
"minggir,minggir".ujar seorang pelayan mendorong meja beroda dengan tudung saji makanan diatasnya.
Beberapa mobil mewah mulai memenuhi tempat parkir.pria-pria memakai jas dan para wanita memakai gaun elegan mereka masing-
masing turun dari mobil.menyapa cindy lalu mulai mengobrol satu sama lain.
Suasana jadi semakin meriah karena suara letusan petasan kembang api meletup menghiasi pekatnya langit malam.
Seseorang menyenggol bahu cindy"kau memang pembuat acara terbaik sepanjang masa"puji seorang gadis berambut pendek dengan gaun warna putih elegan.dia risa teman sebangku cindy.
"kau terlalu berlebihan".ujar cindy.
Cindy mengedarkan pandanganya,
mencari-cari sesuatu,padahal semua sudah ada disini,teman smanya,teman kelas menyanyinya bahkan teman-teman rey juga hadir disini,hanya satu yang belum datang.
"kau sedang mencari siapa?".tanya risa penasaran ikut mengedarkan pandanganya.
"kakak ku dan"cindy menjeda ucapanya saat sebuah mobil hitam mercy terparkir di parkiran paling depan,mobil yang sangat tidak asing baginya.
"wanita simpanan kekasih ku".tambahnya.
"kau mengundunganya juga?".
Cindy mengangguk-angguk,dia tersenyum licik"tentu saja".
"dimana dia,akan ku pukul wajahnya sampai babak belur,bisa-bisanya tanpa malu dia datang di pertunangan kalian".cibir risa pedas.
Cindy memberi tahu risa tentang kejadian di sungai waktu itu,tapi dia tidak bilang kalau wanita yang menjadi simpanan rey adalah kakak iparnya sendiri.dia tidak akan melakukan hal sebodoh itu.
Cindy menepuk bahu risa"aku akan menyapa kakak ku dan kakak iparku dulu".
Seorang satpam membuka pintu mobil mercy joshua.joshua dengan gagah turun dari dalam mobil,tanganya mengulur kedalam,seorang wanita membalas uluran tangan joshua,
wanita menggunakan gaun di bawah lutut dengan rambut di di biarkan terurai,turun dari mobil.
"kakak ipar!"teriak cindy berlari kearah joshua dan jesica.
"akhirnya kalian datang juga,aku fikir kalian tidak akan datang,aku sudah kecewa tadi".
Jesica tersenyum,mengelus lembut atas kepala cindy"ini hari yang penting untuk mu,kita tidak mungkin tidak menghadirinya".
"kau memang seperti malaikat kakak ipar"puji cindy berlebihan.
"yasudah,silahkan masuk dan nikmati pestanya".
Cindy mempersilahkan joshua dan jesica masuk terlebih dahulu.
"cih pesta yang sangat menyedihkan".cibir joshua pedas saat berjalan melewati cindy.
"kau akan menikmati pestanya jesica,kau akan menikmatinya dengan tangisan"gumam cindy sangat amat pelan.
Joshua dan jesica pergi menemui ayah dan ibu yang duduk tidak jauh dari panggung.
joshua mengeratkan tangan jesica yang melingkar di tanganya."kita harus terlihat romantis bodoh".
"ayah,ibu".
"oh joshua,menantu,ayo duduk".ayah mempersilahkan joshua dan jesica.
Mereka duduk di kursi putih panjang,kursi yang hanya di duduki oleh orang-orang pilihan ayah.
Joshua mengelus lembut punggung tangan jesica yang melingkar di tanganya"kau mau minum sayang?".tanyanya sangat amat lembut.
Jesica membulatkan matanya lebar,kenapa joshua tiba-tiba saja memanggilnya sayang,
padahal tadi di mobil dia masih bilang aku,kau.
Perlakuan joshua membuat kedua orang tuanya tersenyum melihat ini,itulah yang joshua mau,mencari perhatian sebanyak-
banyaknya dari ayah dan ibunya.Jesica mengangguk.
"Biar ku tuangkan ya".
__ADS_1
Joshua menuankan minuman anggur ke gelas,lalu dia memberikanya pada jesica.
jesica meminum sedikit air anggur di gelasnya,dia tidak terlalu suka anggur,dia melakukanya untuk menghargai ayah dan ibu joshua.
Jantung jesica berdetak begitu kencang saat joshua tiba-tiba saja mengelap atas bibir jesica dengan tanganya,apalagi dengan muka joshua yang sangat dekat ini.
"aduh sayang jangan menyisakan minum diatas bibir,nanti kau bisa tumbuh kumis loh".
Ayah dan ibu tertawa kecil.
"tes,tes,tes".
cindy mencoba memastikan mic di tanganya menyala atau tidak.
"semuanya mohon perhatianya sebentar".
Tidak lama kemudian semua perhatian tertuju padanya,tidak terkecuali dengan jesica,dia tersenyum sambil menyemangati cindy yang sedikit terkena demam panggung di depan sana.
"hahaha,kenala aku jdi gugup begini di depan kalian".ujarnya tertawa kecil,membuat sebagian orang juga ikut tertawa.
"terimakasih atas kedatangaan kalian,aku benar-benar mengucapkan terimakasih yang sebanyak-banyaknya".
"aku juga berterimakasih pada papah,mamah yang sudah menjaga dan membesarkanku dengan sangat baik sampai sebesar ini,dan memberiku banyak cinta".dia menatap papah dan mamahnya.
"berikakan tepuk tangan untuk mereka".
semua orang bertepuk tangan.
"dan aku juga berterimakasih pada kakakku,kau kakak terbaik untukku"cindy menunjuk joshua,suara tepuk tangan langsung terdengar dari tamu undangan"ya walau kau sangat amat menyebalkan".
Tambahnya membuat sebagian orang tertawa.
"dan untuk yang terakhir,orang yang hari-hari ini membuat ku sangat istimewa,orang yang ingin aku kenalkan pada kalian juga"cindy melirik rey,wajahnya sedikit terlihat kecewa karena rey sibuk dengan hpnya dan bahkan tidak memperhatikan dirinya sama sekali.
"rey".
Cindy menatap,semua orang langsung mengikuti tatapan cindy,lalu mereka berteluk tangan.tapi rey masih saja tidak tau kalau tepuk tangan itu untuk dirinya.
"apa?".
"cindy memanggilmu".bisik joshua.
Rey langsung melihat kearah cindy.
"apa kau bisa maju kedepan?".tanya cindy,nadanya sedikit lirih.
Rey bangkit berdiri,membenarkan jasnya,lalu maju kedepan panggung.tepuk tangan kembali bergemuruh.
Cindy mengkaitkan tangannya ke lengan tangan rey.
"sebenarnya aku mengundang kalian semua bukan hanya untuk merayakan ulang tahun ku,aku juga mengundang kalian sekaligus,untuk".cindy menatap rey"menjadikan kalian saksi hari tunangan kita".
Jesica hampir tersedak minumanya.
"uhuk".
"kau tidak papa sayang?"tanya joshua khawatir,dia menuangkan air putih di gelas yang kosong"minumlah".
"terimakasih".
Cindy tersenyum lebar.suara tepuk tangan bergemuruh riuh rendah,beberapa teman cindy yang histeris beriul keras.bersorak senang.
Rey kaget,matanya membulat sempurna,
bagaimana bisa cindy bilang ini hari pertunanganya,bukanya hari tunanganya setelah cindy menyelesaikan sekolanya.dia melirik tuan bram,dan tuan bram hanya mengangguk-angguk membenarkan.
"sekarang pasangkan cincin ini ke jari manis ku".
Cindy memberikan cincin di tanganya pada rey dari bawah meja.karena rey tidak di beri tahu tentang ini jadi semuanya serba mendadak.
Rey mengambil cincin dari tangan cindy.
Dia memaaangkan cincin di jari manis cindy,
__ADS_1
begitupun dengan cindy dia memasangkan cincin di jari manis rey.
Semua tamu undangan bertepuk tangan senang.jesica juga ikut tepuk tangan tanpa dia sadar senyum yang dia paksakan mulai memudar.sesuatu seperti baru saja menghujam dadanya,sesuatu yang mulai menggerogoti hatinya.
"sekarang cium kening ku".bisik cindy lagi yang hanya di dengar oleh rey.
Rey mendekatkan dirinya,dia mencium kening cindy.
"ah manis sekali"ujar teman cindy.
"aku jadi iri padanya".tambah yang lainya.
"kalau aku menikah,berikan aku tunangan setampan tunangan cindy"celetuk teman cindy lainya lagi.
Acara tiup lilin sudah selesai,pembagian kue ulang tahun juga sudah dilaksanakan dengan baik,cindy dan rey turun dari panggung.
"cindy selamat ya".
Empat orang wanita menyalami tangan cindy,juga menyalami tangan rey.
"terimakasih teman,terimakasih".
Mereka berdua menghabiskan waktu untuk bersalaman dengan orang yang ingin mengucapkan selamat pada mereka.
Cindy dan rey berjalan ke meja kaca panjang yang sudah diisi oleh teman-teman cindy.
"wah ini yang baru saja tunangan,aku bisa melihat masa depan yang cerah dimata kalian".ujar mika,teman pria cindy.
Cindy hanya terkekeh,dia duduk di kursi,rey juga terpaksa harus ikut duduk di sebelahnya.
Rey mengedarkan pandanganya,setelah dia mencium kening cindy dia tidak melihat jesica lagi di tempatnya,kini dia mulai khawatir takut jesica kenapa-napa,secara dia tidak pernah datang ke pesta seperti ini,dia pasti akan melakukan apa saja tanpa tau bahayanya.
"oy joshua!!"galih berteriak kecang.
Galih adalah rekan bisnis joshua sekaligus teman baiknya,dia di undang karena dia juga berteman baik dengan rey,jadi dia perlu tau tentang pertunangan rey.
Rey melengos kearah joshua,entah dia ingin lega atau kesal,dia lega karena ternyata tida terjadi apa-apa pada jesica,dan kesal karena kenapa harus bersama joshua,terlebih lagi kenapa harus terus berpegangan tangan.
"oh tuan galih,apa kabar".
"baik tuan muda joshua".
Galih dan joshua melakukan kompak ala sahabat.
Joshua duduk di depan cindy,sedangkan jesica duduk di paling pojok,berhadapan dengan rey,hanya di batasi meja.
"dia istrimu?".
"ya,dia istriku,perkenalkan namanya jesica".
joshua memperkanalka jesica secara bangga di depan teman-temanya.
"dia cantik".
"iya kakak ipar ku memang sangat cantik,dia juga baik pantas kalau dia mendapatkan suami seperti kakak ku,iyakan kak?".cecar cindy.
"kau pasti akan pikir-pikir dulu sebelum kau ingin menyelingkuhinya".sarkas eric.
"kalau ingin berselingkuh juga pasti susah,dimana lagi cari wanita secantik nona jesica".tambah lidya ikut gabung.
Pipi jesica memerah.dia tidak pernah di puji oleh banyak orang seperti ini,dan ini yang pertama kali,rasanya ingin terbang.
"tapi lidya,menurutku pria selalu saja bisa selingkuh se sempurna apapun pasanganya,
mereka memang tidak cukup dengan satu wanita"simbing cindy melirik rey sekilas.
"benar tuh,suamiku saja diam-diam menyelingkuhiku".
"parahnya lagi wanita-wanita pelakor itu suadah berani terang-terangan menunjukan hubunganya".tambah selvi,ratu gosip.
"tapi ada saja wanita yang berlagak polos seolah-olah dia bukan pelakor".singgung cindy,dia melirik jesica sekilas,sebagai kode saja.
"memang benar-benar sampah,wanita pelakor seperti itu,dia tidak punya harga diri ya"
__ADS_1