BROKEN MARRIED

BROKEN MARRIED
KECELAKAAN


__ADS_3

Joshua menggebrak pintu sangat kencang membuat seisi rumah kaget.joshua berjalan kearah meja makan.dia mengedarkan pandanganya,tidak ada apa-apa di atas meja makan saat ini,biasanya juga begitu,setiap malam joshua selalu pulang jam sebelas malam atau tidak pulang sama sekali.joshua juga melarang jesica untuk menyiapkanya makan malam.jadi jesica tidak menyiapkan makanan apapun kecuali untuk dirinya sendiri.jadi tidak ada makan malam.


 


Joshua menggebrak meja kencang.


"jesica!!"teriaknya sangat kencang memanggil jesica.


Jesica berjalan keluar dari dapur. menghampiri joshua yang sudah menunjukan wajah sangat emosi,tanganya mengepal erat.


"ya tuan".ujar jesica setelah sampai di ruang makan.


"apa-apaan ini?".


"ya?".


"kau tidak menyiapkan makanan untukku!!!".


Joshua menggebrak meja hingga jesica tersentak kaget.


"tapi tuan....."


"tapi apa,kau ingin menolak perintah ku?!!"


"b...baik tuan".


Jesica lari terbirit-birik masuk kedalam dapur,dia tidak tau apa yang baru saja menimpa joshua,dia mungkin mengalami hari yang berat di kantornya hari ini.


Joshua menghela nafas panjang.dia tidak habis fikir sahabat yang paling dia percaya dan segani bisa melakukan hal sejahat ini padanya,padahal joshua tidak pernah mengusik hidupnya,dia malah membantu dengan membiayai usahanya,dia juga menuruti semua keinginan jhony hanya karena dia sudah menganggap jhony adiknya sendiri,tapi apa balasanya.Dia menyandarkan tubuhnya ke pungung kursi.joshua memijit hidungnya pelan.


Jesica berjalan kearah joshua sop di tanganya.tapi tiba-tiba kakinya tersandung sesuatu,sup yang ada di tangannya tumpah mengotori jas joshua.


"tuan-tuan saya minta maaf,akan saya bersihkan".ujar jesica panik mengelap jas joshua dengan tanganya.


Tapi malang untuk nasibnya,harusnya dia tidak melakukan kesalahan fatal ini,iya walau ini tidak disengaja,tapi dia baru saja membangunkan singa yang sedang tidur.


"apa yang kau lakukan!!".


"saya minta maaf tuan,saya akan membersihkanya".


Joshua menempis tangan jesica,dia meraih kerah baju jesica"bangun".


Jesica bangun,tangan kanan joshua menarik rambut panjang jesica kebawah sangat kencang,membuat jesica mendongak keatas.


"kau ingin mati hah?".


"ahhh....tu...tuan saya minta maaf".


"kau bilang maaf,setelah kau mengotori jas ku yang mahal kau bilang maaf".


"a....akuh tidak sengaja tuan,aku minta maaf,tolong lepaskan sa...kit".


"sakit ya?".joshua tersenyum menyeramkan.


"braakk!!"


Joshua membenturkan kepala jesica ke meja makan.membuat sarah,arum dan bi uut yang kendengar keributan itu keluar dari dapur.


Joshua menarik rambut jesica paksa agar kembali tegak.ujung pelipis jesica sudah mengeluarkan darah.kepalanya sakit,dan pandanganya membuyar akibat benturan tadi.


"bagaimana apa ini sakit,atau kau mau lagi?".bisik joshua di telinga jesica bagai iblis.


"t...thu...thuaan..."


"apa kau mau lagi?,baiklah,baiklah".


"braaakkk".


Pria itu kembali membenturkan kepala jesica di meja tanpa ada rasa kemanusian.dia tertawa terbahak-bahak,joshua sekarang seperti seorang psikopat.dia melepaskan cengkeramanya dari rambut jesica.


Wanita itu tumbang,tubuhnya terkurai di lantai yang dingin.kini ujung bibirnya juga mengeluarkan darah.wajah jesica terlihat sangat pucat,pandanganya membuyar,dia hanya bisa mendengar suara tawa joshua yang menyakiti telinga.


"nona jesica".arimbi ingin menolongnya,tapi sarah dan arum menariknya kembali.


"jangan ikut campur urusan mereka,kita ini cuma pembantu".bisik arum mengingatkan.


Joshua berjalan terhuyung-huyung kearah jesica yang sudah terkapar di depanya,dia duduk berjongkok,membelai lembut rambut jesica.


"kau tidak apa-apa sayang?"tanyanya sangat lembut.


Joshua benar-benar terlihat seperti orang gila,lebih tepatnya psikopat gila.jesica diam membisu,setetes air mata membasahi pipinya.


Joshua meremas dagu jesica sangat kuat.

__ADS_1


"gara-gara kau semuanya jadi kacau,kau menghancurkan segalanya,kau membuat semua karirku berantakan!!!".


Joshua membenturkan kepala jesica kelantai.


Padahal ini bukan salah jesica,joshua juga tidak tau apa kesalahan jesica,gadis itu hanya tidak sengaja menjatuhkan sup ke jas joshua,kenapa dia harus melakukan hal sekeji ini pada jesica,harusnya dia melakukan ini semua ke jhony,bukan malah


melampiaskanya ke jesica yang tidak tau apa.


"tutt...tuttt...tutt".


ponsel joshua bergetar,dia bangkit berdiri,


mengambil ponselnya diatas meja.


"ya".


"kau mencoba meremehkan ku shua,kau tidak takit dengan ancamanku,atau kau memang ingin ini tersebar agar orang tuamu tau dan kau tidak mendapatkan sepeserpun warisan mereka,itu yang kau mau?,baiklah,aku akan menyebarkan beritanya sekarang".ujar jhony.


Joshua mengepalkan tanganya erat,dia kuak dengan ancaman-ancaman menjijikan sahabatnya,tidak dia lebih pantas di sebut iblis ********.


"kau tidak perlu susah-susah melakukan hal itu,aku akan kesana memberimu semuanya,sekarang".


"baiklah tuan ceo,akan ku tunggu,tapi kalau dalam dua puluh menit kau tidak datang aku akan benar-benar menyebarkan.....".


Joshua menutup panggilanya sebelum jhony mengakhiri ucapanya.


"arggghh!!!"dia menjambak rambut emosi.


Joshua berjalan ke lantai atas dengan tergesa-gesa.


arimbi langsung mepelaskan tangan arum dan sarah yang menahanya,dia berlari kearah jesica,arimbi duduk di depan jesica.


"kau baik-baik saja nona jesica?".tanya arimbi khawatir"astaga kening dan bibir nona berdarah".


Jesica mengangguk kecil"bantu aku bangun bi".


arimbi mengangguk,dia mencoba memapah jesica,dan mendudukan jesica ke kursi.


"sebentar aku ambil obat dulu ya nona".


Suara langkah kaki terdengar,joshua menuruni anak tangga dengan tergesa-gesa dengan tangan membawa koper uang,dia berjalan keluar rumah.


***


Joshua menancapkan gasnya jauh lebih kecang,spedometernya menunjukan kecepatan maksimal,menembus angin dingin dan kecepatan detak jantung.untung saja jalanan sedang lenggang,


bahkan saat lampu merah menyala,dia terus menerobosnya begitu saja,membuat sebuah mobil dari arah berlawanan hampir menabraknya.


"mati saja brengsek!!!".teriak orang di dalam mobil itu.


Joshua tidak peduli,dia hanya ingin bertemu dengan jhony lalu memukulnya hingga mati.


"aku akan membunuhmu,aku akan membunuh mu,aku akan membunuhmu"


gumam joshua sambil menggigit kuku-kuku jarinya.


"aku akan membunuhmu brengsek sialan!!".


teriak joshua kesal memukul stir mobilnya.


Tanpa dia sadari sebuah mobil truk besar melaju cukup kencang kearahnya.


"tott....tott....tott".


Cahaya terang dari truk menyilaukan mata joshua.


hanya beberapa detik lagi saja kecelakaan hebat akan terjadi.Joshua panik dia langsung membanting stirnya.tapi sudah telambat,


kecelakaan tidak bisa terelakan.


"arrgghhh!!!".


"brakkkk!!".


Mobil truk itu menabrak body depan mobil joshua hingga remuk tak berbentuk.


Tubuh joshua terhantuk kedepan,


kebelakang,dan kedepan lagi sangat kencang,kalau dia tidak pakai sabuk pengaman mungkin tubuhnya akan lompat kedepan.kepalanya pening,cairan panas entah darimana terasa merembas membasahi tubuhnya,kakinya terhimpit,


pandanganya samar-samar,dia tidak bisa melihat apapun kecuali asap yang membungbung tebal di depanya.di detik selanjutnya pandanganya menggelap.


***

__ADS_1


"tutt...tutt...tuttt".


Telefon rumah bergetar,arimbi yang tengah ada di dekat situ mengangkatnya.tumben sekali ada orang yang menelfon lewat rumah,biasanya cuma tuan dan nyonya besar yang menelfon,itupun hanya setahun dua sampai tiga kali.


"ya halo dengan siap.....".


arimbi memotong ucapanya,tubuhnya membeku di tempat.


"telfon dari siapa?".


arimbi menyerahkan telfonya ke jesica,alis jesica berkerut,dia mengambil telfon dari tangan bi uut.


sebenarnya telfon dari siapa sih sampai membuat arimbi membeku seperti itu.


"ibu apa ibu mendengar kami?!"


"ya,ini siapa?".


"saya ari bu,apa ini benar rumah pak joshua?".


"ya ada apa?".jantung jesica berdetak lebih kencang,entah kenapa dia merasakan seperti hal buruk baru saja terjadi.


"mobil pak joshua tabrakan dengan truk bu"


Jesica menjatuhkan ponsel di tanganya.


tubuhnya membeku seketika.benarkan firasatnya.


"sekarang sudah di bawa kerumah sakit bu".


***


Jesica membuka pintu mobil,dia menutup pintu mobil dan langsung berlari ke dalam rumah sakit diikuti arimbi dan zidan.tadi orang yang menelfonya bilang kalau joshua di bawa ke rumah sakit dekat kota,untung saja jarak rumahnya dan rumah sakit dekat kota tidak telalu jauh.Jesica langsung menghampiri tempat informasi.


"dimana ruangan pasien bernama joshua,joshua aditama".tanyanya dengan nafas tersenggal-senggal.


"sebentar ya kami cari dulu".petugas wanita menatap laptonya"oh orang yang baru kecelakaan itu?".


"ya benar".


"dia baru saja dibawa ke ruang ugd".


"terimakasih".jesica langsung berlari ke ruang ugd yang tadi di tunjukan suster.


Ruang ugd baru saja ingin di tutup.


"dokter apa joshua baik-baik saja,dia masih di selamatkan kan dok?".cacar jesica pada dokter diambang pintu.


"saya akan berusaha sebaik mungkin bu".


Dokter masuk kedalam ruang ugd,diikuti jesica di belakangnya,tapi seorang suster mencegatnya.


"maaf ibu,ibu tidak boleh masuk".


"tapi dia suami saya,saya ingin dia baik-baik".


"iya,iya kami mengerti bu,tapi tidak ada yang boleh masuk kecuali dokter dan suster,jadi ibu tunggu dulu di luar ya".Suster menutup pintu ruangan.


jesica bisa melihat seorang terkapar di ranjang rumah sakit dari balik jendela,dia yakin itu pasti joshua.dokter mulai memakaikan alat di hidung joshua,entah jesica tidak mengerti alat apa itu,dia tidak tau namanya.kedua tangan jesica mengepal erat,berharap-harap cemas semoga tidak terjadi apa-apa pada joshua.


Jesica duduk di kursi memanjang tepat di depan ruang ugd.arimbi ikut duduk di sampingnya.mengelus-elus lembut punggung jesica.


"nona jesica tenang ya,semua akan baik-baik saja"katanya menenangkan.


zidan tidak memberikan tanggapan apapun,


dia melirik joshua sekilas lalu melirik jesica.


apa mereka habis bertengkar?,kening dan ujung bibir jesica di plaster begitu.


"zidan".panggil arimbi sangat pelan seperti berbisik.


"ya".jawab zidan dengan suara besar.


bodoh....


"nona jesica belum makan sama sekali"


"terus?".


arimbi berdecih kesal"belikan dia makanlah,


masa beli baju".

__ADS_1


zidan mengangguk,dia berbalik lalu berjalan meninggalkan arimbi dan jesica.


arimbi menatap punggung zidan yang semakin lama semakin menjauh.memang ya pria itu tidak pernah peka,dia bahkan tidak bertanya sama sekali kenapa majikanya terluka.sebenarnya dia punya hati tidak sih.dan kenapa arimbi terus mencintainya kalau sudah tau sifat zidan seperti itu.arimbi pun tidak mengerti.


__ADS_2