BROKEN MARRIED

BROKEN MARRIED
PENGASUH


__ADS_3

"Ini anak ku"


nona sela mendorong anaknya sedikit ke depan.seorang anak laki-laki berkulit pitih


dengan mata sipit menunduk gelisah,dia sepertinya tidak ingin di titipkan.


Joshua memaksakan sebuah senyum,dia


memang menyukai sosok anak-anak tapi anak ini,dua bulan yang lalu anak ini membuatnya tidak bisa tidur gara-gara terus-terusan menangis.


"namanya leon"


"leon?".ulang jesica.


Nona sela mengangguk


"percayalah leon bukan anak yang rewel"


'Bukan anak yang rewel?,asal kau tau saja sela anakmu benar-benar menyusahkan'.


misuh joshua dalam hati.


"Ah yasudah ya aku pulang dulu".dia duduk di depan anaknya.


"leon bersikaplah baik pada papah dan mamah barumu itu"leon hanya mengangguk,


kemudian wanita berambut pendek itu membungkuk sopan pada jesica dan joshua lalu pergi tanpa mengucapkan sepatah katapun.


jesica tersenyum simpul dia duduk di depan anak itu,menyentuh pipi anak itu pelan.


"leon ya,tidak usah takut tante bukan singa yang menerkamu,ayo kita duduk di sana"


dia menunjuk pada sofa ruang tamu,lagi-lagi leon hanya mengangguk kaku,wajah orang baru.jesica membuka kulkas,mengambil beberapa ice cream strawberi miliknya yang dia beli sendiri dari toko di bawah.


"Nah makanlah"


leon tidak perduli dia masih diam,bahkan dia tidak berani mengangkat kepalanya.


"leon,kau tau tidak cerita tentang ice


cream ini?".leon menggeleng pelan.


"kau ingin aku ceritakan?"


leon mengangguk.


"Dulu ice cream ini adalah seorang gadis putri


cantik....."


Entah berapa lama jesica bercerita yang pasti


anak yang ada di depanya kini mulai mengambangkan senyumnya,bahkan sudah berani menantap dirinya penuh tawa.


"Lalu-lalu"tanya leon sudah tidak sabaran


mendengar cerita selanjutnya.


"Lalu bom!!"jesica mengangkat tanganya


kedepan,lalu merentangkan tanganya kesamping membuat leon kaget.


"putri cantik itu berubah menjadi ice cream,tapi sayangnya dia hanya menjadi ice cream cone"


"Cone kasihan sekali putri itu,lalu ice cream ini berasal dari mana?"leon memangkat ice cream dalam mangkoknya ke depan.


"Apa ya"jesica mengetuk-etuk pelipisnya berfikir.


Suara perut yang agaknya lapar terdengar


jelas,jesica menatap leon lembut.


"sepertinya oema mendengar suara dari cacing-cacing di dalam perutmu".


Leon terkekeh"mama leon lapal"


"Lapar rupanya,ayo kita makan"


leon menggeleng"aku ingin makan di lual"


"Oh yasudah ayo kita ke tuan joshua"


"Maktudnya olang jailangkung itu kan?"


Jesica mengertukan sebelah alisnya


"jailangkung?"


Leon mengangguk


"oh maksudmu jangkung ya"


"Iya mama leon takut"


"Tidak usah takut dia baik,ayo".


***


Joshua masih di sibukan dengan aktifitasnya,

__ADS_1


beberapa buku masih menumpuk di meja


kamarnya.ya untunglah hari ini dia sibuk,kalau tidak dia harus menjaga anak itu seperti dua bulan lalu bersama ellen,apapun itu apa untungnya menjaga seorang anak kecil,dia tidak bisa bercinta dengan ellen karena anak itu terus-terusan merengek minta pulang.


eh tapi,joshua melihat kearah pintu kamarnya.


tumben sekali,tidak ada suara berisik dari luar,atau jesica sudah menidurkanya.ah tidak anak itukan tidak bisa tidur kalau bukan di rumahnya itu kata nona sela sendiri.baru saja joshua ingin mengecek tapi knopinya bergerak-gerak dan seorang pria kecil membuka pintu kamarnya,di belakangnya wanita muda memundukan kepalanya ke bawah.


"maaf tuan leon lapar,dia ingin makan"


"Tuan?"


Leon memandangi jesica"mama kenapa memanggilnya tuan panggilah papa"


"leon..."


"papa?"


ucapan jesica terpotong oleh joshua,joshua berjalan ke arahnya,dia duduk di depan leon.


"papah? Dan mamah?"leon mengangguk"kau


ingin...."


"Tuan itu..."


Joshua mendelik ke arah jesica,jesica


lagi-lagi kembali menundukan kepalanya,


joshua memegang dagu leon lembut.


"Kau memanggilku papa?"


Jesica menutup matanya erat,entah apa yang joshua lakukan pada anak itu setelahnya,dia tidak ingin melihatnya lagi.


"Baiklah"


Joshua berdiri"mah tolong gantikan baju leon,baunya sangat masam"


Jesica tersentak,dia mengerutkan sebelah alisnya reflek menatap joshua heran.


"Apa aku salah?"tanya joshua pada jesica.


"Ya papa calah"jawab leon lantang.


"Apa salah ku?"


"Aku tidak acam,baju leon wangi,coba cium aja"


"Ya ya"Joshua berbalik.


***


Joshua membuka pintu mobilnya setelah sampai di restoran yang mereka tuju.


dia menggendong leon dan jesica buru-buru berlari mengikuti tuanya,tapi tidak berani mensejajarinya.


"Kenapa?"tanya joshua tiba-tiba masih tetap


berjalan,jesica mendongak,ya tau sendirilah


tubuh joshua jauh lebih tinggi dari tubuh jesica yang benar-benar mungil.


"jangan melihatku seperti itu,selipkan tanganmu di lenganku".pintanya.


"Tapi..."


"Ayolah angga saja ini akting suami istri".


jesica mengangguk,dia menyelipkan tanganya di lengan joshua karena kedua tangan joshua menggendong leon.


Joshua menurunkan leon,menaruh leon di


kursi,dan pria tiang itu duduk di depan anaknya--titipan dari sela.jesica lebih memilih duduk di samping leon,dia memangku pria kecil itu agar leon bisa menyentuh meja besar di depanya.joshua sengaja memesan meja tepat di samping jendela agar dia bisa melihat pemandangan dari luar dan melupakan pekerjaanya yang melelahkan itu.


"Pelayan"


Joshua melambai-lambaikan tanganya pada seorang pelayan.pelayan wanita berambut ikal datang menghampiri joshua.


"Ya mau pesan apa tuan?"


Joshua menatap jesica dan leon"kalian ingin


pesan apa?"


"Ice clem papa!"jawab leon semangat,dia


benar-benar senang hari ini.


"Ice cream satu"


pelayan itu menulis apa yang baru dia dengar.


"dan kau?"


"Jus saja"


"Kau yakin?"

__ADS_1


Joshua menyipitkan matanya,jesica hanya mengangguk biasa sambil meundukan kepalanya.


"Baiklah,ice cream dan jus stroberi".


pelayan itu mengangguk dan meninggalkan tempat itu.


"kau tidak memesan?"tanya jesica.


"Aku sudah makan"


***


"ahhh"


joshua menjatuhkan tubuhnya diatas sofa,punggunya terasa sakit karena leon terus ingin di gendong,kalau di gendong hanya masuk dan keluar restoran tidak masalah,setelah ke restoran tadi leon meminta untuk mampir ke mall untuk jalan-jalan,dan hasilnya bocah kecil itu memoroti uang joshua untuk membeli mobil-mobilan dan beberapa mainan tak berguna lainya.


Jesica masuk kedalam rumah dengan menggendong leon dan di tangan kananya terdapat banyak sekali plastik berisi mainan-


mainan yang di beli leon.jesica menurunkan leon.bocah itu menatap heran pada joshua yang sudah terkapar di sofa sambil merentankan tanganya kesamping.


"mama,mama"leon menarik-narik ujung baju jesica.


"kenapa leon?".tanya jesica setelah selesai menutup pintu.


Leon menunjuk joshua"papa kenapa?".


tanyanya penasaran.


Jesica mengalihkan pandanganya pada joshua.pantas saja leon heran,mulutnya terus misuh-misuh tidak jelas,dia pasti sedang mengumpati nona sela karena menitipkan anaknya padanya.


"leon,papa kecapekan kayaknya,leon jangan......".


"oh tape,leon tau bial papa ga tape lagi"tangan leon yang kecil menggeret jari telunjuk jesica kearah joshua.


Leon mencoba merangkak naik keatas tubuh joshua yang kini tengh memejamkan matanya erat.jesica menepuk keningnya keras,joshua bisa memarahinya habis-habisan karena leon yang menganggu istirahatnya.


"leon ayo turun nak,jangan ganggu papah,sini main sama mamah".bujuk jesica,mencoba meraih leon agar tidak menganggu joshua,tapi terlambat,mata joshua terbuka.


Leon duduk diatas perut joshua.jantung jesica berdetak ketika kedua tangan kecil leon menoel pipi joshua.


"apa yang kau lakukan leon".


Leon tidak menjawab,dia mencium pipi joshua.


CHUU


"leon tayang papa cua".leon memeluk tubuh joshua,dia menyenderkan pipinya di dada bidang joshua.


Bukanya marah joshua malah tersenyum kecil,itu senyum pertama yang bisa jesica lihat secara langsung,jesica kira pria itu memang di takdirkan tidak memilik bakat tersenyum.


"uhh kenapa kau sangat menggemaskan hah".


Joshua mulai menggeletiki perut leon,membuat bocah itu menggeliat dan tertawa geli.


"cetop,cetop....hahahaha....cetop papa geyi....hahaha...".


"apa kau bilang leon,papah tidak bisa mendengarnya,hahahaha".


Leon memukul-mukul dada joshua sekuat tenanga"cetop olang jaat.....hahahaha.....aku ultamen melah datang untuk memukulmu


....hahaha".


"kau ingin aku jadi penjahatnya,


hahahaha,baiklah".


Joshua tertawa lebar,menggelitik leon lebih keras sampai rasanya bocah itu tidak bisa menghentikan tawanya.


Tanpa sadar jesica menyunggingkan senyumnya melihat joshua begitu bahagia bersama leon.dia merasa dia benar-benar memliki sebuah keluarga utuh,joshua sebagai papahnya,dia istrinya,dan leon anak mereka,keluarga yang ingin dia milik selama ini.


Joshua melirik jesica,dia menggengam tangan jesica tiba-tiba,membuat jesica tersentak kaget.baru pertama kali ini joshua menggenggamnya tanpa tenaga dan bentakan.


"menyerahlah ulttamen merah,atau mamah mu aku makan".


Leon menghentikan tawanya,dia mendelik joshua tajam,bocah itu turun dari atas tubuh joshua.dia melepaskan tangan joshua dari jesica.dia merentangkan tanganya kesampi di depan jesica.


"lawan aku dulu kalo mau macan mama".


Jesica tertawa geli di depanya,dia ingin meremas-remas pipi bakpau leon.


Joshua tau apa yang harus dia lakukan,dia bangkit berdiri"oh baiklah aku akan menculik mamah mu".


Joshua tiba-tiba saja membopong jesica memanggulnya seperti seorang maling,membuat jesica berteriak karena saking kagetnya.


"apa yang tuan lakukan?".


"mainkan saja peranmu".


"hah?"


"berteriaklah dan minta tolong".


Sekarang Jesica maksud joshua.


"akkhhh,leon tolonh selamatkan mamah dari orang jahat ini,tolong".akting jesica membuat joshua tertawa geli.


"apa aktingku jelek tuan?".


"kau hanya membuat perutku geli saja".

__ADS_1


Leon mengambil sebuah tembak-tembakan di dalam kantong plastik belajaan


__ADS_2