BROKEN MARRIED

BROKEN MARRIED
MAKAN MALAM KELUARGA


__ADS_3

Joshua menarik tangan jesica kedalam ruang gantinya.


"arum!!"teriak joshua kencang.


Tidak lama kemudian arum datang dengan tergesa-gesa,ditanganya sudah ada beberapa kastok gaun dengan warna yang sangat cantik.


"ya tuan".


Joshua medorong tubuh jesica kedepan.


"buat dia menjadi secantik mungkin,aku tidak mau tau penampilanya harus berubah"


"baik tuan.ayo".arum menarik tangan jesica untuk masuk keruang ganti.


Joshua duduk di sofa single berwarna cokelat yang ada di ruang gantinya.dia menopang kaki kananya diatas kaki kiri,lalu mengekuarkan benda pipih dari dalam sakunya.dia mendengus kesal,kalau bukan karena permintaan mamah dan papahnya yang sedikit memaksa,dia tidak akan pulang lagi kerumah ini.


Tadi sore,nyonya rita menelfonya dan meminta dia dan joshua menemuinya di kafe dekat dnegan sungai han,salah satu dari banyak kafe yang dimilik papah joshua,kafe itu akan menjadi miliknya jika joshua sudah punya istri,dan mungkin pertemuan ini akan membahas tentang itu.


Joshua melirik arlojinya,sudah setengah jam jesica dan arum ada di ruang ganti.


"arum kenapa lama sekali?!".tukas joshua kesal.


"sebentar lagi tuan".


Joshua berdecih,belum apa-apa saja darahnya sudah naik.sudah muak menunggu dia bangkit berdiri,berjalan ke arah ruang ganti,joshua menyibak gorden yang memisahkan ruanganya dengan ruang ganti.


"kenapa lama.....".


Tubuhnya seketika membeku di tempat saat arum membalikan tubuh jesica.


"sudah siap tuan".


Joshua menelan ludahnya berat.sosok gadis cantik dengan gaun elegan tersenyum mau padanya,dia tidak pernah tau kalau gadis kampung yang dia benci ternyata secantik ini.rasanya dia tidak ingin kemana-mana,dia hanya ingin menghabiskan waktu untuk mengagumi wajah jesica saja.


"ummm,tuan".


Arum menyentuh bahu joshua pelan membuat joshua terlonjak kaget.


"ya,apa,bagaimana?".


Arum mencoba menahan tawanya"maaf tuan,saya hanya mau bilang nona jesica sudah selesai di make up".


"bagus"joshua berbalik"ayo cepat kita sudah terlambat".katanya berjalan keluar dari ruang ganti.jesica mengikutinya dari belakang.


Joshua dan jesica masuk kedalam mobil,mereka berdua duduk di belakang.


joshua sedikit menciptakaan ruang pembatas untuk mereka.zidan melirik joshua dan jesica dari belakang kaca,dia tersenyum kecil


'pasangan yang lucu'gumamnya pelan sebelum mobilnya keluar ke jalanan.


Kehenigan menyeruak di dalam mobil,


keheningan yang sangat menyesakkan.


jesica tidak peduli,lagian bicara dengan pria menyebalkan disampingnya juga tidak ada gunanya sama sekali,hanya membuat emosi saja,alhasil di sepanjang perjalanan dia hanya menatap jalanan dari balik jendela.


"hey"ujar joshua.


Jesica mengalihkan pandanganya pada joshua"ya?".


Joshua menumpang kaki kananya diatas kaki kirinya"ingat ya,jangan pernah bicarakan hal yang tidak-tidak di depan orang tuaku,bicara saja yang baik-baik".


Tapi tidak ada kebaikan yang harus di bicarakan.


"bilang saja kau bahagaia dengan ku,bilang jiga kalau kau di perlakukan dengan baik oleh ku,dan jangan pernah sekali-kali bilang kalau kita tidak satu ranjang,kau mengerti?".


Jesica mengangguk mengerti.intinya dia harus berbohong,sekarang dia mengerti.


"dan hari kau terlihat sangat jelek sekali"cibir joshua,melengos menatap jendela,entah kenapa jantungnya berdetak begitu kencang,apa mungkin dia punya riwayat penyakit jantung.


"ckkittt".


zidan tiba-tiba saja menginjak rem membuat mobilnya berhenti mendadak dan membuat joshua dan jesica terperosok kedepan,kening mereka saling berbenturan.


"aww"ringis mereka bersamaan.


"kau tidak papa jesica"joshua memegang lembut kening jesica,gadis itu memejamkan matanya erat dengan tangan di depan dada.dia melakukan itu setiap joshua menghukumnya,joshua kini merasa menjadi orang terkejam sedunia.


"apa aku semenakutkan itu dimatamu?".


Jesica membuka matanya perlahan,wajah joshua terlihat kecewa"bukan seperti itu maksudku tuan joshua,aku tidak bermaksud....".


"kenapa kenapa ngerem mendadak sih,kalau terjadi apa-apa bagaimana?".


"maaf tuan,tadi ada anak lewat begitu saja di depan mobil".


"lain kali coba fokus".


"baik tuan".


zidan kembali menyalakan mobilnya.


Mereka akhirnya sampai di kafe yang sudah mamah dan papah joshua pesan.zidan membuka pintu mobil.joshua turun duluan lalu jesica menyusul.


Sebuah kafe terbentang di depan mereka,kafe besar nan mewat tepat menghadap kearah sungai.beberapa lampu kerlap-kerlip menghiasi dengan kafe,interior-interionya terlihat begitu mewah,pasti mahal hanya untuk membangun kafe sebagus ini.

__ADS_1


Joshua melirik jesica yang terkagum-


kagum,dia tersenyum meremehkan"belum pernah melihat kafe sebagus ini ya,oh iya kau kan miskin".


Jesica tidak menggubris cibiran joshua.


Joshua mengkaitkan tangan jesica ke lenganya,dia mendekatkan dirinya ke jesica.


Jesica menatap joshua heran.


"jangan menatap ku seperti itu,anggap saja kita kita sedang akting sebagai suami istri".


Jesica mengangguk.


Mereka berdua masuk kedalam kafe.seorang pelayan dari dalam menyambut mereka hangat.


joshua langsung tau dimana keberadaan mamah dan papahnya,pasti di lantai dua.memang kafe ini di bangun jadi dua lantai,lantai satu untuk orang-orang yang memesan makanan,dan lantai dua untuk muda-mudi yang ingin menikmati sungai han.


Joshua menarik tangan jesica melewati tangga melingkar.benar saja dugaanya,


seorang wanita dan pria tua duduk sofa tidak jauh dari sana.ada pasangan muda juga disana,siapa lagi kalau bukan cindy dan rey.


"pah,mah".


"hey joshua,jesica kenapa kalian baru datang,


mamah dan papah sudah menunggu kalian sampai lumutan".canda papah tertawa.


"biasa nunggu jesica mandi,mandinya hampir satu tahun".


"hahaha,berarti istrimu tidak jauh beda dengan mamah mu ya".


"papah ih jangan gitu dong".natalie mencubit perut bram."maaf ya chika,orang tua memang seperti itu,ayo duduk dulu".


Joshua dan jesica duduk di depan papah dan mamah.seorang pelayan datang menghampiri mereka,memberikan buku menu pada mereka.


mereka mengambil buku menunya masing-masing.


Jesica mengambil buku menunya,kepanikan langsung mendera saat dia tau di dalam buku menu itu di tulis dengan bahasa inggris.


sedangkan dia tidak bisa bahasa inggris,


membedakan arti word dan work saja tidak tau.Merasa tau jesica kesulitan,joshua mendekat dirinya pada jesica.


"kau mau pesan yang biasa saja sayang?".


Jesica mengerutkan alisnya.


"aku tau kau tidak mengerti bahasa inggris,


Jesica mengangguk,menutup buku menunya"ya".


"baiklah".


Si pelayan mengambil buku menunya"biar saya sebutkan kembali pesanan anda ya.chiken with sauce onion".Jesica hanya mengangguk-angguk sekaan-akan dirinya mengerti,padahal tidak sama sekali,dia jadi menyesal dulu putus sekola.


cindy memandang jesica remeh."cih,bahasa inggris saja tidak mengerti".gumamnya,


untung saja hanya rey yang mendengarnya.


"cindy".


"apa?".tukas cindy menatap rey tajam"belain terus sana mantanmu,belain terus,


menyebalkan".


cindy memalingkan wajahnya dari jesica.


harusnya malam ini menjadi malam yang menyenangkan,karna si kampung itu semuanya jadi kacau,cindy membencinya.


"tuan joshua,dompet tuan ketinggalan".


kata seseorang menyodorkan dompet kulit berwarna hitam kedepan joshua.


"dia siapa?"


"dia bodyguard jesica"jawab joshua.


"bodyguard?".tanya mamah dan papahnya hampir bersamaan.


joshua mengangguk.


dengan begitu kedua orang tua joshua pasti akan percaya kalau joshua sudah mencintai jesica dan menyerhakan semua hartanya pada joshua,cara yang bagus joshua.


"siapa namanya?".tanya natalie penasaran.


"zidan".jawab joshua.


"nak zidan ayo sini duduk,kita makan bersama,kau pasti lapar kan".kata natalie.


zidan menggeleng,menolaknya.akan tidak nyaman sekali kalau dia menerimanya,pasti akan sangat canggung nantinya.


"kenapa,tidak papa,makan sini tidak perlu sungkan joshua yang akan membayarnya kok".ucap bram bercanda.


"ayo zidan".

__ADS_1


"baik tuan".


zidan duduk di samping jesica,tepatnya di depan cindy.


"pesan apa yang kau mau".


zidan mengangguk.


tidak lama kemudian pesananya datang,tidak kecuali dengan pesanan zidan.


jesica mencoba mencari-cari sendok diatas nampanya,tapi yang ada disana hanya garpu,pisau dan sumpit,kalau begini bagaimana bisa jesica memakanya.


joshua melirik jesica sekilas,istrinya sama sekali belum menyentuh makanya.


joshua menarik nampan jesica"biar ku potongkan ya sayang".


"oh ya rey ngomong-ngomong kapan kalian akan menikah?".tanya natalie tiba-tiba.


pasalnya cindy bilang waktu itu dia akan menikah satu bulan lagi.tapi tiba-tiba cindy bilang pernikahanya diundur karna cindy belum menemukan gaun penganti yang bagus.itu alasanya yang tidak masuk akal.


cindy melirik rey yang diam-diam melirik jesica,bagaimana dia bisa menentukan hari pernikahanya kalau rey saja masih belum bisa melupakan mantan kekasihnya.


"bulan depan".jawab cindy lugas.


jesica menyemburkan air di dalam mulutnya keluar,membasahi makananya sendiri,


untung tidak sampai kena wajah natalie.


"uhukk,uhuuk".


"minumlah"ujar joshua,rey dan zidan bersamaan sambil menyodorkan air pada jesica.


situasi macam apa ini?,kenapa rasanya jadi aneh seperti ini?.


cindy mencubit paha rey,pria itu langsung menurunkan gelasnya.


sedangkan zidan meminum sendiri air dalam gelasnya saat jesica lebih memilih mengambil gelas dari joshua.


"pelan-pelan kalau minum".kata joshua mengingatkan.


***


Setelah obrolan panjang tentang masa lalu joshua,cindy dan keromantisan mamah dan papahnya akhirnya obrolan mereka berakhir.


joshua menghempaskan dirinya di kursi mobil,dia mengendurkan dasi yang membebat lehernya.


"akhirnya selesai juga".


Jesica terkekeh kecil"orang tua tuan sangat menyenangkan ya".


"apa,menyenangkan katamu,darimana sisi menyenangkannya?".tanya joshua heran.


"mereka lucu,aku suka cerita cinta mereka,


apalagi saat bagian mamah jatuh dan papah menangkapnya,aku suka bagian itu".


Joshua tertawa terbahak-bahak,bagian yang menurutnya alay malah di bilang suka oleh jesica.


"apa kau bercanda,itu adalah bagian yang paling menjijikan diantara semuanya.kau fikir ini sinetron apa,kau jatuh dan tiba-tiba ada pria yang menangkapmu,kalian saling menatap dan jatuh cinta,hahahaha lucu sekali".joshua terbahak-bahak sambil memukul-mukul bangku di depanya.


"astaga,astaga aku tidak bisa berhenti tertawa".


"aku juga suka bagian saat kau nangis hanya karena kecoa,itu lucu".kata jesica.


Joshua menghentikan tawanya,dia menatap jesica tajam"apa kau bilang?".


"ah maaf".jesica menunduk.


"kau bilang apa tadi,cepat beritahu aku atau ku gelitik perutmu".


Joshua mulai menggelitik perut jesica,


membuat jesica tertawa kegelian.


"hahaha cukup,cukup,hahahaha,he...tikan hahaha".


"hahahaha".


Joshua menarik tangan jesica kearahnya,


sampai punggung jesica bersandar ke dada bidangnya.membuat joshua seperti memeluk jesica dari belakang.


Gelitikan joshua semakin keatas,hingga menyingkap gaun jesica sampai sebatas pinggang tanpa sadar.


"ayo cepat katakan"


"hahahaha hentikan tuan hahaha".


"klak".


Pintu mobil depan terbuka.


"oh maaf menganggu".zidan kembali menutup pintu mobil.


"tidak tau tempat".zidan menggeleng-geleng prihatin.

__ADS_1


Joshua dan jesica diam.jesica menatap dirinya sendiri,gaunya sudah tersingkap dan tangan joshua memeluk pinggangnya.mereka langsung menjauhkan diri mereka satu sama lain,secara bersamaan mereka memalingkan wajah mereka yang kini terlihat seperti kepiting rebus.


__ADS_2