BROKEN MARRIED

BROKEN MARRIED
PERJANJIAN(05)


__ADS_3

Joshua mengundurkan dasinya,membuka dasi yang membebat lehernya sejak dari tadi pagi,lehernya terasa tercekik karena benda itu.pria itu berjalan kearah lemari,lemari besar.dia mengambil baju putih berlengan pendek faforitnya,lalu celana pendek kesayanganya.


Joshua menutup pintu lemari,kaca besar yang terpasang di depan lemari itu menampakan dirinya,lesu.dia duduk di pinggiran ranjang.melepaskan sepatu hitam lekatnya.joshua mengusap keringat yang jatuh di pelipisnya,dia menghela nafas berat.hari ini benar-benar melelahkan.dia lagi-lagi menghela nafas berat.kalau ellen ada disini mungkin hari ini tidak akan menjadi hari terberatnya.dia sudah memarahi memarahi orang-orang di kantornya sebanyak enam kali.satu kali lebih banyak daripada hari kemarin.


Dia mendesah pelan"ellen,dimana kamu sekarang?"gumamnya.


kalau ellen ada disini dia pasti bisa memeluk tubuh ellen sangat lama sampai gadis itu mencubit pantatnya untuk melepaskan tubuhnya karena kehabisan oksigen atau joshua bisa mencumbunya sampai ellen mencibir dan bilang"kau tidak menggosok gigi mu ya,mulutmu bau naga".


mungkin joshua akan kembali bersemangat,


semua permasalah di kantornya pasti akan lenyap.kehidupan yang indah bukan.dan sekarang juga sudah lenyap.


Joshua melepas kancing kemejanya satu persatu,dada bidangnya terlihat sangat menggoda,Perutnya yang seperti sebuah pahatan terlihat sangat memesona dnegan keringat yang jatuh dari dagunya.joshua mendapatkan semua itu karena kegemaranya berolahraga.hampir setiap hari dia menghabiskan waktunya untuk nge gym,


bermain basket,dan tentu saja juga dengan mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi.


Joshua melepas kemejanya,melemparkanya ke sembarang tempat,lalu masuk ke dalam kamar mandi.


Hampir dua jam dia menghabiskan waktu di dalam sana.taeyong memang tipe orang yang sangat suka mandi,membersihkan seluruh tubuhnya sampai ke sela-sela tersempit,


pantas saja dia selalu wangi dan bersih.


Tangan joshua meraba-raba sebuah wadah yang di taruh diatas shower,wadah untuk handuk.


"eh?"


Tapi tidak ada apa-apa disana.joshua memantikan showernya.dia kembali meraba-raba.


"sial"decihnya.


Joshua mengusap-usap wajahnya yang masih basah,mengibaskan rambutnya ke belakang.


"bi.bibi,bisa ambilkan aku handuk,aku lupa bawa handuk!!"teriak joshua.


Tapi tidak ada yang menggubris,tentu saja,bibi pasti sedang ada di dapur sekarang.


jarak diantara dapur dan kamarnya sangat jauh,harus melewati tangga dan lebih parahnya lagi ruangan ini kan kedap suara.


Joshua berdecih.mau tidak mau dia harus keluar dan mengambil handuk yang dia tinggalkan di atas ranjang.bisa-bisanya dia sampai lupa membawa handuk,besok apa lagi yang dia lupakan,jati diri?.


Joshua membuka pintu kamar mandi,hanya wajahnya yang terlihat,sebagian tubuhnya di sembunyikan di balik pintu,dia takut bibi tiba-tiba masuk ke kamarnya,dia tadi lupa mengunci kamarnya,lupa lagi.berapa sih umurnya.


Joshua celingak-celinguk,tidak ada siapa-


siapa di kamarnya,aman.joshua keluar dari kamar mandi,berjalan perlahan mencoba mengambil handuk.Bersamaan dengan itu.


"braaak"


"ahhhh"


Joshua menoleh kearah sumber suara.


matanya membulat lebar.Jesica berdiri disana,membulatkan matanya dan menutup kedua mulutnya dengan kedua tangan,


suara tadi berasal dari keranjang berisi pakaian yang sekarang tercecer di lantai.


Joshua mengerjap-erjapkan matanya,sedetik kemudian menyadari jesica sedang menatap tubuhnya yang sedang telanjang bulat.joshua langsung menutup tubuh bagian bawahnya,


aset yang harusnya tidak di ketahui oleh sembarang orang.


"apa yang kau lihat,hah?!"teriaknya.


Lalu setelah itu dia langsung masuk kedalam kamar mandi,untung saja handuknya sudah diambil.


***


"ayo ikut aku!"

__ADS_1


Jasica meringis,tanganya di cengkeram erat oleh joshua.pria itu menggeret paksa tubuh jesica untuk turun ke lantai bawah.


"aku minta maaf tuan,tolong lepaskan...."


"diam!"potong joshua.


mata jesica sudah berkaca-kaca,sebentar lagi wajahnya akan basah karena air mata.


Dia harus memohon pada joshua untuk melepaskanya,tapi bagaimanapun jesica memohon,Joshua tetaplah joshua.pria arogan dan pemarah,yang bisa melakukan apa saja untuk menyingkirkan hal-hal yang tidak disukainya.dia bisa saja menyakiti jesica,atau bahkan membunuhnya kalau dia mau,tanpa melihat dia laki-laki atau perempuan,pria kasar.


arimbi,sarah dan arum keluar dari dalam dapur saat joshua melintas.


"tuan joshua,jangan sakiti nona jesica".ujar arimbi panik.


Joshua tidak menggubris ucapan bibi,dia menggeret tangan jesica lebih cepat dan mencengkeramnya lebih kuat.membuat gadis itu semakin meringis kesakitan.


"tuan,ku mohon"


Langkah joshua berhenti di depan pintu putih besar di depanya.


"buka pintunya".perintahnya.


Kemudian pintu terbuka,joshua mendorong tubuh jesica hingga terusungkur di lantai.jesica meringis.


"pergilah dari rumah ku!,dan jangan pernah datang lagi!"tukasnya.


Dia berbalik,melipat kedua tanganya di depan dada"tutup....."


"joshua dominika mahendra"seseorang memotong ucapanya.joshua membeku di tempat,suara itu terasa tidak asing di dalam telinganya.pria itu buru-buru berbalik.


Seorang wanita tua berdiri di samping jesica yang masih terduduk.di belakangnya ada dua pria tinggi berwajah menyeramkan menggunakan baju hitam.


"nyonya natalie?"


Nyonya natalie,wanita tua yang berdiri di depanya adalah ibunya,natalie menatap joshua sangat tajam bagai elang.membuat yang di tatap menunduk.


"bantu dia berdiri"perintahnya menunjuk jesica tanpa menatap gadis itu.


Nyonya natalie menghempaskan kipasnya,dia berjalan masuk"aku ingin bicara padamu tuan muda".ujarnya saat melewati joshua.


Joshua mendengus pelan,dia menatap jesica sebelum berbalik lalu berjalan di belakang ibunya seperti anak itik.


**


Matahari baru saja terbenam,tapi dia seperti melewati seribu malam.joshua melirik jarum jam yang terus bertedetak,lama,rasanya ingin memindahkan jarum kecil itu secepatnya agar pagi segera datang dan joshua segara mengakhiri mimpi buruknya ini.


nyonya natalie,direktur utama perusahaan jeol grup,perusahaan yang joshua jalani sekarang,


perusahaan fasion cukup terkenal.Dulunya dia adalah mantan model di perusahaan tersebut,mungkin karena kencantikanya dulu-----sekarang juga masih terlihat cantik.


dia memikat hati ayah joshua.yang notabenya adalah pemilik perusahaan tersebut.


wanita tua berumur hampir setengah abad itu duduk di sofa singgle,menumpu kaki kananya diatas kaki kiri.dia mengibas-ibaskan pink dengan rombe-rombe seperti bulu domba ke wajahnya.dia sangat elegan,bahkan di usianya yang tidak bisa di bilang muda lagi.


Nyonya natalie menatap anaknya sangat tajam.


Joshua yang duduk di sofa panjang hanya bisa diam,membeku di atas sofanya.


sedangkan jesica,gadis itu duduk di samping joshua sambil terus menundukkan kepalanya.


Beberapa menit menghening,tidak ada yang mau memulai pembicaraan,nyonya natalie masih terus menatap joshua tajam.


"kenapa kesini?"ujar joshua dingin,sekaligus memecahkan keheningan.


"kenapa,memangnya ibu tidak boleh berkunjung ke rumah anak ibu sendiri?".


Joshua berdecih"ya sediknya kau bisa hubungi aku dulu kan?,bukanya kau selalu begitu setiap ingin berkujung?"

__ADS_1


"ibu ini ibu mu,ibu tidak harus menghubungimu setiap kali ingin berkunjung atau membuat janji seperti yang karyawan- karyawan mu lakukan,bukan?".


Nyonya natalie melihat gadis di samping joshua,dia masih menuduk sambil memainkan jari jemarinya,tidak mau ikut-ikutan masalah keluarga ini.


"bagaimana pernikahan kalian,apa berjalan baik-baik saja?".tanya natalie pada jesica.


"tidak,apanya yang baik-baik saja".jawab joshua cepat.


bagaimana dia bisa bertanya hal seperti itu,padahal dia tau kalau ada kesalahan di dalam pernikahan anaknya.nyonya natalie memang tidak pernah menyayangi anaknya.


"aku tidak bertanya padamu"dada joshua seperti terhujam,nyonya natalie menatap jesica lebih lekat.


"bagaimana nona jesica?".


Joshua ikut menatap jesica,jesica masih terus menunduk,dia tidak mendengar ucapan nyonya natalie.


"nona jesica?".


Jesica tersentak"y..ya.apa,tadi nyonya bilang apa?".


tanyanya tersendat-sendat.


Nyonya natalie terkekeh kecil"kau mengantuk nona jesica?".


"kau sudah tau pernikahan ini tidak benar,kau sudah tentang ellen yang menghilang,kenapa kau melanjutkan pernikahanya?,kau tidak menyanyangi ku bu?".


"memangnya kalau kau tau,semuanya akan berubah?.tetap saja kan,kau tidak akan menikahi perempuan itu?".


"tapi"joshua menjeda ucapanya.dia berdecih.


tidak tau apa yang sebenarnya ada didalam otak ibunya.


"bukanya sama saja,menikah dengan siapapun.tetap saja kan.kau akan punya anak juga walau tidak bersama ellen".


"kau tidak mengerti nyonya.pernikahan itu bukan cuma tentang punya anak,pernikahan juga harus dilandasi dengan cinta.bagaimana aku bisa punya anak kalau aku saja tidak mencintainya".jelas joshua menunjuk jesica.


"kau bisa mencintainya kan?"


"tidak"jawab joshua lugas.


"jesica?"


"ya?"jawab jesica lirih.


"apa kau mencintai pria di sampingmu?"


Joshua mengerutkan sebelah alisnya,apa yang ibunya tanyakan.jelas saja jesica juga tidak mencintainya.kenapa hars bertanya lagi.


Jesica menatap joshua sebelum menjawab pertanyaanya,joshua menatapnya tajam,


seperti serigala yang sedang ingin memangsa domba.


Jesica mengangguk pelan"i...iya"


Mata joshua membulat,sialan.


"sudah jelaskan,dia mencintaimu,perlahan kau juga akan mencintainya".simpul nyonya natalie seenaknya.


"tidak,tidak akan,itu tidak akan pernah terjadi"


Joshua mencengkeram lengan tangan jesica,


membuat gadis di sampingnya meringis.


"kenapa kau bilang kau mencintaiku?".Geram joshua dengan nada sedikit berbisik.


"t..tu..tua,maaf"

__ADS_1


"joshua,lepaskan tangamu darinya!".


Joshua tidak menggubris,dia mencengkeram jesica


__ADS_2