
"selamat pagi tuan ceo tampan".sapa aron menghampiri joshua yang sedang duduk sambil memainkan ponselnya.
"mau apa kau kesini?".ketus joshua.
memantikan ponselnya dan menaruhnya diatas nakas.
"kau tidak senang aku datang kesini shua,huh teganya".
"tidak".
Aron menaruh bucket bunganya diatas nakas,dia menatap joshua dari ujung kepala sampai ujung kaki.
"kau tau,aku hampir jantungan pas rey mengabariku dan bilang kalau kau kecelakaan,aku fikir kau sudah mati,ternyata hanya patah tangan,cih padahal aku ingin kau mati".cerocos aron.
"memangnya kalau aku mati kau bisa hidup bahagia?".
"mungkin,coba saja".
"kau saja duluan sana".
Aron tertawa"kau ini pemarah sekali ya".
pandangan jodhua terlaihkan oleh kacamata yang dipakai aron,kaca sebelah kananya retak.
"kacamatamu kenapa?".
"hah kenapa?".
"kacamatamu retak tuh".
Aron membuka kacamatanya,benar kaca sebelah matanya retak,dia bahkan tidak menyadarinya.
"ah gadis gila di lorong tadi tidak sengaja menyenggol dan menginjak kacamataku.
kebetulan aku juga ingin membeli yang baru".
"ckleek".
Aron dan joshua langsung melengos ke sumber suara.seorang wanita berdiri diambang pintu ruangan,dan seornag wnaita mengekor di belakangnya.
"kata supir tuan aron dia sudah masuk ke kamar tuan".kata jesica masuk kedalam ruangan joshua.diikuti arimbi di belakangnya.
'sial,kenapa ketemu model gila ini lagi sih'gerutu arimbi dalam hati.
'sial,kenapa kenapa harus ketemu wanita gila ini lagi sih'gerutu aron dalam hati.
"kau,kau yang tadi menabrak ku kan?".tunjuk aron.
Jesica langsung berjalan kearah aron"sekali lagi saya minta maaf tuan".
Joshua menatap aron dan jesica bergantian"kalian saling kenal?".
"dia yang menabrakku di lorong tadi".
"kau ini,kenapa tidak hati-hati sih".tukas joshua.
Membuat aron tertawa kecil"dia sudah minta maaf kok,kenapa sentimen begitu,ya kan?".
"ah iya,kita belum kenalan ya.aron"aron mengulurkan tanganya.
Jesica menjawab uluran tangan aron"jesica".
"kau ini siapanya joshua,pacar?".
Jesica melirik joshua sebelum menjawab,
kalau dia bilang dia istrinya joshua pasti marah besar.
"hebat ya,kau membawa dua pembaut
"pembatu ku cuma satu".
"heh?!"
"ak....."
__ADS_1
"dia istriku".lugas joshua menunjuk jesica membuat jesica menatapnya heran.
"kenapa,benarkan kan kau istriku?".
"oh jadi waktu itu aku benar,kau menyukai pembantumu,kau melamarnya dan dia mau jadi istrimu,ini benar-benar cocok di jadikan novel".persepsi aron.
'bukn begitu cerita aslinya bambang'.mungkin itu yanga da di dalam hati joshua dan jesica.
Aron mencomot anggur di meja di samping kursinya.
Joshua mengalihkan pandanganya pada jesica,gadis itu terus memperhatikan aron sejak tadi,apa sesuka itu dia dengan aron.
"hey jesica".
Jesica tersentak"ya tuan".
"aku haus,cepat belikan aku air".
"tapi air di gelas tuan belum habis".
Joshua mengambil gelas diatas nakasnya,
kemudinya menenggaknya sampai habis.
"kau lihat sekarang sudah habis,cepat belikan".
"biar saya saja yang belikan tuan".kata arimbi menawarkan diri.
joshua menatap arimbi tajam,arimbi langsung tau apa maksudnya.
"ayo jesica tunggu apalagi,cepat belikan aku minum".
"baik tuan".
Jesica berjalan keluar dari ruangan.kalau joshua membiarkan gadis itu tetap disini dia akan keenakan karena bisa terus menatap wajah aron,kan joshua jadi kesal.
arimbi juga langsung berjalan keluar mengikuti jesica,dia tidak ingin lama-lama melihat wajah aron yang terlihat menyebalkan.
"kenapa kau mengusirnya,kau takut aku naksir padanya?".
"bukanya kau dulu dengan ellen ya,kenapa tiba-tiba menikalh dengan orang lain.memang sih jesica cantik,tapi aneh saja orang sebucin joshua putus dengan ellen".
Padahal joshua sudah sudah melupakan hubunganya dengan ellen,tapi aron datang dan mengingatnya lagi,rasanya ingin marah kalau diingat lagi.
"entahlah,aku tidak tau,dia mengajakku untuk putus jadi bagaimana lagi"bohongnya.
Aron menghela nafas,dia bangkit berdiri
"wanita memang seperti itu".dia berjalan kearah jendela.
"kau sendiri,bagaimana hubungan mu dengan lia?".
"masih seperti yang dulu".
Ada sesuatu yang aron sembuyikan.aron mengetuk-etuk pintu kaca di depanya,melihat taman kecil di bawahnya,beberapa pasien tengah jalan-jalan di dampingi suster mereka masing-masing,tapi tatapanya terhenti pada dua orang yang duduk di bangku taman,itu rey dan jesica.
"istrimu pasti sangat ramah".
"darimana kau tau?".
"itu,bisa-bisanya dia dekat dengan rey,aku yang kenal tiga tahun saja tidak bisa sedekat itu".
Joshua jadi teringat dengan ucapan jhony dan roby di pantai,jinny juga mengatakan hal yang sama.kalau di perhatikan memang benar jesica dan rey seperti memiliki hubungan khusus.
"apa itu baik?".
"ya?".
"maksudku,apa kedekatan mereka terlihat janggal di matamu?".
Aron melihat lagi kearah rey dan jesica."kalau di perhatikan lebih jelas memang sedikit janggal,tapi sepertinya rey bukan pria perebut".
Joshua mencoba menahan tawanya,aron sendang melawak ya,mana mungkin rey merebut istri sahabatnya.
"dia itu sahabat ku,mana mungkin dia melakukan hal bodoh seperti itu"
__ADS_1
"bisa saja.buktinya sahabat yang paling ku percaya sekarang menikah dengan lia".aron baru saja keceplosan.
Untung saja joshua sedang melamun,semoga saja dia tidak mendengarnya.
Aron mendekati joshua,menepuk bahunya keras.
"sudahlah aku masih ada jadwal,aku pulang dulu,semoga betah lebih lama disini shua".
Aron berjalan keluar dari ruangan joshua.
Joshua mengambil ponsel dari atas nakasnya,kemudian berjalan kearah jendela.dia bisa melihat rey dan jesica disana,entah kenapa ada perasaan yang aneh di dalam dirinya.
***
"kau sudah makan?".tanya rey.
Jesica mengangguk kecil,kenapa dia jadi canggung seperti ini,bibirnya sangat kaku.
"kau kurus".
Tidak ada jawaban dari jesica.apa dia sekurus itu sekarang?.memang timbanganya turun dua kilo,padahal dia makan banyak,mungkin karena terlaku setres.
"drrttt....drrttt....drrttt".
Ponsel jesica berdering,Panggilan dari joshua,dia buru-buru mengangkatnya.
"ya halo taun".
"keruangan ku sekarang".
Jesica melengos kebelakang,menatap kaca ruangan joshua.joshua berdiri disana,sejak kapan pria itu berdiri disana dan mengawasinya.
Jesica berdiri"aku harus pergi"jesica buru-buru berlari masuk kedalam rumah sakit.
Jesica mmebuka pintu ruangan joshua,pria itu tengah berbaring diatas ranjangnya sambil memencet-mencet tombol remot,tatapanya datar.
"kenapa lama sekali,belinya di korea ya?".tanyanya tanpa menatap jesica.
Jesica berjalan kearah joshua,dia tidak memperdulikan ucapan joshua,dia menyodorkan sebotol air mineralnya.
"ini minumnya tuan".
"minum saja sendiri dengan rey".
"tadi kau bertemu denganya kan,yasudah minum saja denganya sekalian".
"iya tadi aku bertemu dengan tuan rey di loby aku bilang ada tamu di dalam jadi tuan rey mengajak ku ketaman menunggu sampai tamunya pulang".
"tidak peduli tuh".jawab joshua dingin.
"oh baiklah".jesica berbalik,daripada di balas ketus terus oleh joshua,lebih baik dia pergi.
Jesica baru ingin melangkah,tapi joshua tiba-tiba menariknya,membuat tubuhnya berbalik dan jatuh ke pelukan joshua.
"jangan dekati pria lain selain aku,atau aku akan membuat hidupmu menderita selamanya,mengerti".
bisiknya mengancam tepat di telinga jesica membuat bulu kudug jesica meremang.
"apa kau mengerti nona jesica?!".
"i..iya tuan".
"bagus".
Joshua mendorong tubuh jesica menjauh darinya.
"sekarang siapkan air untukku".
"bukanya tuan sudah mandi?".
"kau ingin melawan perintah ku?!"joshua mendelik tajam.
Jesica menggeleng"t...tidak tuan"dia langsung buru-buru pergi ke kamar mandi.
"selama kau menjadi milikku,tidak ada yang bisa memiliki mu jesica,bahkan rey sekalipun".
__ADS_1
***