BROKEN MARRIED

BROKEN MARRIED
MATI RASA(15)


__ADS_3

"aku rasa dia tidak terlalu buruk"ujar joshua.


Dia duduk di kursi kebesaranya,mengambil kopi,lalu menyeruput kopi panasnya.


"dia menjagaku semalaman penuh saat aku demam"lanjutnya


"shua,shua,shua sayang".Nina mengalungkan tanganya ke leher joshua.


Tadi pagi joshua kedatangan tamu,dia fikir siapa,ternyata nina.nina bilang katanya dia rindu dengan joshua,makanya dia datang ke kantor.katanya sehari saja tidak bertemu joshua seperti mau mati rasanya.


Wanita itu duduk di paha joshua,dia menggesekkan ujung-ujung pahanya ke paha joshua,membuat roknya sedikit tersingkap keatas.


"kau tau shua,berarti kau sudah terjebak dalam permainanya.dia bersikap seperti itu ya karena memang ada maunya".


"maksudmu?".


Nina memainkan kancing jas joshua"dia ingin kau menganggapnya sebagai istri yang baik,padahal sebenarnaya yang dia inginkan hanyalah hartamu.


mungkin dia bisa bersikap baik padamu sekarang tapi setelah dia mendapatkan semua hartamu,dia akan mencampakanmu begitu saja".jelas nina menghasut.


Joshua mengetuk-ngetuk mejanya.ada benarnya juga ucapan nina.bukanya jesica hanya mau menikah denganya karena dia tau kalau joshua adalah ceo.


Nina menarik dasi joshua sampai wajah mereka saling berdekatan"maka dari itu berjanjilah padaku kalau kau hanya akan mencintaiku,bukan wanita lain".


Nina mencium bibir joshua,dia memang sangat ahli menaklukan hati pria,apalagi hati pria yang membutuhkan cinta seperti joshua,itu perkejaan yang mudah untuknya.


***


Jesica menumpuk piring kosong bekas makan joshua tadi menjadi satu.tiba-tiba kedua mata bulatnya tertuju pada kotak bekal makan siang joshua.dia mengambil kotak itu.


"bi uut bekal tuan joshua tertinggal,apa ini artinya buruk?".tanya jesica pada bi uut.


"oh tuan joshua sering melakukan itu,sini biar bibi yang mengantarkan bekalnya ke kantor".


Apa iya,ternyata benar kata nyonya natalie,


anaknya sedikit pelupa dan ceroboh,dia harus mengingatkan apapun pada joshua,terutama untuk mengngatkanya banyak minum air putih.


"kantornya jauh nona,biar bibi saja".


"tidak papa bi uut,sekali jesica ingin jalan-jalan keliling kota"cengirnya.


Mengingat rumah jesica yang berada di pelosok dan jauh dari kota,membuat jesica jarang sekali jalan-jalan ke kota,paling dulu kalau ellen butuh teman untuk mencari buku pelajaran di gramedia baru dia bisa pergi ke kota,mengenaskan.


"oh yasudah hati-hati"kata bi uut akhirnya mengizinkan.


***


Mobil hitam joshua yang di kendarari oleh zidan berhenti tepat di depan kantor joshua.


ini kali pertama jesica menyuruh zidan untuk melakukan pekerjaanya,soalnya sejak menikah dengan joshua jesica jadi jarang keluar rumah.


"ini kantornya nona,saya akan menunggu nona di parkiran".kata zidan dengan wajah datar.


apa mukanya memang sudah di buat begitu.


wajahnya selalu datar,dingin tanpa ekspresi,mungkin karna mereka baru kenal jadi sedikit canggung.kalau sudah kenal lama mungkin zidan akan sangat ramah padanya,semoga saja.


zidan turun dari mobilnya,membukkan pintu mobil jesica.harusnya tidak perlu repot-repot begini.


jesica turun dari mobilnya,dia tidak dapat menahan rasa keterkejutanya,mulutnya terus berkata"wow".tanpa henti.apa ini benar-benar kantor milik joshua-----suaminya.dengan begitu jesica adalah istri pemilik kantor ini.dia tidak bisa mempercayainya kalau ternyata joshua sekaya itu.


Jesica masuk kedalam kantor tanpa melepas senyum melekatnya.ternyata bukan dari luarnya saja yang indah,bagian dalam kantor ini juga jauh lebih indah


"gila berapa milyar yang joshua habiskan untuk membangun kantor ini"gumamnya bertanya-tanya pada diri sendiri.


Wanita itu masuk kedalam lift.ada tiga karyawan sama-sama masuk bersamanya.


ketiga karyawan itu memandangnya dengan tatapan aneh,jesica tau itu.mereka juga seperti menjaga jarak,seolah-seolah jesica sampah yang menjijikan.itu benar-benar menyakitkan.


Pintu lift terbuka,membawa jesica ke lantai lima,lantai paling atas.menurut penuturan bi uut katanya ruang kerja joshua ada di ruangan paling atas,berjalan saja sampai ujung nanti akan ada dua rangan besar.salah satunya ruangan joshua.


"aku ingin bertemu tuan joshua,apa dia ada di dalam?".tanya jesica pada sekertaris.


Sekertaris itu menatap jesica dari ujung kepala sampai ujung kaki.baju lusuh,celana kebesaran,dan hanya sendal jepit,bagaimana bisa dia ingin bertemu joshua,dia mau mempromosikkan gorenganya?.


kau siapa,memangnya susah buat janji dengan tuan joshua?".desis sekertaris itu menatap remeh.


"aku ingin....."


"jesica?".sapa seseorang.


Sekertasi itu langsung membungkkukan badanya hormat"siang tuan".katanya sopan.


Jesica melirik kesampingnya,dia baru menyadari kalau rey sudah berdiri di sampingnya.


"ini tuan dia bilang dia ingin bertemu dengan tuan joshua,tapi dia belum membuat janji dengan tuan joshua".tunjuk sekertaris itu pada jesica.


"bekalnya ketinggalan"jesica mengangkat plastik hitam di tanganya.


"yasudah tinggalkan saja bekalnya disini,nanti aku yang akan memberikanya pada joshua"


ketus sekertaris.


Dia tidak tau saja kalau wanita di depanya yang dia anggap remeh adalah istri ceo disini.

__ADS_1


"biarkan dia masuk"kata rey.


"tapi tuan".


Rey menatap sekertaris joshua tajam,seketika dia menunduk kecil dan membiarkan jesica masuk kedalam ruangan joshua.


Jesica membuka pintu kantor joshua"tuan shua bekal mu...."


praangg!


Piring di tangan jesica jatuh ke lantai,semua makanan yang ada di dalamnya tumpah mengotori lantai.jesica membeku di tempatnya.kini di depan matanya terpampang jelas joshua dan nina sedang berciuman sangat panas.dadanya sesak,sesuatu seperti baru saja menghujam dadanya berkali-kali sampai mulutnya membisu.


Kedua orang itu menatap jesica sinis.


"aku minta maaf".ujarnya pelan.kemudian duduk dan mulai memunguti makanan yang jatuh di lantai ke dalam bekal.


Dia tidak tau kenapa harus meminta maaf,


harusnya yang berhak minta maaf adalah kedua orang bejat itu,secara terang-terangan joshua menyelingkuhi dirinya.


Iya,jesica memang tidak mencintai joshua,


tapi istri mana yang tidak sakit hati melihat suaminya bercumbu dengan wanita lain.


Joshua berdiri dari kursi kebesaranya,dia berjalan kearah jesica,berdiri tepat di depan jesica,dan memasukkan kedua tanganya kedalam saku.


"siapa yang menyuruhmu masuk?".tanyanya dengan nada bartonde yang membuat bulu kuduk jesica meremang.


Jesica dia membisu,jangankan bicara,untuk menelan ludahnya saja dia tidak bisa.


Terdengar decihan pelan dari mulut joshua


"ku tanya siapa hah!!"dia menaikkan intonasi suaranya.


"t..tuan rey".


Mendengar kata rey joshua diam.


"sekarang kau bisa keluar".ucap joshua dingin.


namun jesica tetap bergeming di tempatnya.


"kau dengar katanya,sekarang kau bisa keluar dari ruanganya".


Nina berjalan menghampiri mereka berdua.


dia melingkarkan tangany ke lengan joshua,


menyenderkan kepalanya bahu bidang joshua.


"tunggu apalagi,husss....husss".nina menggerakan tanganya kedepan agar jesica pergi dari ruangan ini.


Jesica duduk ditangga di depan kantor,


menekuk kedua lututnya dan membenamkan wajahnya dalam-dalam,dia mulai terisak.dia tidak peduli bagaimana pandangan orang-


orang di kantor ini tentangnya yang menangis di depan kantor.


"kenapa nangis,cengeng banget sih"ujar suara entah darimana.


Jesica mengangkat wajahnya,sebuah sapu tangan sudah menganggantung-gantung di depanya,dia tidak tau kepuanyaan siapa sapu tangan itu.


"ambilah"kata suara dari belakang.


Refleks jesica melongok kebelakang.seorang pria jakung menggunakan jas rapih berdiri di belakangnya.


"t..tuan rey".kata jesica terbata-bata.


Rey memberikan seulas senyum tipis,sangat tipis sampai tidak kelihatan.


Jesica buru-buru bangkit berdiri,menghargai rey.


"ambilah,kau terlihat jelek saat menangis".ujar rey menyodorkan sapu tanganya.


Jesica mengelap air mata yang menggenang di bawah pelupuk matanya.dia memaksakan seulas senyum.


"pasti melelahkan jadi art joshua".celetuk rey tiba-tiba.


"ahh tidak begitu ko tuan".jawabnya canggung.


"oh ya tuan,saya pamit dulu".


"biar ku antarkan pulang".


Sebelum mendapatkan penolakan dari jesica rey sudah pergi ke parkiran untuk mengambil mobilnya.


Sebuah mobil berwarna putih terparkir di depan kantor,rey membuka kaca jendelanya.


"ayo".


Jesica buru-buru berlari ke pintu sebelahnya dan masuk kedalam mobil rey.sedetik kemudian mobil rey melaju cepat meninggalkan pelantaran kantor.Selama di perjalanan mereka tidak saling bicara,


hening.tidak ada yang mau memulai pembicaraan.jesica tengah asik menatap sibuknya kota dari balik kaca jendela mobil,


sedangkan rey,tatapanya terus fokus pada jalanan yang sebenarnya cukup lenggang siang ini.

__ADS_1


"jesica".


"tuan rey".


Panggil mereka hampir bersamaan.keadaan itu membuat situasi mereka semakin canggung.


"kau duluan"kata rey mempersilahkan.


"tidak,tuan duluan saja".


"tidak usah terlalu formal".kata rey.


"ah maaf tu,eh rey".


Tidak tau kenapa,rey merasa bertemu lagi dengan jesica,tapi rasanya tidak sama dengan jesica yang dia kenal dulu.gadis cerewet yang membuat telinga rey selalu panas.


"kau mau bilang apa?"


Rey diam sejenak sebelum memulai"kau tau".


"ya?"jawab jesica tanpa melirik rey sedikit pun.


Entahlah,saat melihat wajahnya dia merasa menjadi orang yang paling bersalah dan paling jahat di dunia.dia tidak bisa membayangkan bagaimana kecewanya rey kalau sampai tau tentang ini.mungkin pria itu akan sangat kecewa dengannya.dan perlahan dia akan pergi meninggalkan jesica sendirian.


itu tidak bisa jesica bayangkan,tidak,itu tidak akan pernah terjadi.


"tiyo dan ibu merindukan mu".ujar rey.


"benarkah?".


Tiyo adalah adik laki-laki rey,anak kecil berusia enam tahun yang sudah jesica anggap sebagai adiknya sendiri.karena banyak kejadian yang terjadi begitu cepat membuat jesica sampai lupa tentang tiyo.


"bagaimana kabar mereka?".tanya jesica penasaran.


Sudah hampir tiga tahun jesica tidak mendengar kabar tentang keluarga rey,jangankan keluarganya,dia saja tidak pernah tau bagaimana kabar rey.


"aku juga merindukkan mereka"jawab jesica.


"aku juga".


"kau merindukkan tiyo?".tanya jesica.


Rey menggeleng cepat,artinya jawabanya salah.dia melirik kearah jesica,masih membagi fokusnya ke jalanan di depanya.


"lalu?".


"kau,aku merindukan mu".


Ucapan rey telak membuat kesalahan menyeruak di dada jesica.dia tidak tau harus mengatakan apa,dia merasa sangat-snagat bersalah.


'aku juga merindukanmu rey,sangat amat sangat merindukanmu'.batin jesica.


Setelah ucapan rey tadi semuanya kembali menghening,kecanggungan yang tiada tara menyeruak memenuhi isi mobil,rasanya sesak,ingin sekali jesica mengobrol banyak dengan rey,seperti yang dia lakukan dulu,


membicrakan apa saja.rasanya seperti ada sebuah skat yang menghalangi mereka berdua.


Mobil rey sampai di depan rumah joshua.


"terimakasih tuan rey"ujar jesica sambil mencoba melepas sabuk pengamanya.tapi sepertinya sabuk pengamanpun tidak mau bekerja sama dengan jesica.sabuk pengamannya macet.


"biar ku bantu".


Rey mendekatkan tubuhnya kearah jesica.jesica menahan nafasnya saat wajah rey berada sangat dekat dengan wajahnya,


hanya tersisa beberapa centi meter saja.


Sabuk pengamanya bisa di lepaskan,jesica membuka pintu mobil,turun dari dalam sana.dia melangkahkan kakinya masuk kedalam,tapi sebuah suara menghentikan langkahnya.


"jesica".ternyata rey yang memanggilnya.


Dia keluar dari mobil dan berlari kearah jesica.


Jesica membalikkan badanya,apa ada sesuatu miliknya yang ketinggalan di dalam mobil rey.


grebb!


Mata jesica terbelalak lebar.rey tiba-tiba saja memeluk tubuhnya erat.


"rey....".


"biarkan seperti ini"potong rey,sebelum jesica menyuruhnya untuk melepaskan pelukan mereka.


Sebenarnya jesica tidak bisa menolak,pelukan rey sangat hangat,dia seperti kembali ke masa lalunya yang indah,semua penderitaanya seperti terangkat keatas,


membumbung lalu menghilang begitu saja.


Jesica membenamkan wajahnya di dada bidang rey,menyembunyikan matanya yang sudah tidak kuat lagi membendung air mata.


"aku mencintaimu"ujar rey sambil mencium pucuk kepala jesica.


"aku juga mencintaimu rey".balas jesica lirih.


Rey saja mungkin tidak bisa mendengarnya.


'maafkan aku rey,aku tidak bisa menjadi kekasih yang baik untuk mu,maafkan aku'.kata jesica di dalam hati.

__ADS_1


Tanpa sadar,dari balik gorden jendela seseorang tengah membidikkan kameranya mengambil gambar jesica dan rey diam-diam.


"kena kau".kata arum setelah melihat hasil jepretanya yang dia ambil diam-diam"setelah ini kau akan diusir dari rumah ini pembantu sok cantik".katanya,lalu memasukkan hp kedalam kantung bajunya dan pergi ke dalam kamarnya.


__ADS_2