BROKEN MARRIED

BROKEN MARRIED
KECOA


__ADS_3

Joshua menggantungkan jasnya diatas kastok,dia duduk pinggiran ranjang,


membaringkan tubuhnya,masih lengkap menggunakan pakaian dan sepatu,dia masih tidak berniat untuk tidur,hanya beristirahat sebentar sebelum mandi.


joshua memejamkan matanya perlahan.tapi tiba-tiba dia merasakan ada sesuatu yang merayap di lehernya,seuatu yang membuat lehernya bergidik ngeri,joshua menyentuh sesuatu di lehernya,sesuatu yang bergerak.


Matanya terbelalak lebar saat tau apa yang dia pegang sekarang,seekor kecoa.


"aahhhhh".teriak joshua histeris.


"jesicaaa!!!!"


"jesica!!!"


"pergi setan,pergi!!"


"nyonya dengar itu?".tanya bi uut di dalam dapur.


Jesica mengangguk.suara teriakan joshua,siapa lagi.


"nyonya tau apa artinya?"tanya arimbi.


"oh astaga tuan joshua".


Dia buru-buru menaruh pisaunya dan berlari kelantai atas.sebenarnya apa yang terjadi sampai joshua bisa berteriak sekencang itu.jantungnya berdetak begitu kencang.


Saking paniknya Jesica mendobrak pintu joshua,padahal pintunya tidak di kunci.


"braaakkkk".


Tubuh jesica jatuh tersungkur ke lantai.


"kenapa kau melakukan itu pada pintu ku,kau akan merusaknya bodoh!!!"tukas joshua.


Pria itu berdiri di atas ranjang,dengan bantal yang menjadi tamengnya.dia seperti seorang prajurit yang hendak berperang.


Guling,selimut,remot ac,bahkan jam tangan malah joshua sudah tergeletak di lantai.


sebenarnya apa yang terjadi disini.


"hussss,hussss,pergilah,hussss".joshua menatap jesica tajam"kenapa kau diam saja,cepat usir kecoanya.


"ah iya tuan".


Jesica bangkit berdiri,hanya bermodalkan tangan kosong dia mencoba menangkap kecoa di lantai.sedangkan joshua berdiri di belakang jesica,menarik belakang baju jesica,menjadikan jesica sebagai tameng.


"kena kau".


Sayangnya kecoa itu malah terbang ke atas ranjang.


"jesica kau tidak bisa menangkap kecoa ya".


komplen joshua.


Jesica menunduk,mengambil ancang-ancang.


"kena kau".


Kali ini jesica berhasil mengambil kecoanya.


akhirnya joshua bisa bernafas lega.


"cepat buang".


Tapi sepertinya jesica punya niat lain,dia tersenyum jail"lihat tuan ini sangat lucu".dia menyodorkannya kedepan wajah joshua.


"akkhhh buang jesica!!"tukas joshua.


"tapi ini lucu tuan liat ini".


"jesica!!!"


"hahaha iya,iya akan ku buang hahaha".


Jesica keluar dari kamar joshua,membuang kecoa itu di tempat sampah di depan kamar joshua,tenang saja tempat sampah ini memiliki tutup yang kuat,jadi kecoanya tidak akan bisa keluar lagi.


"dah kecoa jelek".

__ADS_1


Jesica mengelap tanganya ke baju,dia kembali masuk kedalam kamar joshua.


"aku sudah membuang kecoanya ke temoat sampah"


"diam disitu".kata joshua menghentikan langkah jesica.


Jesica berdiri tepat di ambang pintu.joshua membuka laci di samping ranjangnya,


mengambil semprotan kecil entah apa fungsinya.


Dia menyemprotkan benda itu ke tubuh jesica,dari ujung kepala sampai ujung kaki.


"kau tau berapa jumlah kuman yang bersarang di tubuh hewan sialan itu.ada lebih dari tiga juta kuman dan kau malah santai memegangnya,kau akan sakit bodoh".


jelasnya,dia terlihat marah tapi nadanya terdengar khawatir.


Apa semenyeramkan itu kecoa dimata joshua,


padahal kecoa hanya hewan lucu sedikit menjijikan,kenapa dia sampai sebegitu membencinya.


Joshua melemparkan semprotan itu ke atas ranjang.


"tuan takut banget sama kecoa ya".


"siapa yang takut,aku hanya jijik,bedakan takut dan jijik".elak joshua.


Apa bedanya takut saja jijik,menurut jesica sama saja hanya beda kata.


"oh begitu,yasudah saya keluar dulu tuan".


Jesica berbalik.


"hey kau bisa tidur disini".kata joshua,


membuat jesica membalikan badanya.


"ya?".


"kau bisa tidur disini!".


Jesica menatap joshua sedikit bingung,antara percaya dan tidak joshua mengatakan hal itu.bukanya joshua paling benci kalau jesica ada di kamarnya.kenapa dia tiba-tiba mengajak tidur bersama---maksudnya tidur di kamarnya.


Joshua memunguti bantal diatas ranjangnya,


dia melemparkanya ke wajah jesica,untung saja jesica sigap dan berhasil menangkap bantalnya.


"kau bisa tidur di sofa".


Sudah di duga,jesica mengangguk mengiyakan.


"jangan berisik,jangan ganggu aku,dan jangan banyak tingkah,aku hanya mengizinkanmu tidur disini hanya untuk malam ini,ingat itu".jelas joshua yang hanya diangguki jesica.


Joshua membuka sepatu dan kaos kaki yang masih melekat di tubuhnya.dia sampai lupa belum melepaskan sepatunya.


Dia mencopot dasi yang membebat lehernya,


membuangnya kesembarang arah.kemudian tangan joshua mulai membuka satu persatu kancing bajunya.jesica memalingkan wajahnya dari hadapan joshua,


menyembunyikan pipinya yang memerah.


kenapasih joshua senang sekali mempermainkanya dengan membuat jantung jesica melemah,bagaimana kalau jesica punya penyakit riwayat jantung,mungkin dia sudah mati karena disuguhi pemandangan menganggetkan seperti ini.


Nafas jesica menderu begitu cepat saat joshua mendekat kearahnya,jantungnya berdetak lebih cepat.refleks jesica memundurkan dirinya kebelakang menghindari joshua,sampai tubuhnya terhantuk dinding.joshua mengukung tubuh jesica persis seperti apa yang dia lakukan di vila waktu itu.


"tuan apa yang kau lakukan?".cicit jesica.


Joshua mendekatkan wajahnya,refleks jesica menutup matanya erat.


"awas".joshua menggeser tubuh jesica dari hadapanya,dia mengambil handuk diatas kastok yang tadi ada di belakang jesica.


Astaga,apa yang jesica fikirkan tadi,kenapa dia bisa berfikir sampai sejauh itu,ahhhh,


kenapa jesica malah membayangkan hal yang tidak-tidak.


Joshua mengedikkan bahunya merasa aneh dengan kelakuan jesica"gadis gila".dia masuk kedalam kamar mandi,meninggalkan jesica dengan pikiran mesumnya.


"ah jesica kenapa kau berfikiran seperti itu,

__ADS_1


mana mungkin joshua melakukanya lagi,


waktu itukan cuma kesalahan,dia sedang mabuk,dasar gadis bodoh,gadis mesum,


bodoh,bodoh,bodoh"runtuk jesica memukuli kepalanya sendiri.


Setengah jam berlalu,joshua keluar dari kamar mandi.hanya menggunakan handuk putih yang membebat pinggulnya sampai lutut,membiarkan dadanya yang bidangnya terekspos begitu saja.


'astaga cobaan macam apalagi ini'.batin jesica dalam hati.


Joshua mengambil handuk putih diatas kastok,dia duduk di pinggiran ranjang,


mengusak-usak rambutnya yang basah dengan handuk tadi.


Jesica menengguk air ludahnya kasar.wajah joshua semakin terlihat tampan saat rambutnya acak-acakan dan basah,wanita manapun akan tergoda melihatnya seperti itu.


Joshua bangkit berdiri,dia melirik jesica.


"tutup matamu aku ingin ganti pakaian".


Jesica mengangguk-angguk,dia membebat matanya dengan kedua tangan.


"jangan coba-coba mengintip ya,atau ku bunuh kau".ancam joshua menurunkan handuknya.


Lagi-lagi jesica menengguk ludahnya kasar,dia mengangguk-angguk menurut.


Melihat joshua telanjang dada saja sudah membuatnya setengah gila apalagi melihatnya tanpa sehelai benang pun,mati kali.


"sekarang kau boleh buka matamu".


Jesica membuka matanya,sekarnag dia bisa bernafas lega karena joshua sudah memakai pakaianya dengan lengkap.


Joshua merangkak naik keatas kasurnya,dia menyusun bantalnya sedemikian rupa sampai dirasa nyaman,lalu berbaring dengan gulungan selimut diatasnya.


"jangan lupa matikan lampunya".


Joshua memejamkan matanya rapat-rapat,dia mulai terlelap,secepat itu joshua bisa tidur tanpa hambatan.


Jesica berjalan kearah saklar lampu,dia mematikan lampunya hingga membuat kamar itu gelap gulita,kemudian mencoba membaringkan tubuhnya diatas sofa,untung saja sofanya sangat empuk,jadi bisa di pastikan dia bisa tidur dengan nyenyak malam ini,tentu saja.jesica mencoba memejamkan matanya.


"selamat malam tuan shua".gumamnya namun masih bisa di dengar oleh joshua.


"selamat malam juga jesica".balas joshua sama pelanya,senyumnya menyungging,


begini saja bisa membuat pipinya merah.


***


"sakit ku mohon hentikan sakit sakit sakit!!".


Mata joshua membelalak lebar,jantungnya berdetak begitu cepat,keringat dingin mengucur deras dari pelipisnya,dia memegangi pergelangan tanganya.pria itu mengedarkan padanganya,dia masih ada di kamarnya,hanya mimpi buruk.


Dia melirik jesica diatas sofanya,gadis itu masih terlelap diatas sana,untung saja jesica tidak mendengar teriakkanya.


Joshua bangun dari ranjang,dengan membawa bantal berjalan kearah Joshua menyentuh lengan tangan jesica,sedikit menggoyangkanya.


"hey bangunlah".


Jesica terperanjat kaget.dia meneggakan tubuhnya.kaget mendapati joshua sudah berdiri di depanya.


"dimana kecoanya,dimana,biar ku bunuh sampai babak belur".jesica mengepalkan tanganya kedepan,matanya masih terpejam erat,belum sadar sepenuhnya.


"tidak ada kecoa".


Joshua mengambil bantal milik jesica,


menaruh bantal itu diatas pangkuan jesica,


lalu dia membaringkan tubuhnya diatas sofa,menjadikan paha jesica sebagai bantalan,joshua menarik tangan jesica keatas rambutnya.


"usak rambutku".


Karena masih mengantuk jadi jesica hanya mengangguk menurut,dia mengusak-usak rambut joshua lembut.


"nyanyikan lagu tidur untukku".suruh joshua.


"oh oke".

__ADS_1


Sebuah suara lembut lolos keluar dari mulut jesica,dia menyanyikan lagu pengantar tidur yang sering ibunya nyanyikan untuknya waktu kecil.


Joshua meringkukkan tubuhnya,belaian hangat dari jesica membuatnya merasa jauh lebih baik,suara halus gadis itu membuat hatinya hangat dan tenang.


__ADS_2