
Jesica menutup pintu mobil hitam yang baru saja dia naiki,pak yanto membuka kaca jendela.
"pak yanto pulang aja,nanti telfon lagi kalau udah selesai".ujar jesica pada pak yanto mengulas senyumnya.
Beberapa menit yang lalu pria bernama joshua itu meninggalkan bekalnya untuk ke seribu kalinya.apa penyakit pelupanya semakin parah saja setiap hari.
karena hampir setiap hari joshua melupakan bekalnya,padahal bi uut dan jesica sering sekali mengingatkanya,tapi joshua selalu saja,membuat jesica dan bi uut akan bergantian mengantar bekal joshua,kalau bekalnya tidak diantarkan joshua akan pulang dengan memaki-maki karena selama di kantor dia tidak makan.joshua tidak bisa makan kalau bukan makanan rumah.
Pak yanto mengangguk"yasudah kalau begitu,pak yanto tinggal dulu ya non".
Pak yanto menaikan kaca jendela mobilnya sampai keatas,lalu mobil hitam mewah milik joshua itu keluar dari gedung,menembus jalanan.
Jesica membalikkan badanya,menghela nafas panjang sebelum kakinya melangkah masuk kedalam gedung besar,tentu saja dengan dua security yang menatapnya aneh.
mungkin karena penampilan jesica yang terlalu sederhana,orang-orang yang di dalam kantor juga melihatnya seperti itu.tapi jesica acuh dengan pandangan mereka,itu masalah mereka,jadi dia tidak perlu mengurusi pandangan orang-orang terhadapnya.
Jesica masuk kedalam lift,ada dua karyawan wanita cantik di dalam sana.
"ngapain sih ini orang kesini terus?".cetus salah satu wanita itu berbisik pada temanya.
Jesica masih bisa mendengarnya.
"iya,dia tukang anter makanan kali,atau mungkin anaknya pak supri ob tua itu".jawab temanya sekenanya.
"bisa jadi,mukanya mirip,iyuh anak sama bapak sama-sama menjijikan".
Pintu lift terbuka,kaki jesica melangkah keluar,meninggalkan karyawan-karyawan dengan omongan tidak enak itu.orang-ornag seperti itu adalah orang-orang yang sering merendahkan profesi seseorang.seolah-olah mereka paling hebat,padahal derajat mereka sama atau mungkin lebih buruk daripada orang yang mereka hina.
Langkah kaki jesica terhenti di depan meja sekertaris joshua.biasa kalau mengantar bekal ya harus di titipkan padanya,jesica sama sekali tidak boleh masuk oleh sekertaris itu.
"tuan joshuanya ada?"tanya jesica ramah.
Namun lagi-lagi sekertaris itu menatapnya tidak bersahabat,dia berdiri dari kursinya.
"ngapain lagi kesini,mau ngasih bekal lagi,kenapa sih pembantu ini suka banget ngasih bekal ke pak joshua".
Jesica mengulas senyum kecil,untung saja kesabaranya belum habis.jadi dia bisa meladeninya.
"iya,mau ngasih bekal,tapi saya boleh masuk buat hari ini aja,soalnya ada yang harus saya omongin sama pak joshua".jelas jesica.
Sebenarnya dia hanya ingin bilang kalau gula di dapur sudah habis.hey ini bukan masalah sepele,gula itu sangat penting untuk kebutuhan memasak,tidak ada gula,garam akan sangat kesepian.
"ngomong aja sekarang,biar ku sampaikan pada pak joshua".
"tapi saya pengen ngomong......".
"pak joshua sibuk,tidak bisa di ganggu,maksa banget sih!"tuka sekertaris itu dengan nada keras,membuat beberapa karyawan menatap kearah mereka.
"udah sini mana bekalnya,buat mood hancur aja".desisnya menegadahkan tanganya.
"apa nona tidak bisa telfon pak joshua,bilang ini dari jesica".
Sekertaris itu memutar bola matanya malas
'ngeselin banget sih,segitu pengen deketnya ya sama pak joshua'.gumamnya.
"mba mau saya di marahin sama pak joshua!,udah saya bilang mba pak joshua sibuk,ga bisa di ganggu!!".bentaknya menunjuk-nunjuk jesica.
'ckleek'.
Pintu ruangan joshua terbuka,membawa seorang pria tinggi dan tampan keluar dari ruangan.
"lis tadi......".
Ucapanya terhenti saat mengetahui keberadaan jesica"jesica".
"ini pak mba-mba ojol ini maksa buat masuk ke ruangan pak joshua,katanya dia mau ngomong sama pak joshua,penting.tapi saya ga suruh masuk karena pak joshua pasti sibuk,tapi dia terus maksa pak".jelas si sekertaris.
Setelah ini dia pasti akan mendapatkan pujian dari joshua karena knierjanya yang bagus.
Alis joshua mengangkat satu"ojol,ojek online?".
__ADS_1
"iya pak".
Joshua tertawa geli"ahahaha ojol,hahahah ojol,emang sih mukanya mirip ojol hahahaha".
Dia memasang wajah meledek pada jesica,
membuat jesica geram dan ingin sekali memukul kepala joshua sampai amnesia.
"hehehehe"sekertaris itu tertawa canggung.
"kau ingin masuk?".
Jesica mengangguk.
"yasudah ayo masuk".
"tapi pak,dia kan".
Joshua menarik tangan jesica,dia membuka pintunya lalu masuk kedalam dengan jesica,tidak lupa menutup pintu ruanganya.
Sekertaris itu menatap bingung pintu ruangan joshua.bukanya joshua sangat anti membawa orang yang sama sekali tidak penting ke ruanganya.kalau bukan klien dan pacarnya waktu itu.sebenarnya siapa siapa sih wanita itu.
"oh ya bil".sekertaris itu tersentak melihat kepala joshua muncul dari balik pintu"satu lagi,sekarang panggil wanita nona besar,dia bos barumu sekarang,catat itu".
Setelah itu joshua menutup kembali pintu ruanganya.meninggalkan sekertarisnya yang diam penuh tanda tanya.nona besar?,bos baru?,apa jangan-jangan.'tidak mungkin dia istri pak joshua,masa pak joshua mau nikahin wanita buluk kayak wanita itu bentuknya,tidak mungkin,tidak mungkin!!'teriak sekertaris itu dalam hati.
Joshua menyuruh jesica duduk di sofa empuknya dan dia kembali duduk di kursi kebesaranya,hari ini pekerjaanya cukup banyak,belum lagi ada rapat nanti siang,jadi dia harus ngebut untuk menyesaikanya.
Jesica mengedarkan pandanganya ke penjuru arah,memperhatikan setiap jengkal ruangan paling besar di kantor ini.dindingnya terbuat dari kaca.jadi jesica bisa melihat semua aktifitas di luar dari dalam sini.melihat karyawan yang sibuk di biliknya masing-
masing,bahkan kepadatan kota siang ini.
gila,ruangan ini benar-benar menakjubkan.
Tangan joshua terus mengetik,tapi matanya tidak bisa berbohong,dia sesekali curi-curi pandang menatap jesica,saat jesica menatapnya dia langsung kembali fokus pada laptopnya,tapi lagi-lagi dia menatap jesica,
rasanya menatap jesica adalah hobinya sekarang.sampai jesica memergokinya menatapnya.
"siapa yang melihatmu,geer,mana mungkin aku melihatmu,kau kan yang diam-diam melihat ku,jadi berhenti melihatku".
Terserah joshua lah,walau jesica yang benar sekalipun dia akan tetap salah kalau sudah berdebat dengan joshua.padahal dirinya wanita,biasnaya wanita selalu benar,ini malah kebalikanya.
"hey jesica"panggi joshua.
"ya?"
"kenapa kau tidak boleh masuk ke ruanganku,
kalau kau mau masuk tinggal masuk saja,
anggap saja ini kamar kita".tanya joshua sedikit penasaran.
Kalau di fikir-fikir ulang joshua sama sekali tidak pernah membawa jesica masuk ke ruanganya.wanita itu selalu bilang kalau bekalnya sudah di titipkan pada elis.apa jesica muak dengan muka joshua sampai-
sampai dia tidak mau bertemu joshua di kantor.
"mungkin karna penampilanku yang tidak meyakinkan".jawab jesica.
Karena selama ini dia memperhatikan kalau sekertaris joshua hanya memperlakukan orang-orang dengan pakaian yang bagus.
"apa hubunganya dengan penampilan yang tidak meyakinkan".
"iya,penampilanku mungkin tidak meyakinkan kalau aku ini istrimu,aku malah terlihat seperti pembantu".lirih jesica.
Dia menyadari itu,tapi mau bagaimana lagi,
memang begini dia aslinya.
"siapa yang menganggapmu seperti pembatu?!".tanya joshua,nadanya sedikit meninggi.apa dia tidak terima.
"jawab aku siapa jesica!"
__ADS_1
Jesica buru-buru menggeleng pelan sebelum terjadi kesalah pahaman."aku hanya berfikiran seperti itu,bukan berarti ada yang bilang aku seperti pembantu".
Joshua bangun dari kursinya,beejalan kearah jesica,dia meriah tangan jesica.
"ikut aku".dia menarik paksa tangan jesica untuk berdiri dan keluar dari ruanganya.
"tuan,tuan mau bawa saya kemana?".
Joshua tidak menjawabnya.jantung jesica berdetak begitu kencang,kemana pria ini akan membawanya,apa joshua akan mengusirnya karena malu dengan penampilan jesica.
Ternyata dugaanya salah.joshua membawa jesica ketengah-tengah ruang kerja karyawan.
"perhatian semua!!"teriaknya sambil menepuk-nepuk tangan.
Seketika semua mata di ruangan itu mengalihkan perhatianya pada joshua dan jesica.
jantung jesica semakin berdetak begitu kencang.sebenarnya apasih yang mau di lakukan pria itu.
Beberapa karyawan terlihat berbisik-bisik.
jesica bisa mendengaenya dengan jelas.
"eh eh siapa tuh?".
"karyawan baru?".
"bukan deh".
"bukanya dia yang sering nganterin makanan ke ruangan pak joshua,kayaknya dia pembantunya deh".
Benarkan,bukan hanya sekertaris joshua yang menganggapnya begitu,tapi karyawan-
karyawan itu juga menganggapnya sama.
"perkanalkan semua,ini jesica".
"terus apa urusanya dengan kami".
"lah pak joshua nyuruh kita perhatiin dia cuma buat ngenalin orang itu,ga guna banget.....".
"dia istriku".
Mata semua orang terbelalak seakan-akan tidak percaya dengan apa yang di ucapkan.
jangankan orang-orang itu,jesica bahkan hampir kehilangan pijakanya.
"jadi tolong perlakukan dia dengan baik,kalian mengert?!!".
"mengerti pak".jawab karyawan-karyawanya hampir bersamaan.
"baiklah kalau begitu,kalian boleh kembali ketempat masing-masing".
Semua karyawanya langsung kembali menyibukkan dirinya dengan tugas-tugas mereka kembali.
Joshua melirik jesica"ayo"dia menarik tangan jesica kembali kedalam ruanganya.
Joshua berjalan kearah bangkunya,
mendudukan dirinya senyaman mungkin disana.tapi jesica masih berdiri depan pintu,bergeming.
"kenapa tidak duduk,pantatmu bisulan".
"tuan mengakui saya sebagai istri tuan di depan publik?".entah itu pertanyaan atau pernyataan.
"kenapa?,kau tidak suka?".
Jesica menghela nafas,senyumnya mengembang.
"terimakasih tuan,terimakasih".matanya berkaca-kaca.
Seakan-akan dianggap joshua sebagai istri adalah salah satu pencapian terbesar bagi dirinya.
__ADS_1