
Seorang suster memberikan jesica sepaket makan malam.
"tuan makan ya".kata jesica membuka plastik yang menutupi makanan itu.
Joshua sama sekali tidak mengubris ucapan jesica,matanya terfokus ke depan menyaksikan berita siang.
Jesica menyendok tahu dan nasi ke atas sendok,dia lalu menyodorkanya pada joshua.
"singkirkan makannya,aku bisa makan sendiri tanpa bantuan mu,kau hanya akan membuat nafsu makanku berkurang saja".
Jesica mengangguk,dia menaruh makananya diatas pangkuan joshua.joshua mencoba mengambil sendok di atas tempat makannya,
tapi sangat sulit untuk mengambil sendok dengan tangan kiri,apalagi dia tidak ada bakat makan dengan tangan kiri.
Tapi joshua tidak menyerah begitu saja,
hingga dia berhasil memegang sendoknya.
tapi saat sendokan pertama nasinya tumpah mengotori bajunya.
Joshua mendengus sebal"ahhh kenapa kau tidak bisa menurut sekali padaku".makinya pada sendok.
Jesica yang melihat hanya mencoba menyembunyikan tawanya"pfftt".
Joshua melirik jesica tajam"kau tadi menertawakanku?".
"tidak tuan,aku tidak tertawa".
"oh kau mau bilang itu menangis?".
"tidak tuan aku tidak bilang itu memangis".
Joshua mendengus,sudah dibuat kesal oleh sendok,dibuat kesal juga oleh jesica.
Joshua menghentak sendok ke wadahnya"suapi aku".
"tapi tuan bilang nafsu makan tuan akan berkurang kalau aku suapi".
Skak mat,joshua mati kutu,******.sekarang dia termakan ucapanya sendiri.
"jadi kau tidak mau menyuapi ku?!".
"bukan begitu tuan".
"lalu apa,cepat suapi aku jelek!".
"baik tuan baik".
Jesica mengambil nampan diatas pangkuan joshua.
lalu menyuapi joshua dengan sangat telaten.
Jesica mengemasi makananya setelah selesai dan menaruhnya diatas laci nanti suster juga akan mengambilnya.
***
Malam semakin larut.jam di dinding sudah menunjukkan pukul sepuluh malam.jesica mengambil baju terakhir untuk di lempit,
beberapa bajunya sendiri selama menginap di rumah sakit,sedangkan joshua tengah membaringkan tubuhnya diatas ranjang,
matanya sibuk menatap tv yang menyala di depan,pasti pria itu dilanda bosan,sepanjang hari dia diam di atas ranjang tanpa boleh kemana-mana.tapi tadi siang teman-teman perwakilan kantornya datang untuk menjenguk joshua dan memberikan parcel berisi banyak buah-buahan untuk joshua,
walau daritadi jesica yang menghabiskan separuhnya.
Jesica menaruh bajunya didalam tas yang dia bawa dari rumah.dia menguap lebar,matanya mulai berat.jesica mengambil jaket,
menaruhnya di pegangan sofa,jesica menepuk-nepuknya agar sedikit nyaman.
gadis itu membaringkan tubuhnya,
menggunakan jaketnya sebagai bantal.
"hey kenapa tidak tidur di ranjang saja?".tawar joshua.
Jesica mengerutkan sebelah alisnya,dia yang tadi berbaring langsung memosisikan dirinya kembali duduk"ya?".
"disini kan ada ranjang,kenapa harus tidur di sofa".
"tuan bercanda?".
"apa wajah ku terlihat bercanda?".joshua menunjuk wajahnya sendiri.
Bagaimana mungkin wajah seserius tanpa senyum itu dibilang bercanda,lagipula joshua kan tidak suka bercanda---anti bercanda.
__ADS_1
apalagi dengan gadis udik seperti jesica.
Jesica menggeleng"tidak tuan".
"yasudah mangkanya cepat sini".
"berdua dengan tuan?".tanya jesica.
Pasalnya ranjang rumah sakit itu kecil,hanya di desain untuk satu orang bukan dua orang,
terus nanti apa kata suster kalau tiba-tiba masuk keruangan,dia pasti akan keliru siapa yang sedang sakit.
"iyalah,kau fikir aku akan membiarkamu tidur di ranjang ini dan menyelimuti mu,lalu aku mengalah tidur di sofa karena takut kau kedinginan,membayangkanya saja sudah muak".
"tapi ranjangnya sangat kecil tuan,mana mungkin bisa dipakai untuk berdua,aku disini saja tidak apa-apa".
"memangnya kau segendut apa sapai tidak muat disini".
"bukan begitu tuan"
"oh kau ingin membantahku?".
"tidak tuan".
"yasudah mangkanya cepat kesini".
Jesica mendesah pasrah,dia buru-buru berjalan kearah joshua,kalau dia melawan atau menyanggahnya lagi mungkin joshua akan marah padanya jadi dia nurut saja.
"naik"kata joshua.
Jesica naik keatas ranjang.joshua sedikit memirigkan tubuhnya kesamping agar jesica bisa pas disana.
Jesica membaringkan tubuhnya dengan kaku,
joshua sengaja memasang tanganya kesamping untuk bantalan jesica.jujur saja disini sangat sempit,jesica tidak bisa menggerakan tubuhnya sama sekali karena tidak memiliki ruang sedikit pun.
tapi lebih dari itu jantungnya jantungnya berdetak begitu kencang karena tubuh joshua sangat dekat denganya,tidak ada yang bisa menembus celah mereka.
"pas kan".kata joshua.
Jesica mengangguk kecil"ya tuan,tapi apa tangan tuan tidak sakit?".
"apa aku terlihat lemah dimatamu sampai-sampai kau meragukanku?".
joshua menghela nafas.dia menatap atas langit-langit ruangan.
"kita sudah seperti suami istri beneran ya".
"uhukk".jesica terbatuk karena tersedak air ludanya sendiri,ucapan joshua membuatnya hampir terlonjak jauh.
"maksud ku bukan begitu,anggap saja aku tidak pernah mengatakanya".
"baik tuan".
Mereka dia untuk neberapa menit,tidak ada yang memulai bicara,sampai.
"hey jesica"kata joshua memecahkan keheningan.
"ya tuan".
"menurutmu aku tampan tidak?".
Apa joshua sedang ingin merendahkan dirinya?.tentu saja dia tampan.ralat,sangat amat tampan.
"i..iyaa".jawab jesica ragu.
"bagaimana dengan rey,apa menurutmu dia juga tampan?".
Apa?,kenapa dia tiba-tiba menanyakan hal seperti itu,apa efek samping obatnya separah itu?.
"sudah malam tuan,tuan harus is....".
Jesica susah ingin bangun dari ranjang joshua,tapi pria itu menariknya hingga jesica jatuh terlentang lagi.
"jawab pertanyaan ku dulu".katanya,nadanya berubah menjadi serius.
"pertanyaan apa?".
"apa rey tampan di matamu?".
Jesica mengangguk ragu.
"kalau kau harus memilih antara aku dan rey kau akan pilih siapa?".
__ADS_1
Jesica diam,kenapa joshua tiba-tiba menanyakan hal seperti itu,pertanyaan absurd yang tidak bisa jesica jawab.
Joshua tertawa getir"sudah kuduga,kau tidak akan bisa menjawabnya".
"te...tentu saja aku akan memilih tuan joshua".
"apa aku bisa percaya dengan jawaban ragu itu?".
Kali ini lidah jesica benar-benar kelu,dia tidak bisa mengatakan apa-apa,lebih tepatnya tidak tau harus mengatakan apa.
Suasanya jadi canggung,tidak ada yang mau memulai bicara duluan.jesica terus menatap atas langit-langit tanpa mau melihat wajah pria di sampingnya.
"t....tuan".kata jesica memberanikan diri.
Tapi tidak ada jawaban dari joshua.
"apa aku harus kembali ke sofa saja,tuan pasti kesempitan".
Lagi-lagi tidak ada jawaban dari joshua.jesica menengguk ludahnya kasar,apa mungkin joshua sudah tidur,atau dia sedang misuh-misuh.jesica memberanikan diri untuk mendengank dan melihat joshua.
Benar dugaanya pria itu sudah memejamkan matanya rapat-rapat.secara tidak sengaja senyum jesica mengembang menatap wajah tenang joshua saat tidur.bahkan saat tidur wajah joshua terlihat sangat tampan.bibirnya yang tipis dan bulu matanya yang sedikit lentik telihat begitu mempesona.
mungkin ini alasan kenapa smeua wania ingin menjadi istrinya.jesica jadi ingin terus menatap wajahnya dari jarak sedekat ini terus,dan menyentuh bibirnya yang terlihat sangat seksi.
Jesica menggeleng-geleng,menghapus semua pikiran kotornya'kau ini mikir apasih,joshua akan jijik padamu kalau tau otak kotor'.batin jesica memaki dirinya sendiri.
Jesica membalikkan tubuhnya,hendak turun dari ranjang dan pindah ke sofa,tapi tangan besar joshua tiba-tiba merengkuh tubuhnya.
Mata jesica terbelalak lebar,nafasnya behenti.
"hmmm kau mau kemana sayang?".gumam joshua.
Astaga mimpi apa jesica semalam sampai di panggil sayang oleh joshua,rasanya raganya sekarang sudah melayang.
"y...ya tuan?".
"grroookkk".
Astaga ternyata tadi joshua cuma mengigau,entah kenapa jesica jadi merasa sedikit kecewa.dia terlalu banyak berharap hari-hari ini.
Jesica menatap tangan joshua yang melingkar di tubuhnya.sekarang dia jadi tidak
bisa pergi kemana-mana karena terkungkung seperti ini.tapi entah kenapa dia menyukainya,dia tidak mau joshua melepaskan pelukanya,dia merasa nyaman di salam pelukan joshua.
Jesica mulai memejamkan matanya,
membiarkan dirinya menjerumus kedalam mimpi.
****
"tik,tok,tik,tok".
Joshua mengerjap-erjapkan matanya perlahan,samar-sama dia melihat surai hitam di depan wajahnya.ternyata itu rambut jesica.
joshua tersentak saat menyadari dirinya tengah memeluk tubuh jesica,dia langsung melepaskan pelukanya.
Joshua melongok kedepan,melihat kearah jesica.perempuan itu sudah sangat terlelap,beberapa gurata terlihat di wajahnya,pasti dia sangat lelah seharian ini,dia juga sedikit mendengkur.
Joshua tersenyum kecil,mengusak rambut jesica lembut"walau kau gadis yang menyebalkan tapi terimakasih ya sudah merawatku dengan baik".gumamnya terkekeh kecil.
ungkapan kejujuran pertama yang joshua lontarkan pada jesica,tapi percuma jesica tidak mendengarnya.
"hmmm".jesica mengulet,merenggangkan tanganya kesamping.
"menyingkir kambing jelek".
Tangan jesica mendorong tubuh joshua.
"brak".
Tubuh joshua jatuh diatas lantai.entah tangan jesica yang kekencangan atau tubuh joshua yang terlalu enteng.
"perempuan sialan"umpatnya.
Joshua bangkit berdiri hendak memaki jesica.tapi semua makianya tertelan bulat-bulat masuk ke kerongkonganya saat melihat wajah tenang jesica tidur.
Entah apa yang terjadi pada otaknya,mungkin karena banyak menerima cairan impusan.
bukannya malah memaki jesica dia malah mengangkat selimutnya sampai diatas dada jesica.lalu joshua melangkahkan kakinya dengan terseok-seok kearah sofa sambil menggeret-geret tiang impusan.
Joshua menduduki pantatnya keatas sofa.dia mendengus,dia menepuk-nepuk jaket jesica,lalu meringkukkan tubuhnya diatas sofa.
"selamat tidur jesica".katanya.lalu dia mulai memejamkan matanya erat.
__ADS_1