BROKEN MARRIED

BROKEN MARRIED
KUNCI LANGGENG


__ADS_3

"minum nih"


Aron mendorong gelas isi kopi panas dengan asap yang masih mengepul ke depan joshua.dia menduduki dirinya di kursi depan meja joshua.


Joshua menghela nafas berat,menunduk,


memainkan cangkir di depanya.terlihat seperti orang-orang depresi yang banyak tekanan.apa yang membuat seorang joshua tertekan.uang?,dia banyak.cinta?,orang-orang di sekitarnya sangat mencintainya.lalu apa lagi yang kurang.


Aron mengangkat kakinya keatas meja joshua tanpa berdosa,dia menyenderkan punggungnya ke punggung kursi.


"kenapa sih,abis di tolak klien ya?".tebak aron menerka-nerka."atau lupa kata sandi aku medsos".


Memang biasanya kalau wajah joshua kecut kalau bukan di tolak klien ya karena lupa akun medosnya,dia akan membayar siapapun agar dia kembali bisa membuka media sosialnya,


tingkat pikun joshua sudah melebihi batas.


"tenang shua aku akan membayar hacker handal dari luar negri untuk membuka medsosmu lagi,tenang saja selama kau punya aron semua akan jadi mudah".dia menepuk-nepuk pundak joshua.


namun pria itu langsung menggerakkan pundaknya kasar agar aron menyingkirkan tangan kotornya dari pundaknya.


Joshua kembali menghela nafas berat"ini masalahnya lebih serius".


Alis aron terangkat satu"apa?,oh kau pasti kalah main ludo sama pak yanto kan!".


Joshua menatap aron tajam,dia tidak ingin bercanda,masalah ini sudah sangat genting untuknya,masalah yang melibatkan masa depanya juga.


"aku tidak sedang ingin bercanda".


"hahaha,lalu apa yang membuat tuan joshua yang sangat tampan ini bermuran durja tanpa semangat,saya siap mendengarkan semua keluh kesah tuan dnegan senang hati".ujar aron.


Bagaimana pun juga emang dasarnya aron tidak pernah serius.tapi harus dengan siapa lagi joshua mengatakan ini.


Joshua memajukan kursinya,melipat tanganya di depan meja"kemarilah".


Aron menurunkan kakinya dari meja,menarik kursinya kedepan"apa?".


"ini masalah yang sangat darurat,masalah yang bisa berdampak besar di masa depanku.


aku tidak tau harus cerita dengan siapa,dan kau orang yang tepat,aku hanya menceritakan ini denganmu jadi jangan sampai orang lain tau.....".


BRAAKK


Aron menggebrak meja sangat kencang,


membuat joshua berjengit.dia bangkit berdiri"hey joshua bilang saja apa masalah mu,jangan menjelaskan secara berbelit-belit begitu bodoh!".


"jesica tidak mau aku sentuh"ucap joshua akhirnya.


Seketika aron ingin sekali membunuh joshua,


mencincang tubuhnya,lalu membuang potongan tubuh itu santapan jijin,anjing peliharaanya.


"kau bisa membantuku rion.kalau jesica terus begini bagaimana aku bisa mendapatkan keturunan.


nanti siapa yang akan mengurus kantor ku".


Joshua bicara seakan-akan dia orang paling sengsara di dunia,itu membuat aron emosi tidak kepalang.


"tenang saja,kau bisa mengandalkan ku untuk menjadi ceo baru disini,akan dengan senang hati aku terima tawaranmu".


Joshua menimpuk wajah aron dengan proposal-proposal yang cukup tebal di atas mejanya.


"aku tidak sedang ingin bercanda bodoh!".


Aron berdecih"kau emosian makanya jesica tidak mau kau sentuh".


Joshua tidak menggubris ucapan rion,


menggigit-gigit kuku jarinya.oh ayolah dia seorang ceo kenapa bisa-bisanya dia depresi dengan masalah sepele seperti ini.dia bisa saja menyentuh semua perempuan di kota ini kalau dia mau,kenapa dia menggalaukan satu wanita yang tidak mau dia sentuh.


"begini saja"aron meneggakkan tubuhnya"aku akan membantumu agar jesica mau kau sentuh,tapi dengan ganti kau harus memberikanku nomor telfon arimbi,


bagaimana?".


Aron memang pandai membuat penawaran,


pantas dia sudah sukses berbisnis diusia muda.walau hanya selisih tiga tahun suksesnya dengan joshua.


"hmm"joshua mengetuk-etuk meja,berfikir.


"aku tidak ada waktu hanya untuk menunggumu berfikir,kalau tidak mau ya sudah aku pergi".aron berdiri,mengambil jas yang dia sampirkam di belakang kursi.


"tunggu dulu,aku mau".


Senyum aron mengembang"keputusan yang bagus tuan joshua,kau tenang saja,nanti malam akan ku buat jesica mau kau sentuh,


kau bisa percaya kan padaku".


Setelah mengatakan itu aron berbalik,lalu berjalan keluar dari kantor joshua.


Joshua memperhatikan punggung pria itu sampia hilang di pintu masuk.entah apa yang akan aron rencanakan,joshua tidak yakin pria itu bisa melakukan apa yang di inginkan.

__ADS_1


***


"ting,tong,ting,tong".


Suara bell rumah berbunyi nyaring.


"iya sebentar"arum dari arah dapur berlari kedepan untuk membukkan pintu.


Arum menarik gagang pintunya."cari siap...."


ucapanya terhenti saat menyadari siapa orang di depanya"tuan rion".


aron langsung memasang wajah datar saat melihat wajah arum,entahlah aron tidak suka saja dengan pembantu joshua yang satu ini,dia tidak ramah,wajahnya selalu di tekuk"jesica ada?".


"ada tuan"arum membuka pintunya lebih lebar


"silahkan masuk".


Aron mengangguk,dia berjalan mengikuti arum dari belakang.wanita itu masih terlihat menyebalkan walau hanya dilihat dari belakang.


"sebentar ya,saya akan memanggil jesica dulu".


Lihat,bahkan menyebut tuan rumahnya saja tidak menggunakan embel-embel nona atau apapun yang lebih sopan.


Aron mengangguk,kemudian arum berjalan naik ke lantai atas.tidak lama kemudian jesica berjalan menuruni anak tangga.


"hay aron"sapanya hangat setelah sampai di depan aron.


"hay jesica".balas aron.


"arum tolong siapkan jus untuk tuan aron dan camilan juga ya".suruhnya pada arum yang berdiri di sampingnya.


"tidak usah,aku hanya sebentar"ucap rion memotong pembiraan jesica dan arum.


"tidak apa-apa,ayo sinta buatkan jusnya.


"baik nona".


Arum berjalan pergi kearah dapur.'sok jadi tuan rumah banget sih,jijik'.dengus arum dalam hati.


Jesica duduk di kursi di depan aron.aron terus menatap punggung arum sampai dirinya menghilang di balik dapur.


"aku tidak terlalu menyukai pembantumu yang satu itu,kenapa tidak ganti pembantu lain saja sih".cibir aron pedas.


Jesica terkekeh-kekeh kecil.


"hahaha kita udah nyaman sama dia".


"cih,nyaman".


"oh itu,katanya hubungan mu dengan joshua sedang tidak baik-baik saja ya?".tanya aron ke intinya,sekaligus megalihkan pembicaraan.


"apa?!"jesica meninggikan intonasinya satu oktaf,membuat aron terlonjak dari tempatnya.


"ah maaf aku menganggetkanmu".


'duh kenapa sih aku harus terlibat dengan pasangan suami istri absurd yang doyan ngeggas ini'.gumam aron sangat pelan seperti berbisik.


"apa?".


"ah tidak-tidak,tidak apa-apa.oh ya jesica,


semalam joshua bilang padaku kau tidak mau di sentuh,apa itu benar?".


Ah,pasti karena kejadian kemarin,jesica memang sedikit keterlaluan.apa joshua sakit hati dengan perlakuanya sampai bercerita pada aron.


"bukan begitu,kau salah paham.aku bukanya tidak mau di sentuh,aku hanya belum siap".


jelas jesica menundukkan kepalanya malu.


kenapa dia harus beritahu aron tentang ini juga.


Aron tertawa renyah"oh aku mengerti,semua pasangan juga mengalami itu,apalagi pasangan muda yang awalnya tidak saling cinta itu sudsh biasa jesica".


Jesica mengangguk"syukur kalau kau mengerti".


"tapi nih ya".aron memajukan duduknya"mau sampai kapan kau terus tidak ingin dia sentuh,lama-lama dia pasti akan mencari wanita lain yang bisa dia sentuh".


"mas shua tidak akan melakukan itu,aku yakin dia bukan orang yang seperti itu".


"seyakin apa?".


Jesica diam,dia juga tidak yakin seyakin apa dia bisa mempercayai joshua akan selalu menyanyanginya walau dia terus menolak beehubungan badan.


"bukan aku tidak ingin dia sentuh,aku hanya belum siap untuk melakukan hubungan suami istri dengan joshua".jelas jesica ragu-ragu.


Bagaimana dia bisa membahas hubungan intim dengan suaminya.pada sahabat karib suaminya.tapi kalau jesica tidak memberikan alasan,aron akan terus memojokkanya.


"tenang saja,aku punya solusi untuk itu".


Joshua merogoh totebagnya,mengeluarkan baju dari dalam sana dan menyodorkanya pada jesica.

__ADS_1


"pakai ini nanti malam sebelum joshua datang kau harus memakai ini".


Jesica mengambil bajunya"apa ini?".


"sudah pakai saja".


Dia kembali merogoh totebagnya,


mengeluarkan botol sepeeti botol obat berwarna biru kearah jesica.


"teteskan obat ini kedalam minumanmu juga".


"obat apa itu?".


"kau akan tau kalau sudah meminumnya.


sudah jangan banyak tanya".


Aron memasukkan kedua barang itu kedalam totebagnya."pokoknya ikuti saja perkataanku tadi,lalu kau akan liat joshua akan sangat sayang padamu,bukan itu saja hubunganmu denganya akan sangat langgeng,aku berani taruhan".


"akan aku coba".


Seulas senyum terpatri di wajah aron,antara senyum iblis dan malaikat,entahlah.


Aron berdiri,jesica ikut berdiri.


"yasudah kalau begitu aku pergi dulu".


"akan ku antar sampai depan".


****


"buka"seru joshua.


Beberapa detik kemudian pintu rumah terbuka.


joshua langsung saja berjalan melangkah masuk kedalam.lalu pintu rumahnya tertutup.


Dengan malas dia melangkahkan kakinya naik keatas anak tangga satu persatu.jesica pasti sudah tidur,karena tadi sore joshua bilang dia pulang agak telat dan menyuruh jesica tidak usah masak untuknya dan tidak usah menunggunya.


Joshua diam sesaat di depan pintu,sebelum tanganya meraih gagang pintu dan membukanya.


Pemandangan yang tak biasa menyita semua perhatian joshua.


"mashhh".


Jesica duduk di tengah-tengah ranjang,kedua kakinya mengakang lebar.yang membuat joshua tercengang adalah wanita itu menggunakan linggeria putih transparan tanpa yang memperlihatkan tubuhnya yang indah.jesica memasukkan jari manis tangan kananya kedalam mulut,mengemutnya secara seduktif,sementara tangan kirinya meremas gundukan di dadanya yang besar.dia semakin seksi karena keringat yang jatuh membasahi lehernya.


"masshhh".desah jesica.


Joshua mendekati jesica"apa yang terjadi".


Jesica menyentuh pipi joshua"mashhh,


panasshh,ahhh".


Joshua mendekati jesica"apa yang terjadi".


Jesica menyentuh pipi joshua"mashhh,


panasshh,ahhh".


Tatapan joshua teralihkan pada benda kecil diatas laci meja,benda yang sudah tidak asing dimatanya.


tanganya mengepal erat'aron gila,kenapa dia beri jesica obat perangsang,sinting'.batin joshua dalam hati.


"masshhhh,cepat gerahhhhh aakhhhhh".


Jesica mencoba membuka jas joshua,dia


melemparnya ke sembarangan arah,lalu tanganya mencoba membuka kancing-


kancing kemeja joshua.


Sebenarnya joshua suka pada jesica yang seperti ini,tapi mana dia tega melihat istrinya merasa kepanasan dan tersiksa seperti ini.


"masshhhh".


Joshua langsung membuka kancing kemejanya,memamerkan dada bidanya.jesica tersenyum.


Dia langsung merangsang joshua,mencium bibir joshua dengan sangat brutal,hingga joshua tidak bisa menyeimbangi


Joshua menidurkan tubuh jesica ke kasur tanpa melepaskan ciuman mereka.


kedua tanganya membuka lenggeria jesica secara cekatantanganya mulai meraba-raba tubuh jesica,membuat wanita itu mendesah.


"ahhh ayohhhh lagihhhhh ahhhhh".


Joshua berdiri,buru-buru melepaskan celananya.


"aahhh cepathhh"

__ADS_1


Sebenarnya joshua tidak tega melihat jesica merasa tidak berdaya dan tersiksa seperti.ini sama saja seperti dia memperkosa jesica secara langsung.


"aron sialan akan ku bunuh kau nanti".


__ADS_2