
Malam semakin pekat,bintang-bintang berkelap-kelip menghiasi malam yang dingin ini.Malam ini roby menyuruh semua teman-temanya kumpul di tepi pantai.
"tes,tes"roby mencoba mengetes pengeras suarannya,dia mengedarkan pandanganya,
menghitung siapa saja yang sudah datang,dan semuanya sudah berkumpul,
semua tatapan mereka tertuju pada roby yang berdiri di tengah-tengah.
"hey kenapa kau mengumpulkan kami disini?".
tanya joshua,mendekap dirinya sendiri,angin di pantai terasa menusuk tulangnya.
"aku mengumpulkan kalian semua disini untuk bermain sebuah game.kalian tau game mencari jejak?".
"seperti game di eskul pramuka?".tanya rey.
Roby menjentikan jarinya"tepat.gamenya sangat mudah,jadi kalian hanya perlu mencari bendera yang sudah aku pasang di batang-batang pohon disana".
Roby menunjuk hutan rimbun di dekat pantai,
hanya hutan kecil dnegan pohon yang tidak terlalu tinggi.
Jinny menggigit-gigit kuku jarinya
"pemenangnya dapat apa?".
"dapat tidur dengan ku".roby menutup sebelah matanya menggoda jinny.
Mina langsung mencubit perut roby"apaan sih".
"yaudah ayo mulai".
"permainan anak kecil,sambil tutup mata juga aku bisa menyelesaikanya dengan baik".ujar joshua meremehkan.
Dia tidak tau saja ada hal apa saja di dalam hutan yang tidak berpenghuni itu.
"hey tunggu dulu anak muda,jangan gegabah dulu.kalian tidak mencarinya seorang diri,kita akan bagi kelompok,satu kelompok dua orang ya".
Nina memeluk lengan joshua lembut"kalau begitu aku ingin bersama shua".
"tentu saja".joshua menepuk-nepuk atas kepala nina.
"oh tidak semudah itu anak muda.sayang tolong berikan gelasnya".perintah roby pada mina.
Mina memberikan gelasnya pada roby"nah aku sudah menuliskan empat nama hewan disini,kalian ambil secara acak,orang dengan nama yang sama mereka akan menjadi pasanganya".
"menyusahkan saja,biar aku ambil duluan".
Joshua memasukan tanganya kedalam gelas mengambil satu gulungan kertas.dia sudah ingin membukanya tapi.
"tidak ada yang boleh membuka kertas sebelum ada aba-aba dariku".
Sayangnya dia sudah melihat isinya.dia mendapatkan sapi.
Lalu setelah itu jhony,jesica,jinny,nina, mina,
bahkan rey mengambil kertas dari dalam gelas.
Dia berharap semoga tidak satu grup dengan rey karena itu akan menjadi masalah.jesica melirik joshua.dia sedang bercumbu mesra dengan nina.joshua tidak akan mau jadi partnernya.
"sekarang kalian boleh buka kertasnya".
Jesica membuka kertasnya perlahan,dan dia mendapatkan sapi,dia mengedarkan pandanganya siapa yang medapatkan sapi.
"aku buaya,siapa yang dapat buaya juga".roby mengangkat kertasnya.
"kau buaya?"jinny tertawa kencang"kau mengakuinya kalau kau buaya?".
"punyaku buaya,kau dapat siapa?".
"aku juga buaya".
"wah berarti kau sekelompok denganku,ah senangnya".roby memeluk jinny tiba-tiba,
membuat mina jengah dan berjalan pergi.
__ADS_1
"hey kau mau kemana sayang?".
"diam buaya!"tukas mina tanpa membalikan badan.
Rey menyenggol bahu jesica yang terlihat kebingungan"kau dapat apa?".
"kau sendiri?".tanya jesica balik.
"gajah".
Jesica bernafas lega.
"kau.......".
"kyaaa tuan es aku tidak menyangka kau bisa sekelompok denganku".mina langsung memeluk rey erat.membuat jesica refleks mengalihkan padanganya.dan pergi meninggalkan rey dan mina.
Sekarang tinggal jhony,joshua,jesica,dan nina yang belum mendapatkan kelompoknya.
"kau dapat apa sayang,aku dapat sapi?".tanya joshua.
Seketika wajah nina berubah jadi murung.
"kau tidak dapat sapi?".
Nina menggeleng.dia menunjukkan kertasnya yang bertuliskan ayam.
"kau dapat ayam?"tanya jhony yang tiba-tiba ada di depan mereka.
"ya".
"aku juga dapat ayam".
"oh".jawab nina singkat.
Joshua mengedarkan pandanganya,mencari siapa yang belum dapat pasangan,tapi sepertinya semua sudah memiliki pasanganya masing-masing,kecuali.
Joshua membuang kertas di tanganya"aku tidak mau ikut permainan ini".dia berbalik lalu melangkah pergi.
***
Beberapa menit yang lalu dia memang memutuskan untuk tidak ikut permainan ini,tapi roby memaksanya dengan bilang dia akan menyebarkan foto jelek joshua yang sedang mabuk pada teman-temanya menggunakan layar besar.jadi dengan snagat amat terpaksa joshua ikut dalam permainanya.
Dan dari perjalanan di mulai sampai sekarang dia tidak berhenti mendumal,mengumpat,
pokoknya semua kata yang ada di bibirnya dia keluarkan.telinga jesica sampai panas mendengar semua celotehnya.
Langkah joshua tiba-tiba saja berhenti,
membuat langkah jesica di belakangnya juga ikut berhenti.dia membalikan badanya.
"menjauhkan dariku satu meter,aku tidak mau tau pokoknya jangan dekat-dekat denganku".
Setelah mengatakan itu joshua melanjutkan perjalananya lagi,menyorotkan senternya kedepan,mencari-cari bendera yang di maksud roby.
Hampir satu jam mereka terus mencari-cari bendara itu,tapi hasilnya nihil,mereka tidak menemukan apa-apa,sampai joshua sadar.
"hey bukannya kita sudah pernah melewati tempat ini?".tanya joshua sedikit panik.
Tapi tidak ada jawaban yang dia dengar,jesica malah duduk di sebuah pohon besar rindang.
"kenapa ka malah duduk disitu,bangunlah,kita harus cari jalan keluar".
Nafas jesica memburu,tanganya hampir sedingin es,badan dan bibirnya mulai bergetar.dia memang begitu,gadis yang tidak bisa menahan dingin.badanya akan terasa membeku dan mati rasa kalau terus berada di tempat dingin.
"jesica ayo bangun!!".
"a....akku tidak kuat berjalan lagi tuan?".
'dia kenapa?,apa dia sakit?.ah kenapa aku jadi memperdulikanya begini'.batin joshua.
Joshua berjalan kearah jesica,dia lalu duduk di samping jesica,tentunya di beri sekat beberapa cm.
"yasudah kita istirahat sebentar,dasar merepotkan saja".
Joshua melirik gadis di sampingnya.jesica mendekap dirinya sangat erat,wajahnya terlihat sangat pucat,bibirnya bergetar dan giginya bergemeretak,dia kedinginan?.
__ADS_1
padahal tidak sedingin itu.
"kau kenapa?".tanya joshua mengerutkan sebelah alisnya.
Jesica menggeleng"ti..dak papa".katanya terbata-bata,dia bilang tidak papa tapi wajahnya jadi bertambah pucat seperti itu.
Joshua melirik tangan jesica,ujung-ujung jarinya membiru.
"tanganmu membiru,kau yakin kau tidak papa?".
"y...ya".
"yasudah"joshua membalikan badanya,
membelakangi jesica"jangan ganggu aku".dia memejamkan matanya,siapa tau bangun-
bangun dia sudah di kamarnya yang hangat,dan ini hanya mimpi.
Tapi suara gertakan gigi yang saling beradu membuatnya sulit untuk memejamkan mata.joshua membalikan badanya.dia memutar kedua bola matanya malas,dia melepaskan jaketnya dan melemparkan jaket itu wajah jesica"pakaialah".
Jesica mengambil jaket joshua,alisnya berkerut.
"kenapa masih tidak memakainya,apa kau tidak tau cara memakai jaket?".
"tapi bagaimana dengan tuan,tuan akan kedinginan".
Sekarang joshua hanya memakai baju berlengan pendek.dibandingkan dengan jesica joshua lebih membutuhkan jaket itu sekarang.
"apa wajah ku terlihat lemah?".dia memajukan wajahnya kedepan jesica.
"kemari"joshua mengambil jaket di tangan jesica.
Wajah jesica memerah saat kedua tangan besar joshua merengkuhnya dari belakang,memakaikanya jaket.
"kau itu hanya miskin,bukan bodoh,pakai jaket saja tidak tau caranya,sebenarnya kau pernah sekolah tidak sih".Cibir joshua,menarik retsleting dari bawah hingga keatas dada jesica.
Napas jesica tertahan saat kedua tangan joshua mengulur kebelakang kepalanya,wajah mereka kini sangat dekat,jesica bisa merasakan deru nafas joshua dengan sangat jelas.
"kau juga harus menutupi telingamu agar rasa dinginya bisa berkurang".katanya memakaikan tudung ke kepala jesica,dia menarik kedua tali di tudungnya sampai menutup seluruh rambut jesica.
"nah sekarang sudah tidak dingin lagi kan?"dia mengelus lembut pinggir kepala jesica.membuat jantung gadis itu berdetak tidak karuan.
Jesica hanya diam membeku,menatap raut wajah joshua.dia tidak bisa berkata apa-apa lagi,jangankan berkata mengendalikan detak jantungnya kembali normal saja tidak bisa.
Joshua melengos"aku melakukanya karena terpaksa,kalau kau mati kedinginan disini,aku bisa di tuduh membunuh mu".jelas joshua.
Jesica tau,sangat amat tau,dia tidak mengharapkan banyak hal pada pria ini,dengan sedikit perhatianya saja jesica sudah sangat amat berterimakasih.
Joshua menyenderkan tubuhnya di belakang pohon,dia mendesah pelan,harusnya tadi dia tidak ikut saja permainan ini,lagipula siapapula yang menciptakan permainan ini,permainan tidak berguna,hanya menyesatkan orang saja,aturan permainannya juga sangat aneh,dia akan memaki-maki semua orang setelah dia bisa keluar dari hutan rimbun menyeramkan ini.joshua mendekap tubuhnya sendiri.tadi kalau tau begini dia pakai baju panjang saja.
Joshua kembali melirik jesica,gadis itu masih terus meringkuk kedinginan,seakan-akan jaket yang dia gunakan tidak berfungsi apa-apa.
"kau masih kedinginan?".
Jesica mengangguk.
"kau mau aku melepas bajuku untuk mu juga,agar rasa dinginya bekurang?".
Jesica menggeleng cepat,bukan dinginya yang akan berkurang,tapi kewarasan jesica yang berkurang.mengingat hal yang semalam saja sudah membuat jantungnya bedetak begitu kencang.
"tidak usah,sebentar lagi juga akan baik-baik saja".
"baik-baik saja gimana,bibirmu pucat tuh".
"begini saja,apa yang bisa membuat rasa dingin mu berkurang?,teh hangat?".tanya joshua.
"kau yakin menanyakan itu tuan?".
"cepat katakan saja".desak joshua.dia hanya khawatir dengan kondisi jesica yang begitu menyedihkan.dia bisa mati kedinginan kalo di biarkan begitu saja.
Jesica ragu harus mengatakanya,walau jesica tau joshua tidak akan melakukanya juga.
"setiap aku kedinginan ibuku selalu memeluk ku".jelas jesica tertunduk malu"tapi tuan tidak perlu melaku.....".
grebb!!
__ADS_1