BROKEN MARRIED

BROKEN MARRIED
PEDULI


__ADS_3

Matahari menyelinap masuk kedalam sela-sela kaca jendela.jesica mengerjap-


erjapkan matanya perlahan,samar samar dia mengedarkan pandanganya.sebuah kamar mewah dengan lampu gantung diatasnya.


sudah pasti ini kamar joshua.dia lupa kalau semalam joshua menyuruhnya tidur di kamar pria itu.tapi di sofanya.gapi tidak apa-apa yang penting jesica pernah tidur di kamar suaminya saja sudah bersyukur.


Jesica menurunkan kakinya hendak bangkit berdiri.namun sebuah tangan besar sedikit berotot melingkar di pinggangnya,


memeluknya erat.


Mata jesica terbelalak,dia melihat ke kasur joshua,pria itu sudah tidak ada dikasurnya.


berarti orang yang sedang memeluknya.


Jesica membalikan badanya.benar dugaanya wajah joshua terpampang jelas di,jarak mereka hanya terpaut beberapa centimeter.


"ahhhhh!!"


sontak jesica mendorong tubuh joshua menjauh darinya,bukanya menjauh tubuh jesica malah jatuh dari sofa.


'brukk'


Joshua tersentak kaget,dia terduduk di sofa dengan mata masih terpejam rapat"siapa itu?".


Jesica memegangi punggungnya yang sakit.


"maaf tuan itu suaraku".


"kau,kenapa kau tidur disini,siapa yang mengizinkanmu tidur disini?".cecar joshua.


"bukanya tuan yang menyuruh ku untuk tidur disini?".


"kau menghayal.cih,mana mungkin aku menyuruhmu tidur bersama ku,dalam mimpi saja aku tak sudi".


Padah memang benar,joahua juga mengigat semalam dia ingin tidur dengan jesica.tapi dia malu saja mengungkapkanya.


"tapi benar tuan aku berani bersumpah".


"ih ada iler di bibirmu".kata joshua mengalihkan pembicaraan.


dia menunjuk jijik bibir jesica"kau ngiler ya?".


Joshua langsung melihat bantal yang jesica pakai,baju dan tanganya,mungkin saja iler jesica juga jatuh ke barang-barangnya.


"aku harus membawa ini semua ke laundry".


Jesica terkekeh kecil,dia mengusap ilernya yang menghias disamping-samping bibir"hehehehe aku minta maaf ya tuan".


"hehehe".joshua menirukan ketawa jesica yang tadi.


"iler itu mahal tuan,bisa puluhan juta harganya,asal tuan tau saja iler bisa nyembuhin penyakit".jelas jesica.


Joshua memutar bola matanya malas"itu iler burung walet bodoh,siapa juga yang mau iler kamu".


"hehehehe".


"hehehehe".joshua menirukan ketawa jesica lagi.

__ADS_1


Joshua melemparkan bantal ke wajah jesica"cepat sana mandi,bau".


"disini?".


"iya sekalian aku mandiin".


Tubuh jesica langsung mematung.sudah cukup joshua membuat badanya tidak suci lagi,sudah cukup tidak mau lagi.


Melihat wajah jesica yang merah seperti keping rebus joshua punya inisiatif untuk menjailinya.dia mendekat wajahnya ke wajah jesica.


"bagaimana kau mau ku mandikan?".


Jesica tersentak,dia refkels menjauhkan tubuhnya.


Jesicabangkit berdiri,dia menggaruk-garuk belakang lehernya"hehehe aku harus kedapur untuk membuat sarapan".


"kan ada bi uut".


"bi uut pasti sibuk kalo ngerjainya sendiri,aku harus pergi,selamat jalan eh selamat tinggal eh sampai jumpa"ujar jesica gagap.


Dia berbalik lalu peejalan keluar kamar joshua.


Joshua terkekeh kecil,dia menatap punggung jesica yang berjalan keluar dari kamarnya lalu hilang di pintu.


"dia imut".ujar joshua keceplosan.


'apa yang kau katakan joshua,jangan bilang kau menyukainya,tidak mungkin,tidak aku tidak mungkin menyukai gadis kampung itu'.


batin joshua seakan-akan bertarung dengan dirinya sendiri.


***


"jesica aku lapar,masakkan aku sesuatu!".


suruh joshua berjalan kearah dapur.


"nona jesica beneran tidak apa-apa?".tanya arimbi menyentuh bahu jesica.


jesica mengangguk kecil,dia memijit-mijit keningnya pelan.badanya panas,kepalanya pusing,perutnya mual.mungkin karna kemarin -kemarin dia kurang tidur,jadi dia masuk angin.


"aku tidak apa-ap.....".


'brukk'.


sebelum jesica menyelesaikan ucapanya tubuhnya susah jatuh terkulai di di lantai.


"jesica"jerit joshua dan arimbi bersamaan.


joshua langsung membopong tubuh jesica untuk membawanya ke kamar.dia tidka bertanya kenapa jesica bisa pingsan tiba-tiba begini.


"arimbi cepat telfonkan dokter!!".perintahnya kalang kabut.


"b...baik tuan"kata arimbi.


joshua langsung membawa jesica naik ke kamar atas.


tidak begitu lama dokter yang arimbi telfon datang.

__ADS_1


joshua melipat kedua tanganya di depan dada sambi mengigit-gigit kuku-kuku jarinya untuk menghilangkan rasa panik sambil terus memperhatikan dokter memeriksa kondisi jesica.


dokter itu memasukkan stetoskopnya kedalam saku jasnya,tandanya pemeriksaan sudah selesai.


"bagaimana kondisi istri saya dok?"tanya joshua.


dokter itu tersenyum kecil,melirik jesica sekilas"istri bapak hanya kelelahan,bapak tidk usah terlalu panik,sebentar lagi dia juga akan bangun.saya sarankan untuk beberapa hari ini dia tidak terlalu banyak bergerak dan minum obatnya secara teratur".


joshua menghela nafas lega.kabar yang dia ingin dengar tadi."terimakasih dok".


dokter itu mengangguk kecil"kalau begitu saya permisi dulu pak".


dokter itu mengemasi barang-baranganya di bantu oleh arimbi,lalu meninggalkan kamar joshua,diikuti arimbi di belakangnya.


joshua berjalan kearah jesica.menatap wajah pucat dengan mata yang masih terpejam di bawahnya.dia menyingkirkan anak rmabut yang menghalangi wajah jesica.


"ternyata wanita sepertimu bisa sakit juga ya"


ledeknya tertawa kecil.


kemudian joshua menarik kotak laci di sampingnya.mengambil gell kompres yang dia beli dulu untuk jesica.dia menyingkirkan rambut jesica yang sedikit basah dari keningnya,kemudian menempelkan gell itu.joshua menyibak baju jesica,mengoleskan perutnya dengan minyak kayu putih,dia mengoleskanya di tangan dan kaki jesica saja,agar tidak masuk angin dan hangat.dan terakhir,dia menarik selimut hingga keatas dada.


"drrtt....drrrttt....drrrttt".


Ponsel diatas nakas berdering,joshua mengambil ponselnya,menatap siapa yang menelfon,ternyata rey.dia sampai lupa kalau hari ini ada rapat.


"halo".kata joshua menempelkan ponselnya ke telinga.


"kau dimana?"


"rumah"


"aku tunggu lima belas menit lagi".


Joshua mendesah pelan,dia melirik jesica,tidak mungkin pria itu meninggalkan jesica dengan keadaan seperti ini,


memangnya bi uut bisa mengurusnya,tapi bukanya itu akan membuatnya terus merasa bersalah telah membuat jesica seperti ini.


kalau berangkat juga dia pasti akan terus kepikiran dengan kondisi jesica,itu malah mrmbuat semuanya berantakan.


"rey kepalaku sedikit pusing,apa kau bisa gantikan posisiku untuk hari ini saja?,aku benar-benar tidak yakin bisa ikut rapat".


bohong joshua.


Terdengar helaan nafas di seberang sana.rey pasti jengkel,pasalnya joshua selalu melakukan ini tepat di hari-h,itu membuat rey harus kerepotan sendiri.


"yasudah,cepat sembuh".


"oh ya rey,satu lagi"kata joshua.


"apa?"


"kau bisa berhenti menghubungi jesica,dia baik-baik saja bersamaku,kau mengerti kan?".


Setelah itu joshua langsung menutup panggilanya tanpa mendengar jawab rey.joshua bangkit berdiri,lalu dia berjalan keluar dari kamar.


***

__ADS_1


__ADS_2