BROKEN MARRIED

BROKEN MARRIED
TIDAK BERHARGA(6)


__ADS_3

"tidak,tidak akan,itu tidak akan pernah terjadi"


Joshua mencengkeram lengan tangan jesica,


membuat gadis di sampingnya meringis


"kenapa kau bilang kau mencintaiku?".


Geram joshua dengan nada sedikit berbisik.


"t..tu..tua,maaf"


"joshua,lepaskan tangamu darinya!".


Joshua tidak menggubris,dia mencengkeram jesica


"joshua!"gertak nyonya natalie.


"apa!"joshua menatap tajam ibunya tanpa mengendurkan cengkeramanya dari tangan jesica sedikitpun.


Nyonya natalie berdecih,wajahnya terlihat kecewa"karena gadis ****** itu,sekarang kau berani melawan ibumu ya".


"siapa yang kau sebut ******?"


"siapa lagi.kalau bukan pacar mu yang kau puja-puja itu".


Bagai tersulut api,joshua berdiri,menggebrak meja di depanya sangat kuat.membuat semua orang disana terkejut,tidak terkecuali dengan bibi yang ada di dapur.


"jaga bicaramu nyonya natalie!!"


Kedua bodyguard di belakang nyonya natalie langsung menyergap tangan joshua dari belakang.


"apa-apaan ini,kenapa kalian menyergapku" joshua mencoba memberontak"lepaskan aku".


"kalau bukan karena dia anak rekan bisnis ayahmu yang paling berharga,mungkin aku sudah menyingkirkan gadis itu sejak lama.


syukurlah dia sadar diri dan melarikan diri sebelum pernikahanya".


Sudah dari dulu nyonya natalie tidak menyukai ellen.dia satu-satunya orang yang menentang pernikahan ini.saat jesica bilang kalau keluarganya dan keluarga ellen sudah tau semua ini joshua tidak merasa kaget,dia sudah tau ibunya pasti menyukai hal ini,walau apa yang dilakukan ellen akan mempermalukan keluarganya.


Sampai sekarang joshua tidak tau apa alasan wanita itu membenci ellen.setiap kali ditanyai alasan dia hanya menjawab ellen bukan gadis baik-baik,gadis ****** yang tidak bermoral.


apa yang di katakan nyonya natalie memang ada benarnya,tapi tidak semua itu benar.ellen tidak seperti yang nyonya natalie bayangkan.


joshua tau itu.


"aku tidak peduli kau terima gadis itu atau tidak.yang aku inginkan cuma cucu,kau"


nyonya natalie menunjuk joshua menggunakan kipasnya.


"berikan ibu cucu atau kau tidak akan pernah mendapatkan warisan ayahmu sepeserpun,


mengerti tuan joshua?".Dia melempar senyum mengejek.


Membuat joshua semakin bersungut-sungut,


dia hampir saja menyerang wanita tua di depanya,kalau tidak ada dua orang berengsek yang memegangi tanganya dari belakang ini.

__ADS_1


Joshua menghempaskan tanganya kedepan"lepaskan aku".


membuat kedua bodygar itu melepaskan tanganya,juga karena nyonya natalie memintanya melepaskan joshua.kedua pria kekar itu berjalan keluar rumah.Joshua diam di tempatnya,nafastnya sedikit menderu.dia melirik jesica tajam,sangat tajam.jesica hanya menunduk,tidak berani menatap pria di depanya.


joshua berdecih,mengerang gemas sambil menjambak rambutnya.


"sialan"umpatnya.lalu pergi ke lantai atas meninggalkan jesica sendirian.


"tidak usah di fikirkan".ucap nyonya natalie.


Itu sama sekali tidak membuat hati jesica tenang.


Hampir dua jam nyonya natalie mengobrol dengan jesica,akhirnya dia berdiri untuk pamit.jesica mengantarkanya hingga pintu keluar.


"lalu bagaimana dengan uangnya,ah maaf aku tidak bermaksud tidak sopan padamu nyonya".


Sebenarnya jesica tidak mau membahas ini lagi,semua penjelasan tentang uang biaya rumah sakit sudah di selesaikan dengan kontraknya tadi,tapi tetap saja dia butuh sedikit kepastian agar fikiranya tenang,walau harus terus mengemis seperti ini.


Nyonya natalie tersenyum kecil.wajahnya jadi telihat begitu mirip joshua,tidak salah kalau joshua bisa setampan itu,ibunya sangat cantik.


"kau tidak perlu khawatir soal itu,kalau kau mau,aku bisa kirimkan langsung ke rekening mu".


Langkah jesica dan nyonya natalie terhenti di depan pintu masuk.


"buka".seru nyonya natalie.


Kemudian pintunya terbuka.pintu otomatis itu kini hanya bisa mereka suara nyonya natalie dan dirinya,tadi entah bagaimana nyonya natalie mengganti sandi suaranya,sebelum itu dia meminta jesica untuk mengatakan


'buka'lalu sekarang dia bisa membuka pintu tanpa harus menyentuhnya.


"baiklah jesica,sepertinya pertemuan kita hanya sampai disini,kita akan sering bertemu nantinya,semoga kau betah disini ya".


"kau gadis yang sopan".


Setelah itu nyonya natalie masuk kedalam mobilnya,di susul dengan mobil bodygardnya di belakang meninggalkan halaman rumah.


jesica menghela nafas panjang,dia menutup kembali pintu putih besar di depanya.dia berbalik,mengedarkan pandanganya.entah mau bahagia atau sedih,dia bahagia karena akhirnya dia bisa hidup dan tinggal di rumah mewah dan menjadi seorang istri seorang ceo dan artis terkenal seperti joshua.tapi hal yang membuatnya sedih semua itu hanya kontrak,pernikahan bahagia yang selalu dia harapkan tidak akan pernah dia dapatkan sekarang.


Jesica berjalan kedalam,menaiki satu persatu anak tangga,nyonya park bilang dia harus tidak dengan joshua mulai malam ini,walau tadi joshua terlihat sngat marah,tapi akhirnya dia hanya pasrah,menerima berbagi tempat tidur dengan jesica.


Jesica mengangkat tanganya mengayunkan tanganya ke pintu ragu.


"tok,tok,tok".


Tidak ada jawaban dari dalam.mungkin joshua sudah tidur,atau mungkin dia memang sengaja mengabaikannya karena tidak ingin jesica masuk ke kamarnya.sebenarnya tidak masalah kalau jesica tidur dengan bi uut lagi,atau dimana saja bahkan di sudut terkecil rumah ini,toh rasanya sama,sama-sama menderita.


Jesica mengayunkan tanganya lagi,kali ini ketukanya jauh lebih keras.


"tok,tok,tok".


Tetap saja tidak ada jawaban dari joshua'mungkin dia sudah tidur',batinya.


Dia berbalik,hendak melangkah pergi ke bawah untuk tidur di kamar bi uut.tapi suara bartonde seseorang menghentikan langkahnya.


"mau kemana?".


Dengan sangat terpaksa jesica membalikan badanya.

__ADS_1


seorang pria sudah berdiri diambang pintu,di sampingnya ada koper merah berukuran sedang dengan baju yang masih ada yang keluar dari dalamnya.itu koper milik jesica.


"apa yang tuan lakukan dengan koper saya?".


Joshua mendorong kopernya kedepan menggunakan kakinya"mengusirmu,apalagi?".


"tapi tuan nyonya....."


"nyonya,nyonya,nyonya.ini rumah ku aku yang barrhak mengatur semuanya disini,bukan wanita itu!!".tukas joshua geram.


Jesica menunduk tidak mau melihat wajah joshua,karena saat marah wajah pria itu terlihat sangat menakutkan.


"bawa kopernya dan ikuti aku".perintahnya,


berrjalan duluan menuruni tangga.


Benarkan dugaan jesica,dia menggenggam gagang kopernya,lalu diam cukup lama.


"ya!,kenapa kau diam disitu,cepat!!"tukasnya membuat jesica berjengit dan langsung berjalan mengikuti langkah joshua yang ingin jauh sejarak satu meter dengan dirinya.


Joshua membawanya ke sebuah ruangan.


ruangan paling pojok di rumah ini,ruangan kecil dekat dengan kamar mandi pembantu.


joshua membuka pintu ruangan tersebut.


ruangan gelap, pengap dengan bau yang sedikit tidak sedap.ruangan yang ukuranya bahkan lebih kecil dari kamar bi uut.


Joshua menyalakan salkar lampu di pinggir pintu,jesica baru bisa melihat dengan jelas ruangan tersebut.ruangan yang hampir di penuhi dengan kardus-kardus bekas dan beberapa plastik besar yang tergeletak dibiarkan saja di lantai.ruangan kotor penuh debu yang tidak layak untuk di tempati.


mungkin ini adalah gudang.


"kau akan tidur disini sekarang"jelas joshua melipat kedua tanganya.


"bersihkan saja ruanganya,atur semaumu,aku tidak peduli soal itu.yang penting aku tidak harus berbagi satu ruangan dengan mu".


Jesica mengangguk mengerti,dia mau menentang apa,joshua tuan rumahnya jadi dia bebas melakukan apa saja.


"baguslah kalau kau mengerti,dan kau harus ingatnini rumahku,semua milikku,bahkan lantai yang kau injak itu".joshua menatap lantai yang diinjak jesica.


"jadi aku bebas mengatur apapun dan siapapun yang ingin tinggal disini".


Jesica hanya mengangguk mengerti,sudah se pasrah itu dia sekarang.


"ingat ini baik-baik.selama kau tinggal disini,


jangan pernah masuk ke kamarku,jangan pernah sok akrab denganku,dan jangan pernah bicara padaku,bagiku kau sama saja dengan sarah dan yang lainya".Ucapan joshua telak menusuk hati jesica.


"baik tuan".


"bagus"


"oh ya,dan ingat satu lagi,jangan beritahu ini semua pada ibu ku kalau kau tidak ingin mati".joshua kemudian berbalik,melenggang begitu saja meninggalkan jesica sendirian.


Jesica mengalihkan pandanganya pada kamar kosong dan hampa di depanya.


memangnya apa yang dia harapkan di rumah ini.menjadi tuan rumah dan tinggal satu kamar dengan joshua?.dan membiarkan pria itu memberikan kecupan hangat di keningnya setiap pagi?,apa itu yang dia harapkan pada pernikahan yang seharusnya tidak ada ini?.dia telalu banyak bermimpi,joshua tidak akan pernah mencintainya sampai kapanpun.

__ADS_1


Jesica menggeret kopernya masuk kedalam gudang.setidaknya joshua masih berbaik hati membiarkan dia tinggal disini,semoga saja semuanya berjalan baik-baik saja sampai ellen kembali dan dia bisa hidup dengan normal lagi.


__ADS_2