BROKEN MARRIED

BROKEN MARRIED
TERUSIK


__ADS_3

rey masuk kedalam rumah cindy,semalam cindy memintanya datang untuk fiting baju pernikahan mereka dan beberapa keperluan untuk pernikahan mereka.


"abis kemana aja pembohong?".tanya seseorang yang sudah berdiri di depan ruang tv sambil meliat kedua tanganya diatas dada.


"telat sedikit aja"jawab rey tanpa rasa bersalah sedikitpun,rey duduk di atas sofa ruang tv,dia merebahkan punggungnya senyaman mungkin di sofa.


"tolong ambilkan aku minum".pintanya.


"oh enak banget ya udah telat minta minum,


ambil sendiri sana,punya kaki punya tangan buat apa,pajangan?!"ketus cindy.


Sebuah desahan pelan lolos dari mulut rey,


wajahnya terlihat sangat kelelahan,bisa di lihat dari alisnya yang sedikit menungkik,


setiap kali rey lelah alisnya selalu begitu.


"kakakmu tidak berangkat hari ini,jadi aku harus menggantikan tugasnya".jelasnya"aku minta maaf karena telat".


Seketika semua kesalahan menyeruak di dalam dada cindy.'cindy bodoh,kenapa kau malah memarahinya tanpa melihat situasinya terlebih dahulu'batin cindy.


Dia berjalan kearah rey"maafkan aku".dia mengecup atas kening rey sekilas.


Seulas senyum terpampang di wajah lelah rey.


"kau ingin aku pijiti atau aku bisa buatkan es jeruk untukmu".tawar cindy.


Rey menggeleng"mandi saja sana,nanti tokonya keburu tutup".


"kau benar-benar tidak apa-apa".


"iya,cepet sana".


"siap pak!".


Cindy menaruh tanganya di pelipis,


memberikan sebuah hormat pada rey.rey terkekeh kecil.cindy berbalik lalu berjalan naik keatas tangga.


Rey menghembuskan nafas panjang,dia menatap tv di depanya dnegan tatapan kosong.sebenarnya dia capek,sangat capek.


harusnya hari ini dia sudah pulang jam tiga sore tadi tapi karena joshua tidak hadir jadi dia harus mengurus beberapa surat dari perusahaan dan mengobrol dengan pimpinan bisnis sebelah sampai akhirnya dia pulang lewat jam delapan malam.dia jadi merasa bersalah dengan cindy yang sudah menunggunya daritadi.


Rey mengeluarkan ponselnya dari saku celana,satu panggilan tidak dia angkat,


panggilan dari joshua.kira-kira mau apa joshua memanggilnya,apa dia butuh babysister tambahan untuk mengurus demamnya,benar-benar pria manja baru demam saja sudah tidak berangkat kerja. heran saja kalau dia bisa jadi boss di perusahaanya.


Rey menempelkan ponselnya di telingan setelah memencet nomor joshua.


"nomor yang anda tuju tidak dapat dihubungi cobalah beberapa saat lagi".


Entah kenapa sekarang perasaan rey menjadi resah,sedikot khawatir dengan keadaan joshua karena daritadi joshua tidak menelfonya,hanya menelfon satu kali.


biasanya kalau demam joshua akan selalu menghubungi rey untuk menanyakan sesuatu yang sangat tidak penting.


Rey mencoba menghubungi nomor joshua lagi.tapi lagi-lagi panggilanya tidak diangkat.


Akhirnya dia memutuskan untuk menelfon lewat telfon rumah,siapa tau bi uut atau jesica akan mengangkat telfonya.


"halo"kata orang di seberang sana.


Suara arimbi menyambut telinga rey.


"ini rey".


"oh tuan rey sebentar ya saya panggilin tuan joshua dulu".


"gausah".jawab rey cepat"cuma mau mastiin gimana kabar joshua,udah mendingan?".


"mendingan?,emang siapa yang sakit tuan?".


Alis rey terangkat satu,lah kenapa bi arimbi malah tanya pada rey siapa yang sakit,apa joshua tidak memberitahu siapapun di rumah itu kalau dia sedang demam.tidak mungkin,


joshua kan tidak bisa hidup tanpa menyusahkan dan merepotkan orang lain.


"joshua".


"tuan joshua sehat aja kok tuan".

__ADS_1


Rey diam.berarti joshua baru saja membohonginya,benar-benar pembohong sialan.


arimbi terkekeh kecil"yang sakit nona


jesica".


"siapa?".


"nyonya jesica".


"sakit apa?,parah?,dibawa kerumah sakit?,


sekarang gimana keadaanya?".cecar rey.


"dia hanya demam tuan dia sedang di urus dengan baik oleh tuan joshua di kamarnya".


jawab arimbi.


Entah harus lega atau gelisah.dia lega karena ternyata ada yang mengurus jesica saat demam dan gelisah karena arimbi bilang jesica sekarang di kamar joshua.


Rey berdiri dari sofa"aku kesana".katanya lalu mematikan panggilan.


"mau kemana?"tanya cindy menuruni anak tangga,dengan penampilan yang sudah rapih dan rambut yang di tata sangat rapih.dia berjalan kearah rey.


"ayo".dia mengaitkan tanganya ke lengan rey,tapi rey mepelaskan tangan cindy dari lenganya.


"apa kita bisa fiting bajunya besok saja,aku ada urusan mendadak"kata rey menggaruk punuknya.


"urusan apa?".


"kantor,aku pergi dulu".


Tanpa menunggu jawaban diizinkan atau tidak dari cindy rey berlalu begitu saja keluar dari rumah cindy.


Cindy menatap bahu rey sampai pria itu di telan pintu depan yang tertutup.di snagat paham kekasihnya,bahkan lebih paham dari siapun.


Dia tau rey berbicara bohong atau jujur.itu gampang.setiap rey menggaruk punuknya dan kupingnya memerah berarti dia sedang berbohong,dan tadi pria itu baru saja membohongi cindy.


"akkhhh!"teriak cindy keras dia menjambak rmabutnya yang sudah rapih saking kesalnya"rey ********!".


****


Jesica menutup mulutnya dengan tangan.dia tidak menyukai susu,apalagi susu putih,tapi anehnya dia suka ice cream vanila atu ice cream rasa susu aneh memang.


"ayo minum sedikit saja kau akan cepat membaik".


"dia tidak suka minum susu".kata seseorang dari belakang tubuh joshua.


Padahal dikamar ini hanya ada joshua dan jesica,lalu suara pria siapa di belakangnya.


joshua melengos kebelakang.rey sudah berdiri di belakangnya dengan kantung putih di tanganya.


"rey kenapa kau ada disini,siapa yang menyuruhmu masuk?".tanya joshua.


Rey tidak menggubris ucapan joshua,dia menaru kantung plasti di tanganya ke laci.


"kau sudah minum obat?".tanyanya pada jesica.


"tadi aku sudah membelikanya obat penurun panas tapi panasnya tidak kunjung turun".


Padahal rey tanya ke jesica tapi kenapa joshua yang menjawabnya.


Rey mengeluarkan obat dari dalam kantung itu.dia menyodorkannya pada joshua.


"berikan dia obat ini,turun panasnya akan seger hilang".


"dan aku bawa bubur untukmu,habiskan buburnya dan langsung minum obatnya".


jelasnya lagi menenteng plastik bubur.


entah dia beli dimana,jarang sekali ada orang yang menjual bubur malam-malam.


Rey menatap jesica lama,lalu kemudian dia berbalik,menepuk bahu joshua"aku ingin bicara padamu shua".katanya lalu pergi meninggalkan kamar joshua.


***


Cindy duduk di sofa,dia mencoba menghubungi seseorang.


"tutttt....tutttt....tutttt".

__ADS_1


"arum kau ada dimana sekarang".ujar cindy setelah panggilanya terangkat.


Ya,dia sedang menelpon arum,pembantu joshua.


"dirumah non,memangnya ada apa?".


"rey ada disana tidak?".tanya cindy sambil mengigit-gigit ujung kukunya.


"tuan rey?".ulang arum.


"iya".


"iya tuan rey ada disini,baru aja dateng,bawa kantung plastik besar,terus saya tidak tau lagi nona kayaknya dia langsung ke kamar jesica nona".


cindy menggemeretakkan giginya,tanpa dia sadar tanganya mengepal erat.'pembohong,


******** pembohong'.tukasnya dalam hati.


Dia bilang tadi ada urusan mendadak di kantornya tapi kenyataanya rey mampir kerumah joshua hanya untuk menjenguk wanita itu,dia bahkan membatalkan acaranya dengan cindy.perasaan waktu cindy sakit rey tidak pernah sekhawatir ini.ini semua tidak adil.


"nona,nona masih ada disana kan,halo nona cindy".ujar arum dari dalam telpon.


Cindy menutup panggilannya begitu saja tanpa bicara dulu pada arum."kau tidak akan bisa lari dari ku rey ********.kau tidak bisa dimiki oleh siapapun selain aku,jadi jangan terlalu repot-repot untuk menutupi kebohonganmu".gumam cindy sendirian.


***


Joshua turun setelah selesai menyuapi jesica dengan bubur,lalu membantunya untuk minum obatnya.ternyata rey tidak hanya membawakan obat dan bubur dia juga membawa yupi dan cokelat,hal yang sama yang dia berikan di rumah sakit waktu itu.


Joshua berdiri,dia mengangkat selimut sampai diatas dada jesica,gadis itu sudah telelap setelah makan obat dari rey,efek obat tidurnya mungkin sangat kuat.joshua mengelus lembut kepala jesica.


"selamat malam"katanya sangat pelan.


Kemudian dia keluar dari kamarnya.dibawah sana rey sudah menunggunya di ruang tamu sambil sibuk memainkan ponsel di tanganya.


"ngapain kau malam-malam kesini?".tanya joshua ketus.


"menjenguk bos yang sakit"jawab rey santai tanpa menatap joshua sama sekali.


Joshua duduk di kursi di depan rey,dia menyeruput kopi panas yang sudah di sediakan oleh ibu bupe.


"menjenguk macam apa,kau menjengukku dengan membawakan ku yupi dan cokelat memangnya aku anak kecil apa mau makan hal-hal manis seperti itu".


"aku tidak tau seleramu jadi aku beli saja itu".bohong rey.


Padahal kan dia memang sengaja membelinya untuk jesica.


"oh kalau jesica berarti kau sangat tau seleranya ya".


Rey mematikan ponselnya,dia menaruhnya diatss meja,sedikit tersentak karena ucapan joshua.


"apa maksudmu?".


"ya kau membelikan ku yupi dan cokelat kesukaan jesica".


"itu hanya kebetulan".kilah rey.


Harusnya tadi rey tidak beli semua makanan itu,sekarang joshua jadi mencurigainya.


"lalu bagaimana dnegan bubur dan obat penurun panasnya,itu juga kebetulan?".joshua seperti seseorang yang sedang mewawancarai.


"itu semua untukmu".


"tapi di bubur itu ada bawang,kau tidak mungkin memberikan ku makanan itu".


Joshua punya alergi terhadap bawang,bukan alergi hanya tidak suma dengan rasa dan bau bawang yang membuatnya mual.


"sekarang jujur saja padaku,ada hubungan apa kau dengan jesica?".


"apa aku harus menjawabnya?".


"tentu".


"seharusnya kau sudah tau jawabanya".


Joshua meaminkan gelas kopi di tanganya.


dia seperti tengah di permainkan oleh rey.


"rey,kau sudah berteman lama dengan ku kan,jadi aku ingin kita bisa saling terbuka untuk apapun.kau sudah tau kan aku tidak suka dengan pembohong.jadi tolong jangan sembunyikan apapun dariku".

__ADS_1


"brakk".


__ADS_2