BROKEN MARRIED

BROKEN MARRIED
KEMBALI


__ADS_3

Malam masih sangat pekat di luar sana,jesica bisa melihat kerlap kerlip bintang dari balik kaca jendela,dan cahaya rembula yang tidak pernah redup.


Jesica melirik pria di sampingnya,sendikit mendongak karena pria itu terlampau tinggi.joshua masih memejamkan matanya erat,bibir kisablenya sedkit terbuka,dia mendengkur kecil,jesica terkekeh kecil.


Dia membalikan tubuhnya hingga posisi terlungkup,dia memandangi wajah joshua,bahkan wajahnya lebih menarik daripada cahaya rembulan diatas sana,pantas saja semua wanita ingin menikah dan menjadi istrinya.dia memliki hidung yang sangat bagus,wajah proposional tidak terlalu tirus,dan bibir tebal yang sangat menggoda.


oh ya jangan lupakan badanya yang sixpack,


dia telihat sangat terlihat sempurna.


Jesica menyentuh lesung pipi joshua,lesung yang sangat manis,lebih manis dari apapun,


sayangnya joshua tidak bisa memakai lesung itu dengan baik.


tanpa sadar jesica menyentuh bibir joshua,


sebuah magnet seakan-akan menarik dirinya untuk mencumbu bibir memikat itu.jesica menengguk ludanya kasar,entah apa yang ada di pikiranya sekarang,dia mengecup bibir joshua lembut.


Dia baru ingin melepaskan ciuman singkatnya,tapi dua bola mata joshua sudah terbelalak lebar.pria itu terbangun.


"astaga".


Joshua menekan kepala jesica,agar jesica tidak melepaskan ciumanya,dia memperdalam ciuman mereka,dia tidak peduli jesica memberontak,salahnya sendiri membangunkan singa yang sedang tidur,jadi dia harus menerima konsekuensinya.


"mmmhhh,sh..hua".


Jesica mulai kehabisan nafas.


Joshua membalikan tubuh jesica,menukar posisinya hingga gadis itu sekarang berada di bawahnya,kedua tangan joshua menahan tangan jesica yang terus memberontak.


"mmmmm".


Joshua melepaskan ciumanya.gadis di bawahnya terlihat gelagapan,dia mengisi oksigen sebanyak-banyaknya kedalam paru-paru.


"mas shua aku lelah,hentikan ini".


"lelah,bukanya ku sendiri yang memancingku,


bagaimana aku bisa menghentikan ini".


"bukan itu maksudku".


"hmmmm?"


"mas shua aku ngantuk,besok pagi kan kau juga kerja".jesica menyakinkan.


"sekali lagi ya".


"tid......".


Sebelum jesica menyelesaikan kalimatnya,


pria itu sudah mencumbu lehernya terlebih dahulu.


Ini akan jadi malam yang panjang,malam yang sangat amat panjang.


***


"Perhatian,bagi para penumpang pesawat **** Indonesia dengan nomor penerbangan **** tujuan Surabaya dipersilahkan naik ke pesawat udara melalui pintu A12".


"hah".ellen menarik nafas dalam-dalam,

__ADS_1


menghirup udara kota jakarta yang sangat dirindukanya,akhirnya dia sampai juga ke kota asalnya,setelah pergi jauh meninggalkan semua yang dia punya.dia ingin segera bertemu orang-orang yang dia sayang,


mamah,papah,dan joshua.semoga saja pria itu belum memiliki gadis penggantinya.


tidak,joshua tidak akan mungkin mendapatkan pengganti,diakan sangat mencintai ellen.


"ellen!!!"teriak seseorang.


Ellen mencari sumber suara.


"ellen anakku!".seorang pria sedikit tambun memakai jas rapih berlari kearah ellen,diikuti wanita di belakangnya yang berjalan santai.


"papah!!"teriak ellen tidak kalah histeris.


"grebb"


Mereka saling berpelukan,pelukan melepas rindu yang mendalam.


Papah ellen mengelus lembut punggung putrinya,matanya berkaca-kaca,tidak bisa di pungkiri,ellen adalah anak satu-satunya jadi wajar kalau papahnya sangat merindukan sosok anak tunggal ini.


"papah kangen banget sama ellen".


"ellen juga kangen banget sama papah,lebih kangen satu persen dari kangen papah".


Ellen melirik wanita di sebelah papahnya.irma tersenyum kecil,ellen membalasnya dengan senyum kecil juga,dia melepaskan pelukanya.


"mah".


Mirna mengusak-usak rambut ellen,dia merengkuh tubuh anakknya.mungkin ini pelukan ke tiga kali yang ellen dapatkan dari irma.irma memang sangat jarang memeluk ellen,waktu ellen rangking satu di sekolahnya saja dia tidak mengucapkan dan memberikan apa-apa.dia memang ibu yang berbeda dari ibu lainya.


Ellen melepaskan pelukanya,dia memegangi perutnya yang dari pagi belum makan apa-apa.


"ellen lapar?".


"ayo kita pulang,mamah sudah menyiapkan makanan kesukaan mu".kata hendra.


"benarkah?".


"iya".


"wah aku tidak sabar mencicipi makanan mamah".


Mereka terus mengobrol sambil melangkahkan kaki mereka ke parkiran.


Mereka masuk kedalam mobil,ellen menatap kota jakarta,lampu kerlap-kerlip yang menggantung di toko-toko membuat malam kota ini terlihat sangat indah,beberapa orang terlihat asik mengorbol di kafe-kafe pinggir jalan sambil bercanda ria.melihat ini ellen jadi ingat joshua,mereka juga sering menghabiskan waktu mereka di kafe dan bercanda,dia ingin sekali memeluk joshu dan bilang kalau dia sangat amat merindukan joshua.


"pah"ellen memajukan duduknya,menyentuh bahu papahnya yang duduk di kursi depan.


"iya sayang".


"gimana kalau kita mampir ke rumah joshua dulu,ellen kangen banget sama shua".


Ekspresi papah tiba-tiba berubah,dia menatap istrinya.


"besok aja ya len,udah malem".


Ellen menghempaskan tubuhnya ke belakang kursi sedikit kecewa,dia sedikit mendesah pelan.


"terserahlah".


***

__ADS_1


Seorang pembantu mengeluarkan barang- barang dari bagasi mobil hendra,ellen turun dari mobil diikuti dengan irma di belakangnya.


dia buru-buru naik keatas tangga dan membuka pintu utama,dia tidak sabar melihat kamarnya dan bertemu dengan boneka-


boneka kesayanganya.apalagi biti,boneka pertama pemberian joshua yang masih dia rawat sampai saat ini.


"praaang!".


Ellen menabrak laci membuat salah satu bingkai foto diatas sana jatuh ke lantai dan kacanya pecah berkeping-keping.


"aduh"erang ellen"siapa sih yang menaruh laci di sini menghalangi jalan saja".


Dia mengambil bingkai foto yang jatuh.bukan bingkai fotonya yang menarik tapi foto yang ada di dalamnya.ada joshua,mamah papahnya,mamah papah joshua dan siapa wanita yang ada di samping joshua.tidak mungkin itu dia,karena saat akad ellen sudah terbang ke paris.dan kenapa pernikahanya di lanjutkan,bukanya papahnya bilang kalau pernikahanya sudah di batalkan karena ellen kabur.


lalu ini apa?.


Ellen menatap kedua orang tuanya bergantian,mereka berdua terlihat panik.


"ini apa?"


"ellen papah bisa jelaskan".


"ini apa?!"tanya ellen lagi meninghikan intonasinya.


"papah bilang sama ellen kalo pernikahanya batal,terus ini apa,siapa gadis disamping shua,apa yang kalian sembunyikan dariku.


pah,mah jawab".cecar ellen,nadanya sedikit kecewa.


"itu jesica,dia menggantikan peranmu sebagai pengantin wanita".


Bagai disambar petir di siang bolong ellen membeku di tempatnya,mulutnya memanga dan matanya terbelalak lebar saking terkejutnya.apa dia tidak salah dengar?,jesica menggangikanya sebagai penganti wanita.


"kenapa kalian melakukan semua ini padaku,kenapa!!".ellen murka.


"harusnya kami yang menanyakan itu padamu,kenapa kau kabur di hari pernikahan.


kau tau apa akibat dari semua yang kau lakukan gadis manja?.


kau hampir saja menghancurkan bisnis ayahmu dan membuatnya malu di deoan banyak orang!!".bentak mamah,emosinya meluap.


"sudah mah,sudah"papah menyentuh bahu irma,mencoba menenangkan.


"ini gabisa dibiarin mas,anak manja kaya dia harus di didik lebih keras biar ngerti dan ga seenaknya sendiri".


Ellen diam,dia menunduk dengan kedua tanganya yang mengepal erat,tidak masih tidak percaya apa yang di dengarnya barusan,


dia tidak bisa peecaya sedikitpun.


"ellen kau dengar mamah?".


Ellen menatap kedua orang tuanya bergantian,lalu berlari naik keatas tangga.dia menggebrak pintu kamarnya sangat keras,hingga mungkin daun pintunya akan putus.


Irma memjiat keningnya,pusing dengan kealuan anak semata wayangnya.dia melirik suaminya.


"ini akibatnya kalau terus memanjakkan anak,liat kelakuanya".


"kenapa kau jadi menyalahkan ku?".


"ya terus aku harus menyalahkan siapa,


pembantu disini?"irma menghela nafas kesal"sudahlah urus anak kesayangmu itu,aku ngantuk".

__ADS_1


Irma berjalan naik keatas meninggalkan hendra.


__ADS_2