
Joshua duduk di pinggir ranjang,matanya kosong,bagian kantong matanya mulai menghitam.dia tidak bisa tidur samalam,
memikirkan kemana perginya ellen dan apa alasan gadis itu meninggalkan pernikahan yang sangat dia inginkan sejak lama.joshua mendesah pelan,memegangi kepalanya yang pening.apa yang sebenarnya ellen rencanakan,kabur di hari pernikahanya tanpa memberi alasan.joshua menatap ponselnya diatas nakas.hampir semalaman dia mencoba menghubungi ellen,ratusan kali.tapi panggilanya selalu sibuk,dia mungkin sudah mengganti nomor hpnya.
Dia tidak mengerti kenapa ellen meninggalkanya.apa salahnya.selama ini semua yang ellen inginkan selalu joshua turuti,apapun yang ellen minta.emas,
berlian,permata bahkan rumah besar ini,
semua joshua lakukan demi belahan hatinya itu,agar ellen terus mencintainya.
apalagi yang kurang.tampan?.joshua berani taruhan dia lebih tampan dari siapapun yang pernah dekat dengan ellen.dari mantan pertama sampai terakhirnya.siapa yang akan menolak pria tampan sepertinya.apa lagi yang kurang darinya.seperti tidak ada cacat dalam kehidupan joshua.
"drrttt....drrrttt"
Ponsel joshua bergetar,dia buru-buru mengambilnya.rait wajah yang awalnya ceria kembali muram.disana tertulis nama nyonya besar,dia mematikan panggilanya.dia fikir itu ellen,ternyata dugaanya salah.
**
"ding...dong"
Suara bel rumah berbunyi.
"iya sebentar"arimbi yang ada di dalam dapur berlari untuk membuka pintu.
"ya dengan siapa?".
Seorang pria tinggi,tampan dengan rahang seperti di bahat dan memakai jas rapih tersenyum ramah pada arimbi.
"oh tuan rey,silahkan masuk".
arimbi membuka pintunya lebih lebar.
Rey adalah COF di perusahaan joshua,
usianya hanya terpaut satu tahun dengan joshua.tapi karena sikap rey yang lebih dewasa dari joshua,akhirnya dia memilih rey menjadi manager tetapnya setelah manager yang lama hilang entah kemana.
Langkah rey berhenti di depan sofa.seorang gadis menggunakan baju pengantin tidur diatas sofa putih besar di depan ruang tv.meringkuk kedinginan tanpa bantal.
"dia siapa?"tanya rey menunjuk jesica.
"saya akan panggilkan tuan joshua sebentar ya".ujar arimbi mengalihkan pembicaraanya,
arimbi buru-buru berjalan menaiki tangga.
Rey memicingkan matanya,menatap gadis itu dari ujung kaki sampai ujung kepala secara intens.
"kau terlambat lima menit tuan muda".ujar joshua menuruni anak tangga.tanganya sibuk mengancingi kerah lenganya.
"jalanan kota macet".
"alesan".
Joshua melempar tas di tanganya ke rey,untung rey sigap,dia bisa langsung menangkapnya.
"ayo babu kita sudah terlambat".
sebelum pergi joshua melirik jesica sekilas.
"kalau dia sudah bangun,suruh dia pergi,aku tidak ingin melihatnya dirumahku lagi".katanya pada sinta.
"tapi tuan...."
__ADS_1
Joshua tidak menggubris ucapan sinta,kaki panjangnya melenggang pergi keluar dari rumah besar ini.
***
Pagi pertama pernikahan jesica sedang di jalani,dia duduk dimeja makan dengan sup dan air mineral didepanya.joshua sudah berangkat kerja dari tadi pagi,bahkan tidak ada kata pamit kerja dan mencium kening istrinya sepeti di dalam buku cerita yang jesica baca,mungkin joshua belum bisa menerima jesica dengan sepenuh hati,bahkan mungkin mustahil membuat joshua jatuh cinta pada jesica.apalagi mengingat perbedaan kasta mereka yang jauh sangat berbeda,jesica hanya anak seorang pembantu,tidak kurang dan tidak lebih.
mencoba menjadi pendamping seorang ceo besar dan tampan seperti joshua hanya akan jadi angan-angan.
Dan sekarang semuanya juga sudah benar-
benar hancur dan berakhir,hidupnya,cita-cita yang selalu dia percaya,semuanya sudah berakhir,sekarang dia tidak punya pegangan apapun hidupnya sudah seperti kapas,
terombang-rambing terbawa angin sampai menghilang.tapi setidaknya dengan pernikahan ini dia bisa membiayai rumah sakit ibunya,hanya ibunya saja satu-satunya penyemangat di hidupnya.
gadis itu mengedarkan pandanganya,rumah sebesar ini bahkan lebih menyerupai istana ini hanya di tempati oleh pria yang masih berusia dua puluh lima tahun dan itu sendiri?.
ya dia tidak sendiri,dia di temani beberapa pembantu dan penjaga rumah ini.
jesica tersenyum kecut,dia memainkan nasi di atas piringnya,seorang pembatu masih setia menemaninya sarapan,arimbi namanya.
"Nona ayo dimakan"
Jesica tersentak,ucapan arimbi membuyarkan lamunanya.dia mengangguk dan kembali menyantap nasi dengan lauk sop yang dari tadi hanya dia pandangi saja.
"dia lebih mirip seorang pembantu daripada istri tuan joshua".desis arum dari dapur menatap jesica sinis.
"dia memang seorang pembantu"sahut sarah dengan tangan sibuk menggosok piring kotor di wastafel.
"kau serius,pantas saja wajahnya kucel dekil seperti itu,di bandingkan denganku dia tidak ada apa-apanya,iya kan".
Sarah mengangguk-angguk mengiyakan
"darimana kau tau itu?".tanya arum penasaran.
Semalam dia tidur,jadi dia tidak tau apa-
apa.sarah bilang semalam joshua bertengkar hebat dengan nona ellen.
"aku tidak sengaja menguping obrolan tuan joshua dengan nyonya besar di telfon.tuan joshua marah besar,aku juga mendengar dia membanting sesuatu,itu menakutkan".
"kau tidak sengaja atau memang sengaja".
"hehehe itu sama saja,yang pentingkan aku bisa berbagi informasi ini padamu,kau harusnya bertemakasih padaku".sarah terkekeh kecil.
"apa bisa sehari saja kalian tidak bergosip?".
tanya arimbi yang baru saja masuk kedalam dapur.
Sarah dan arum tertawa kecil.mungkin memang bergosip adalah hobi mereka,arimbi saja sampai malas mendengar semua gosipan mereka,hampir semua hal mereka gosipkan.
"ngomong-ngomong soal wanita itu,sampai kapan dia akan tinggal disini?".tanya arum hanya penasaran.wanita itu hanya akan menambahkan pekerjaanya saja.
arimbi mengedikkan bahunya tidak tau.
"dia akan tinggal disini sampai nona ellen ketemu".ujar sarah.membuat perhatian arimbi dan arum tertuju kearahnya.
"memangnya nona ellen kemana?".
__ADS_1
"kau tidak tau,oh astaga aku lupa menceritakanya padamu.nona ellen itu kabur ke paris sehari sebelum pernikahanya dengan tuan joshua.jadi sebagai ganti agar tidak terjadi hal yang tidak-tidak penganti wanitanya sementara di ganti oleh perempuan itu".sarah melirik jesica tajam.
"wah ini bisa jadi berita besar".arum tersenyum lebar.
"hey,hey"arimbi menggebrak meja "sudah,
sudah bergosipnya,selesaikan kerja kalian,
atau kalian mau saya laporkan ke tuan joshua".ancam arimbi
"iya,iya".
Sarah dan arum kembali ke pekerjaan mereka masing-masing.arimbi keluar dari dapur dengan teh hangat di tanganya.
"nenek lampir menyebalkan".dengus sarah sebal.
"siapa dia mengantur-atur hidup kita,
menjijikan".tambah arum.
***
Rey membenarkan kaca spion diatasnya dia bisa melihat joshua sibuk dengan gadgetnya di kursi belakang.
"siapa tadi?".tanya rey melirik joshua dari balik kaca spion.
Joshua tidak menjawab,dia asik bermain game di gadgetnya.
"shua".
"apa?".
"aku tanya siapa tadi".
Joshua menarik satu alisnya bingung"siapa yang kau maksud?".
"gadis yang tidur si sofamu".
Joshua menaruh gadget ke kursi di sampingnya,dia melipat kedua tanganya di depan dada,menatap rey malas dari kaca spion"memangnya seorang manajer harus tau semua hal mengenai bosnya ya?.sepertinya tidak".
Ucapan joshua membuat rey diam,dia menusatkan perhatianya lagi pada jalanan.
harusnya dia memang tidak menanyakan hal ini pada joshua.mau perempuan itu simpanan joshua,pembantu baru joshua atau apapun apa peduli rey itu urusan joshua.tapi wajah perempuan itu terasa tidak asing untuk rey,
wajah yang selalu menghantuinya beberapa hari ini.dia sangat mirip dengan kekasih rey di desa,mirip sekali.
"dia pembantu baru ku,kalau kau ingin tau"
ujar joshua,dia kembali memainkan gadgetnya lagi.
Rey mengangguk-angguk paham,
sebanarnya dia ingin lebih tau siapa perempuan itu,tapi sepertinya dengan mengetahui hal itu saja sudah cukup.
***
Rey putra aditamana
__ADS_1
CFO di perusahaan joshua.CFO adalah orang yang mengurus finansial perusahaan.
lebih muda satu tahun dengan joshua.pria dingin namun hangat pada anak-anak dan menghormati orang yang lebih tua darinya membuatnya menjadi pujaan banyak wanita.