
Aron keluar dari rumah sakit,di luar hujan turun cukup deras,perasaan waktu aron datang cuaca sangat panas.mataharinya bahkan seperti hanya berada beberapa centimeter diatas kepala aron.memang sudah musim pancaroba,aron harus lebih baik menjaga dirinya agar tidak gampang sakit.dan mempengaruhi semua jadwal kerjanya.
"duh,jawab dong".gerutu seorang wanita di sampingnya risau sambil mengigit-gigit kuku jarinya.telfon genggamnya dia tempelkan ke telinga.sedang menelfon seseorang?.
Aron mendekati wanita itu,yang tidak lain dan tidak bukan adalah wanita yang setiap kali bertemu denganya selalu saja sial.waktu itu di gebukin aatu pasar,sekarang dia mematahkan gagang kacamata aron,walau tidak di sengaja.iya,dia arimbi.
"butuh tumpangan?".tawar aron.
"astaga"arimbi sedikit tersentak mengetahui keberadaan aron yang muncul tiba-tiba.
'duh kenapa sih ketemu lagi sama orang ini,dunia emang sesempit itu ya,menyebalkan'.dengus arimbi dalam hati.
Arimbi menggeleng"terimakasih tuan,tapi saya sedang menunggu orang".
"siapa?".
"teman tuan,lagipula sebentar lagi juga hujanya reda".
JGEERRR!!!
ZRAAAASSS!!!
arimbi berdecih kesal,alam memang tidak pernah memihak padanya,entah salah apa arimbi padanya.hujan turun semakin deras,kilatan-kilatan dari langit terlihat mengerikan sejauh mata memandang.kalau di sampingnya zidan,arimbi sudah pasti akan memeluknya sambil merengek ketakutan,sayangnya malah orang menyebalkan ini yang ada di sampingnya.
Aron melepaskan jasnya,membentangkanya keatas kepalanya dan arimbi,lalu mendorong tubuh arimbi agar ikut lari bersamanya menuju mobil.
Aron membuka pintu mobilnya,memaksa tubuh arimbi untuk masuk kedalam mobilnya.
kemudian dia berlari kedepan,membuka pintu seberang,dan duduk di jok sebelah arimbi.dia melemparkan jasnya yang basah kuyup kebelakang sembarangan.kemudian mengalihkan pandnaganya pada arimbi.
Dia membolak balikkan tubuh arimbi ke kanan dan ke kiri"kau baik-baik saja?,kau basah kuyup".
Sendirinya jauh lebih basah kuyup.memang aron bodoh.
Aron mengambil handuk kecil di belakang kursi mobilnya,melemparkan kasar handuk itu kearah wajah arimbi.
arimbi menghela nafas jengah,kalau bukan teman joshua sudah dia bunuh orang di sampingnya sejak lama.
"kenapa kau diam saja?,kau tidak bisa pakai handuk?,apa aku harus membuka youtube dan memberimu tutorial cara memakai handuk?".cibir aron pedas.
Dia mengambil kembali handuk di tangan arimbi.
"biarkan ku tunjukkan caranya".
Aron menaruh handuk itu diatas kepala arimbi,
mengusak-uska rambut wanita itu sangat amat telaten.dia terlihat seperti ibu yang sangat menyanyangi anaknya.tanpa sadar arimbi memperhatikan wajah aron.
Kalau dilihat-lihat pria ini tidak terlau buruk,wajahnya juga lumayan.tidak,dia terlihat seperti pangeran,dia memiliki bibir yang seksi,hidung mancung,dan lesung pipi yang sangat manis,nyaris sempurna.
pantas dia jadi model yang sukses.
Merasa di perhatikan,aron menatap arimbi tajam.
"apa liat-liat,kau menyukai ku ya".ujarnya sangat amat percaya diri.
Selain menyebalkan aron juga memilik kepercayaan diri yang melebihi batas.menyesal tadi arimbi terpesona akan ketampananya.
Aron menghempaskan kain basah itu kewajah arimbi lagi sedikit kasar.lalu dia menginjak pedalnya,dan mobil merahnya melaju cukup kencang membelah jalanan.
Tidak ada obrolan selama di perjalanan,aron dan arimbi hanya saling diam,seakan-akan arimbi membuat sekat untuk mereka hingga tercipta kecanggungan yang begitu menyesakkan.
"hey"ucap aron memecahkan keheningan.
Dengan terpaksa arimbi meliriknya"ya?".
"kau lapar tidak?,aku lapar nih,gimana kalau kita mampir buat makan dulu?".cecar aron.
"tapi tuan,tuan joshua sudah......".
"ssttttt".
__ADS_1
Aron menaruh jari telunjuknya di depan bibir arimbi,
itu membuat jantung arimbi hampir terlonjak.
"tenang saja,aku akan bilang pada joshua kalau aku yang mengajakmu makan,dia tidak akan marah padamu,aku bisa menjamin itu".
Sebenarnya arimbi juga lapar sih,tadi pagi dia hanya makan sedikit karna joshua menyuruhnya untuk menemani jesica di rumah sakit.setelah itu dia tidak makan apa-apa lagi.tapi dia juga tidak mau makan dengan aron,pasti akan snagat berisik.
"kau diam berarti kau mau".simpul aron.
"eh,ga tuan,biar saya makan di rumah saja tuan,terimakasih ajakanya,lagipula saya tidak lapar".
'kruyukkk,kruyuuukk'.
Pipi arimbi memerah,dia memegangi perutnya yang bunyi'kenapa sih harus bunyi sekarang,kan aku jadi malu perut bodoh'.dia memukul-mukul perutnya pelan.
"itu suara apa?".
"suara apa?,saya tidak mendengar suara apa-apa tuan".
'krryuukkk.....krryuukk'.
'perut sialan,perut sialan,kenapa kau begitu menyebalkan'.umpatnya dalam hati menahan malu dari aron.harga dirinya sudah hilang.
Aron terkekeh kecil,dia membelokkan mobilnya ke salam satu tempat yang cukup besar tingkat satu.
Aron membuka sabuk pengamanya"ayo masuk".
Dia membuka pintu mobil
Arimbi langsung berjalan di belakang aron, membuntutinya.
Mereka masuk kedalam sebuah restoran yang cukup besar dan snagat mewah.
"selama sore tuan dan nyonya".sambut si pelayan sangat ramah.
Aron duduk di mursi dekat jendela,dengan ragu arimbi duduk di depan kursi aron,hanya disekat meja.dua orang yang tadi ada di belakang aron dan mobilnya mengikuti mobil aron duduk di kursi tidak jauh dari aron.
mungkin mereka para bodyguard yang menjaga aron.tapi waktu di pasar kemana ya perginya bodyguard aron?,arimbi juga bingung.
Seorang pelayan wanita berjalan menghampirinya dan aron,dia memberikan buku menu padanya dan aron dengan sopan.
Mata arimbi terbelak lebar dan mulutnya sedikit ternganga saat meliha harga makanan dan minumanya.ternyata dugaanya salah.bukan 100 sampai 200 ribu,tapi 350 ribu hanya untuk barbekyu panggang.gila-gila sekali mkan disini arimbi bisa menghabiskan uang bulananya.
"dua barbekyu dan kentang goreng".ucap aron pada pelayan.
"minumnya?".
"kau mau minum apa?".dia melirik arimbi yang masih pusing dengan harga makananya.
"jus jerus dua"
Payan itu mengangguk"baik tuan,pesananya akan segera kami siapkan".
Pelayan itu membawa buku menunya kembali.
"joshua belum pernah pernah mengajakmu makan di tempat seperti ini ya.ckkk,dasar joshua pelit,coba saja kau jadi pembantuku,setiap bulan akan ku ajak kau berlibur ke paris".kata aron menyombongkan diri.
Bahkan kalau arimbi di beri uang 50 juta pun dia tidak akan mau kerja dengan aron.bisa-bisa dia harus ke tht karna mulut aron yang tidak pernah berhenti mengoceh.
"tuan serius membelikan saya makanan ini?".
"cih,ya tidak lah,memangnya aku sebaik apa sampai mau menghamburkan uangku untuk pembantu seperti mu".
Wajah arimbi memanik'apa?,jadi aron ingin arimbi membayar semua makanan itu sendiri.sekarang arimbi harus mencari alasan untuk lari dari hadapan aron dan mengundurkan diri berhenti jadi pembantu di rumah joshua.
"pssstt"aron mencuatkan tawanya"apa sekarnag kau panik sampai ingin mengompol hah?,kau ingin kabur?".
"aku hanya bercanda,hidupmu serius sekali sih,pantas masih jomblo".
"apa tuan bilang?,saya jomblo?".
__ADS_1
Aron melipat kedua tanganya di depan dada,menatap arimbi meremehkan
"iya,mana ada orang yang mau dengan wanita seperti mu bentuknya".
'braakkk!!'
"tuan bilang apa tadi?!".tukas arimbi bangkit berdiri sambil menatap tajam aron di depanya
"coba ulangi......".
"permisi".ucapan arimbi terpotong oleh pelayan yang mengantarkan makanan merdeka.dia tersenyum canggung pada arimbi.arimbi langsung duduk lagi di tempatnya sambil menahan rasa malu.
"makasih ya".
pelayan itu mengangguk,kembali tersenyum canggung pada arimbi.
aron terkekeh-kekeh bahagia.lagi-lagi arimbi di permalukan pria menyebalkan ini.
''drrtt...drrrttt....drrrttt".
Ponsel arimbi bergetar.arimbi mengambil ponselnya.
selueuh perhatian aron langsung tertuju pada arimbi,dia juga memekakan telinganya untuk mendengar obrolan arimbi.
Arimbi meirim aron sekilas"maaf tuan saya harus.....".
"angkat telfonya disini atau kau benar-benar harus membayar makanamu sendiri".potong aron mengancam.
Arimbi langsung duduk lagi di kursinya.
sial,kalau begini dia harus apa?.arimbi memlih untuk mengabaikan telfonya sampai mati.
"kenapa tidak diangkat?".
"tidak penting"jawab arimbi.
Tidak lama ponselnya kembali berdering.beberapa kali sampai aron jengah.dia mengambil ponsel arimbi.disana terdaoat nama'zidan'.
Aron menatap arimbi sebelum mengangkat panggilanya'siapa zidan?,apa itu pacarnya?,oh dia sudah punya pacar?.cih memangnya ada yang mu sama dia'.cecar aron dalam hati bertanya pada dirinya sendiri.
Dia mengangkat panggilanya.
"halo".
"t..tuan kembalikan ponselnya padaku".
"dimana arimbi?"tanya suara berat dari luar sana,suara pria.
ruat wajah aron langsing berubah,entahlah dia juga tidak mengerti.
"arimbi sedang makan denganku,kau siapa?".tidak ada jawaban dari dalam telfon"aku tanya ini siapa?!".
"ih tuan aron apaansih balikin sini hpnya".rengek arimbi mencoba meraih-raih ponsel dari genggaman tangan aron,tangan aron menonyor kasar kening arimbi agar diam.
"dimana arimbi,siapa kau?".
"aku pacarnya,kita sedang makan,jadi berhenti menelfon pacarku,itu sangat menganggu".
Mata arimbi terbelalak lebar.sinting ya pria ini,kenapa tiba-tiba mengaku-ngaku jadi pacarnya,dan lagi itu panggilan dari zidan,apa yang akan zidan fikirkan tentangnya.'aron sialan'.
Zidan mematikan panggilanya,aron mendorong ponsel itu kearah arimbi.
"menganggu saja".geruru aron
"kenapa tuan mengaku jadi pacar saya?"tanya arimbi emosinya sudah bersulut-sulut.
"heh,memangnya kenapa?,kau tidak suka jadi pacarku?".
'tentu saja tidak,amit-amit'.sebelum ucapan itu keluar dari mulut arimbi dia sudah mengulumnya kembali,akam jadi masalah kalau aron mendengar itu.bisa-bisa dia di tuntut ke penjara.
"bukan begitu tuan"
__ADS_1
"hey denger ya pembantu joshua,ada ribuan wanita di luar sana yang ingin menjadi pacarku,jadi kau harusnya bersyukur aku mau mengakuimu jadi pacarku,sekarang habiskan makananya dan kita pulang".
Sampai dunia kiamat juga arimbi tidak akan ma jadi pacar aron,amit-amit.arimbi ingin sekali memukul pria itu,mencincang tubuhnya,lalu menguburnya di belakang rumah.