BROKEN MARRIED

BROKEN MARRIED
PEMBALASAN PT.2


__ADS_3

Seorang suster melepas impusan yang melekat di tangan joshua,darah keluar darisana,suster itu menutupnya dengan kapas.


Joshua meringis,pasti rasanya sakit.


"tahan sebentar ya".kata suster itu menekan kapasnya lebih dalam.


Tadi seorang dokter yang menangani joshua mengatakan kalau joshua bisa pulang hari ini kalau joshua mau,tapi lebih baik kalau sehari lagi dirawat sampai kondisinya benar-benar baik.tapi joshua sudah tidak betah tinggal lama-lama disini,delain makananya tidak enak tidurnya juga snagat tidak nyaman,kalau sekarang bisa pulang kenapa harus menunggu nanti.


"tuan harus jaga kesehatan,diminum obatnya secara rutin biar tangannya cepat sembuh,


jangan banyak pikiran,dan jangan terlalu banyak bergerak.diusahakan dirumah dulu sampai tahap pemulihan".Saran si suster.


Joshua mengangguk paham.beberapa hari dirumahnya sendiri jauh lebih baik daripada disini.dia akan meminta rey untuk menggantikan posisinya untuk beberapa hari ini.


"saya permisi dulu ya".kata suster itu.


Kemudian berbalik lalu pergi meninggalkan ruangan joshua.


Jesica duduk di sofa,memasukkan barang-barang joshua bawa kedalam tas besar.karena barang-barangnya terlalu banyak jadi dia menyimpan sisanya di kantong plastik.


Joshua melepaskan kancing bajunya dnegan satu tangan,karena tangan satunya di gips.dia mendengus kesal,karena daritadi dia berkutit tapi kancing itu sama sekali tidak membuka.


"hey jesica bantu aku melepaskan kancing-


kancing sialan ini".


Jesica berjalan kearah joshua,berdiri di depan joshua.


"menjijikan aku bahkan tidak bisa membuka kancing bajuku sendiri,jhony sialan itu harusnya ku bunuh saja tadi".


"aku tidak ingin memiliki suami pembunuh".kata jesica spontan.


Membuat joshua membeku di tempatnya.


tidak percaya jesica mengatakan ini.


"ah maksudku bukan begitu".jesica menundukkan kepalanya"maafkan aku tuan".


"kenapa harus minta maaf memangnya kau berbuat kesalahan?".


Jesica menggeleng,dia membuka kancing terkahir baju joshua.


Jesica bisa melihat dengan jelas dada bidang dan perut sixpack joshua yang sangat menggoda dimatanya.


"heh kenapa diam saja,cepat lepaskan baju ku!".tukas jesica.


Jesica mengangguk,dia buru-buru melepaskan baju joshua dari tubuhnya.


sekarang dia bisa melihat tubuh joshua secara gamblang.


Jesica mengambil baju baru untuk joshua pakai,dia mencoba memakaikan baju joshua


dengan mata yang terpejam,dia tidak mau menyusahkan jantungnya yang terus bedetak kencang setiap kali melihat tubuh joshua.


Joshua memutar bola matanya malas.


"bagaimana kau bisa memasang bajuku dengan baik kalau kau saja tidak melihatnya".


cibir joshua.

__ADS_1


Jesica tidak menggubris ucapan joshua.


daripada dia jadi gila karena melihat abs joshua,mending dia mendengar cibiran joshua yang pedas.


Setelah memakaikan baju joshua jesica kembali mengemas-ngemas barang-


barangnya.


"tuan shua".panggil jesica.


"apa".


"semalam aku bermimpi aneh tentang tuan".


"mimpi apa?".tanya joshua antusias.


"tapi tuan jangan marah ya".


"oh kau menjadikanku objek sex di mimpimu ya,dasar gadis nakal".


Jesica langsung menggeleng-geleng pelan


"bukan,bukan itu tuan sungguh".


"lalu apa?".


"aku bermimpi tuan mencium kening ku".ujar jesica mencicit malu-malu,dia menenggelamkan wajahnya ke bawah menyembunyikan semburat merah di pipinya.sama seperti pipi jesica yang juga memerah,untung saja jesica tidak melihatnya.


"itu hanya mimpi bodoh,mana mungkin aku sudi mencium keningmu".


'joshua bodoh kenapa kau malah berbicara begitu,kau sedang menjilat ludahmu sendiri hah?".batin joshua kesal.


"sudah jangan berhayal,cepat selesaikan kemas-kemasnya,rey akan tiba sebentar lagi".


"baik tuan".


Semuanya sudah rapih,joshua sudah memakai jasnya dan jesica sudah menyelesaikan memasukan barang-barang joshua kedalam tas.sekarang tinggal menunggu rey datang menjemput mereka pulang.


Seseorang membuka pintu ruangan.


"maaf tuan terlambat".ujar zidan masuk kedalam ruangan joshua.


"kenapa lama sekali sih,aku kan sudah bilang jam tiga sudah sampai sini,kau tuli ya!"kata joshua jengah.


"maaf tuan"


rey menghampiri jesica yang berdiri di belakang joshua.


"biar ku bantu"dia mengangkat salah satu tas disamping jesica,tas yang harusnya jesica bawa.


"tidak usah tuan biar aku saja".


"tas ini berat nona".


Joshua masuk kedalam mobil,disusul oleh jesica di belakang,dan zidan di kursi paling depan.zidan menginjak pedal gasnya.


kemudian mobilnya berjalan keluar dari dalam rumah sakit.


"aku mau jeruk".ujar joshua memecahkan keheningan.

__ADS_1


Jesica merogoh plastik putih di sampingnya,


plastik berisikan jeruk manis pemberian teman joshua.dia tidak tau namanya.


Namanya juga ceo,jadi sakit saja banyak srkali yang mengunjungi,dari karyawan,


ob,teman-teman dekatnya,sampai tamu penting sekalipun,ada juga artis yang datang hanya untuk menjenguk joshua.dia memang orang penting.


"ini tuan".


Joshua mendelik tajam"kau bercanda?,


tanganku di gips,bagaimana aku bisa makan jeruk ini,kau memamng tidak berperikemanusiaan ya".


"ah maaf tuan akan kupaskan".


Jesica mulai mengupas kulit jeruknya.


Baru juga dia ingin menyodorkan jeruk pada joshua,pria itu sudah membuka mulutnya lebar-lebar.


Alis jesica berkerut.


"suapi aku".


zidan melirik kebelakang dari kaca spion seklias,kemudian mengalihkan pandanganya kembali ke jalanan lagi.


"zidan berhenti sebentar di mall depan".


"tuan baru saja keluar dari rumah sakit,tuan harus banyak istirahat".kata zidan.


"berhenti saja".


zidan tidak membantah ucapan joshua.dia membelokkan mobilnya dan masuk kedalam area parkir mall yang joshua tunjukan.


Seorang satpam di depan mall membukakan pintu mobil joshua,joshua turun pertama dan kemudian jesica muncul di belakangnya.


kemudian rey mengendari mobilnya ke tempat parkiran.


"malam tuan joshua".kata salah satu satpam menunduk penuh hormat.


Joshua tidak menggubris,dia berjalan masuk kedalam mall tanpa menggandeng jesica.


Jesica mengedarkan pandanganya kesegala arah,jujur saja dia hanya pernah ke mall satu kali waktu dulu,dan ini kedua kalinya.


"wah bagus sekali".jesica memegang gaun berwarna pink sangat lucu yang di"berapa ya harganya?".


Dia melihat harga yang menggantung di kerah gaunya,matanya terbelalak saat dia mengetahui harga gaun lucu di depanya.


harganya sepuluh juta,lebih mahal dari motor kredit milik tetangganya di kampung.


"hey,hey,hey,jangan sentuh itu!"tukas seseorang pegawai membuat jesica tersentak.


Seorang pelayan menghampiri jesica,berdiri di dean jesica sambil berkacak pinggang.


seperti jesica baru mencuri barang di tokonya.


"kau ini main sentuh-sentuh saja,kau tau berapa harga gaun yang baru kau sentuh ini"dia menatap jesica dari ujung kaki sampai ujung kepala,lalu menatapnya dengan sangat remeh"bahkan harga dirimu saja tidak bisa membeli gaun ini".


"maaf aku hanya ingin melihat-lihat saja".

__ADS_1


jesica menunduk hormat.


__ADS_2