalamnya dengan air hangat".
Semua mengangguk-anggukan kepalanya paham.
"ada berapa kamar?".tanya joshua.
"saat ini kita hanya memiliki empat kamar,kalian boleh boleh memilih semua kamarnya".
"kita harus berbagi kamar kalau begitu".ucap roby.
"aku,mina dan jinny bisa satu kamar".roby mengedipkan matanya pada jinny.mina menampar roby pelan.
"aduh kenapa kau suka sekali menaparku sih?".
"bagaimana kalau kita bagi kamarnya dua-dua saja"usul jhony.
Yang disetujui langsung oleh joshua"boleh juga".
"sebenarnya aku tidak setuju dengan usulmu,tapi ya sudahlah,aku tidur dengan mina".dia memeluk mina erat.
Jhony melirik nina,kalau dia tidur dengan nina joshua pasti akan marah besar,dan rencananya membuat joshua tergila-gila dengan nina bisa gagal.
Dia melirik jinny,menarik tanganya agar berdiri di sampingnya"jinny kau dengan ku".
"aku tidak masalah dengan siapapun,asal kau tidak mendengkur saja".
Jantung jesica berdetak jauh lebih kencang.
kini hanya tersisa dia,joshua,rey dan nina.
jesica tidak masalah kalau harus berbagi kamar dengan joshua atau bahkan nina,tapi bagaimana kalau rey yang harus jadi teman sekamarnya.jesica menggeleng-geleng pelan'aku bisa membisu seharian'.batinya.
"aku...."
"nina kau dengan ku".ujar rey memotong ucapan joshua.membuat semua orang kaget mendengarnya.
"apa?"joshua mengerutkan sebelah alisnya.
__ADS_1
"kenapa?,kau tidak mau?,baiklah akan ku telfon nyonya natalie".rey merogoh saku celananya.
Joshua merampas ponsel rey sebelum dia benar-benar menelfon ibunya.
"baiklah,baiklah kau bisa sekamar dengan haejin.tapi biarkan....".
"jesica kau tidak keberatankan satu kamar dengan joshua?".
Jesica tidak tau harus menjawab apa,
mendengar han ingin sekamar dengan haejin saja sudah membuatnya kaget bukan kepalang.
Joshua mendengus sebal,dia ingin mencabik-
cabik wajah han saat ini dan menenggelamkan tubuh pria menyebalkan di depanya itu ketengah laut.harusnya dari awal dia tidak mengajak han kesini.
"sudah mulai gelap,cepat masuk"rey berjalan menaiki tangga kayu keatas rumah,dia tidak peduli betapa kesaonya joshua di belakang.
Roby menepuk pundak joshua"sabar"ujarnya kemudia berjalan naik keatas dengan mina,jhony dan jinny di belakangnya.
nina mengelus pipi joshua lembut"padahal aku ingin sekali sekamar dengan mu,maaf ya shua,semoga kau betah dengan istrimu"dia melirik jesica penuh kejijian.
nina melepas ikatan tanganya,kemudian dia berjalan ke kamarnya,menyisakan jesica dan joshua disana dengan cahaya sunset yang menjadi latar belakangnya.
Joshua melirik jesica tajam,sebelum dia juga pergi ke kamarnya.
***
Malam semakin larut.dua orang pria dan dua seorang dan seorang wanita sibuk menyiapkan meja dan kursi di tepi pantai,yang lainya sibuk menghias balon di pilar-pilar yang di balut kain putih yang sudah mereka siapkan tadi sore untuk perayaan ulang tahun joshua.roby terlihat berlarian kesana kemari mengejar mina.sedangkan jhony duduk di tepi pantai dengan menikmati sebatang rokok.
jesica,jinny hanya duduk memandangi langit malam dan ombak pantai.jesica sesekali memainkan pasir di kakinya.dia juga sesekali melirik nina dan joshua di depan kamarnya sedang bermesraan,di bandingkan dengan jesica,nina lebih cocok mendampingi joshua.
"kau menyukainya ya?"tanya jinny tiba-tiba mendekatkan wajahnya ke jesica,sontak jesica tersentak.
"siapa?".
"joshua,siapa lagi".
Oh iya jesica hampir lupa,hanya joshua dan rey yang tau tentang peenikahan ini.jadi pantas saja jinny menanyakan hal ini.
"t.....tidak.
Jinny menatap curiga"kau mencoba membongiku ya?,kau fikir aku tidak melihat gerak-gerikmu daritadi".
"gerak-gerik?".
"iya,siang aku perhatikan kau terus menatap joshia diam-diam,aku juga melihat ekspresi senang di wajahmu saat manager joshua bilang dia harus tidur dengan mu,dan sekarang kau juga diam-diam memperhatikanya".jelas jinny.
Kalau jinny tau yang sebenarnya mungkin semua penuturanya akan berubah,dia pasti akan mengasihani jesica.
Jinny menghela nafas,dia mengalihkan pandanganya pada langit malam"aku juga pernah ada di posisimu,sekarang juga masih sama".
Jesica menatap jinny.
__ADS_1
"kau tau mencintai orang secara diam-diam itu menyakitkan.menyenangkan bukan saat kau bebas secara diam-diam melihat senyumnya,tapi menyakitkan kalau kau ingat kau bukan penyebab tawanya".