BROKEN MARRIED

BROKEN MARRIED
MASA LALU REY DAN JESICA(19)


__ADS_3

"brukk".


Seorang bocah laki-laki bertubuh sedikit gempal mendorong bocah laki-laki yang lebih kecil darinya dengan name tag bertuliskan rey.


"gausah deket-deket sama kita lagi,badan kamu tuh bau bangkai bikin kita mau muntah tau ga!".tukas bocah gempal itu.


"iya nih ga mampu beli sabun ya,jijik banget".


sambung gadis kecil berambut panjang bergelombang.


Bocah laki-laki tinggi berkulit sedikit gelap melempar bungkusan hitam kearah rey,seekor bangkai tikus keluar dari dalam bungkusan itu.


bau bangkai tercium sangat menyengat.


Rey setengah menjerit,memundurkan dirinya juh dari bangkai itu.


Ya,setiap hari selalu di bully oleh teman-


temanya,apalagi oleh golongan adit,bocah betubuh gempal itu.dan dua temannya yang sama-sama nakal,arin dan bima.tidak ada hari tanpa membuli rey.


"tuh temenan aja sama bangkai,bau kalian kan sama".ujar adit pedas.


Arin dan bima tertawa puas.mereka senang melihat rey menangis.


"udah yuk temen-temen kita main lagi,biarin dia main sama temen barunya".ajak arin.


Mereka mengangguk,lalu berbalik hampir bersamaan,melangkahkan kakinya untuk pergi,tapi suara seorang gadis menghentikan langkah mereka.


"hey bocah-bocah jelek sok-sokan berani!!"katanya.


Ucapan itu membuat telinga adit berdengung.dan ketiga orang itu kembali membalikkan badanya.melihat siapa jagoan yang baru saja menghina mereka.


Seorang gadis kecil dengan rambut sebahu berdiri berkacak pinggang di depan rey.dia menatap geng adit dengan tatapan remeh.


Adit tersenyum"oh jesica bocah jelek ini sekarang juga mau jadi jagoan ya".


"oh bocah jelek kaya adit sekarang udah pinter bully anak yang lebih lemah dari dia ya".skak jesica.


Adit menggemeretakan tanganya geram.


sudah berapa kali jesica menganggu urusanya.


"mau ku pukul?".


"seorang adit mau mukul cewek,lemah banget".cibir jesica.


Kedua temannya tertawa,rey juga ikut tertawa kecil.


"diam kalian!"


"maju sini!".


BUGHH!


Sebuah goleman tepat mengenai pipi kanan adit.bocah itu tersungkur di tanah.


"bos"


Arin dan bima mencoba membangunkan adit.


"bos gapapa?".tanya arin.


"cepat bangunkan aku!".


Arin dan bima buru-buru membangunkan tubuh adit,mereka sedikit kesulitan karena tubuh adit yang gempal.


"segitu aja pukulanya?,ga ngaruh".ujar adit menatap remeh jesica.


Namun kemudian setitik darah keluar dari hidung adit.


"bos hidung bos berdarah".


Adit mengusap bawah hidungnya,benar hidungnya mengeluarkan darah.dia menatap tajam jesica,keda tanganya mengepal erat,rahangnya mengeras.


"kau"


Adit melemparkan sebuah goleman ,tapi tangan jesica buru-buru menepisnya,dia memukul perut adit sangat keras.


"bos kayaknya kita harus pulang,jesica kuat banget bos kita bisa bonyok kalo lawan dia".bisik bima.


"bener bos,mending pergi aja,daripada bos malu karna kalah sama cewek itu,bisa di bully kita habis-habisan bos".tambah arin.


Benar,kalau sampai ada yang tau dia kalah melawan jesica dia bisa di bully oleh teman-


temanya,dia tidak mau ini terjadi,tidak akan terjadi.


"awas ya kamu jesica,sekarang kamu boleh lolos dari kami,tapi kalo kita ketemu lagi habis habis kamu!"gertak adit.


Mereka buru-buru berbalik meninggalkan jesica dan rey.


Jesica berdecih"cih,bilang saja kalian tidak berani padaku!!".


"m...makasih"lirih bocah di belakang jesica.


Jesica berbalik,karena adit geng dia sampai lupa ada bocah laki-laki di belakangnya.


Bocah laki-laki itu masih terisak,wajahnya penuh air mata,dia sangat menyedihkan.


"heh kenapa nangis,kau kan cowok,cengeng banget sih!".tukas jesica kesal.


Entahlah,dia sangat benci saat ada orang yang menangis,apalagi kalau laki-laki,hidung ini terlalu indah untuk diisi oleh air mata.


Rey menyekat air matanya.dia tidak terlalu mengenal jesica,padahal mereka sekelas,tapi karena sifat rey yang pemalu dia jadi tidak bisa berkenalan baik dengan orang.dia hanya tau kalau jesica itu bocah brandal yang sering bertengkar dan membuat onar.sekarang lihat saja,disaat anak gadis lain memakai rok agar terlihiat feminim untuk pergi kesekolah dia lebih memilih memakai celana.


"oh kau rey si bau itu kan?".tebak jesica.

__ADS_1


Kata-kata yang menyakitkan,tapi itu memang benar.


"heh bodoh,kalau ada yang menyakitimu seperti tadi lawan saja,jangan lemah,kalau kau terlihat lemah mereka jadi lebih senang membully mu mengerti?".kata jesica memberikan saran.


Rey mengangguk-angguk mengerti.


Rey bangkit berdiri,hendak pulang kerumahnya.


"sekali lagi terimakasih ya".


"hey kau fikir ini gratis".ujar jesica.


Alis rey berkerut tidak mengerti ucapan jesica.merasa pria di bawahnya tidak mengerti jesica terseyum kecil.


"siapa namamu?".


Jesica mengulurkan tanganya kedepan.


sekarang rey mengerti,dia membalas jabatan tangan jesica.


"rey".


"nama yang bagus,namaku jesica".


Rey tidak mau tau.


"mulai hari ini kita jadi teman ya".


"oke".


Jesica membangunkan tubuh rey dari tanah,dia menggandeng tangan rey.rey sudah seperti adik jesica,mengingat kalau tubuh rey hanya setinggi pundak jesica,bahkan mungkin kurang.


"dimana rumahmu?".


"di dekat gang sana"


"rumah ku juga dekat sana,detak rumah koh aheng,yang punya anjing gede,aku sering menyapa anjingnya".


"benarkah?,wah jadi kau yang sering bikin anjing trtangga mengongong?".terka rey.


"itu bukan aku pelakunya ya bocil"


Sejak pertemuan pertama itu mereka jadi sangat dekat.rey jadi sosok yang sedikit,tidak ada yang berani membullynya lagi,kalau ada yang membullynya mereka harus berhadapan dengan jesica.hidup rey sangat bergantung pada jesica.


Hari berlalu dengan begitu cepat.mereka akhirnya tiba dimasa semuanya berjalan sangat indah,masa sma.kali ini rey tidak sekelas dengan jesica.rey jurusan ipa dan jesica ips.


Keadaan seperti berbalik,pria bau ketek yang selau begantung di balik punggung jesica sekarang menjadi pria dewasa yang sangat amat tampan,dan juga tinggi.dia menjadi ketua basket di sekolahnya,menjadi salah satu pria populer juga sampai kini jesica yang malu dekat denganya.


"rey sekarang pulang sama aku aja ya".ajak si ratu sekolah yang menggelayut di lengan rey.


"apaan sih,sekarang rey pulang sama aku!"kata ketua cheareader.


"enggak pokoknya hari ini rey harus pulang sama aku".


"rey harus pulang sama aku!!"


Mata rey tiba-tiba saja menangkap sosok tidak asing baginya.


"jesica!"panggil rey.


Gadis yang di panggilnya berbalik.


Rey melepaskan kedua tangan gadis cantik itu dan berlari kearah jesica.


Si ratu sekolah mendengus"huft,kenapa sih rey suka banget sama si buluk itu,padahal aku jauh lebih cantik darinya".


"iya,aku ciruga dia pakai susuk atau jimat lainya untuk menarik perhatian rey".imbuh si ketua chealeader.


Rey merangkul jesica"kok pulang duluan sih?".


"abisnya tadi kamu sibuk sama cewek,yaudah aku tinggalin aja".jawab jesica dingin.


Rey menatap jesica dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.


"apa,kenapa?".


"kau cemburu ya".kata rey mencolek hidung jesica menggoda.


"iya aku cemburu memangnya kenapa!".tukas jesica.seketika pipinya memereh.


Dia melepaskan rangkulan rey dan berjalan duluan kedepan meninggalkan rey.


"menyebalkan".


"hey jesica tunggu".rey berlari kecil meninggalkan jesica yang merajuk.


Entah kenapa kaki jesica tiba-tiba terkilir membuat tubuhnya terhuyung laku jatuh ke tanah.


"aww"racau jesica kesakitan.


 


Rey buru-buru mengejarnya"kau tidak apa-apa?".


Dia mencoba membangunkan tubuh jesica,tapi tanganya buru-buru di tepis gadis itu.


"tidak usah aku bisa jalan sendiri!".ketusnya.


Dia mencoba untuk bangun,tapi kakinya benar-benar terkilir parah,tubuhnya ambruk lagi ke tanah.


"aww.kaki tidak tau di untung,tidak tau diuntung".makinya memukuli kakinya sendiri.


Rey yang melihat kebodohan jesica hanya tertawa kecil.dari kecil sampai sekarang sumbu emosi jesica memang sangat pendek,kesalahan sedikit saja dia akan marah-marah tidak jelas.


"tuh kan ga bisa jalan".

__ADS_1


rey membalikan badanya,memunggungi jesica"ayo cepat naik".


"memangnya kau kuat?".


"kau meremehkanku?,cepat naik".


"oh kau snagat sombong ya anak muda,coba kita liha seberapa kuat dirimu".


Jesica naik ke punggung rey,pria itu berdiri dengan sangat mudah.


"beratkan,beratkan,beratkan".jesica menggoyang-goyangkan badanya hingga tubuh rey terhuyung-huyung hampir terjatuh.


"jesica kau bisa diam,kau akan jatuh".


"katanya tadi kuat,ah dasar rey lemah menggendongku saja tidak kuat".


"kau mau mencoba kekuatan ku,akan ku buat lemas kau dengan kekuatan ku".ujar rey ambigu.


Itu malah membuat otak liar jesica kemana-mana.


Jesica memukul kepala rey cukup keras.


membuat pria di baaahnya meringis.


"ngomong apa kau ini,dasar mesum,mesum,


mesum,mesum".ucap jesica memukul kepala rey terus menerus.


"aww,awww,hentikan jesica!".


****


Malam semakin larut.jesica dan rey duduk di atas genteng rumah jesica.mereka selalu menghabiskan malam mereka di atas sini,hanya untuk bertukar cerita,


membicarakan orang lain,sampai hanya menatap bintang-bintang yang bertaburan diatas langit sana.Dimana pun tempatnya asal bersama rey hidupnya sudah jauh lebih cukup.


Jesica melirik rey yang berbaring disampingnya sambil memejamkan matanya erat,semakin hari dia terlihat tampan,sampai jesica berfikir kalau dia sudah tidak pantas berteman dengan rey lagi,apalagi dengan kepopuleran rey di sekolah.sekain hari jarak diantara mereka semakin merenggang,jesica takut rey menjauh darinya.


"rey"


"hmm?"jawab rey.


"apa kita akan selalu bersama?".tanya jesica tiba-tiba.


Rey membuka matanya,alisnya berkerut,


kenapa jesica tiba-tiba bertanya seperti itu.


"kau ini ngomong apa,bukanya kau yang bilang kita akan terus bersama".


"bekakangan ini aku sedikit khawatir,aku khawatir kau akan meninggalkanku dan melupakanku.ah mungkin aku hanya aku yang khawatir,lupakan saja".


Dia mengusap belakang punuknya,terdapat banyak kekhawatiran di wajahnya.


"hey,apa yang kau bicarakan".


Rey bangun dari posisi tidurnya,mendudukan dirinya di samping jesica.dia menatap gadis di sampingnya lekat.apa sekarang waktunya,


apa sekarang dia bisa mengutarakan hatinya pada jesica.


"chika aku mau jujur padamu".ucap rey kini dengan nada bicara yang terdengar serius.


Alis jesica berkerut"ya?".


"sudah lama aku mencintaimu,aku fikir ini hanya perasaan seorang sahabat seperti yang kau selalu bilang padaku,tapi aku rasa perasaan ini tidak sama,aku ingin selalu ingin bersamamu,aku tidak ingin kehilanganmu,aku ingin kau anggap lebih dari seorang sahabat.


apa kau mau jadi pacarku?".


Jantung jesica berdetak begitu kencang.apa rey baru saja mengungkapkan perasaan cinta.tidak mungkin,ini pasti hanya lelucon,rey tidak mungkin mencintainya.


"kau bercanda?".jesica terkekeh-kekeh seperti orang gila.doma shok,sangat shok.


"aku tidak pernah seserius ini".


Tanpa basa basi jesica mengangguk malu-malu.


"iya,aku mau".


Senyum jelas terpapang diwajah rey,dia langsung memeluk tubuh jesica erat.


"terimakasih,terimakasih,aku akan selalu mencintaimu,aku akan selalu mencintaimu apapun yang terjadi".


Hari ini adalah hari yang paling bahagia dihidup rey,rasanya dia ingin menghentikan waktu agar dia bisa terus bersama dengan jesica sampai kapanpun yang dia mau.


***


Nafas rey melolong panjang."kau bilang kita akan terus bersama".katanya pada dirinya sendiri lirih.


"drrttt....drrttt....drrrttt".


Rey melriik ponsel di kursi sampingnya,


panggilan dari joshua.pasti cindy sudah memberitahu joshua tentang hubunganya dengan jesica.


"kau dimana,tadi cindy kerumahku".


"ya".


"kenapa kau tidak memberitahuku kalau pernikahanya di percepat".


"apa?".rey tidak bisa menyembunyikan rasa keterkejutanya.


"iya kau tidak tau soal ini,cih calon pengantin pria macam apa kau ini".cibir joshua.


Rey bergeming,tubuhnya membeku seketika.

__ADS_1


bagaimana bisa dia tidak tau tentang rencana pernikahanya yang di percepat,dan kenapa cindy tidak berdiskusi denganya dulu tentang ini.bukanya dia juga berhak ikut andil dalam pernikahan ini.dia tidak habis fikir apa yang ada di benak kekasihnya sekarang.dan sekarang dia tidak tau apa yang harus dia lakukan untuk memenuhi janjinya pada jesica.


__ADS_2