BROKEN MARRIED

BROKEN MARRIED
MABUK PT.2 (10)


__ADS_3

Joshua langsung mengambil gelas alkohol di tangan jhony,dia langsung menenggaknya habis.


mata jhony terbelalak karena kaget.lebih kaget melihat wajah yang berubah,matanya menyipit sempurna.


Joshua sedikit menghentakkan gelasnya diatas meja.lehernya seperti terbakar sekarang,rasa pahit menyebar di dalam mulutnya.tapi kalau tadi dia menolak untuk minum,jhony dan teman-temanya pasti akan menertawainya.


Jhony tersenyum"baiklah,kalau kau suka minum,akan ku tambahkan lagi untuk mu".dia menuangkan alkoholnya ke dalam gelas joshua hingga penuh.dia juga menuangkan alkoholnya ke gelasnya dan gelas roby.


Roby mengambil sebatang rokok dari bungkusnya,dia menaruh ujung rokoknya di mulut.salah satu wanita di sampingnya kemudian menyulutkan api dari korek ke ujung bantang rokoknya.


"terimakasih sayang"kata roby setelah menghisap dan mengeluarkan asapnya mengudara.


roby menyodorkan bungkus rokok itu pada joshua.


"ambilah,kawasan ini bebas merokok".


jelasnya terkekeh kecil.


Sebenarnya joshua juga tidak merokok.entah sejak kapan.dia pernah mencobanya sekali waktu SMA di paksa jhony dan teman-


temanya.hanya sekali dan rasanya tidak enak,dia langsung berhenti,lagipula dirumahnya tidak ada yang merokok,jadi rasa penasaranya tidak terlalu menggebu seperti teman-teman yang lainya.


"dia tidak merokok"jelas jhony terkekeh kecil.


jhony mengambil bungkus rokok di depan joshua,menaruh di dalam mulutnya,lalu perempuan yang tadi menyalakan rokok roby merangkak kearah jhony seperti seekor anjing,lalu menyulutkan apinya ke rokok jhony.


"begitukah,oh pria yang baik"puji roby.


Sebenarnya sekarang pujian terdengar lebih seperti ejekan.


Roby menumpu kaki kananya diatas kaki kiri"kalau wanita,apa kau juga tidak suka wanita?"tanyanya dengan wajah mengejek.


Joshua tertawa renyah"oh tentu saja tidak,aku pria normal".


Joshua menenggak alkohol di gelasnya sampai habis,padahal dia sudah mencobanya tadi,tapi tetap saja rasanya aneh dan masih membakar tenggorokanya.


"tuangkan untuk gelasku lagi"pintanya pada jhony.


Jhony menurut dia menuangkan alkholnya ke gelas joshua sampai penuh.


Roby menyeringai"baiklah kalau begitu.


sayang".


dia bertepuk tangan dua kali.


Lalu dari belakang dua orang wanita merengkuh joshua secara tiba-tiba,membuat joshua tersedak minumanya.


"uhuk".


"hey apa kau bisa lebih berhati-hati,kau menganggetkan teman ku".protes jhony"kau tidak apa-apa shua?".

__ADS_1


Joshua mengangguk"tidak papa".dia mengelap bibirnya yang basah.


Dua orang di belakang berpindah di samping kanan dan kiri joshua.mereka berdua menyenderkan kepalanya di dada bidang joshua.


Salah seorang mereka mendongak,


memperhatikan wajah joshua"kau sangat tampan tuan"katanya sambil memainkan dasi joshua.


Joshua mengerutkan sebelah alisnya menatap jhony penuh pertanyaan


Jhony terkekeh kecil,temanya tidak pernah berubah,dia selalu ketinggalan jaman dan cupu.


"sekarang mereka jadi budak mu,nikmati saja kawan".


Roby ikut terkekeh"apa kau baru kesini?,aku tidak pernah melihat mu?".


"ah iya aku lupa memperkenalkannya padamu"jhony.


"ini shua temanku waktu sma"dia menepuk pundak joshua.


"aku tau itu".


"oh iya kenapa aku memberitahu mu lagi kalau kau sudah tau.shua itu seorang ceo dari perusahaan joel fasion,kau tau perusahaan busana dan kosmetik terkenal di indonesia itu.perushaanya bahkan pernah kolaborasi dengan perusahaan kosmetik di korea"jhony menyesap rokoknya sebelum lanjut menjelaskan.


"wah berarti tuan ini kaya raya ya?"tanya salah satu wanita disamping joshua.


***


Jesica menguap lebar,meluruskan tanganya keatas,mengendurkan otot-ototnya.sudah berapa jam dia ada disini?.jesica melirik jam dinding sekilas.


sudah jam dua belas lebih sebelas menit.tapi kenapa joshua tidak pulang-pulang juga.dia melirik pintu depan.apa mungkin joshua sudah pulang daritadi.


jesica tidak melihat melihatnya karena dia tertidur.Tapi tidak mungkin.kunci rumahkan dia yang pegang,dan sandi perintah suara joshua sudah di ganti dengan suara nyonya natalie,jadi pintunya tidak otomatis lagi.kalau ingin masuk,joshua harusnya memencet bel dulu,dan jesica pasti mendengar bell tersebut.


Apa jesica telfon saja?.mungkin saja joshua pulang kerumah ibunya untuk menghindari jesica.


kalau begitukan jesica bisa mengunci pintunya dan langsung tidur tanpa harus menunggu pria itu pulang.jesica berfikir sejenak,sebelum dia turun dari kursi dan beranjak ke kamar arimbi untuk mengambil hpnya dan menelfon joshua.


Jesica membuka pintu kamar sangat pelan dan berhati-hati,takut menganggu tidur arimbi.benarkan,arimbi sudah tertidur pulas diatas kasurnya.jesica melangkahkan kakinya pelan,melewati arimbi dan menuju kearah nakas,tempat ponselnya berada.


Setelah mendapatkan ponselnya,jesica langsung buru-buru keluar dari kamar dan duduk kembali di kursi meja makan.


Gadis itu langsung membuka layar kuncinya.dia mencari nomer joshua.dia mendapatkan nomor itu dari nyonya natalie,


mana mungkin joshua yang memberikanya langsung,mustahil.nyonya natalie memberikanya untuk berjaga-jaga kalau joshua tiba-tiba kabur dari rumah,atau jesica membutuhkan bantuanya.tapi ini kali pertama jesica menelfon joshua sejak nyonya natalie memberikan nomer ponselnya.


jesica menempelkan ponselnya di telinga.


Panggilanya tidak diangkat.dia mencobanya beberapa kali.dia bernai mealkukanya karena ini sdauh sangat malam,siapa yang akan mengadakan rapat malam-malam,jadi kalau dia menelfonya beberapa kali juga tidak masalah.


***

__ADS_1


"kau tau,dia itu sangat jelek,jelek,ketiaknya juga hitam hahahaha".


"diamlah ku terlalu banyak bicara".


Jhony mencoba memapah joshua keluar dari bar.


Tadinya dia ingin pulang sampai pagi dan bersenang-senang dengan wanita-wanita di dalam sana.tapi teman bodohnya malah membuat keributan yang membuat dia harus keluar bar lebih cepat dan meninggalkan wanita-wanita seksinya di dalam.


Jhony menatap tajam joshua.kalau tadi dia tidak menumpahkan alkohol ke wajah pria botak saat sedang bergoyang mungkin semuanya tidak akan begini.joshua hampir saja bergulat dengan pria botak itu dan di amuk teman-temanya,untung saja roby pangsung jadi penengah dan menghentikan pertengkaran itu.memang separah itu ya joshua kalau mabuk,jhony tidak pernah tau sisi joshua yang ini.


Jhony menurunkan tubuh joshua keatas jok mobilnya.


"dia bilang aku tampan,aku merasa terbang diawang-awang"gumam joshua ngelantur.


Jhony memasukan paksa kaki joshua kedalam mibil agar dia bisa menutup pintu mobilnya,dia kemudian lari ke depan,


membuka pintu sebelahnya dan duduk di dalam mobil.


"mana kuncinya?".jhony menegadahkan tanganya kearah joshua.


Alis joshua malah berkerut"kunci?".


Jhony mengangguk.


"apa itu kunci?"dia lalu tertawa terbahak-bahak."kunci,kunci,kunci,apa itu salah satu nama makanan jon jon?".


Jhony menepuk dahinya keras.kalau tau efek mabuknya seperti ini jhony tadi tidak usah repot-repot mengajaknya ke bar.


"kunci,benda kecil untuk menyalakan mobil".jelas jhony sangat sabar.


"ohhh aku tau"joshua merogoh saku jasnya,mengeluarkan sesuatu dari dalam jasnya"apa kau mau ini?".tanyanya menggoyang-goyangkan kunci mobil.


"iya itu"jhony mengambil kunci dari tangan joshua.


Tanpa basa-basi dia menancapkan gasnya.dia harus segera membawa joshua ke rumahnya sebelum pria ini jauh lebih menyusahkanya.


Jalanan kota susah cukup sepi,beberapa toko di pinggir jalan sudah tutup,bahkan mall yang mereka lewati sudah sangat sepi.jelas,ini sudah hampir jam satu malam,orang-orang susah terlelap dengan mimpi indahnya dalam balutan selimutnya.


"kau mau kemana?"tanya joshua membuat jhony meliriknya sekilas.


"pulanglah,memangnya mau kemana lagi?".


Joshua memberenggut,dia melipat kedua tanganya diatas dada"huh kenapa harus pulang sih,padahal aku sudah betah disana".


Jhony bergidik geli.dia fikir hanya kelakuan istirnya saja yang membuat dia jijik,kelakukan joshua saat mabuk lebih menjijikan dari apapun.setelah ini dia harus membatasi joshua dnegan alkohol.


Beberapa menit kemudian ponsel yang berada diatas dasboard berdering,ponsel milik joshua.


"ponselmu bunyi tuh,angkat cepat".perintah jhony melirik ponsel joshua.


"ah paling juga si brengsek kesayang mamah papah,tidak perlu repot-repot,tidak penting".

__ADS_1


Jhony mengambil ponsel joshua.panggilanya sudah berhenti.tapi ada lima puluh panggilan tidak terjawab dari nomor tidak di kenal.jhony melirik joshua.


__ADS_2