BROKEN MARRIED

BROKEN MARRIED
SAMPAH(07)


__ADS_3

Matahari terlihat menyelinap,menerobos masuk kedalam kamar besar yang terlihat berantakan dan sangat gelap,seorang pria mengulet diatas kasur besar king sizenya,menggulung-gulung dirinya dengan selimut seperti sosis dengan gulungan telur.


Tepat dengan itu suara alarm dari atas nakasnya berbunyi,sangat keras dan nyaring.


layar alarm pipi itu menunjukan jam enam tiga puluh,masih terlalu pagi untuk berangkat kerja bagi seorang ceo.Joshua bersingut dari kasurnya.dia duduk di pinggiran ranjang.tangan besarnya mematikan suara alarm diatas nakas.


rambutnya telihat sangat berantakan,matanya masih terpejam erat,joshua masih enggan membuka matanya.beberapa menit pria itu diam dengan posisinya,dia tidur duduk.lalu dia beranjak pergi turun.


Joshua melangkahkan kakinya menuruni satu persatu anak tangga.dia beberapa kali mengucek matanya,menyingkirkan kotoran yang menganggu matanya dan menguap.


"tuan joshua sudah bangun".sapa arimbi hangat dari bawah,dia menaruh beberapa makanan diatas meja makan.


Joshua belum melangkah ke tangga terakhir.


tapi aroma harum masakan sudah tercium measuk kedalam hidungnya.


Dia buru-buru berjalan ke meja makan.ada semangkuk sup ayam hangat dengan asap yang masih membumbung diatasnya.sup kesukaan joshua waktu kecil.lalu nasi,sejak kapan bibi menghidangkan nasi untuk sarapan.biasanya joshua sarapan hanya dengan roti dan selai.joshua hampir bosan dengan makanan itu.tapi sekarang,apa ini.


Joshua menarik kursi,lalu duduk disana.


"bakal ada tamu ya?".tanyanya.mengambil sendok dari wadahnya.


arimbi terkekeh kecil dari dalam dapur.


Joshua menyeruput sup ayamnya.matanya terbelalak saat sup itu masuk kedalam mulutnya.beberapa detik dia diam sambil mengerjap-erjapkan matanya.wow,mungkin itu kata yang pas untum mewakili rasa supnya.ini sup yang sangat lezat,rasanya sekelas sup restoran.apalagi dengan rasa lada yang menyengat tenggorokanya.sup yang sempurna.


"kau memang ahli dalam memasak rimbi"puji joshua,menyendok supnya lagi.


Dari dapur arimbi membawa ikan goreng diatas piring.ikan kesukaan joshua.dia lupa nama ikanya.


Apa tamunya sebegitu penting sampai harus di buatkan banyak makanan seperti ini.tumben-tumbenan arimbi masak ikan goreng.apa ibu dan ayah akan berkunjung kesini lagi.mau apa?.


"apa nyonya natalie akan berkunjung kesini lagi,sampai kau masak sebanyak ini?".


arimbi menggeleng,dia menuangkan jus jeruk kedalam gelas joshua.


"tidak ada yang berkunjung hari ini".


"tidak ada?"


arimbi mengangguk mengiyakan,sebelum dirinya kembali kedalam dapur lagi.


Kalau bukan ada tamu lalu untuk apa bibi masak sebanyak ini.apa mungkin bibi dapat uang belanja lebih dari nyonya natalie,sebagai permintaan maaf karena kamarin sudah membuat joshua emosi.


Joshua tersenyum tipis.wanita tua menyebalkan itu ternyata masih menyayangi anaknya.


Oh ya,joshua mengedarkan pandanganya.


"dimana gadis itu?"gumamnya.


daritadi dia tidak melihat gadis itu sama sekali.apa jesica memilh keluar dari rumah ini setelah joshua membentaknya.baguslah kalau dia sadar,joshua tidak perlu menyingkirkan sampah itu dengan susah payah.dia hanya akan merepotkannya saja.


Joshua mengambil piring di depanya,


menyendok nasi cukup banyak.dia harus makan banyak hari ini,makanan seperti ini tidak boleh disia-siakan.joshua menambahkan sopnya diatas nasi,bau sop dengan banyak lada.lada membuat hari-hari seseorang menjadi semangat,sop ini benar-


benar mengingatkan masa kecilnya.dia juga mengambil ikan besar di depanya.dia menyantapnya.


joshua menyantapnya lagi,dua sampai tiga kali sendokan hingga mulutnya penuh.


"masakan mu sangat enak rimbi,kau memang koki yang handal"pujinya.menyendok supnya untuk kesekian kalinya.


arimbi terkekeh dari dapur"apa seenak itu tuan?"dia berjalan ke meja makan.arimbi menaruh beberapa lalapan diatas meja.


"seperti masakan koki terkenal"joshua menyantap makananya"aku bahkan tidak bisa mendeskripsikan rasanya karena sangat enak"puji joshua berlebihan.


dia selalu memuji secara berlebihan kalau dirasa hal itu harus mendapatkan semua pujian itu.


"nona jesica yang memasakanya"


Joshua hampir tersedak mendengarnya.


"khusus untuk tuan"tambah arimbi.


"uhukk"joshua terbatuk.


"tuan joshua".

__ADS_1


"minum,cepat!".joshua mencoba meraih jus jeruk di depanya.


arimbi mengambil jus jeruknya, menyodokanya pada joshua.joshua langsung menenggaknya sampai habis.


"makan dengan hati-hati tuan".


Joshua langsung mengedarkan pandanganya.


Joshua fikir gadis itu sudah tidak ada dirumah karena tidak menunjukan batang hidungnya sama sekali.tapi kenapa tiba-tiba dia yang memasakan semua ini.kalau joshua tau gadis itu yang memasakanya dia akan membuang semua makanan tidak sehat ini ke tong sampah langsung.tidak,Joshua akan meludahinya terlebih dahulu di depan wajah wanita itu lalu membuangnya.


"dimana dia?".tanya joshua.


arimbi tidak menjawab.itu membuat joshua semakin kesal saja.


Joshua menatap arimbi tajam"dimana dia?!"


"di...dia di kamar ku tuan".jawab arimbi tersedat-sedat.


"panggil dia".


"tapi tuan...."


"cepat!!"


"b...baik tuan"arimbi mengangguk-angguk,dia langsung berlari ke kamarnya.joshua tidak bisa di bantah,dia harus menurutinya kalau tidak ingin di pecat.


Joshua mengepalkan tanganya erat,beberapa kali memukul meja.dia tidak habis fikir kenapa gadis itu masih betah disini,padahal jelas-jelas joshua sudah mengusirnya dan menyakitinya kemarin.


"tuan joshua".


Jesica berdiri di samping arimbi,dia sedikit menundukan kepalanya,tidak mau melihat joshua.


"arimbi kau bisa kembali ke dapur".perintah joshua tanpa menatap arimbi.pandanganya tertuju pada jesica.


arimbi mengangguk,dia berbalik dan meninggalkan jasica dan joshua berdua.


"semoga tuhan melindungimu nona jesica"gumam arimbi masuk kedalam dapur.


Joshua menatap jesica tajam,matanya hampir Keluar.


Joshua menggebrak meja sangat kencang"kenapa kau masih ada disini!".


Jesica berjengit kaget,dia menelan ludahnya kasar.tubuhnya sedikit bergetar.


Joshua menatap semua makanan diatas meja.makanan yang sekarang jadi terasa sia-sia.dia memijit dahinya pelan,kemudia terkekeh kecil.dia seperti orang-orang yang menanggung banyak beban.


"kau fikir dengan menyiapkan makanan sebanyak ini,kau bisa meluluhkan hatiku?,


hah?".


Jesica tidak menjawab.lebih tepatnya dia tidak tau apa jawabn yang tepat untuk dia lontarkan.


"jawab jesica"joshua mencengkeram erat tangan jesica,mengguncang tubuh jesica yang lebih kecil darinya.


"b...bu...bukan itu maksudku"jawab jesica gagap.


bagaimana tidak,joshua menatapnya dan mencengkeram tanganya sangat erat seperti seorang psikopat yang mencoba membunuh korbanya.dia tidak bisa berkutit sama sekali.


"lalu apa?.oh kau ingin menggatikan posisi ellen.kau ingin aku menyukaimu dan mencintaimu bukan?".


"a..aku hanya menjalankan kewajibanku".


jesica masih tetap tidak berani menatap joshua.


Joshua mengerutkan sebelah alisnya


"kewajiban?,kewajiba apa?".


"i..is..istri".suara jesica tercekat.


Joshua diam,cengkeraman di tanganya mengendur.sekarang jesica semakin panik.harusnya dia tidak bilang begitu pada joshua.sekarang joshua pasti marah besar padanya.


Joshua terkekeh renyah.tapi tawanya terdengar menyeramkan"oh iya aku lupa.kau kan sekarang sudah menjadi istri ku,benar begitu bukan".


"aww"jesica meringis.joshua mencengkeramnya lebih kuat.


"tuan sakit"racau jesica.

__ADS_1


Joshua melepaskan cengkeramanya dari tangan jasica.dia bangkit berdiri.mendorong kursinya dengan kaki sampai jatuh.lalu berjalan begitu saja tanpa ada rasa bersalah.


***


Jesica duduk di karpet usnag yang dia temui di gudang,joshua bahkan tidak memberikanya kasur,atau setidaknya alas yang lebih layak untuk dirinya tidur.dia memijat-mijat kakinya pelan,rasanya sangat lelah sekali hari ini,padahal dia sering mengerjakan ini itu di rumah bu irma,tapi entah kenapa semuanya jadi terlihat berat hari ini.


Dia baru saja selesai melempiti baju-baju joshua,dia juga harus mengepel semua rumah ini sendirian tanpa bantuan siapapun,


semua yang mencoba membantu jesica akan dimarahi habis-habisan oleh joshua,kini tanganya mejadi kebas.


"jesica!!!".


Teriakan memekikan itu membuat telinga jesica berdengung.dia fikir semuanya sudah seledai hari ini,ternyata belum.


"jesica kemarilah cepat!!".


Jesica mendesah pelan,dengan sangat amat terpaksa dia berdiri dan berjalan ke sumber suara.


Gadis itu mengetuk pintu sebelum masuk kedalam kamar joshua.


"masuk".


Jesica membuka pintunya.


Joshua sedang duduk di meja kerjanya,


beberapa kertas terlihat berhamburan di atas mejanya,bahkan di jam sebelas malam seperti ini pria itu masih mengerjakan tugasnya.


"buatkan aku kopi".


"tapi tuan bilang....."


"buatkan aku kopi!!!"


"baik tuan".


Jesica langsung turun ke bawah,masuk kedalam dapur.dia mengambil gelas,dan menaruh gelas tersebut di sebuah benda mirip dispenser.bedanya kalau dispenser hanya mengisi air putih,benda ini bisa mengeluarkan kopi panas dan teh,benda yang sering kita jumpai di kafe-kafe.


Jesica naik keatas lagi setelah kopinya selesai.dia langsung masuk karena pintunya tidak di tutup.


"ini kopinya tuan".


"taruh disitu".


Jesica mengangguk,dia menaruh kopinya,namun.


"byurr".


Setengah air di kopinya tumpah membasahi kertas-kertas di bawahnya.


"oh astaga".


Jantung jesica berdetak begitu kencang,dia langsung meraih kertas-kertas yang terkena tumpahan kopi"maafkan aku,maafkan aku,aku akan membereskan semua".


Joshua terlihat jengah,dia menggebrak mejanya.


"apa yang sebenarnya kau lakukan,kau merusak semua dokumen-dokumen ku kau tau!!!".


Jesica menunduk,keringat dingin mengucur deras di keningnya"aku minta maaf tuan,aku benar-benar minta maaf".cicitnya memohon.


"minta maaf katamu?,sini akan ku ajarkan caranya minta maaf".


Joshua meraih tangan kanan jesica,dia meraih gelas kopi yang isinya tinggal setengah.


"tidak tuan,jangan,jangan"jesica memberontak.


Joshua menuangkan kopi di gelasnya yang masih panas ke tangan jesica.


"arrgghhh!!"jesica mengerang kesakitan,bulir air mata turun tanpa aba-aba membasahi pipinya.


rasanya sangat panas,kulitnya terasa terkelupas.


Joshua tertawa terbahak-bahak,dia sangat menyukai saat jesica berteriak kesakitan dan air mata jatuh membasahi pipinya.


"t...tuan..arggh!!".


***

__ADS_1


__ADS_2