
Joshua mengerjap-erjapkan matanya perlahan,badanya terasa sakit semua,sesuatu yang aneh terus berputar-putar di kepalanya.
Samar-samar dia melihat ruangan yang semuanya berwarna putih dengan gorden berwarna emas,dia melihat ranjangnya,
rajangnya terlihat menciut,atau memang perasaanya saja,tapi ranjangnya benar-
benar menjadi sempit.
Joshua mengangkat tanganya keatas.sebuah selang dan perban menempeldi punggung tangan kirinya.dan tangan kananya jadi terasa kebas dan tidak bisa di gerakan.sebenarnya sekarang dia ada dimana.
Joshua melihat kesamping,seorang perempuan tidur dengan posisi duduk di kursi di samping ranjangnya.dia tidak bisa melihat wajah perempuan itu karena tertutup rambut.
"jesica?"
Dia menonyor kepala jesica.
"hmmm".
"jesica".joshua menonyor kepala jesica lebih keras sampai wajah perempuan itu terlihat.
"grrokkkk".
Sebuah suara muncul dari mulut jesica.
"ahhhhhh!!".
Teriak joshua membuat jesica kaget.dia berdiri lalu memencet tombol bantuan di sampingnya.
"suster ada masalah serius disini cepat suster cepat".Paniknya dengan mata yang masih terpejam.
"jesica!!".
Jesica membuka matanya.pria yang terbaring di ranjangnya sudah siuman.
"syukurlah tuan joshua sudah bangun".
Joshua mencoba bangun dari ranjangnya.
jesica mencoba untuk membantunya,tapi tanganya di tepis begitu saja oleh joshua.
"jangan sentuh aku".tukasnya.
Joshua duduk diatas ranjang,dia memegangi kepalanya yang sakit.kepalanya yang sudah di perban"aww sebenarnya apa yang terjadi padaku?".
"tuan mengalami kecelakaan".
"kau bercanda?!".pekik joshua berteriak"mana mungkin aku bisa kecelakaan.kau yang membuatku begini kan?!".
Joshua nencengkeram pergelangan tangan jesica dengan tanagn kirinya sangat erat,membuat jesica meringis kesakitan.
"awww,t....tuan".racau jesica.
Joshua menghempaskan tangan jesica,dia menundukkan kepalanya,memijit ujung hidungnya.
wajah-wajah yang terlihat begitu sangat depresi.
Sedikit ragu jesica menempelkan tanganya di punggung joshua,menepuk-nepuk punggung joshua berusaha untuk menenangkan.tapi rasanya joshua tidak menyukai apa yang jesica lakukan.
"keluar dari ruanganku sekarang"ujarnya tanpa menatap lawan bicara.
Jesica sama sekali tidak menggubrisnya,
bagaimana bisa dia meninggalkan joshua dengan keadaan seperti ini.
"kubilang keluar sekarang!!!".ulang joshua berteriak,hingga suaranya bergema di dalam ruangan.
Jesica tersentak kaget"ba...baik tuan"dia langsung berbalik dan berjalan keluar dari ruangan.mungkin joshua memang butuh waktu untuk sendiri.
Joshua mendesah depresi,bagaimana bisa dia kecelakaan.yang dia ingat terakhir kali hanya dia yang sedang memaki si jhony sialan itu.oh astaga karena jhonylah dia jadi kecelakaan seperti ini,dia tidak akan membiarkan ini,dia harus menemukan iblsi itu dan membunuhnya hidup-hidup,manusia brengsek seperti jhony tidak ada untungnya hidup di dunia ini.
Joshua mengambil ponseonya diatas nakas.
mencoba menghubungi seseorang.
"bil apa kau bisa membantuku?".
Tanya joshua langsung to the point.
"apa yang bisa kubantu?".tanya orang yang di panggil bil.namanya billy,seorang mafia kejam dengan banyak anak buah yang bekerja di bawahnya.
Dia sahabat baik joshua,setiap joshua terkena masalah pria itu paling maju pertama untuk sebisa mungkin membantunya.
Dengan bantuan bil dia bisa menangka ******** itu lebih cepat.
"kau mengenal jhony teman sma kita dulu".
"oh jhony ketua geng itu,aku kira dia sudah mati.
kenapa kau menayakan jhony?".
__ADS_1
"aku akan menceritakanya nanti".
"oh oke.lalu apa masalahmu?".tanya billy.
"aku ingin kau mencari keberadaanya dan bawa dia kehadapanku dalam kondisi hidup atau mati".
Joshua mengepalkan tanganya,saking gemasnya pada ******** itu.
"cuma itu?".
"ya,kau bisa kan melakukanya dengan baikkan?".
"tentu,kalau perlu aku bisa membawakanya besok untukmu".
"cklek".
Seorang suster masuk ke dalam ruangan joshua.dia mengantarkan baju ganti joshua.
"selamat pagi tuan joshua".sapanya hangat.
"akan kuhubungi lagi nanti".kata joshua di dalam telfon.dia lalu menutup telfonya dan menaruhnya diatas nakas.
Suster itu celingak-celingku mencari keberadaan jesica.
"dimana istri tuan?".tanya suster itu
"istri,siapa yang kau maksud?".
"perempuan yang menunggumu siuman sampai tidak tidur.sekarang suaminya sudah sadar dia malah menghilang".
Joshua berfikir sejenak mencoba mencerna siapa yang dimaksud suster itu.
"maksudmu jesica".
Suster itu mengangguk ragu"ah saya tidak tau namanya tuan,mungkin iya".
Joshua tertawa kecil"kau bercanda dia itu pembantuku bukan istriku".
"benarkah,saya fikir dia istrimu tuan,karena dari pertama kali kau masuk ke ruangan ini dia satu-satunya orang yang menunggu tuan,
saya juga mempergokinya semalam dia menangis cuma ingin melihat tuan segera siuman".
Apa benar jesica melakukan apa yang suster itu bilang,apa ini sebagian dari rencananya agar joshua simpati dan menganggapnya tulus karena dia benar-benar mencintai joshua bukan karena hartanya.
joshua tidak tau yang mana yang benar.
"kau bisa berhenti mengoceh dan pergi,aku tidak membayarmu untuk ini".tukas joshua kejam.
"maafkan saya tuan,maafkan saya".
Suster itu kemudia berbalik dan meninggalkan ruangan joshua tanpa sepatah katapun.
"dasar suster menyebalkan".
Joshua melirik kantong plastik hitam besar diatas lacinya,dia mengambil kantung plastik itu,membuka ikatanya.
Ada serenceng plaster,obat merah,cokelat silverqueen,susu kotak kotak ultramilk,obat penurun panas,satu bok yupi,dan beberapa snack di dalamnya.ada secarik kertas juga di dalam sana.
joshua mengambil secarik kertas itu.disana seseorang menuliskan.Obati lukamu,minum juga obat penurun panasnya kalau lapar makan saja camilanya,jangan lupa untuk tidur.kalau ada apa-apa telfon aku-rey
Begitu kira-kira tulisanya.joshua meremas-
remas kertas itu sampai menjadi bulatan,dia kemudian melemparnya ke tong sampah,tapi sasaranya meleset kertas itu tidak masuk ke tong sampah.
Joshua turun dari ranjangnya,memakai sandal dari rumah dan mengambil kantung plastik itu.dia berjalan ke luar ruangan sambil menggeret-geret tiang impusan.
"ckleek".
Joshua membuka pintu kamarnya.
Seorang perempuan yang duduk di depan kamarnya tersentak dan langsung berdiri.itu jesica.
"tuan mau kemana?".
"membuang semua sampah sialan ini".
"biar aku saja".
Joshua menampis tangan jesica"tidak usah".joshua membuang kantong itu di depan ruanganya.
"ayo masuk"Joshua menarik tangan jesica untuk masuk kedalam ruangan.
Joshua mengambil dompetnya diatas laci,
mengeluarkan blackcardnya.
"nih"dia menyodorkan kartu itu pada jesica.
"untuk apa tuan?".
__ADS_1
"untuk belanja lah,kau fikir gunanya black card untuk apa,untuk mengganjal pintu rumah mu".
Alis jesica berkerut,iya dia tau untuk belanja,tapi yang jadi pertanyaan kenapa joshua memberikan ini padanya.dan apa yang harus dia belanjakan.
"pergi ke minimarket dan belanja apa saja yang kau mau".
"tapi aku tidak ingin belanja apa-apa tuan".
"bagaimana dengan yupi,kau suka yupi kan?".
Tadi joshua melihat sekotak yupi di dalam kantung itu jadi mungkin jesica menyukai makanan kenyal itu.
Jesica menggeleng.
Joshua mengusap wajahnya kasar"yasudah kalau begitu belikan aku plaster,obat merah,
obat penurun panas,silverqueen,yupi dan semua jajanan yang menurutmu enak".
Joshua mengingat semua yang ada di dalam
plastik hitam itu.
"baik tuan".
Jesica buru-buru keluar dari ruangan joshua.aneh sekali joshua tiba-tiba ingin makan cokelat,dia kan anti sekali makan cokelat dan semua makanan manis lainya.
Beberapa menit kemudian jesica kembali dengan semua pesanan joshua.
Joshua mengambil kantung plastik itu dari tangan jesica.dia mengeluarkan plaster,obat merah,dan obat penurun panas.
"untuk apa tuan membeli semua itu?".tanya jesica penasaran.
"duduk di kursi".katanya.
Jesica menurut dia duduk di kursi di depan joshua.
Joshua megarahkan obat merah ditanganya ke kening jesica,dia mengoleskanya dengan sangat hati-hati.
"sudah tau keningmu terluka kenapa tidak langsung diobati,mau menunggu aku yang mengobatinya,manja"cibir joshua.
Jesica tidak tau apa yang terjadi pada orang di depanya,sejak tadi kelakuanya sangat aneh,apa ini karena efek obatnya.jesica tidak tau,tapi dia menyukai joshua seperti ini.
"nih"joshua menyodorkan plaster pada jesica
"kau bisa pakai plaster sendirikan?".
Jesica mengambil plaster itu dari tangan joshua.dia menempelkanya di atas lukanya.
Lalu tangan joshua menyentuh ujung bibir jesica,membuat jesica terperanjat kaget.
"kalau sakit bilang".katanya mengoles luka diujung bibir jesica.
Jesica menahan nafasnya saat wajah joshua semakin maju kedepan kearahnya,hanya menyisakan beberapa centimeter jaraknya.
"t..tuan terimakasih".cicit jesica.
"bisa kau diam,aku sedang mengobati lukamu bodoh,kalau ka terlalu banyak bicara aku jadi susah untuk mengobatinya".
"ma...maaf".
Setelah selesai jesica membuang semua sampah plaster ke tong sampah yang ada di dalam ruangan.
Joshua kembali merebahkan dirinya diatas ranjang.
"hey kau tidak ingin makan cokelat mu".kata joshua.
"cokelat,aku tidak membeli cokelat tuan".
Joshua memutar bola matanya malas,dia menenteng kantong plastik itu"ini semua milikmu bodoh".
"ya?".
"ini semua milikmu".ulang joshua"ya anggap saja ini sebagai imbalan karena kau telah merawat ku semalam".wajah joshua sedikit bersemu merah.
"tidak usah tuan aku iklas menjaga tuan".
"terima atau kau harus bayar semua yang kuhabiskan untuk ini".paksa joshua.
Jesica buru-buru mengambil kantung plastik di tangan joshua.
"terimakasih tuan".
"apa kau tidak bisa mengucapkan hal lain selain terimakasih dan maaf?".tanya joshua.dia muak mendengarnya.
"maaf tuan akan saya coba".
"terserahlah"
***
__ADS_1