
"arum bisa kau kesini sebentar,aku butuh bantuan mu!!"teriak sarah dari dalam dapur.
"tapi aku sibuk,panggil saja jesica!!"teriak arum balik.tangan kananya sibuk menggosok-
gosok pakaian dengan setrikaan.
hari ini joshua berganti pakaian hampir enam kali membuat dia harus menyetrika jauh lebih banyak seperti biasanya,untung saja tugas mencucinya sudah di gantikan jesica,jadi dia tidak terlalu kelelahan dengan tugasnya.
"cepat bodoh,aku benar-benar kerepotan disini!".
Arum mendengus sebal"aish wanita lampir itu benar-benar menyebalkan"gumamnya sebal.
"iya,iya aku kesana".
Walau kesal arum tetap pergi kedapur.
Hampir setegah jam arum membantu sarah membereskan pekerjaanya,padahal ada bi uut disana,tapi sarah tetap memanggilnya untuk membatu,dia senang melihat arum menderita.
"kenapa sih kau tidak suruh bi uut saja,atau jesica kan mereka tidak ada kerjaan,kenapa harus aku,bikin capek aja"dumal arum,
tanganya sibuk menggosok piring terkahir di wastafel.
"kau tidak tau akhir-akhir ini nenek tua bangka itu batuk-batuk terus,aku risih,terus kerjanya kan lelet.kenapa sih tuan tidak memecatnya saja".
Sarah melirik bi uut yang tengah duduk di kursi dapur.wanita tua itu memjiat-mijat kakinya sendiri.
"iya,sudah menyusahkan begitu.padahal kalau di pecat kan ga ada ruginya"
Sarah mengendus,daritadi sebuah bau terus menganggu hidungnya,seperti bau terbakar.
"kau kenapa?".
"kau mencium bau sesuatu?".sarah mencoba menajamkan indera penciumanya"seperti bau terbakar".
Arum menggeleng"tidak,aku tidak......oh astaga".
arum menepuk keningnya keras.
"kenapa?".
"aku lupa belum mematikan setrikaanya".
"kau ini bagaimana".
Arum langsung berlari ke ruangan belakang,
jantungnya berdegup kencang,pasalnya tadi saat dia tinggalkan setrikaanya dia sedang menyetrika bajufaforit joshua'tamatlah riwatku,tamatlah riyawatku'batinya.dia pasti akan di pecat saat ini juga oleh joshua,tapi yang paling menakutkan kalau joshua bilang arum harus mengantikan jasnya atau dia akan membuat keluarga arum menderita,
arum tidak melebih-lebihkan,orang kaya seperti joshua bisa melakukan apa saja yang dia mau,apapun.
Arum langsung melepaskan kabel dari saklar.asap tipis membumbung mengelilingi seterikaan,arum mengambil setrikaannya dari atas pakaian joshua."oh astaga".dia menutup mulutnya.
"apa pakaian tuan joshua....."
Sarah menghentikan ucapanya,matanya terbelalak lebar saat arum menenteng pakaian itu kedepan.
menunjukan sebuah lubang berukuran besar yang masih mengeluarkan asap.
"kau akan celaka".
"bagaimana ini sarah,aku tidak mau di pecat,aku juga tidak sanggup kalau disuruh bayar pakaian semahal ini,bagaimana ini,bagaimana ini,tolong beri aku solusi".
Dia panik,matanya sudah berlinang,sebentar lagi dia pasti akan menangis.
Sarah hanya menggeleng-geleng prihatin"kau harus mengemasi barang-barangmu sekarang,dan buang pakaian itu kesungai".
Bukanya malah memberi solusi sarah malah membuatnya makin depresi.ingin rasanya arum menyayat lehernya sendiri sekarang sampai mati,agar dia tidak dihantui ketakutan.
"drap...drap...drap".
Arum dan sarah melongok kearah pintu secara bersamaan,jesica berjalan kearah dapur.mereka berdua saling memandang,
seperti mengerti isi otak masing-masing seulas senyum terpampang di wajah mereka.
"lempit pakaianya serapih mungkin,aku akan kesana untuk menyapanya".perintah sarah,yang hanya diangguki oleh arum.
"hay jesica"sapa sarah hangat.
Jesica tersenyum menggubris sapaan hangat sarah.
__ADS_1
Dia membuka kulkas,mengambil botol air dingin di dalamnya.membersihkan kamar joshua membuatnya lelah.kalau dia harus membersihkanya tiap hari,punggungnya bisa patah.jesica menuangkan air itu kedalam gelas.
Sarah mendekatinya"kau pasti lelah membereskan kamar tuan joshua iyakan?.aku juga begitu waktu pertama kali kerja disini"sarah menepuk bahu jesica"tapi lama kelamaan kau akan terbiasa ko".dia tersenyum lebar.
Jesica mengangguk.padahal dia selalu ketus dan kasar pada jesica,tapi entah kenapa dia jadi baik seperti ini.mungkin tadi pagi dia tersengat listrik,atau mungkin tersambar petir,jesica tidak peduli,dia suka sarah yang baik.
"aduh kenapa hari ini tugasku semakin menumpuk saja sih".keluh seseorang keluar dari ruangan belakang"oh hey jesica".sapa arum hangat berjalan kearah jesica dan sarah.
'bahkan arum juga,mereka ini salah makan apa sih?'.batin jesica.
"sedang apa kau disini?".tanya arum basa-basi.
"mengambil minum"jesica melirik tumpukan pakaian di tangan arum"kau menyetrika sebanyak itu?".
Arum mengangguk-angguk sambil mempautkan bibirnya"masih banyak lagi di belakang.oh ya jesica apa kau bisa membantuku?".
"membantu apa?".
"bisa kau bawa baju-baju ini ke kamar tuan joshua?".
Jesica mengangguk.dia mengiyakan karena tadi joshua tidak ada di kamar,pria itu ada di ruang kerjanya jadi mungkin tidak apa-apa kalau dia minta izin ke kamarnya untuk menaruh baju-bajunya.lagipula arum terlihat sangat kelelahan.
"wah terima kasih banyak jesica"arum mengoper baju-baju di tanganya ke tangan jesica"kau memang penyelamat hidupku".
"sekarang cepat taruh bajunya"sarah mendorong tubuh jesica lembut untuk keluar dari dapur.
Jesica menatap aneh pada dua orang itu,mereka tersenyum padanya dan melambai-lambaikan tangan padanya,
aneh.tapi jesica tidak peduli,dia naik keatas tangga.
Sebelum pergi ke kamar joshua dia pergi ke ruang kerjanya,meminta izin untuk masuk kedalam kamarnya lagi.
"tok,tok,tok".
Sepi,tidak ada jawaban dari dalam.jesica mencoba mengetuknya lagi.tapi tetap tidak ada jawaban dari dalam.apa mungkin joshua ada di kamarnya?.jesica langsung melangkahkan kakinya ke kamar joshua.
Dia mengetuk pintu kamar joshua.
"tok,tok,tok".
Beberapa detik kemudian pintu kamar terbuka,memperlihat joshua yang hanya memakai handuk yang menutupi pinggangnya dan membiarkan dadanya terekspose,dia baru selesai mandi.
Jesica refleks menutup matanya.
Jesica menyodorkan tanganya kedepan,masih tetap menutup matanya"saya ingin menaruh pakaian ini".
"oh,masuklah".
Joshua membuka pintunya lebar.
Jesica berjalan sambil masih terus menutup matanya,hal seperti itu tidak seharusnya dia lihat.
Joshua memutar kedua bola matanya,tidak peduli apapun.gadis itu mulai menaruh pakaianya ke lemari,dan joshua duduk di ranjang.
"tunggu dulu".
"ya?".
Joshua bangkit berdiri,dia mengambil baju hitam kesukaanya"aku ingin......".dia menghentikan ucapanya saat melihat ada lubang besar di baju sekuaanya,jesica juga berekspesi sama kagetnya.
Joshua meremas bajunya,menatap tajam pada jesica"apa yang kau lakukan pada baju ku!!".
Jesica tersentak"saya tidak tau tuan,saya hanya...."
"hanya apa,kau tau betapa berharganya baju ini,kau tau itu hah,sekarnag kau malah merusaknya!!".
Wajar kalau joshua semarah itu.itu baju pemberian ellen,baju pertama saat mereka merayakan aniversary,baju yang selalu joshua pakai karena ellen selalu bilang padanya dia selalu tampan menggunakan itu,tapi sekarang baju itu sudah di rusak oleh orang yang juga merusak hubunganya dengan ellen.
Jesica refleks memundurkan dirinya karena saking takutnya.
"tapi saya tidak......"
Joshua tidak membiarkan jesica menyelesaikan kalimatnya dia mencengkeram tangan jesica dan menggerednya paksa pergi kamar mandi.
"tuan tolong maafkan saya,bukan saya yg melakukan itu".pinta jesica memohon.
"diam!!".
Joshua membuka pintu kamar mandi.dia menyalakan air keran di bathub.
__ADS_1
"duduk!!"
"tuan saya benar-benar tidak melakukan hal itu".
"duduk!!".
Joshua menekan kedua bahu jesica kasar agar jesica mau duduk,jesica duduk di depan bathub yang sudah diisi air penuh,air yang di pakai joshua untuk mandi.
"tuan saya tidak....."
"blubuk,blubuk,blubuk"
Joshua memasukkan wajah joshua kedalam bathub,dia menekanya kuat-kuat,jesica mencoba melawan tapi dia tidak bisa karena kedua tanganya di sekap joshua ke belakang.
joshua mengangkat wajah jesica dari dalam bathub dengan menjambak rambut jesica,
membiarkan jesica mengisi udara ke paru-
parunya.
"ahhhh,ahhhhh"jesica mengisi oksigen sebanyak-banyaknya.Kemudian joshua menyelupkan wajahnya lagi kedalam bathub.
"kau sudah merusak hubungan ku,dan kau juga ingin merusak barang-barang milik ku?!".
Joshua mengangkat kepala jesica.gadis itu sudah mulai lemas,dadanya sesak,kepalanya pening karena air yang masuk kedalam hidungnya,dia tidak kuat lagi,dan dia akhirnya pingsan.tapi joshua tidak membiarkan itu terjadi,dia menjambak rambut jesica lebih kuat sampai gadis itu bangun,dan mencelupkan wajah jesica berulang-ulang kali sampai gadis pingsan lagi,dan membangunkanya lagi sampai dia benar-benar puas.
Tidak sampai disitu,bagai tidak punya hati,joshua menggeret paksa jesica keluar dari kamarnya.
"hukuma seperti tadi tidak akan membuatmu jera".dia menuruni anak tangga.
Sarah dan arum mengintip dari dapur,mereka tersenyum,melakukan tos.
"yeh berhasih".kikih sarah.
"gadis yang malang".arum menggeleng-
geleng pura-pura merasa iba.
Joshua menjatuhkan tubuh jesica ke dalam ruangan bawah tanah.dia menyatukan kedua tangan jesica kedepan,jesica yang sudah lemas tidak berdaya hanya memperhatikan pria tidak punya hati di depanya.joshua mulai mengikat kedua tangan jesica dengan tali yang dia bawa tadi.dia kemudia menekuk kaki jesica,mengkatkan tali juga di kedua kakinya sangat kencang sampai jesica meringis,
ikatanya akan melukai jesica kalau dia banyak gerak.
"t...thua...sa...ya...mo..hon,lepaskan...sa...ya".pinta jesica yang terakhir kalinya,segelintir air mata jatuh ke pipinya.
Joshua tidak peduli,dia membebat mulut jesica dengan solatip"apa kau bisa memohon sekarang?".
Dia tersenyum miring.joshua kini terlihat seperti psikopat"aku rasa kau akan mati membusuk disini".
Dia bangkit berdiri,berjalan keluar dari ruang bawah tanah,mengunci pintunya dengan gembok yang sudah di sediakan.
arum,sarah dan arimbi sudah ada disana.
joshua melirik tajam pada mereka.
"jangan ada yang coba-coba berani membuka pintu atau memberi makan dia tanpa seizinku,
atau akan ku pecat kalian!!".
Setelah mengatakan itu joshua melenggang pergi meninggalkan ketiga pembantunya.
"yess".
Sarah dan arum melakukan kompak,lalu mereka tertawa terbahak-bahak,hobi mereka memang sennag melihat orang lain sengsara,
orang seperti itu sebaiknya mati saja.
arimbi menggeleng-gelengkan kepalanya tidak mengerti pemikiran kedua manusia yang susah tidak punya hati di depanya.dia berjalan ke pintu gudang,menempelkan telinganya disana.
"nona jesica tenanglah,nona jesica tidak perlu takut,aku bakal pastikan nona jesica bisa keluar dari sana,ya nona jesica".ujar bi uut menenangkan.
Pasalnya arimbi tau jesica tidak suka ruangan gelap dan pengap.
"udahlah,gausah sok jadi pahlawan,
dengerkan tadi tuan joshua bilang apa,kalo ada yang coba-coba nyelametin jesica bakal di pecat".ujar arum.
"susah emang kalo ngomong sama orang dungu,lama ngertinya"tambah sarah.
"iya juga sih ya,udah dungu sok baik lagi".cibir arum pedas.
__ADS_1
Setelah mengatakan itu mereka berdua berjalan meninggalkan arimbi
arimbi mengelus dadanya'sabar,sabar arimbi,ga boleh emosi sama setan'.