BROKEN MARRIED

BROKEN MARRIED
PULANG


__ADS_3

"tok,tok,tok".


Seseorang mengetuk pintu rumah jesica.


Ibu baru saja ingin berjalan membukkan pintu,tapi jesica buru-buru menghentikanya.


"biar jesica saja bu".


Jesica melepas celemek yang menggantung di tubuhnya,dia berjalan kedepan.


Siapa agaknya yang bertamu di siang bolong begini.kalo bukan mang ujang tukang kredit pasti bu emi yang nagih hutang.


Jesica membuka pintunya"ya dengan siap....".


Dia menghentikan ucapanya saat melihat siapa tamu yang baru saja mengetuk pintunya.


Seorang pria tinggi,putih,dengan dimple di pipinya berdiri di depan jesica.


"tuan joshua".


Joshua meraih tangan jesica"ayo pulang"


katanya menarik tangan jesica keluar dari rumah.


Tapi jesica buru-buru menampisnya kasar.


membuat alis joshua mengkerut sempurna,


dan wajahnya terlihat jengah.


Setelah menghina jesica habis-habisan,


sampai bilang kalau dia sama jalangnya dengan ibunya,sekarangnya dengan mudahnya dia menyuruh jesica pulang denganya.tentu saja dia tidak akan mau.


hatinya sudah kepalang sakit hati.


"sebaiknya kau pergi darisini".ucapnya lalu menutup pintu,namun angan joshua menahanya.


"kau harus pulang".


"pulang kemana,ini rumahku,pergilah".


Joshua menghela nafas berat,mengusap wajahnya kasar.fia terlihat sangat kelelahan.


"aku sudah tau siapa yang mencuri jam ku,arum dan sarah yang mencurinya,dan aku sudah mengusirnya,jadi sekarang ayo kita pulang".


Jesica menunjukkan ekspresi datar,tidak kaget sama sekali.dia sudah tau pasti ini ulah arum dan sarah,tapi pria di depanya sama sekali tidak pernah mempercayai ucapanya.


"lalu apa urusanya denganku,bukanya kau yang bilang aku tidak boleh menginjakkan kaki ku kedalam rumahmu,jadi tolong pergilah"jesica menjeda ucapanya"dan jangan ganggu hidupku lagi".


Jesica menutup pintunya sangat keras,sedikit membantingnya,sampai mungkin engselnya akan lepas dari pintu.


Joshua mendesah pelan,dia mengetuk pintu beberapa kali.


"jesica,tolong dengarkan aku sekali saja,kita bisa bicarakan ini baik-baik".


"apa yang perlu di bicarakan!!,pergilah dari rumah ku ********!!"teriakan jesica terdengar histeris di telinga joshua.


Memang joshua akui waktu itu dia terlalu,dan semua kata-kata yang keluar dari mulutnya terlalu menyakiti hati jesica,dia bahkan tidak tau,kata-kata itu keluar begitu saja tanpa dia fikirkan dulu apa akibatnya.


"jesica"bujuk joshua sekali lagi.


"diam!!,pergilah!!".teriak jesica.


Jesica sepertinya benar-benar marah padanya sekarang.


"baiklah kalau kau tidak mau keluar serakang,


aku akan menunggumu disini,sampai kau mau bicara padaku".


Joshua membalikkan badanya,berjalan beberapa langkah dan duduk di depan rumah jesica.disini tidak di sediakan kursi atau apapun,jadi joshua tidak tau harus duduk dimana.sedangkan mobilnya terparkir jauh di depan gang.gang kerumah jesica cukup sempit,bahkan sepeda motor saja tidak bisa masuk kesini.


Tubuh jesica perlahan-lahan jatuh terduduk di lantai.bahunya gemetar,dia menggigit baaah bibienya keras-keras,lalu sebuah isakan terdengar begitu memilukan,air mata mulai membasahi pipi jesica.


"hikksss,hiksssss".


Jesica menutup mlutnya dengan tangan,


meredam suara tangisnya sendiri agar ibu tidak mendengarnya.

__ADS_1


kalau ibu tau joshua menjemputnya,dia pasti akan marah besar pada joshua.


****


Malam semakin larut.jam diatas sana sudah menunukkan pukul sepuluh malam,ibu baru saja masuk ke kamarnya untuk tidur,meninggalkan jesica sensiri di ruang tv dengan acara sinetron faforitnya.


hujan masih belum reda juga,suaranya bahkan semakin deras.sesekali jesica melongok melihat pintu depan.


berfikir apa joshua masih ada di luar untuk menunggunya.tapi daritadi jesica sama sekali tidak mendengar suaranya.pembual itu pasti sudah pulang setelah dia mengatakan dia akan menunggu jesica di depan rumah,dasar pembohong ulung,jesica membencinya,


sangat amat membencinya.lagipula kenapa jesica memikirkan hal itu,mending nonton tv daripada memikirkan hal-hal tidak berguna seperti itu.


Namun lagi-lagi jesica melirik pintu depan,


memikirkan hal yang sama terus menerus.


"aakhh menyebalkan".


Dia menghentakkan remot tvnya keatas meja.lalu bangkit berdiri dan berjalan kearah pintu depan.


Sedikit ragu jesica membuka gorden jendela disamping pintu.jesica bisa taruhan,kalau joshua pasti sudah pergi dari rumahnya.


sayangnya dia kalah taruhan,Joshua masih berada di depan rumahnya,duduk meringkuk sambil bersender di pilar rumah jesica.


sesekali pria itu memeluk tubuhnya sendiri,


untuk menghangatkan badanya.dia terlihat mengenaskan.


Kepala joshua tiba-tiba melengos ke belakang,sontak jesica berjengit kaget,dia langsung menutup gorden jendelanya.dia berbalik,nafasnya menderu kencang.


Dia fikir pria itu hanya berbohong padanya, nyatanya dia benar-benar menunggu di depan rumahnya sampai selarut ini.apa yang harus jesica lakukan,apa dia bisa begitu kejam membiarkan pria itu kedinginan di depan sana,atau dia ajak masuk kedalam saja.


tidak-tidak,jesica kan sedang marah padanya,


dia tidak mau membiarkan dirinya luluh lagi pada joshua.tidak,tidak akan pernah terjadi.


"aku tidak akan membukakan pintunya untuknya,tidak akan,aku harus egois,ayo jesica jangan biarkan dia menganggapmu remeh,ayo kau pasti bisa".gumam jesica menyemangati dirinya sendiri.


'ckleek'


Jesica membuka pintu rumahnya,joshua berbalik kearahnya.


"kau sudah memaafkanku?".tanya joshua menunjuk dirinya sendiri.


'tidak,siapa yang bilang aku memaafkanmu,


selamanya aku tidak akan pernah memaafkanmu'.tukas jesica dalam hati.


"jesica".


"masuk dulu".


Joshua mengangguk,buru-buru berjalan masuk kedalam rumah yang mungkin ukuranya hanya sebatas ruang tamu joshua,tidak ini lebih kecil.


Jesica menatap bahu joshua yang basah.


"pakaianmu basah,nih".dia memberikan dua handuk putih pada joshua"kamar mandinya ada di belakang.aku akan menyiapkan baju ganti untuk mu".


Joshua mengangguk"terimakasih".katanya.


Kata terimakasih pertama yang jesica dengar selama hidup dengan joshua.dia fikir tidak ada kata termiakasih dan maaf di kamus joshua,ternyata joshua masih bisa mengucapkan kata-kata itu.


Jesica tidak menjawab ucapan terimakasih joshua,dia berjalan masuk ke kamar pertama.


Hampir dua jam joshua menghabiskan waktunya di dalam kamar mandi,mungkin dia sudah mengahabiskan enam ember penuh air di dalam sana.atau mungkin saja joshua ketidur di dalam sana.jesica tidak mengerti kenapa pria itu bisa menghabiskan wajtu selama itu di kamar mandi.dia saja yang perempuan hanya mandi dua puluh menit,


paling lama ya satu jam.


tidak lama joshua muncul.seperti dirumahnya saja pria itu hanya melilitkan handuknya dari pinggang sampai sebatas lutut,membiarkan dada bidangnya terekspos dengan jelas.itu membuat jantung jesica berdetak begitu kencang dan pipinya meeah merona,jesica benci ini,walau kadang dia menikmati pemandanga indah ini.


Jesica bangkit berdiri,dia menyerahkan baju,


celana,serta dalaman milik mendiang bapanya padajoshua"pakailah".


Joshua mengangguk,membuka ikatan haduknya.


jesica langsung panik.


"eh,eh mau apa?".

__ADS_1


"katanya tadi suruh pakai".


"ya bukan disini juga,pakai di kamarku".


"kenapa tidak bilang daritadi".joshua langsung membuka pintu kamar pertama.


"itu kamar ibuku,kamar ku di sebelahnya".


"oh"joshua beralih ke kamar di sebelahnya,lalu masuk kedalam kamar jesica.sedangkan jesica menunggunya di depan.


"jesica apa bajunya pas di badanku?".tanya joshua melangkah menghampiri jesica.


Mulut jesica langsung menganga lebar,apa benar baju yang dipakai joshua adalah baju bapaknya,kenapa baju itu terlihat mahal saat di pakai joshua.memang ya orang bisa merubah kualitas baju.


"hmm".jawab jesica sekenanya.


"malam ini kau bisa tidur di ruang tamu".


"kenapa tidak tidur di kamarmu saja?".


"kamarku sempit".ucapanya,memberikan selimut pada joshua.kemudian berjalan masuk kedalam kamarnya sendiri.


***


Suara katak bersahut-sahutan seperti alunan lagu di telinga joshua.


"hmm"joshua memiringkan tubuhnya.mencari posisi ternyaman agar dia bisa tidur.tapi ya tetap saja tidak bisa,kursinya terlalu keras untuk di tiduri.


dan satu lagi ada ribuan nyamuk yang terus hingga di lengan dan wajahnya,selama ini joshua tidak pernah di ganggu nyamuk,jadi rasanya memuakkan saja.


"arrghh"geram joshua duduk di kursi.


Kalau begini terus dia tidak akan bisa tidur sampai pagi,joshua harus membangunkan jesica.


Pria itu berjalan kearah kamar jesica dengan menggulung tubuhnya dengan selimut tipis gambar frozen.


"tok,tok,tok".


"jesica,jesica"panggil-panggil joshua.


Matanya setengah terpejam menahan rasa kantuk.


Joshua kembali mengetuk ointu untuk kedua kalinya.


"jesica buka pintunya".


Beberapa menit kemudian pintu kamar jesica terbuka.menambilkan seorang wanita yang hanya menggunakan tangtop putih dan celana pendek memamerkan pahanya yang mulus.


"apa aku boleh tidur di kamarmu?".


Sebelum jesica menjawab,pria itu sudah nyelonong masuk kedalam kamar.dia merangkak keatas kasur jesica yang ukuranya seperempat dari kasur joshua.


Jesica mendengus"kalau kau tidur disini,lalu aku harus tidur dimana".


Joshua meraih tangan jesica,menariknya cukup kencang sampai tubuh wanita itu jatuh keatas kasur,joshua langsung memeluknya dari belakang.


"tidur berdua muatkan".


Memang sih muat,tapi apa jesica bisa tidur dengan posisi seperti ini.yang ada jesica tidak bisa tidur karena jantungnya berdetak tidak karuan.


***


Bau bumbu masakan tercium menyengat kehidung.


jesica memasukkan tiga batang tempe kedalam penggorengan.


"grebb".


Seseorang dari belakang memeluk tubuhnya erat.


"morning honey"ucapnya mengusak-usak dagunya ke bahu jesica.


"masak apa hari ini?".


"mas,ini di rumah ibu bukan di rumah mu,kalau ibu tau....".


"biar saja,biar ibu tau".ucap joshua menciumi ceruk leher jesica.joshua memang tidak pernah kenal tempat kalau sudah urusan yang beginian.


"hahaha iya bener,biar ibu tau".ujar seseorang

__ADS_1


dari belakang.


__ADS_2