BROKEN MARRIED

BROKEN MARRIED
PEMBALASAN


__ADS_3

"drrttt,drrtttt".


Joshua mengerjap-erjapkan matanya.suara telfon telah mengusik paginya.dia meraba-raba nakas,mencari benda pipih menyebalkan.


"siapa?".tanya joshua menempelkan ponselnya di depan telinga,matanya masih terpejam erat,tidak ada sedikitpun niat untuk bangun.


"ini aku tuan,aku sudah menemukan orang yang tuan inginkan,sekarang dia ada disamping kami".


Joshua langsung terduduk diatas ranjangnya,


matanya langsung segar.


"kau serius?".


"iya tuan"


"berikan ponselmu padanya".suruh joshua.


"baik tuan".


"heh tuan joshua mau bicara padamu nih".


kata suara dari seberang sana."ayo cepet ngomong!".


"shua,selamat kau mendapatkan ku,selamat kawan aku akan memberikan nina padamu hahahahaha".jhony tertawa terbahak-bahak.


"kau suka nina kan,ambil saja,aku akan memintanya untuk memuaskanmu hahahaha".tambahnya.


Joshua mengantupkan rahangnya geram"sialan kau".


"berhenti tertawa bodoh!".


Joshua bisa mendengarkan bodyguardnya menyuruh jhony berhenti tertawa,dia mendengar suara erangan kecil dari jhony setelah suara seperti kayu patah.


"bawa dia kesini sekarang".


"kerumah sakit?".


"ya,kutunggu".


"baik tuan".


"tuttt...tuttt...tuttt".


Bodyguardnya mematikan panggilan.


"aku tidak akan membiarkan mu hidup bedebah,tidak akan".rahang joshua mengeras.


Joshua turun dari ranjanganya,memakai sendal rumah sakit.tapi tiba-tiba tatapanya teralihkan pada gadis yang meringkuk kedinginan di sofa.


Joshua mengambil selimutnya,lalu berjalan kearah gadis itu.Joshua menyelimuti tubuh jesica yang meringkuk sampai diatas dada,


dia sedikit mengeratkan selimutnya agar tidak melorot.joshua menyingkirkan anak rambut yang menghalangi wajah jesica.gadis itu mengulet lalu,dia membuka matanya sedikit lalu kembali memejamkan matanya.pasti tadi malam dia tidak tidur,gadis yang malang.


Sedikit ragu joshua membungkukkan badanya,dia mencium kening jesica sekilas.


lalu berjalan keluar dari ruanganya dengan pipi yang merah merona.


***


Jesica mengerjap-erjapkan matanya,semua pandnaganya masih kabur.dia mencoba menduduk dirinya.sebuah selimut melilit di tubuhnya.dia mengerutkan sebelah alisnya,


perasaan tadi malam dia tidak pakai selimut,


kenapa tiba-tiba ada selimut disini.

__ADS_1


"oh inikan selimut tuan shua".


Jesica mengalihkan pandanganya ke ranjang joshua,tapi ranjangnya kosong,tiang impusanya juga tidak ada.kemana joshua,tidak mungkin dia kabur dari urmah sakit hanya karena alesan bosan.


Jesica berlari ke ranjang joshua,memencet bell bantuan di atas dinding dekat dnegan ranjang.


Jesica mengigit jari-jari kukunya panik,


dimana pria itu sebenarnya,pagi-pagi sudah membuat jesica khawatir seperti ini,jesica melirik ke bawah jendela transparan,


mengendarkan pandanganya menatap taman.


siapa tau saja joshua jalan-jalan pagi dengan suster.tapi tidak ada tanda-tanda joshua ada di taman,tidak ada wajahnya disana.dia melirik kearah nakas tempat joshua selalu menyimpan ponselnya,disana juga tidak ada ponselnya dia pasti membawanya.


Jesica mengambil ponsel di atas meja di samping sofa.mencoba menghubungi joshua.


"tutt....tutt...tutt".


Panggilanya diangkat.


"ya,kenapa?".tanya suara berat dari seberang sana.suara joshua.


"tuan shua ini aku je....".


"sudah tau"


dia bilang sudah tau?,padahal joshua tidak menyimpan dan menamai kontak jesica sama sekali kenapa dia bisa tau yang menelfon jesica,dengan berarti dia sudah menyimpan nomor jesica dan menamainya.


"tuan ada dimana?".


"aku urusan bentar,tetap disana dan jangan kemana-mana sebentar lagi aku akan.....".


"bruukkk".


"arrghhhh!!".


"bruukkk".


"suara apa itu tuan,apa tuan baik-baik saja dimana tuan sekarang,apa tuan butuh bantuan?".cecar jesica panik.


"tutt.....tuttt...tutt".


Bukanya malah menjawab joshua malah memantikan panggilanya.


Jesica mencoba menghubungi joshua kembali,tapi semua panggilanya tidak diangkat sama sekali.jesica mulai panik,


fikiranya sudsh bercabang-cabang kemana.


"bagaimana kalau joshua di pukuli musuh-


musuh bisnisnya,bagaimana kalau dia


sekarat,bagaimana kalau dia mati,aku pasti yang akan disalahkan".batin jesica dalam hati.


Tanpa berfikir lama jesica berlari keluar dari ruangan joshua,siapa tau seorang suster melihat dimana pria itu.


***


Joshua berdiri melipat kedua tanganya diatas dada,dua orang berpakaian serba hitam berdiri di samping kanan dan kirinya.jesica bisa melihat seorang pria duduk bersimpuh di depan jesica,cairan kental merah keluar dari sela-sela bibirnya.dua orang pria berdiri disamping pria yang bersimpuh itu.


Salah seorang mengangkat wajah pria itu dengan menjambaknya,benar dugaan jesica,itu jhony.wajahnya sudah babak belur,kening dan bibirnya sudah mengeluarkan darah,pipinya lebam.


"pukul dia".


Bodyguard itu mengangguk,lalu melayangkan tinju kerahan jhony sampai terdengar bunyi"kraaaakk".

__ADS_1


rahanya bisa patah kalau terus-terusan begitu.jhony mengerang kesakitan,erangan yang terdengar menyakitkan.


"hentikan".ujar jesica.


Membuat semua tatapan menatap kearahnya,tidak terkecuali dengan jhony sekalipun.


Jesica menghampiri joshua.


"jesica apa yang kau lakukan disini?".tanya joshua.


Padahal dia sudah meminta salah satu bodyguardnya untuk mengawasi jesica di luar agar tidak keluar dan dia bisa membereskan urusan ini sendiri.


"hah...maafkan aku tuan aku sudah menahan nona jesica tapi dia memberontak..hah..".kata seseorang menggunakan baju sama serba hitam di diambang tangga terakhir.dia terlihat kelelahan.


Joshua menatap orang itu tajam.orang itu langsung menunduk.******,sebentar lagi dia yang akan jadi korban bonyok.


"tuan tolong hentikan ini".


Joshua sedikit membungkukan badanya


"dengar jesica,dia"joshua menunjuk jhony"dia hampir menghancurkan hidupku,dia pantas mendapatkan semua ini,tidak,dia pantas untuk mati".joshua menekan akhir kalimatnya.


"aku tau,aku tau kau tidak bisa memaafkanya semudah itu,tapi ku mohon caramu ini salah,


tidak,kau tidak boleh melakukanya,ku mohon hentikan ini,balas dendam bukan cara terbaik menyelesaikan masalah".


Joshua diam,wajah nanar jesica seolah-


seolah menyihirnya untuk menuruti semua perkataan yang keluar dari mulut gadis itu.


"shua kumohon".jesica menyentuh tangan joshua"aku akan bersujud padamu kalau itu bisa membuatmu memaafkan kesalahnya,aku tau kau kecewa padanya,tapi tolong jangan lakukan ini,biar polisi saja yang mengurusnya".


Entah apa yang salah dengan otak joshua.dia tidak biasanya bisa di rayu semudah itu,


apalagi dengan wanita,tapi melihat jesica yang memohon-mohon sampai begini,


membuatnya tidak bisa apa-apa.


Joshua menghela nafas berat"baiklah".


"bawa dia ke kantor polisi".


"tapi tuan.....".


"bawa dia kepolisi".


Kedua bodyguar itu langsng mengangkat tubuh jhony agar berdiri,sebelum joshua memaki mereka.


"tunggu dulu".


Joshua menghentikan langkah kedua bodyguardnya saat mereka berpapasan.pria itu melepaskan genggaman tangan jesica.dia mencengkeram rahang jhony,mengangkat wajah pria itu agar menatapnya.


Jesica menarik ujung baju joshua"shua".


"kali ini kau aman,berterimakasihlah pada jesica".


"bruaakk".


Joshua memukul wajah jhony sangat keras,


sampai-sampai kepalanya bisa melintir kebalakang saking keras.pria itu jatuh kelantai.


"bawa dia sebelum aku muak melihat wajahnya".


"baik tuan.ayo".

__ADS_1


Kedua bodyguar itu menggeret tubuh jhony menuruni anak tangga secara kasar.


__ADS_2