
"kau sedang mencintai seseorang?".
"ya,dia juga ada disini,bersama kita".jinny mengulas senyum.
Refleks pandangan mata jesica tertuju pada roby,
apa orang yang dimaksud adalah roby,
mungkin saja.
karena tadi roby bilang kalau dia juga ingin sekamar dengan jinny,dan di mobil pun mereka terlihat akrab.
"semuanya cepat berkumpul!!"teriak joshua menggunakan mic diatas panggung kecil yang sudah disiapkan pelayan-pelayan tadi.tidak begitu lama,roby,mina,jhony,bahkan han daritadi tidak kelihatan pun ikut bergabung ke tengah-tengah,mereka duduk di bangku yang sudah di persiapkan.
nina duduk di samping jinny.
"kau terlihat cantik sekali ellen ku sayang".puji jinny.
"terimakasih,baju ini joshua belikan langsung untuk ku.kau tau harganya berapa?".
"berapa?".tanya mina ikut kepo.
"lima juta".
Mata mina dan jinny terbelalak lebar"gaun seperti ini saja harganya lima juta,kau bercanda?!".
nina mengangguk bangga"tentu saja tidak".
Sebenarnya gaun putih yang di pakai nina itu untuk jesica.nyonya natalie sendiri yang memberika itu,tapi joshua malah memberikan baju itu pada nina.
"tes,tes"joshua mengetes micnya.
"hay semuanya,hehehe,aku jadi merasa gugup".
ujarnya terkekeh kecil,sangat manis.jesica sampai tidak sadar merespon dengan ikut terkekeh kecil.
"benarkan apa ku bilang,kau memang menyukainya"bisik jinny.
"kalian pasti tau aku mengumpulkan kalian disini untuk apa".
"untuk makan-makankan!!".teriak roby.
menatap deretan makanan lezat di atas meja.ada ayam goreng,ayam bakar,kambing guling,dan jenis makanan berat lainya.
Joshua terkekeh"bukan,bukan".
Dua orang berseragam menodorong meja yang diatasnya ada sebuah kue ulang tahun cukup besar tepat di depan joshua.seorang pelayan wanita mulai menyulutkan api ke ujung lilin satu persatu.
"sebenarnya,selain karena ulang tahun ku,aku mengundang kalian karena ingin menyampaikan sesuatu pada kalian".
"aku jadi penasaran!"jinny terlihat sangat bersemangat.
"apa kita boleh skip bagian ini dan langsung ke bagian makan-makan saja?".tanya roby,
mengambil paha ayam di depanya"aku tidak makan dari tahun kemarin".
Mina menyikut perut roby.
"kau boleh makan sepuasnya,kau boleh bungkus juga semuanya,tapi sebelum itu aku ingin memperkenalkan kalian seseorang".
Joshua melirik kearah deretan bangku jinny.
entahlah antara melihat nina atau jesica,
mereka duduk di deretan yang sama.
__ADS_1
"aku bertemu denganya beberapa minggu yang lalu,awalnya aku tidak suka karena dia terlalu polos,tapi sepertinya kita memang di takdirkan bersama".
Entah mengapa jesica ingin sekali joshua memanggil namanya.
"nina".
Nina membelalakan matanya,dia menunjukan dirinya sendiri.
"kemarilah".pinta joshua.
Nina berdiri,seketika semua orang yang ada disitu bertepuk tangan,tidak terkecuali dengan pelayan-pelayang yang berdiri di samping-samping pilar.
nina naik keatas altar.joshua meraih kedua tangan nina lembut,mereka saling berhadapan.
"nina maukah kau menjadi pacarku?".
Suara langsung riuh rendah.roby yang tidak percaya bahkan berdiri untuk memberikan aplous.
"menikahlah,aku ingin mempunyai ponakan!!!".
Jhony hanya tersenyum-senyum kecil,dia tidak tau harus memberikan ekspresi apa.
Beberapa detik semua diam,menunggu jawaban nina.
Nina mengangguk kecil malu-malu"ya,aku mau".
Joshua tersenyum lebar,dia langsung memeluk nina dan mencium pipinya cukup lama.
"aku mencintaimu,aku mencintaimu".
"ah romantis sekali".puji mina.
Jesica bangkit berdiri.
"kau mau kemana?"tanya jinny.
Jesica berbalik,berjalan meninggalkan tempat itu.rey yang melihatnya langsung bangkit berdiri,dia berjalan mengikuti jesica dari belakang.
***
Jesica berjalan tak tentu arah,kakinya menendang-nendang pasir halus di bawahya,semilir angin masuk kedalam tulang rusuknya,dia mendekap dirinya.
sekarang jalanya jadi tak tentu arah.dia tidak tau apa yang dia rasakan saat ini,ada sesuatu yangmengganjal di tubuhnya,tapi dia juga tidak tau apa itu.
Dia berhenti,menghela nafasnya panjang,lalu duduk diatas hamparan pasir.kalau dia yang memakai gaun itu mungkin dia tidak akan bisa duduk di pasir seperti ini,baju mahal itu akan kotor jadinya.
Jesica menekuk kedua lututnya,
membenamkan wajahnya dalam-dalam,dia tidak ingin melakukan apa-apa.
Suara derap langkah kaki terdengar mengusik telinganya,entah siapa yang datang dia tidak peduli,tapi semoga saja joshua,walau hampir mustahil.
"kenapa pergi,bukanya pestanya belum selesai?".
tanya seseorang yang kini sudah duduk di sebelah jesica.
"lagian kalau aku ada disana mereka juga tidak akan peduli dengan kehadiranku".Jesica mengangkat kepalanya.
"rey"dia buru-buru bangkit berdiri"aku harus kembali,joshua pasti akan mencariku".
Dia hendak melangkah namun tangan besar rey menghentikan langkahnya.rey bangun dari tempatnya.
"kau bilang tidak ada yang peduli padamu".
kata rey mengulangi ucapan jesica.
__ADS_1
"apa pedulimu"sengit jesica.
Dia menghempaskan tanganya dari genggaman rey.
seharusnya dia tidak melakukan itu,tindakan yang membuatnya jadi semakin tidak enak saja dengan rey.
"kau marah padaku?".
Jesica diam,lalu menggeleng"tidak".
"maafkan aku".
"kau harus melupakan ku rey".kata jesica berbalik menghadap rey"aku tidak mau jadi orang ketiga diatara hubungan mu dan cindy,kau harus melakukanya untuk ku".
"ya,kalau itu yang bisa membuatmu bahagia".
Jesica nyaris tidak percaya dengan jawaban rey.dia tidak ingin mendengar jawaban seperti itu.tapi mau bagaimanapun ini yang terbaik bagi mereka berdua.
"terima kasih".
Setelah mengatakan itu jesica berbalik,
kakinya mulai melangkah menjauhi rey.dia sudah tidak bisa membendung air matanya,
air matanya tumpah setiap kali kakinya melangkah menjauh.
"itu jesica".mina menunjuk jesica yang berjalan kearah mereka.
Jesica menghampiri joshua dan nina.nina memapah tubuh joshua yang sudah terkurai lemas,gadis itu berdiri terhuyung-huyung karena menopang tubuh joshua yang sangat berat.
"hey miskin".nina menjatuhkan tubuh joshua ke tanah,karena mabuk berat joshua tidak marah di perlakukan seperti itu.
"cepat bawa pria menyusahkan ini,hati-hati bawanya dia atm berjalanku".ujar nina tertawa terbahak-bahak,lalu wanita itu pergi bersama jinny meninggalkan jesica dan joshua.kalau joshua tau sifat nina yang sama sekali tidak peduli denganya,pria itu sudah meninggalkan nina sejak dulu.
"hahahaha kenapa wajahmu jadi kotak seperti itu,hahaha kau kembaran adudu boboiboy?".
ujar joshua sudah melantur.
Jesica mencoba memapah joshua"ayo tuan".
Dia berjalan terhuyung-huyung memapah joshua sampai ke kamarnya.
Jesica menjatuhkan tubuh joshua keatas kasur.dia berjalan untuk menutup pintu.
Dia hendak memutar kunci yang menyantol,
tapi sebuah tangan menyentuh tanganya,
jesica melengos kebelakang.dia tersentak.
joshua tiba-tiba saja sudah ada di depanya dengan senyum menyeringai.
"t..tuan joshua,ada apa,apa ada yang perlu saya bantu?".
"cleekk".
Joshua memutar kuncinya,dia mengambil kuncinya dari bolongan dan memasukanya ke dalam saku celana.
Dia menaruh kedua tanganya di dinding, mengukung tubuh jesica agar tidak bisa bergerak kemana-mana.jesica menelan ludahnya berat.
Tangan besar joshua menyentuh dagu jesica lembut.
"apa kau bisa membantuku".tanya joshua.
"y..ya apa yang bisa ku bantu?".
__ADS_1
Joshua mendekatkan bibirnya ke telinga jesica.napas jesica tertahan,dan jantungnya berdetak begitu kencang.