
joshua langsung melepaskan pelukannya dari jesica.padahal dia bilang tadi,'biar saja,biar ibu tau'.
Joshua langsung menghampiri ibu lastri,
menyalami,dan mencium punggung tangan bu lastri sopan.joshua yang terlihat dingin dan kasar ternyata bisa memperlakukan orang yang lebih tua darinya dengan sangat sopan begitu,jesica baru tau sisi joshua yang ini.
"dateng kapan".tanya bu lastri mempersilahkan joshua di kursi di depan.
Joshua menduduki kursi di depanya
"semalam bu".
"oh pantes tadi malam ibu denger suara ribut-ribut dari kamar jesica,ternyata kamu biangnya".
Joshua tertawa kecil,jelas ibu berbohong,
orang tadi malam dia tidak melakukan apa-
apa dengan jesica,kecuali meraba perut jesica dan membuatnya marah.
Jesica menaruh satu piring berisi tempe,tahu,
dan sambal di atas meja.dia menduduki dirinya di samping ibu.
Jesica meraih piring joshua,mengambilkanya sedikit nasi,menaruh tempe dan tahu kedalam piringnya,hanya itu makanan yang bisa jesica siapkan untuk sarapan joshua.dia tau joshua tidak akan menyukainya tapi mau bagaimana lagi,yang tersisa di dapur hanya itu.
"jesica ada tuan joshua kenapa tidak masak ayam".bisik ibu sangat pelan.agar joshua tidak mendengarnya.
"ayamnya abis bu"balas jesica sambil berbisik juga.
"maap ya nak shua makanya seadanya aja".ucap lastri.
Joshua mengambil tempenya,memasukanya kedalam mulut"rasanya enak".
"iya enak kau jarang makan tempe,coba setiap hari makan tempe mabok pasti"cibir jesica pedas.
"huss jesica ngomong apa kamu ini"ibu menepuk paha jesica.
"apaansih ibu,orang bener kok".
"kalo nak shua mau makan tempe suruh jesica yang masakin saja,olahan tempenya enak-enak,lebih enak dari pija-pija di mall".puji lasti.
Itu membuat jesica malu saja.
Joshua mengangguk-angguk"masakan istriku memang tidak pernah mengecewakan".
Kata-kata itu membuat jesica malu bukan kepalang.lastri tersenyum mengubrisnya,
joshua memang sangat pandai membuat orang-orang di sekitarnya senang.
"sudah-sudah jangan banyak bicara cepat habiskan makananya".tukas jesica menambah tempe lagi kedalam piring joshua.
Setelah itu mereka sibuk memakan makananya masing-masing.sampai joshua mengahbiskan tempe terakhirnya.
Joshua dan jesica bangkit berdiri,lasti juga ikut berdiri.
"ibu jesica pamit pulang dulu ya,mas shua harus berangkat kerja".ucap jesica.
Ibu mengangguk,memeluk putrinya"yang betah ya disana".
Jesica mengangguk,dia melepaskan pelukan ibunya.
"dan kamu joshua,jangan sesekali sakiti anak ibu lagi,atau ibu ga akan ijinin kamu makan tempe disini lagi".
Joshua terkekeh kecil,dia mengangguk-
angguk.
"siap ibu mertua"
Joshua dan jesica menyalami tangan lastri bergantian."hati-hati ya pulangnya".
Joshua dan jesica berjalan keluar dari dapur.meninggalkan oastri sendirian di dalam dapur.
Joshua membuka pintu mobilnya,lalu mempersihkan jesica masuk kedalamnya.
joshua menutup kembali pintu mobilnya.
"ada yang ketinggalan,aku harus mengambilnya,kau tunggu disini sebentar".
Joshua menutup pintu mobilnya,lalu berjalan masuk kembali ke rumah jesica.
__ADS_1
Ibu jesica masih di dalam dapur,joshua menaruh cek sebesar lima puluh juta diatas meja.dia menuliskan sesuatu juga disana.
ini uang untuk ibu dari jesica.
Setelah itu dia menghampiri jesica yang sudah ada di dalam mobilnya.
Joshua menatap jesica"sebelum pulang kau mau kemana?".
"terserah mas saja"
"hari ini aku akan menuruti semua keinginanmu,jadi manfaatkan sebaik mungkin kesempatan ini".
"semuanya?".
"semuanya".
***
Joshua diajak pergi ke pasar malam dekat alun-alun kota.kerlap-kerlip lampun orang yang berjulan menghiasi jalanan alun-alun.
kora-kora,bianglala,mandi bola,rumah hantu semua permainan menyenangkan tersedia disini,sayangnya joshua tidak terlalu menyukai tempat ini,terlalu banyak orang disini hingga membuat dirinya merasa pengap.
BRUKK!!
Seseorang menyenggol bahu jesica dari belakang sangat kencang.
"kau tidak papa?".tanya joshua.
"tidak papa kok hehehe".
Joshua menarik tangan jesica,merubah posisinya agar jesica tidak di senggol-
senggol orang yang lewat lagi.
"lihat itu"jesica menunjuk sebuah toko kecil"ayo kesana".
Dia menggeret tangan joshua untuk mengikutinya.
Sebuah tenda kecil dengan banyak boneka-boneka menggantung di dalamnya.
beberapa botol kaleng terlihat di susun rapih di belakang tenda.
"ayo kita main".
"mas tinggal lempar bola ini sampe kena kaleng-kelang itu dan kaleng-kalengnya roboh mas nanti bisa pilih boneka apa aja yang mas mau".jelas si pemilik toko.
Joshua mengangguk-angguk mengerti,
permainan ini kedengaranya cukup gampang,
dia bisa melakukanya dengan baik.
"berikan aku bolanya".kata joshua menegadahkan tanganya.
"mas harus bayar dulu nanti saya kasih bolanya".
Joshua berdecih"ckk,berapa?".
"lima ribu aja".
Joshua mengambil dompetnya.tidak ada uang lima ribuan disana.hanya ada uang ratusan ribu dan black cardnya saja.dia mengambil satu lembar uang seratus ribu.
"ambilah,cepat berikan bolanya padaku".
Pemilik toko itu mengambil uangnya,lalu memberikan bola itu pada joshua.
"kau yakin kau bisa tuan?".tanya jesica meragukan.
"bahkan dengan mata tertutup saja aku bisa menang,sebaiknya kau pilih boneka yang kau suka".
"baiklah".
Dengan sekuat tenaga joshua melemparkan bola itu kearah sasaranya.tapi kaleng-kaleng itu sama sekali tidak bergerak sedikutpun,
lemparan joshua terlaku tinggi sampai tidak mengenai apapun.
Joshua hampir mencuatkan tawanya,tadi ada yang bilang dengan mata tertutup saja bisa menang.
dan ini,jangankan menang menyentuh kalengnya saja tidak.
Joshua menatap jesica tajam"hey berikan aku bolanya lagi".
__ADS_1
Penjaga toko itu memberikan bolanya lagi.kali ini joshua jauh lebih serius"akan ku borong semua bonekanya".
Usaha keduanya juga gagal,bolanya melambung jauh sampai keluar dari tenda,dia melemparnya begitu keras.
"berikan aku satu lagi".
Lagi,lagi dan lagi,semua lemparanya tidak pernah mengenai kaleng disana,tadi padahal tinggal sedikit lagi saja tapi hanya kaleng atas yang bergeser sedikit sekali.
"berikan bolanya lagi".
Entah ini percobaan keberapa,joshua sudah menghabiskan dua ratus ribu sendiri.
"cih"joshua berdecih"hampir saja".
"berikan aku bolanya satu lagi".
"uangnya udah di pake semua mas".ujar penjaga tok itu.
Joshua mengambil dompetnya lagi,hendak mengeluarkan uangnya lagi sebelum jesica menahanya.
Alis joshua berkerut"kenapa?".
"kita cari permainan lagi yuk,mas udah ngabisin banyak uang cuma buat satu permainan".
"bukan kau ingin boneka-boneka itu?".
Jesica menatap boneka-boneka cantik yang tergantung diatas sana.ada boneka unicorn dan bear kesukaanya.tapi melihat joshua menghabiskan uanganya hanya karena jesica ingin boneka itu rasanya tidak adil.
Jesica menggeleng"sekarang tidak lagi mas,ayo kita cari permainan lain".
Jesica menarik tangan joshua meninggalkan tempat itu,tapi orang yang di tariknya bergeming.
"berapa harga semua boneka itu?".tanya joshua.
"bonekanya ga di jual mas".
Joshua mengeluarkan semua uang cash yang ada dua juta lebih,dia juga mengeluarkan blackcardnya.
"apa dengan ini cukup".
"mas shua apa yang mas lakukan?".
Penjual itu mengambil uang yang ada diatas mejanya,tentu saja uangnya cukup,semua bonekanya hanya menghabiskan uang satu juta lima ratus dan joshua menawar semua bonekanya dengan harga dua juta tentu saja dia tidak menolaknya.
"cukup mas,cukup,sebentar ya saya masukin semuanya ke kantong".
Setelah semua bonekanya masuk ke kantong yang sangat besar joshua menaruh semua boneka itu di dalam mobilnya,mereka kembali masuk ke pasar malam.
"harusnya tuan tidak membeli semua boneka itu".
"kenapa,kau tidak suka bonekanya,kalau kau tidak suka bonekanya buang saja".kata joshua dingin.
"bukan begitu maksudku mas".
"kau mau ice cream?".tanya joshua mengalihkan pembicaraanya.
Dia menarik tangan jesica kearah orang jualan ice cream.
"kau mau ice crem apa?".
"ummm,strawberi".
"ice cream straberi satu".
"oke bentar ya mas".
Setelah mendapatkan ice creamnya mereka duduk di bangku dekat dengan permainan mandi bola.
Ada orang pacaran juga yang duduk di sebelah mereka.anak kecil mungkin masih anak smp.
"bunda,bunda tau ga persamaan kuota sama bunda".kata si bocah laki-laki itu.
"apa tuch ayah?".
"kalo kuota 4G kalo bunda for me".
"ah ayah bisa aja jadi sayang".
Bulu kudug Joshua dan jesica langsung meremang.drama percintaan bocah lebih menakutkan dari film horor yang mereka tonton.
"waktu kecil kau juga begitu ya".tuding joshua pada jesica.
__ADS_1
"eh enak aja,waktu kecil aku ga gitu ya,mas shua kali yang gitu".
"udah ngaku aja".