BROKEN MARRIED

BROKEN MARRIED
NINA PT.2(12)


__ADS_3

"ada yang lucu?".


"dia membiarkanmu minum banyak,tapi dia memarahi mu kalau kau ikut menari,pfftt".


Joshua menyederkan tubuhnya ke sandaran sofa.


"karena aku tidak boleh menganggunya saat dia bersama dengan mantanya".jelas nina.


Mata joshua sedikit terbelalak,dia melihat kebelakang,melihat jhony yang sedang menari dengan cintya.


"maksudmu, gadis yang tadi mengajaknya berdansa itu?"joshua memandang jhony dan nina secara bergantian.


Nina mengangguk.


sebenarnya apa yang terjadi.kenapa nina tidak marah saat tau kalau yang mengajak menari tadi mantan jhony.kalau joshua yang ada di posisi tersebut,dia pasti sudah menjambak rambut jhony kuat-kuat biar dia sadar kalau kekasihnya sekarang dia bukan mantanya.


"lalu kau membiarkanya begitu saja menari dengan mantanya?,kau ini bagaimana?".


Wanita itu hanya menunduk"apa yang bisa ku lakukan".


Joshua menepuk dahinya keras"aishh,kau bisa memarahinya,atau kau bilang pada mantanya kalau kau adalah kekasihnya,


kenapa kau hanya diam saja".


"aku sudah melakukanya,tapi semuanya berakhir dengan dia memukuli tubuh ku,aku tidak kuat.kekasihmu pasti beruntung memiliki kekasih sepertimu".


"darimana kau tau,kau saja baru nengenalku".


sarkas joshua.


"ya aku tau karena tadi saat aku ingin minum kau menghawatirkan ku,selama ini jhoni tidak pernah begitu".


Joshua tersenyum"aku melakukanya karena kau seorang wanita,jangan terlalu ambil perasaan".jawab joshua yang menusuk telat di ulu hati nina.


Nina tidak lagi bicara,dia menuangkan botol alkohol ke gelasnya,lalu menenggaknya.dia melihat jhony di belakangnya,itu membuat joshua merasa sedikit merasa ibu dengan wanita di sampinya,pasti sakit melihat orang yang dicintai lebih dekat dengan orang lain.dia juga bodoh,kenapa tetap mencintai jhony dengan kelakuan jeleknya itu.padahal dia bilang tadi dia selalu di siksa jhony.


memang ya cinta bisa membuat orang jadi bodoh.


"kau sendiri,apa kau punya kekasih?".tanya nina tiba-tiba.


"kekasih?".


"ya?"


Joshua berfikir sebentar"tidak".


"dan jangan tanyakan soal itu lagi"tambahnya.


"maaf".


***


Suara bell rumah berdering begitu keras berulang-ulang kali.


"iya sebentar".jesica berlari kearah pintu masuk.


dia mengeluarkan kuncinya dari dalam saku bajunya.


Pintu di gedor-gedor sangat keras.


"jesica cepat!!"teriak orang dari luar.


Pintu rumah terbuka.menampakan seorang pria yang sudah kehilangan setengah kesadaranya dan seorang wanita yang mencoba memapahnya.jesica menatap wanita itu dari ujung kepala.wanita itu menggunakan korset di atas perut yang menunjukan pusernya dan celana ketat pendek.


'siapa dia'.batin jesica.


"siapa ka....."


"halah banyak tanya,menyingkir dari jalan ku!"tukas joshua.


Jesica masih disitu,tidak mau menyingkir.


"ku bilang menyingkir!"tukas joshua.


Dia mendorong tubuh jesica,sampai gadis itu hampir terhuyung,walau mabuk tenaga pria itu sama sekali tidak berkurang.


Joshua dan wanita itu duduk di sofa ruang tengah.jesica menatap suaminya cukup lama.kalau dia usir kedua wanita itu joshua pasti akan marah besar padanya.jesica menutup pintu rumah.dia tidak peduli lagi apa yang akan joshua lakukan dengan wanita itu,


dia tidak peduli,toh ini juga rumahnya,


siapa jesica yang bisa mengatur-ngatur hidup seorang ceo macam joshua.jesica berjalan melewati joshua begitu saja,tujuanya adalah kamar,dia sudah lelah srtelah seharian membereskan rumah dan menunggu joshua,dia harus cepat-cepat tidur untuk memulihkan tenaganya kembali.

__ADS_1


"mau kemana?"sebuah pertanyaan dari joshua menghentikan langkah kaki jesica.


jesica membalikan badanya malas.


"kamar".


"kamar katamu?,kau tidak lihat ada tamu di rumah ini?".


"ya".jesica sudah lelah.dia sangat lelah kalau harus berdebat lagi dengan joshua semalam ini.


Joshua tertawa sinis"buatkan minuman untuk temanku lalu kau boleh tidur!!".bentak joshua.


Jesica mendesah pelan.kalau bukan karena jaminan uang rumah sakit dari ibunya jesica tidak akan pernah sudi melakukan ini semua.


"kenapa diam disitu saja,cepat buatkan!!".


"baik tuan".jesica buru-buru lari ke dapur sebelum joshua membentaknya kembali.


"apa itu pembantu mu?".tanya nina melirik ke belakang sekilas,melihat jesica yang ada di dalam dapur.


Ya,joshua pulang dengan kekasih jhony tadi.karena terlalu mabuk,dia jatuh saat menari,jadi dia di pulangkan kerumahnya dengan mobil roby.dan meninggalkan joshua dengan nina di bar sendirian.


mereka mengobrol tentang banyak hal.dari curhatan nina yang tersiksa dengan hubungan toxicnya.


sampai obrolan absurd sekalipun.joshua tidak sadar kalau dia menghabiskan hampir tiga botol alkohol saking asiknya mengobrol,dan alhasil dia mabuk.jadi daripada dia menyetir dengan keadaan mabuk yang akan membahayakan dirinya sendiri,akhirnya nina dengan senang hati mengatarkanya pulang.


Joshua memainkan atas rambut nina.


"dia jesica?".


joshua mengangguk.


Nina menyeringai."jadi dia yang namanya jesica,beruntung sekali dia bisa tinggal dirumah sebesar ini".nina mengedarkan pandanganya.


Sebelumnya jhony sudah cerita banyak tentang joshua,dia juga bilang tentang hubungan joshua dan gadis bernama jesica.


mereka suami istri,tapi sepertinya joshua membencinya.kata jhony.dan sekarang nina melihatnya langsung.joshua memperlakukan istrinya seperti seorang pembantu.


"shua"


"hmmm?".


Nina memukul-mukul dada joshua,mulutnya mengerucut sempurna."sebaiknya aku pulang saja deh".


"aku rasa sepertinya pembantumu tidak menyukaiku".ujarnya dengan nada sengaja di manja-manjakan.


"kata siapa?".


"lihat saja ke belakang,dia terus memperhatikan ku dengan tatapan marah.aku rasa dia menyukaimu".tutur nina.


Joshua langsung menatap ke belakang,


memastikan apa yang di adukan nina benar.saat itu jesica tidak sengaja juga melihat kearah mereka.


joshua langsung menggeser nina dari tubuhnya.dia langsung bangkit berdiri.


"aku akan memperingatkanya".joshua sudah hampir melangkah sebelum tangan nina menyentuh tanganya.


Dia mengeleng-geleng pelan"tidak usah,aku tidak apa-apa".


Joshua tersenyum"kau memang wanita yang baik".dia menepuk-nepuk atas kepala nina


"tapi aku harus memperingatkanya,nanti dia jadi kebiasaan".


Joshua melepaskan tangan nina,dia menuju dapur dengan badan yang terhuyung-huyung.


"ya!,jesica!".


Nina mencoba menahan tawanya,semudah itu memancing kemarahan joshua.dia menatap ke belakang,hendak menonton drama dari pasangan suami istri itu.


"jesica!".


Jesica berjengit kaget.dia langsung mematikan mesin minumnya.


"ya?".


"apa kau tidak bisa sopan?".tanya tiba-tiba.


Jesica mengerutkan dahinya.dia tau kalau joshua mabuk,pertanyaan-pertanyaan aneh pasti terlontar.Jesica mengambil air hangat dengan campuran madu pada joshua.


"minumlah dulu tuan,rasa mabuk mu akan reda".

__ADS_1


"aku bilang apa kau tidak bisa sopan?".


tanyanya lagi.


mencengkeram tangan jesica erat membuat gelas di tanganya jatuh ke lantai,pecahan gelasnya hampir kaki joshua kalau tidak langsung menghindar.


Joshua menatap murka jesica,dia mencengkeram tangan jesica lebih erat"kau bernainya kau ingin mencelakai ku!".


"aku tidak sengaja tuan,maaf kan aku".


"berhenti menatap njna"joshua menunjuk haejin"atau ku kurung kau di bawah tanah".


"aku tidak melihatnya".


"tidak usah berbohong,jelas aku melihatnya".


Jesica merespon bingung,padahal dia tidak menatap nina sama sekali.


"aku benar-benar tidak menatapnya,aku berani bersumpah,aww tuan tolong lepaskan tanganku".mohon jesica.


"sekali lagi aku tau kau menatap nina,aku akan membunuhmu"ancam joshua.setelah itu melepaskan tangan jesica.


"bersihkan lantainya juga".


Jesica hanya mengangguk sambil menundukkan kepalanya.


Setelah beberapa menit jesica membereskan pecahan gelas di lantai,dan membuat air madu untuk joshua,dia langsung berjalan ke tempat joshua dan nina.


Jesica nenaruh dua jus jeruk dari nampan ke meja.


"pembantu yang tidak sopan"gumam nina.


Tapi jesica masih bisa kendengar ucapan wanita itu.


"apa kau bilang?".


"pembantu yang tidak sopan"ulang nina sambil terkekeh.itu membuat kemarahan jesica meluap.


"shua".nina mengalihkan pandanganya pada joshua"kakiku terasa sakit karena jatuh tadi pagi,apa kau bisa memnita pembantu mu untuk memijit kakiku".dia melirik jesica dengan wajah menyebalkan.


"oh tentu saja"joshua mengambil jus jeruk miliknya"jesica tolong pijat kaki nina,lalu kau boleh tidur".


Jesica mengepalkan kedua tanganya.dia ingin sekaki memukul wajah wanita di depanya dengan nampan beberapa kali sampai dia hilang ingatan.tapi dia masih punya hati nurani.


"kenapa masih berdiri,cepat!".tukas joshua.


"baik tuan".jesica memajukan sofa di belakangnya,terpaksa membiarkan kaki wanita itu menindih pahanya.jesica mulai memijit-mijit kaki nina.


"terimakasih nona jesica"ucapnya mengejek.


Jesica mendegus,dia memijit-mijit kaki nina,


beberapa kali menekanya kuat-kuat.


"aww,aww".ringis nina"kau bisa lebih pelan lagi,kau menyakiti kaki ku".


"baik".


Jesica terus memijit kaki nina.harga dirinya seketika terasa runtuh.mana ada seorang istri yang mampu melihat suaminya bercumbu dengan orang lain tepat di depan matanya,


dan dia hanya diam tidak bisa melakukan apa-apa.


"kau mau?".tanya nina mengangkat anggur yang sudah di sediakan diatas meja.joshus mengangguk.


"buka mulut mu"


Joshua membuka mulutnya.


"aaaa".


"cup".


Nina mencium pipi joshua.jescia langsung mengalihkan pandanganya.dadanya sakit.dia tau kalau joshua tidak mencintainya,dan dia juga tidak mencintainya.tapi tetap saja,joshua tetap suaminya,dia tidak bisa melihat semua itu.


"hehehehe"nina terkekeh"kau mau nona jesica?".


tanyanya membuat jesica mengalihkan pandanganya kearah mereka kembali.


Jesica menggeleng.


"ah baiklah,aku akan menghabiskanya dengan joshua saja.buka mulut mu lagi sayang,aaaa".

__ADS_1


***


__ADS_2